Buried by the Bernards

Buried by the Bernards

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

ㅡBuried,By The BernardsㅡS1 Complete NF-360P/720P/1080P
A Commentary by DD_Movie
NF Retail [ EPISODE 1-8 END ] | dongdotmovie.my.id

Tags

720p
720
1080
Published on: 2021-02-14
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

RB RUMAH DUKA R. BERNARD

Hei, Tuan.

Tunggu sebentar.

Aku muak dengan mereka.

- Halo. - Ryan?

- Selamat datang. Ya, Pak. - Hei.

Katamu krunya sedikit.

Ini memang sedikit. Ya.

Baiklah.

Kuharap mereka tahu untuk tetap di sampingku.

Namaku Ryan Bernard.

Aku pemilik dan salah satu direktur rumah duka di sini

di Rumah Duka R. Bernard di Memphis, Tennessee.

Jika melihat kapel rumah duka kami ini,

ada banyak peti mati berbagai model

dan berbagai warna.

Kami terkenal karena penglihatan lantatur.

Kami salah satu perintis pertama di area ini dengan layanan ini

dan itu menjadi kabar media besar saat pertama dibuka.

Sangat mengesankan.

Kami sudah menjalankan bisnis ini selama tiga tahun.

Ibuku dan pamanku, mereka ingin membuka rumah duka,

jadi, mereka memberitahuku dan…

aku sama sekali tak menyukai ide itu.

Namun ibuku,

dia pintar membujuk dan…

akhirnya terwujud.

Ini kantorku, Ruangan Orang Penting.

Ini Ruang Eksekutif.

Ini hadiah dari putriku.

Bagus sekali. Aku menyukainya.

Ya.

Terlihat seperti presiden.

Terlihat seperti bos.

Gambaran besarnya, ini bisa dikerjakan putriku.

Sebagai ayah tunggal dari dua wanita, aku harus tangguh untuk mereka.

Menjalankan kewajibanku. Prajurit yang baik.

Dan di sini kantor putriku.

Selamat pagi.

- Selamat pagi. - Selamat pagi.

Ini putriku Deja, dan Raegan.

Biasanya mereka terlihat bekerja keras, tetapi mereka…

- jarang bekerja. - Kami bekerja keras.

Kau lihat semua yang ditinggalkan ibu?

Kau lihat buku kremasi ini?

Namaku Deja Bernard.

Aku bekerja di Rumah Duka R. Bernard di bawah ayahku,

dan aku Direktur Magang.

Namaku Raegan Bernard dan aku Asisten Manajer Kantor.

Kubayangkan nenekmu masuk dan melihat kalian.

Ini istirahat makan siang?

Tidak. Aku hamil. Aku boleh makan.

- Kami saling menjaga di kantor. - Selalu.

Aku menjaganya dan dia menjagaku.

Beyoncé dan Solange 2.0.

Kini aku akan memperkenalkan kalian kepada Paman Kevin.

Aku mencarinya… Aku tak tahu kalian di belakang sana.

Aku bicara sendiri.

Aku Kevin Miller.

Aku bekerja di Rumah Duka R. Bernard. Itu pekerjaanku.

- Dan aku Manajer Fasilitas. - Manajer Fasilitas?

Manajer Fasilitas.

Aku mengawasi seluruh fasilitas.

Pukul sembilan sampai lima…

Aku bekerja di rumah duka.

Pukul lima sampai…

Aku sangat sukses.

Aku kehilangan kunciku. Sial.

- Kita akan kembali nanti. - Ini konyol.

Saat dia menemukannya, yang lain akan hilang.

Kini Paman Kevin tak bisa dipahami…

Aku tak tahu di mana.

…tetapi jangan beranjak.

Kau akan segera bicara dengan Kevin.

Selera sama akan bersama.

Kau harus mempelajarinya. Ini harus dipelajari.

Dan di kantor ini…

ada ibuku.

- Halo, Debbie. - Tunggu.

- Semua kamera berfungsi? - Ya.

- Semuanya? - Ya.

- Sungguh berfungsi? Menyala? - Ya.

Aku melihat lampu merah menyala.

Kau mungkin berkata jujur sekarang.

Baik. Tunggu.

Namaku Debbie Bernard

dan aku Manajer Kantor, tetapi "Bos."

Aku bosnya.

Semua kru kamera harus pergi.

- Tunggu… - Tidak.

Jangan menyuruhku. Aku menyuruhmu. Ayo, kru kamera. Kalian harus pergi.

Rumah Duka R. Bernard pada dasarnya adalah idenya

dan dimulai dengan kemitraan,

tetapi dengan cepat berubah menjadi kediktatoran.

Aku tahu dia tak tertawa, 'kan?

- Aku belum siap untuk kru kamera. - Ayo ke kantorku.

Rambutku berantakan. Kau tahu itu.

- Kau tak memberitahunya? - Sudah kuberi tahu.

