The first 200 lines.
Tidak.
Tuan, kau harus menghentikan mereka.
Aku melihat kubu Soyun masuk kedalam.
Lalu...
Aku tahu ini akan terjadi.
Mereka tidak akan diam saja melihat Yang Mulia naik tahta.
Mereka jelas-jelas merencanakan sesuatu.
Mereka merencanakan pemberontakan di Sinmumun besok malam.
Apa? Pemberontakan?
Pada akhirnya...
Aku sudah menyampaikan berita ini pada Yang Mulia.
Aku juga sudah sampaikan.
Ikut aku.
Apa mereka benar-benar merencanakan pemberontakan di rumah Gim Chi Yong?
Ya. Aku melihat orang-orang dari kubu Soyun masuk kedalam.
Mereka merencanakan pemberontakan.
Mereka tidak akan membiarkan kita tahu hal ini dengan mudah.
Maksudmu mereka sengaja mengecohkan kita?
Ada pertemuan rahasia di rumah tuan saudagar Jang.
Rumah saudagar Jang sekarang dimiliki oleh tuan Yun Won Hyeong,
mereka pasti ada disana.
Sekarang aku akan kesana.
Aku akan tangkap semua pemberontak itu.
Kalau kau bertindak sembrono, semuanya akan berantakan.
Aku punya ide yang bagus.
Apa itu?
Apa maksudnya itu?
Hanya tinggal sehari lagi.
Choe Won dan Hong Da In,
sudah tahu rencana kita untuk membunuh Putra Mahkota.
Apa maksudnya itu?
Hong Da In dan anaknya Choe Won, kau belum mengurus mereka?
Maafkan aku.
Karena Choe Won dan bandit-bandit itu menyerang tiba-tiba...
Lagi, lagi, Choe Won!
Kalau Choe Won sudah tahu, artinya Putra Mahkota sudah tahu juga, kan?
Makanya kita harus merubah rencana pemberotakan kita.
Apa cukup dengan merubah rencana pemebrontakan?
Kalau kita tidak merubah rencana...
Bahkan kalau kita tidak merubah rencana,
masih ada cara untuk membunuh Putra Mahkota, Yang Mulia.
Baiklah, ayo kita dengarkan.
Cara itu adalah, ini.
Kau... Bagaimana kau disini?
Silahkan masuk.
Putra Mahkota yang ingin kau bunuh sudah disini.
Mari kita lihat kau membunuhku.
Kau seharusnya tidak menganggap remeh orang ini, Yang Mulia, Ratu.
Kalau tidak, kenapa aku, walaupun aku tahu dia tidak mau,
terus memintanya tetap disisiku,
dan memintanya terus menjadi temanku?
Hey teman, apa yang harus kulakukan sekarang?
Bukankah ini tempat untuk membicarakan pemberontakan?
Bagaimana kalau kita mengadakan pemberontakan disini diam-diam?
Ya, kita harus melakukan itu.
Lihat betapa tajamnya pedang ini,
bahkan walaupun wanita lemah atau anak kecil, bisa mengambil nyawa seseorang.
Karena kau menginginkan ku mati, maka aku akan mati.
Tapi, aku tak ingin orang lain selain Yang Mulia Ratu...
Aku ingin mati ditanganmu, Ibu.
Kalau ini yang benar-benar kau inginkan.
Kenapa? Kau pikir aku tidak berani melakukan itu?
Semua orang yang ada disini telah mengacungkan pedangnya pada Yang Mulia,
pasti berkonspirasi pemberontakan.
Lihatlah.
Ketua Jaksa Biro Kepolisian Kerajaan dan Menteri Peradilan lihat baik-baik.
Ayo.
Siapa itu?
Periksalah ruang penyimpanan.
Aku mengerti.
Siapa itu?
Cepat melarikan diri.
Tidak, si sialan Gim Chi Yong itu...
Dia sudah ditahan polisi.
Cepat pergi.
Syukurlah.
Berkat rencana Choe Won.
Ratu, Gim Chi Yong dan yang lainnya,
sudah ditahan saat mereka ingin membunuh Yang Mulia.
Sudah kuduga tuanku.
Aku sudah tahu kalau Tuanku akan berhasil.
Apa kau sebahagia itu?
Agassi.
Aku tahu.
Aku tidak bisa melihat Tuanku bersedih melihat anak dari orang yang membunuh ayahnya.
Tuanku!
Maaf. Aku tadinya ingin datang lebih cepat.
Tak apa.
Tapi, Rang terus berkeringat dingin.
Sepertinya dia sangat ketakutan.
Begitu?
Apa kau baik-baik saja? Biar ku lihat.
Aku bilang baik-baik saja.
Ini hanya luka kecil.
Kau gadis nakal! Kenapa kau pergi kesana?
Lalu, kenapa kalian meninggalkanku?
Kau gadis nakal!
Kau tidak sadar, kau hampir kehilangan nyawamu?
Kalau kau tidak datang, si Gim Chi Yong,
pasti sudah ditangan kita...
Bahkan jika aku membunuhnya dengan kedua tanganku, aku tidak bisa menghilangkan kebencian ini.
Aku bahkan berlutut di hadapannya gara-gara kau.
Kau gadis nakal. Kau bukan anakku. Tapi, musuh. musuh!
