Release info

EP01 - EP02 FLOURISH IN TIME WeTV
A Commentary by JinHan_27

Tags

other
Published on: 2022-03-11
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

(Episode 1: Aku tidak pantas menjadi adik Jiang Haoyue)

Namaku Lu Miao.

Hari ini adalah hari pertama SMA-ku.

Aku mau berusaha menghindari seseorang.

Dia adalah tetanggaku.

Teman sepermainanku.

Dia jugalah yang menghalangi cahayaku.

Si awan hitam.

Jiang Haoyue.

Sejak hari pertama kemunculannya,

aku dipaksa memanggilnya kakak.

Kami makan nasi yang sama.

Minum air yang sama.

Bahkan harus berbagi bis yang sama untuk ke sekolah.

Semua orang hanya melihat sisi baiknya.

Setelah tinggal bersama bertahun-tahun,

Aku sungguh mengerti apa namanya...

Terang bulan meredupkan cahaya bintang.

Jadi, aku memutuskan...

...untuk tak membiarkan orang tahu kalau aku adiknya.

Karena!

Tempat dimana dia berada,

aku akan menjadi suruhan dia yang kehilangan cahaya.

Mulai hari ini,

Aku mau menciptakan keberadaanku sendiri!

Aku tak mau lagi disebut sebagai "adiknya Jiang Haoyue"!

Mau satu kol.

Benar.

Miaomiao, pergi ke sekolah!

Shh!

Miaomiao.

Shh!

Ini berapa?

Baik. Aku bungkuskan.

Timbang dulu.

Bos, sayurnya sudah tiba.

Ada apa?

Lu Miao, kau kenapa?

Hati-hati.

Ini.

Maaf, bos.

Maaf.

Tidak apa-apa.

Bata ini bisa dibuat jadi gawang.

Ya.

Jangan ambil bataku.

Bukan. Cepat letakkan.

Cepat kabur!

Main bola!

Lihat saja nanti aku bereskan kalian!

Kau menghindariku?

Tidak.

Hanya sebelum ini...

...aku menonton Olimpiade dan terkesima dengan panjat tebing.

Jadi, hari ini aku datang lebih awal...

...untuk mencoba panjat tebing.

Panjat tebing belum ada di Olimpiade.

Turunkan aku dulu.

Bukan. Kau...

Cepat turunkan aku!

Kenapa menghindariku?

Aku tidak ingin saat SMA...

...lagi-lagi dipanggil "Adiknya Jiang Haoyue"

Aku ingin menghirup...

...udara milikku sendiri.

Baik.

Aku tunggu bis di stasiun sebelum.

Begitu bekerja sama?

Brengsek.

Sia-sia kurawat kau sebesar ini...

Tak boleh diambil dengan tangan.

Bocah!

Masih melawan?

Bata kami!

Berhenti!

Maaf, tolong minggir.

Hati-hati.

Duduk ke sana.

Untuk apa kau bawa bata?

Tidak tahu.

Bisa saja bertemu denganmu.

Kalau kau tidak repot membawa bata,

mungkin tidak akan bertemu.

Kau yang duduk saja.

Duduk.

Lihat, apa yang dia lakukan?

Cepat simpan batamu itu.

Cakep juga.

Ini belum bisa dipakai sekarang.

Rol film ini mahal.

Harus dipakai pada hal yang lebih bermakna.

Hal apa yang lebih bermakna?

Misalnya...

Pidato penyambutan?

Bukankah kau akan pidato?

Bagaimana kalau aku fotokan saat itu?

Sudahlah.

Kali ini, kau tak akan seperti dulu lagi, 'kan?

Kenapa?

Ada masalah?

Membaca sesuai naskah itu membosankan.

Atau...

Kali ini aku revisikan sebagian?

Revisi apa?

Aku ingat naskahmu...

Di bagian akhirnya itu...

Di perjalanan baru ini,

Semoga kalian berjuang demi tujuan baru.

Benar.

Aku ganti menjadi...

Semua yang telah berlalu sudah tak berarti.

Nasib yang kau anggap sial...

Mulai sekarang, jangan diterima lagi.

Bagaimana?

Kekanak-kanakan.

Kalau tak mau ya sudah.

Duduk.

Aku masuk dulu.

Kau tunggu di sini selama 20...

30 detik.

Tunggu.

Kenapa?

Selamat mulai sekolah.

Kau juga.

Jaga jarak.

Pura-pura tidak kenal.

Lihat itu.

Halo.

Sekolah baru memang permulaan yang baru.

Semuanya ramah sekali.

Halo.

Namaku Chen Guoguo.

Dengan goresan telinga dan timur.

Guo dari kata buah mede,

dan buah apel. (Guo = buah)

Kedua "Guo" ini berbeda?

Begini.

Ayahku suka makan mede,

ibuku suka makan apel.

Jadi, kedua "Guo" ini pasti asalnya berbeda.

Halo.

Namaku Lu Miao.

Lu dari Lu You.

Miao dari tunas pohon.

Aku sudah memperhatikanmu...

...sejak di gerbang sekolah.

Lepas dari Jiang Haoyue...

Keberadaanku jadi bersinar.

Benarkah?

Benar.

Karena...

Selfie di punggungmu sungguh cakep.

Jiang Haoyue!

Kau!

Maaf.

Lepaskan!

Kemarikan.

Lihat dia.

Apa yang kau tertawakan?

Lucu kah?

Lihat, orang ini lucu sekali.

Ada alasan aku membawa bata ini.

Sudah. Jangan jelaskan lagi.

Apa saja yang di tasmu tidak aneh.

Jangan pengaruhi aku saja.

Maaf ya, barusan.

Lu...

Kak Miao.

Yang SMA kelas 1, diam!

Kenapa kelas kita tidak seperti kelas 2 SMA lain...

...yang pindah ke lantai 2?

Masih ditanya?

Guru sekolah menjaga Jiang Haoyue.

Harus berada di lantai yang sama...

...bersama dengan murid baru kelas 1.

Menerima olokan dari lantai 2.

Tidak akan tiga tahun tetap di sini, 'kan?

Seperti tinggal kelas saja.

Sial.

Kenapa sekelas dengan Jiang Haoyue?

Orang itu...

Upacara penerimaan murid baru segera dimulai.

Persilakan seluruh murid untuk menuju ke aula.

Musim panas telah usai.

Sekolah ini, karna kedatangan kalian...

...menjadi bersemangat.

Hari ini, aku merasa terhormat bisa berdiri di sini mewakili murid.

Hormatku yang sedalamnya untuk semua guru dan murid.

Pehatianku untuk adik-adik kelas.

Jadi, dia Jiang Haoyue?

Kukira semua murid teladan itu jelek.

Apakah ada yang punya nomor kontak kakak kelas itu?

Ganteng sekali.

Kakak kelas?

Lugu.

Semuanya pasti bisa menjadi seseorang dengan ideal...

Membosankan.

Ngasal.

Trik.

Saat masuk sekolah...

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left