Release info

우아한-친구들-Graceful-Friends-E17-END-NEXT-iQIYI
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-09-06
Downloads: 27
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Subtitle bY iQIYI Resynced == ANANG KASWANDI ==

[Tayangan berikut mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 19 tahun]

[Tayangan ini memiliki iklan virtual dan tidak langsung]

[Nama, bisnis, tempat, dan insiden yang disebutkan hanyalah fiksi]

Akan kuberikan yang kau inginkan.

- Jangan coba-coba. Berhenti! - Aku akan

membuatmu bahagia, mengerti?

- Hentikan. - Jangan bergerak.

- Lepaskan. - Jangan bergerak!

Berhenti!

Sedang apa kau di sini?

Kau mau mati?

Satu telepon ke polisi

dan hidupmu juga berakhir.

Benar.

Bukan hanya hidupmu,

tapi hidupnya juga akan berakhir.

Itu akan menjadi pemandangan bagus.

Satu telepon ke polisi

dan hidupku berakhir.

- Dan hidupnya juga hancur. - Benar.

Tentu. Jika kau bisa, lakukanlah.

Tapi begitu kau meninggalkan rumah ini,

kau akan menghilang tanpa jejak.

[Episode Terakhir: Kebenaran di Balik Kasus 2]

"Potong dadu wortel, bombai, dan paprika

lalu tumis. Bumbui dengan garam."

Astaga. Bagaimana ibu harus memotong ini dan membuatnya tampak bagus?

Ibu yakin sudah mencuci ini?

Sudah. Kenapa?

Ini kotor.

Ibu bisa memotong bagian itu.

Yu-bin, kau pernah memotong paprika?

Tidak.

Apa ini?

Itu...

Ibu pergi ke swalayan dan itu sedang diskon.

Jadi, ibu membelinya.

Ibu membeli semuanya untuk membuat makanan sehat untukmu.

Ayah pulang. Ayah!

Yu-bin!

Kau sudah pulang.

Ibu tidak pandai memasak.

Dibandingkan dengan dugaanku,

ini cukup mudah.

Ayo bantu aku.

Ibu tidak sehebat itu.

Astaga.

Baiklah, kalau begitu. Ayo lakukan ini, Yu-bin.

Sayang.

Kau sungguh akan ikut?

Tentu saja.

Baiklah, ayo.

Baiklah.

Pelatihku menelepon.

Aku harus menerima ini. Kalian berdua harus bicara.

Ya, Pelatih.

Aku tidak akan pernah bisa

menerimamu sebagai kekasih putraku, Ae-ra.

Begitu rupanya.

Tapi, aku akan menganggapmu sebagai putri.

Aku bisa memaafkan putriku apa pun kesalahannya.

Aku memikirkan ide ini demi diriku sendiri,

jadi jangan terlalu terharu.

Cukup

panggil aku Ibu.

Jika kau putus dengan Ji-uk, kita masih bisa menjadi ibu dan anak.

Aku belum pernah memanggil orang seperti itu.

Aku tidak pernah memanggil siapa pun ibu.

Kau bisa memanggilku Ibu semaumu.

Aku juga selalu ingin seorang putri memanggilku Ibu.

Ibu bilang apa kepada Ae-ra kali ini?

Astaga.

Sudah kubilang tidak apa-apa, tapi kau ingin dia datang.

Tidak, Ji-uk. Bukan begitu.

Maaf, Ae-ra.

Aku minta maaf mewakili ibuku.

Jangan menangis, Ae-ra.

Astaga.

Sayang. Tidak ada gunanya melahirkan seorang putra, Sayang.

Kau harus punya seorang putri, Berandal.

Nona-nona.

Untuk film kita berikutnya, kau akan sedikit lebih berani,

sedikit lebih seksi. Mengerti?

Mengerti?

Hei, Sutradara Cho. Beri salam.

Mereka tidak setenar istrimu,

tapi ini tiga orang terkenal yang menguasai industri film dewasa

di tahun 1990-an.

Mereka disebut Trio Montok.

Halo.

Duduklah.

Apa yang kau lakukan? Duduklah.

Baik.

Ini Sutradara Cho Hyeong-u.

Dia suami dari panutan kalian,

Bu Kang Gyeong-ja.

Kau suami Gyeong-ja?

Astaga, ini kehormatan besar.