Berhenti membentak So Baek, Ketua.
Sudah syukur So Baek selamat.
Kkeok Jeong memang yang terbaik.
Tapi, apa yang akan terjadi dengan si sialan Gim Chi Yong itu?
Apa lagi? Tabib bilang dia akan di eksekusi.
Kali ini, aku akan menggunakan kedua mataku melihat itu dengan jelas.
Terima kasih banyak.
Kami sudah menyusahkanmu di benteng, dan kelihatannya terus menyusahkanmu.
Menyusahkan apanya...
Setelah tinggal di benteng bersama-sama, kita sudah seperti keluarga sekarang.
Ngomong-ngomong, anak ini pasti ketakukan sekali. Apa dia baik-baik saja?
Yang Mulia.
Dimana Pangeran?
Pangeran.
Pangeran, mulai sekarang kau harus berada disisi ibu.
Ibu.
Mulai sekarang, kau dan aku adalah satu.
Kita tidak boleh di pisahkan.
Ibu, sebenarnya apa yang terjadi?
Kalau hyeongnim-mu naik tahta, dia pasti tidak akan melepaskan ibu.
Jika ibu mati, kau akan mati juga.
Jadi, kau harus berwaspada.
Mati... Bagaimana bisa hyeongnim...
Pengurus Gang, Apa yang kau lakukan?
Pangeran akan tinggal bersamaku.
Cepat bawa barang-barang Pangeran kesini.
Ya, Yang Mulia.
Ibu.
Apa yang kau pikirkan?
Aku...
ada sesuatu yang ingin kukatakan.
Aku sudah tahu.
Apa yang terjadi dengan kematian ayahmu...
Itu bukan kesalahanmu.
Aku sangat lelah.
Aku tidak bisa menghadapi tuanku dan Rang.
Aku bilang itu bukan kesalahanmu.
Tuanku.
Aku takut kau pergi diam-diam lagi.
Aku akan pergi.
Tapi, aku tidak akan pergi, seperti melarikan diri.
Aku harus memasak obat untuk terakhir kalinya buat Rang.
dan bilang padamu untuk bahagia dan pamitan,
lalu, aku akan pergi.
Sebenarnya kenapa kau seperti ini?
Aku bilang itu bukan kesalahanmu. Aku baik-baik saja.
Kenapa kau hanya memikirkan dirimu?
Hatiku tidak baik-baik saja.
Setiap aku melihat kau dan Rang, Aku merasa sangat menyesal.
Semuanya akan berlalu.
Waktu akan memperbaiki segalanya.
Tidak, Aku tidak percaya diri.
Aku tidak memiliki kepercayaan diri lagi untuk menggenggam tanganmu.
Sepertinya takdir kita akan berakhir disini.
Kau harus berbahagia bersama Rang.
Beberapa hari lalu, ada Orang-orang yang berkumpul ditempat rahasia,
yang ingin menyakitiku dan merencanakan pemberontakan.
merekan makan dihukum.
Pengawas Gim Chi Yong akan dieksekusi.
Dan orang-orang yang ditangkap hari itu.
akan dihukum sesuai kejahatannya masing-masing.
- Ya, Yang Mulia - Ya, Yang Mulia
Yang Mulia.
Ijinkan hamba, Yun Yim.
Hamba percaya bahwa Ibu Suri yang hadir pada malam itu,
harus dihukum sesuai ketentuan juga.
Jadi, kau ingin Yang Mulia sebagai anak yang berbakti,
secara pribadi memberikan racun pada ibunya yang akan menyebabkan hal yang absurd?
Absurd apanya?
Sebagai ibu, dia berusaha membunuh anaknya.
Ditambah, beliau adalah pewaris tahta.
Orang yang kejam seperti itu,
harus dieksekusi.
Yang Mulia.
Semua menteri di istana sudah setuju untuk membuat permohonan.
Tidak hanya Ibu Suri, Pangeran harus dihukum racun juga.
Hamba percaya mereka harus dihukum seharusnya.
Apa kalian benar-benar ingin aku membunuh ibu dan adikku?
Yang Mulia.
- Kumohon Pikirkanlah negara ini. - Kumohon Pikirkanlah negara ini.
Yang Mulia, Pertimbangkanlah dengan baik.
- Pertimbangkanlah dengan baik. - Pertimbangkanlah dengan baik.
- Pikirkanlah negara ini. - Pikirkanlah negara ini.
- Pertimbangkanlah dengan baik. - Pertimbangkanlah dengan baik.
- Pikirkanlah negara ini. - Pikirkanlah negara ini.
Permohonan untuk membunuh aku dan putraku tidak berkurang.
Oke, Apa yang akan kau lakukan pada kami?
Adik, bisakah kau pergi sebentar?
Ya, Hyeongnim.
Mulai sekarang, Pangeran dan Aku tidak akan terpisahkan walaupun selangkahpun.
Kalau kami mati, kami mati bersama. Kalau kami hidup, kami hidup bersama.
Apa yang akan kau lakukan pada kami?
Aku sudahi dulu hari ini.
Kau lihat?
Pada akhirnya dia tidak bilang akan melindungi kita.
Dia ingin membunuh kita.
Kalau dia ingin menyelamatkan kita, kenapa dia tidak bilang?
No comments yet. Be the first to leave one.