The first 200 lines.
Lewat sini.
Baik.
HATI-HATI
Tapi apa ada restoran di sekitar sini?
Apakah ini restoran unik yang tanpa papan nama?
Restoran?
Tidak ada restoran.
Itu kau, kan?
Dari aplikasi BOBting waktu itu.
Itu...
Nameless.
Sekarang kau mengenaliku.
Aku sebenarnya hendak mentraktirmu makan...
...karena aku mendadak harus pergi terakhir kali.
Bukankah sudah terlambat...
...saat kau pergi begitu saja?
8 PANGGILAN TAK TERJAWAB DARI CHA MIN-HO
Nomor yang anda hubungi sedang sibuk. Silakan tinggalkan pesan...
Di mana dia? Di mana dia?
APLIKASI BOBTING
Nomor yang anda hubungi sedang sibuk. Silakan tinggalkan pesan...
Joo-ah.
Kau baik-baik saja?
Senior.
Apa kau...
...menyukai Ha-neul?
Apa?
Kenapa kau tiba-tiba menanyakan itu?
Aku sangat terkejut sekarang.
Atas dasar apa kau menanyakan ini padaku?
Aku tidak suka mengungkit setiap hal kecil yang menggangguku...
...tapi aku merasa perlu mendengar kepastian.
Kau mengambil foto Ha-neul selama kelas...
...dan menyimpan namanya sebagai Maneul di ponselmu...
Bukankah itu semua karena kau punya perasaan padanya?
Selama kelas...
...aku sudah menjelaskan aku butuh nilai bagus.
Namanya di ponselku tidak ada artinya.
Aku hanya menyimpannya sebagai nama panggilannya.
Aku menyimpan banyak nama temanku dengan nama panggilan mereka.
Sangat konyol jika aku harus menjelaskan ini padamu.
Lalu bagaimana dengan ini?
Ada apa dengan itu?
- Itu hanya pemandangan. - Ada Ha-neul di dalamnya.
Hei, Seo Ji-min.
Kau keterlaluan.
Aku tahu kau sangat menyukai Ha-neul...
...tapi bukankah kau terlalu sensitif sekarang?
Kau yang menyuruhku menjaganya karena kami satu jurusan.
Aku cuma bersikap baik karena dia pacarmu.
SAMPAI BESOK
Kau lihat pria yang baru saja bersamaku, kan?
Itu senior yang kuceritakan terakhir kali.
Semua berjalan cukup lancar dengannya.
Aku ada di kafe, mengerjakan tugas bersamanya...
...sampai aku mendapat teleponmu dan mendatangimu.
Tapi kau...
Aku bahkan memberitahumu rahasiaku...
...bahwa ada seseorang yang aku suka.
Bagaimana kau bisa memojokkanku seperti ini?
Maksudku...
Lebih baik aku menanyakan ini daripada terus mencurigaimu.
Aku minta maaf.
- Kurasa aku yang terlalu sensitif. - Lupakan saja.
Aku bisa melihat apa pendapatmu tentang aku selama ini.
- Tidak, Ro-sa. Bukan seperti itu... - Jika itu sangat mengganggumu...
...aku akan berhenti berteman dengan Ha-neul.
Aku pergi.
Memegang sesuatu yang hangat akan menenangkanmu.
Terima kasih.
Kita harus ke kantor polisi setelah kau sedikit tenang.
Aku sudah melaporkan apa yang terjadi...
...tapi kurasa kau harus membuat pernyataan secara langsung.
Cha Min-ho!
Kenapa kau tidak mengangkat teleponmu?
Apa kau tahu betapa takutnya aku?
Tak Moo-young, orang itu.
Dia memiliki riwayat menguntit dan masuk tanpa izin.
Kau bisa saja dalam masalah besar.
Syukurlah ada yang segera melapornya...
...sehingga petugas patroli kami bisa menangkap pelaku.
Keparat itu...
Cha Min-ho.
Tetap di sini.
Syukurlah.
Tidak terjadi apa-apa, dan kau menemukan ponselmu.
Ini berkat kau, Senior.
Aku sangat berterima kasih.
Bukan apa-apa.
Aku lebih bersyukur kau selamat.
Kau baik-baik saja?
Ya.
Aku seharusnya tidak membuat aplikasi aneh itu.
Ini semua salahku.
Tidak.
Dia yang aneh.
- Aku akan menutup aplikasinya. - Apa?
Kau bekerja sangat keras untuk itu. Kenapa menutupnya?
Bukankah kau bilang akan memulai bisnis dengan itu?
Gunakan kesempatan ini untuk memeriksa aspek risiko dan memperketat keamanan.
Aku tak ingin melihat aplikasinya lagi. Aku akan menghapusnya.
Tidak masuk akal jika kau berhenti karena kejadian ini.