Kau sudah seperti kakak iparku!

Omong-omong, Sutradara Cho. Kenapa kau duduk di sini?

Bukankah kau menyutradarai film beranggaran 10 miliar won?

- Apa? - Kami dan Gyeong-ja menangkap

Park Si-o atau siapa pun namanya dan memberi dia pelajaran.

Tunggu, apa maksudmu?

Puas?

Baiklah. Bisa kita mulai?

Pak Park. Sebenarnya,

aku benci semua yang membosankan.

Itu sebabnya aku menyiapkan hal lain.

Kau mau ikut bermain?

Ya. Tentu saja, aku akan menurut.

Gyeong-ja, kau memang yang terbaik.

Tolong hadiahnya.

Pilih apa pun yang kau mau.

Buka mulutmu.

Astaga, senang rasanya hanya menatapmu

tanpa melakukan apa pun.

Si-o.

Bukankah menyenangkan bermain seperti ini sekali saja?

Pak Park, aku tidak akan mengulanginya.

Jika kau tidak melakukan semua yang tertulis di sumpah ini,

kita akan minum racun dan mati di tengah pusat kota.

- Kau mengerti? - Baik.

- Dan! - Dan.

Jangan berani menggunakan mulut kotormu

menyebut suamiku bodoh

atau pengecut

sekali lagi.

Nanti aku akan mendatangimu

dan sebelum anggota keluargamu, keluargaku, atau orang lain tahu,

aku akan mematahkan lehermu.

Kau mengerti?

- Kau mengerti? - Kau mengerti?

Ya, aku mengerti. Aku mengerti, Bu.

Sial.

Kau tidak akan menemukan wanita seperti dia di zaman sekarang.

Wanita mana yang melakukan hal berbahaya untuk suaminya?

Gyeong-ja harus menerima Penghargaan Kepresidenan.

Sudah seharusnya.

Omong-omong, kenapa kau tidak syuting film sepuluh miliar won itu?

Kenapa kau malah di sini?

Benar, bukan?

Maaf,

tapi sampai nanti.

Hyeong-u.

Bagaimana dengan filmnya?

Aku mencintaimu.

Bahkan setelah aku mati,

aku hanya akan mencintaimu, Kang Gyeong-ja.

Hentikan... Yang benar saja.

Ada apa denganmu?

Kau membuat masalah, bukan?

Sayang.

Tolong bunuh aku.

Jangan bertanya

dan bunuh saja aku.

- Kumohon? - Apa?

Ada apa?

Kau membuatku takut!

Kenapa tidak bilang

kau membuat Park Si-o

menandatangani sumpah?

Kenapa kau tidak memberitahuku?

Aku tidak tahu kebenarannya.

Kenapa kau tidak memberitahuku?

Sial.

Berdiri. Kakimu akan lemas.

Siapa yang memberitahumu?

Teman-teman aktrismu.

Aku bertemu mereka hari ini di kantor Hong-ryeol.

Jadi, itu filmmu yang mereka sebutkan.

Hei, Hyeong-u. Aku ingin bertanya.

Jika kau pikir aku tidur dengan Park Si-o,

kenapa kau tetap bersamaku?

Bukankah itu membuatmu kesal?

Begini,

aku marah karena kau tidur dengan tikus itu,

tapi aku tahu kau sangat mencintaiku hingga melakukan itu.

Karena itulah aku menerimanya.

Sayang.

Terima kasih banyak karena tetap bersama

pecundang sepertiku.

Dan maafkan aku

karena cepat menyimpulkan.

Aku senang kau tahu.

Jika menyimpulkan seperti itu lagi,

aku akan melakukan apa yang kau pikirkan.

Aku mencintaimu, Sayang.

Kosongkan waktumu besok. Kita harus pergi ke suatu tempat.

Kita harus pergi ke suatu tempat? Ke mana?

Apa dia mau membelikanku setelan lagi?

Baiklah.

Karena Yu-bin lebih suka japchae daripada apa pun di dunia,

pelajari ini dahulu.

Baik.

Kau tidak menyesal rehat dari pekerjaan?

Kau bekerja keras jadi profesor. Seharusnya, kau melanjutkannya.

Menjadi ibu lebih penting bagiku.

Kau sudah menjadi ibu dan ayah sampai sekarang,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left