The Fable

The Fable (ザ・ファブル)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

The Fable- Season 1 Episode 19
A Commentary by HulkIdjo

Tags

webdl
Published on: 2025-02-19
Downloads: 40
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 173 lines.

The Fable

Kebohongan dan Kepalsuan

Apa?

Kau mau pergi?

Aku akan pergi ke pertemuan klub wanita.

Ada apa lagi kali ini?

Mereka ingin memasang matras karet di bawah ayunan pengaman.

Lucu sekali, bukan?

Mereka bilang anak zaman sekarang sangat terlindungi dari cedera,

jadi, selain mudah tersandung dan jatuh,

wajah mereka juga mudah terluka.

Kau bercanda?

Katanya anak-anak itu tak punya keseimbangan.

Mungkin karena mereka selalu bermain gim video di dalam ruangan.

Akibatnya, lengan mereka lemah.

Saat jatuh, lengan mereka tak bisa menahan berat badan.

Tapi masalah itu bisa selesai dengan membangun otot, bukan?

Ya, mereka bisa membangun otot.

Bagaimana dengan semangat dan pikiran yang terbiasa dilindungi sejak kecil?

Itu tak bisa diubah dengan cepat seperti membangun otot.

Itulah yang kita manfaatkan.

Aku kembali.

Selamat datang kembali.

Sato, kemarilah sebentar.

Ya?

Kau kenal Sinterklas, bukan?

Tidak, aku bukan kenalannya.

Aku juga belum pernah bertemu dengannya.

Tak apa-apa.

Aku juga belum pernah.

Natal sebentar lagi, bukan?

Aku ingin kau membuat ilustrasi untuk selebaran Natal.

Selebaran Natal?

Benar.

Ingat gambar yang kau buat untuk acara mengelus hewan?

Pengelola acara itu

ingin gaya gambar yang sama

untuk selebaran acara Natal yang mereka adakan.

Kau bisa menggambar apa pun yang kau suka, seperti Sinterklas atau rusa kutub.

Rusa kutub? Aku belum pernah melihatnya.

Jangan mengkhawatirkan hal semacam itu.

Coba saja, Sato.

Ini Natal.

Kau menantikannya saat kecil, bukan?

Kau akan dapat hadiah di samping bantal saat bangun di pagi hari, bukan?

Tidak? Benar juga. Tentu saja.

Jangan khawatir.

Benar. Tiap keluarga berbeda.

Jika kau mau gambarku, dengan senang hati akan kubantu.

Baik, Presdir. Beri tahu dia.

Baiklah! Jika ini berjalan lancar, aku akan memberimu kenaikan 100 yen per jam.

Jadi, sampai 1.000 yen?

- Benar. - Totalnya 1.000 yen per jam! Duduklah.

Dasar Sato bodoh.

Desain untuk selebaran Natal?

Dia tak pantas mendapatkannya!

Pertama, aku ingin melihat foto Sinterklas.

Itu masuk akal. Lakukan saja pencarian.

Saat pulang nanti, aku akan memakai kempo untuk memasukkanmu ke rumah sakit.

Jika begitu, aku bisa mulai mengintip Misaki lagi.

Aku juga bisa mencuri kuncinya.

Bisakah kau mengurus ini, Misaki?

Ini pesanan dari faksimile.

Sepertinya kartu nama untuk agensi bakat atau semacamnya.

Baiklah. Aku akan mengumpulkan tiga gaya untuk dipilih.

Bagus, terima kasih.

Jadi, pria ini Sinterklas, ya?

Merah, putih, dan hitam.

Ular karang Brasil, ya?

Sato bodoh itu melewati taman ini dalam perjalanan pulang.

Hampir tak ada orang saat ini. Ini sempurna.

Aku membeli sarung tangan MMA

agar tanganku tak terluka saat memukulnya sekeras mungkin.

Aku berganti pakaian, memakai topi dan masker,

jadi, dia tak akan mengenaliku.

Ini akan dianggap pemukulan acak.

Dia datang!

Kau terkena flu, Kainuma?

Ini sulit.

Tiap tahun, pada malam ulang tahun Kristus,

pria tua ini minta rusa berhidung berkilau menarik kereta luncurnya

saat dia secara sukarela berkeliling membagikan hadiah kepada anak-anak.

Tapi kenapa? Kenapa harus begitu?

Apa pemuda itu masih bekerja denganmu, Presdir?

Ya.