Semua kuberi tahu.

- Hei. Sudah selesai? - Kevin.

Keluarkan aku dari sini.

Hei, apa kabar, Raegan B?

Berusaha ke sekolah tepat waktu hari ini,

tetapi kau membuatku telat karena bicara.

Kuharap kau lebih memperhatikan bekerja tepat waktu

- seperti kau sekolah. - Aku datang dahulu.

Kau serius?

Tiap kali aku memberi tahu seseorang,

mereka mengatakan yang tak kulakukan.

- Semua orang tak bisa sepertiku. - Namun itu fakta.

Katanya kau memberi tahu semua orang

- R kependekan dari Raegan. - Memang begitu.

Jika kelak itu benar, kurasa kau harus tahu lebih banyak

soal bisnis rumah duka, Raegan, selain mengirim faks

- dan memfotokopi. - Seperti?

Peran Raegan saat ini dalam bisnis adalah…

apa pun yang ibuku perintahkan.

Jika aku jadi kau, aku tak akan duduk saja di kantor seharian

mengerjakan dokumen yang membosankan.

Kau akan dijemput dari sekolah hari ini

lalu duduk dan melihat serta mengamati.

Lihat dan amati.

- Ya. - Aku bisa.

Kenapa aku pikir Raegan siap melaju ke tahap selanjutnya?

Aku tak yakin Raegan sudah siap,

tetapi ini saatnya.

Dengan tanggung jawab baru ini…

apakah ada kenaikan gaji?

- Kenaikan? - Rekeningku perlu naik.

Taruh Raegan di sana dan kita lihat.

Sekarang ini yang kuinginkan. Menguji kemampuannya.

Jalani hari ini lalu kita bahas kenaikan gaji.

Bukankah kau perlu tanya ibumu soal kenaikan gaji?

Aku tahu kau bosnya, tetapi dia bosnya "Bos".

Pergilah ke sekolah.

Tanya ibuku.

Maka dia harus meminta kenaikan gaji kepadanya.

Deja.

Hei, tunggu.

- Kau tak dengar Ibu memanggilmu? - Tidak.

Aku tak suka penataannya. Coba kulihat.

Turunkan hati dan salibnya. Ayo, cepat.

Kita tak punya waktu untuk itu. Pindahkan. Kita tukar.

Turunkan kembali.

Penataanmu harus lebih baik.

Terlihat lebih baik sebelum kau kemari, Nenek.

Tidak. Biar kuberi tahu yang tak kusuka.

Kebanyakan hari dihabiskan berdebat dengan nenekku.

Dia selalu menyuruh orang.

Angkat sedikit.

Hari ini ada upacara pemakaman,

dan jika dia tinggal di kantornya, kami bisa menyelesaikan banyak hal.

Tidak.

Namun dia di bawah menjalankan pekerjaan orang lain.

Aku tak suka. Ambil lagi.

Bawalah karena aku tak mau menjatuhkannya.

Jika kau tak membawanya

sambil mengambil meja… Tak apa. Kulakukan sendiri.

Dia tak pernah mengatakan, "Itu bagus."

Selalu saja ada masalah.

Satu hal lagi, aku serius, bajumu jelek.

Selalu.

- Baju kita sama. - Aku tak mengurus upacara pemakaman.

Astaga.

Kau menawan sekali.

Ya. Kau menawan sekali.

Adakah keluarga di luar

- menunggu masuk? - Tidak. Aku belum melihat siapa pun.

- Pukul berapa keluarga datang? - Bukan main.

Acara pukul 11, dan tak ada orang?

Semua sudah siap,

menunggu upacara pemakaman dimulai

dan pihak keluarga tak datang.

Di mana keluarganya?

Di mana keluarganya?

Bagaimana aku tahu?

Mungkin ada keadaan darurat.

Acara dimulai delapan menit lagi dan mereka belum datang.

Kau yang bertugas mendatangkan pihak keluarga.

Aku pemandu acara. Aku penyambut keluarga.

Mereka pikir aku harus tahu segalanya. Aku tahu banyak,

tetapi, "Di mana keluarganya?" Aku tak tahu.

Kita berhenti sekarang. Kau masih merekamku?

Kau harus… Kau dan kamera itu…

Ini mengerikan.

Saat mereka datang, akan terasa seperti di rumah

karena pemakaman ini siap dimulai.

Kau baik saja? Apa kabar?

Di sebelah sini.

Aku Ryan Bernard. Apa kabar?

Buku tamu ada di meja.

Ayah, keluarganya belum datang.

Biar kutanya nenekmu.

Usahakan dia tetap di atas.

- Akan kucoba. - Kumohon.

Jika ingin beres, harus dikerjakan sendiri.

Aku di sini berkata, "Di mana mereka?"

- Kau mengurus di belakang… - Tidak.

-…di depan… -Tidak.

…di atas. Kau tak bisa semua.

Buried by the Bernards subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left