Aku bisa membuat yang lain dan memulai usaha dengan itu.
Maaf aku terlambat menemukanmu.
Dan membuatmu melalui ini karena aku.
Hei.
Aku bisa selamat karena kau.
Ini.
Hari ini, aku pasti akan memenangkan Polaroid itu.
Coba buktikan.
Kita sudah menghabiskan 30.000 won untuk ini.
Kita bisa saja membeli Polaroid dengan uang itu.
Tidak.
Firasatku baik hari ini.
Ayolah, ayolah...
Tentu saja.
Semprotan lada?
Kenapa kau mengambil benda yang paling tidak berguna di sana?
Aku tidak pernah menyangka akan menggunakannya.
Kau serius menyemprotkan ini pada orang itu?
Apa kau sudah gila?
Bagaimana jika kau malah memperburuk situasinya?
Kenapa? Aku bisa melarikan diri.
Kupikir aku tidak punya nyali.
Saat dia sudah selangkah di dekatku...
...aku menyemprotkan ini langsung ke mata...
Tolong jangan membuatku khawatir lagi.
Hubungi aku setiap kali kau berjalan di gang-gang gelap mulai sekarang.
Mengerti?
Aku akan melindungimu mulai sekarang.
Baiklah.
Kau pasti sangat ketakutan.
Aku juga takut.
Baiklah... Reaksimu berlebihan.
Kurasa aku satu-satunya sahabatmu. Wajar saja jika kau khawatir.
Aku hampir tersentuh.
Ayo pergi sekarang.
LEE CHI-YOUNG
- Kau sudah datang. - Ya.
Di mana Joo-ah?
- Dia tidak di sini? - Ya.
Dia tidak bisa datang karena terjadi sesuatu.
Apa yang kau bicarakan dengan Ro-sa?
Hanya soal Regu Pemandu Sorak.
Kenapa?
Apa ada sesuatu di Regu Pemandu Sorak?
Tidak.
Kami hanya mengobrol.
Hei. Jangan ganti topik. Ayo bicara tentang dirimu.
Bagaimana aku tahu kalau kau tidak bicara?
Hei.
Aku tidak mau bicara.
Apa masalahmu?
Aku di kafe denganmu karena kau yang mau...
...dan aku makan panekuk souffle seharga 15.000 won setiap hari.
Aku harus mengikutimu ke warnet...
...dan aku bahkan belajar cara bermain gim karena kau.
Apa aku memintamu?
Sejujurnya aku juga tidak ingin bermain gim denganmu.
- Wah. - Apa?
Untuk apa aku berdebat dengan pacarku yang tak mau menonton drama romantis?
Kau bilang tidak keberatan.
Kau bilang tak apa-apa.
Apa kau berpikir begitu?
Lihat rasa empatimu. Memamerkan jurusan teknikmu?
Astaga. Kau sendiri bagaimana?
Apa kau membicarakan jurusan karena kau dari Seni Liberal?
Lupakan saja. Kenapa juga kita berpacaran?
- Ayo putus. - Saran yang bagus.
Kau bisa membaca pikiranku.
Inilah sebabnya kita tak bisa menjadi pasangan kampus.
Pasangan tadi sangat lucu, ya?
Apa semua pasangan bertengkar seperti itu?
Kita takkan mengerti karena belum pernah bertengkar.
Benar.
Tapi bukankah pria itu benar?
Dia harus memberitahunya agar pacarnya tahu apa yang terjadi.
Tapi kita tidak tahu situasi pasangan itu.
Mungkin ada alasan kenapa dia tak ingin mengatakan apa-apa.
Seperti sesuatu yang dia tak ingin pacarnya tahu.
Atau...
...pacarnya mungkin tidak bisa diandalkan.
Mok-jin, kau mau makan siang denganku besok?
MOK-JIN, KAU MAU MAKAN SIANG DENGANKU BESOK?
Baik, pukul berapa kita bertemu?
Adik-adik, kalau dia mengajakku makan berarti dia tertarik, kan?
Kau yang belajar psikologi.
Bagaimana mungkin tidak tahu psikologi di balik berkencan?
Kencan, semua tentang data dan pengalaman...
...tapi Mok-jin belum pernah berpacaran.
Bagaimana dia bisa tahu tanpa data?
Kalian mengatakan kebenaran yang menyakitkan tepat di depanku.
Apa ini? Apakah ini benar?
BOBting akan ditutup demi keamanan semua pengguna.
Terima kasih sudah menggunakan BOBting sampai sekarang.
Pantas saja aku tidak bisa membuka aplikasinya hari ini.
Joo-ah, kau baik-baik saja?
Kau pasti sangat ketakutan.
Itu pasti sangat mengerikan.
Syukurlah tidak terjadi apa-apa.
No comments yet. Be the first to leave one.