The first 127 lines.
LAUNDRY KINME
SELAMAT DATANG
HARI INI, KAMI TUTUP
Terima kasih banyak.
Yuk sama-sama hindari nilai merah sebelum festival.
Ayo.
Dah, ya.
Sip. Dah.
Di dalam juga gelap.
Ada apa, ya?
Wah.
Selamat siang.
Wah, Kyu-chan. Kamu pulang cepat.
Karena lagi pekan UAS.
Yang lain... kenapa ramai-ramai di sini, ya?
Oh iya. Kebetulan kamu datang, Kyu-chan.
Padahal hari ini bukan hari libur,
tapi tokonya Kinme-chan masih tutup, lo.
HARI INI KAMI TUTUP
Karena itu, dari tadi kami berbincang
kenapa bisa sampai tutup, ya.
- Iya. - Iya.
Oh.
Karena itu, tolong, ya, Kyu-chan.
Eh?
Bagaimana? Dalamnya kelihatan, tidak?
Eh, belum...
Emang boleh, ya...
Kebuka.
Eng...
Permisi...
Kinme-san!
Aduh...
Enggak apa-apa?
Wah.
- Waduh. - Kebangun dia.
Syukurlah.
Aman, kok.
Kinme-san sepertinya cuma ketiduran.
Enggak perlu khawatir.
Syukurlah tidak kenapa-kenapa.
Ternyata memang cuma kesiangan.
Aduh...
Parah...
Ah... maaf, ya.
Aku main masuk kamar tanpa izin...
Apa ini... gara-gara "itu" yang semalam, ya...
Eh? "Itu"?
Soalnya kemarin, di antara berbagai cucian pelanggan,
ada satu cucian yang "langka", yang saya cuci ekstra hati-hati
dan butuh waktu yang lama.
Setelah pekerjaan besar itu selesai, mungkin karena merasa puas,
saya jadi lengah.
Sebelum tutup toko, ada langganan tetap datang
dan mengajak saya makan malam, lalu...
saya langsung terima begitu saja...
Lalu...
RESTO SUASANA LAUT
Di tengah suasana yang langka itu,
saya penasaran mencoba sake yang selama ini belum pernah saya coba.
Pada gelas... bukan, tegukan pertama,
saya langsung jadi hilang ingatan...
Rupanya saya selemah itu dengan alkohol...
Tablet kunyit?
Kapan... dan bagaimana caranya saya bisa kembali ke rumah...
Saya diantar pelanggan itu, ya...
Waduh...
Kinme-san bisa lepas kendali juga, ya.
Bu-Bukan begitu!
Saya... tidak mungkin bisa lepas kendali seperti itu!
Sekarang jam berapa?
I-Ini masih pagi, kan?
Eh? Ini... udah siang, sih?
Si Kinme enggak apa-apa?
Saya mau buru-buru ke bawah melayani pelanggan!
Kyusho-kun, kamu istirahat dulu saja di lantai dua ini, ya!
Disuruh istirahat pun...
Saya permisi dulu, ya!
Terima kasih sudah membangunkan saya!
Eh... iya...
Dia enggak marah karena aku masuk kamarnya.
Lalu, saya punya... satu permintaan...
Bisa tolong jangan ceritakan ke siapa-siapa
soal tidur saya yang berantakan tadi...
Yah...
Aku, sih, enggak ada niat ceritain soal itu ke siapa-siapa, ya.
Janji, ya!
Eh...
Terakhir kali aku janji kelingking... waktu TK kayaknya...
Saya mohon maaf!
Sudah, sudah.
Apa-apa kamu sendiri pasti repot, kan.
Halo, dengan Kinme Cleaning!
Ah... tidak, tidak.
Saya yang harusnya minta maaf karena tidak angkat telepon tadi pagi.
- Mau antar-jemput, ya. - Sini.
Ya.
Kyu-chan. Good job.
Baiklah.
- Ini, tip untukmu. - Ya.
- Terima kasih. - Baik.
Kalau begitu, saya segera ke sana.
Baik.
- Ini juga. - Baik.
- Terakhir waktu TK. - Ya, kalau Anda.
Baik, baik. Jam lima sore, ya?
- Siap, aman. Ya. - Jangan ngomong apa-apa dulu, deh.
Tentu.
Bisa.
Serahkan pada Kinme.
Sudah ke toko baru yang itu, Bu?
Lo?
Padahal cuma mau lihat tempatnya,
tapi hari ini kok sampai ramai begini lagi?
Dek!
Iya?
Kamu barusan dari tempat itu, kan?
Barangkali, kamu tahu kenapa?
Enggak kenapa-kenapa.
Si Kinme itu, bisa-bisanya sampai ketiduran, lo.
Oh, begitu, ya.
Saat pulang, aku sudah memberikannya kunyit.
Apa sudah dia minum, ya?
Kunyit.
Kemarin, saya mengajak Kinme-san makan malam, lo.
"Langganan" yang dimaksud itu dia, toh...
Kinme-san bilang kalau sebelumnya dia belum pernah minum sake,
No comments yet. Be the first to leave one.