Awalnya, aku hanya ingin menguji kesungguhan niatnya,

jadi, aku menyuruhnya membersihkan kantor dan sebagainya.

Tapi dia tak pernah cemberut sekali pun.

Dia justru tampak menikmatinya.

Itu bagus.

Sekarang, aku menyuruhnya membuat ilustrasi.

Dia tak hebat, tapi gambarnya berkarakter.

Hasilnya seperti gambar anak-anak.

Sangat polos dan murni.

Gambarnya juga menghangatkan hati.

Benarkah? Aku ingin melihatnya.

Sebenarnya, aku punya satu.

Aku membawanya di dompetku.

Ini.

Itu Shozo Hamanoya.

Dia bilang butuh semalaman untuk menggambarnya.

Dia bilang, "Tanpa kusadari, hari sudah pagi."

Tanpa kusadari, hari sudah pagi...

Benar, bukan?

Aku yakin anak itu sangat menikmati tugasnya.

Apa? Kenapa kau bilang begitu?

Lihat ini.

Lihat senyum ini?

Hamanoya tak tersenyum di sampul albumnya.

Kenanganku akan Sinterklas?

Ya. Aku ingin tahu tentang Sinterklas tua itu.

Untuk apa?

Begini...

Apa Sinterklas ini datang ke rumahmu?

Tentu saja, setiap tahun.

Saat aku bangun di pagi hari, akan ada hadiah di samping bantalku.

Tertulis, "Dari Sinterklas."

Tapi sejujurnya,

saat usiaku lima tahun, aku tahu siapa Sinterklas sebenarnya.

Karena ingatanku bagus, aku juga cukup pintar.

Tapi aku tetap berpura-pura percaya bahwa Sinterklas ada.

Tapi aku yakin ibuku sadar bahwa aku berpura-pura.

Tapi kami menghabiskan Natal dengan berpura-pura tak tahu.

Kau dapat hadiah apa?

Saat usiaku sepuluh tahun, untuk Natal terakhirku, aku dapat boneka beruang.

Lagi pula, aku anak tunggal.

Rupanya, aku tidur sambil memegangnya.

Tapi boneka itu juga terbakar habis.

Hei, untuk apa kau membuatku mengingat orang tuaku?

Ingatanku sudah bagus, jadi, kenapa kau menyuruhku melakukan itu?

Aku hanya bertanya tentang Sinterklas.

Bagaimana denganmu? Apa ingatanmu tentang Sinterklas?

Aku bahkan tak ingat wajah orang tuaku.

Saat aku mulai bisa mengingat, yang kutahu Bos membesarkanku.

Aku baru tahu tentang Natal dan Sinterklas setelah usiaku jauh lebih tua.

Sebenarnya, aku percaya Sinterklas adalah pria tua yang aneh.

Itu juga sulit.

Saat menemukan hadiah di samping bantalmu di pagi hari,

apa itu membuatmu bahagia?

Tentu saja, itu membuatku bahagia.

Meskipun aku tahu itu orang tuaku.

Aku berpikir, "Aku penasaran apakah Sinterklas akan datang lagi tahun ini."

Orang tua berpura-pura menjadi Sinterklas demi memenuhi impian anak-anak mereka.

Anak pura-pura percaya Sinterklas untuk memenuhi keinginan orang tua.

Ini permainan keluarga.

Aku menyayangi ibu dan ayahku.

Dasar kau ini! Siapa bilang kau boleh pergi, Berengsek!

Aku merasa ini saatnya aku pergi.

Kau membuatku ingat semua itu! Apa gunanya itu bagiku?

Minum!

Minumlah denganku!

Kalau begitu, aku mau air soda.

Tak ada! Minum alkohol!

Octopus

Aku tak bisa membedakan keduanya.

Sepertinya ada sedikit perbedaan di antara mereka.

Apa ini... Kau butuh waktu tambahan untuk menggambar lagi?

Ya. Aku tak tidur sama sekali.

Aku tak tidur sama sekali.

Aku tak tidur sama sekali.

Kenapa kau menanyakan itu kepadanya?

Aku hanya penasaran.

Dengar, Sato.

Bagaimana kalau kau

bersantai sebentar, lalu menggambarlah dengan senang?

"Dengan senang"?

Benar.

Itulah yang membuat gambarmu sangat menarik.

Baiklah.

Aku akan pergi sekarang untuk pengantaran cepat.

Jaga dirimu.

Aku mengandalkanmu.

"Dengan senang"...

More Indonesian subtitles for The Fable

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left