The first 200 lines.
BIG MOUTH
ACARA INI ADALAH KARYA FIKSI
PERISTIWA DAN ENTITAS YANG MUNCUL DI SINI ADALAH FIKSI
EPISODE 15
Kau pasti terkejut melihatku masih hidup,
Cho Sunghyun.
Aku tahu kau membunuhnya.
Tunggulah sebentar lagi.
Akan kutunjukkan pada dunia
betapa menjijikkannya dirimu, juga roh jahatmu.
Apa aku salah dengar?
Sepertinya aku dengar dia memanggilmu Cho Sunghyun.
Akan kujelaskan semuanya setelah kita memakamkan tetua.
Sekarang kita tak perlu melihatnya lagi, bukan?
Benar.
Dia arogan karena Pimpinan mendukungnya,
tapi tiba-tiba pendukungnya hilang.
Kini dia tak mungkin menjadi wali kota.
Tentu saja. Kita tak punya alasan untuk membantunya lagi.
Hei, Jaksa Choi. Bagaimana hasilnya?
Pengacara Jung baru saja tiba.
Sulit meyakinkannya untuk datang.
Kerja bagus.
Tak perlu berdiri. Silakan duduk kembali.
Astaga. Maaf aku terlambat.
Bagaimana kesehatanmu?
Kudengar kau bertarung melawan diabetes.
Aku baik-baik saja, berkat kau.
Lalu? Bagaimana dengan permintaanku?
Surat wasiatnya akan dibacakan setelah pemakaman Pimpinan Kang...
Kau tak membawanya?
Pimpinan memberikan jumlah yang sama untuk semuanya
agar tak ada yang terluka.
Ada apa dengan pria tua ini?
Dia seperti menjatah makanan di aula makan.
Dia berniat mengubah wasiatnya,
tapi dia meninggal begitu tiba-tiba.
Mengenai wasiat ini...
Apa ada cara untuk memperbaikinya sedikit saja?
Maksudmu, kau ingin mengubah wasiatnya?
Tidak.
Ini sudah cukup lama ditulis, bukan?
Saat masih hidup, dia menyampaikan sesuatu kepadaku.
Jadi, aku bukan mengubahnya.
Anggap saja dia sudah merevisinya.
Surat wasiat itu tak bisa direvisi.
Aku akan memberimu imbalan, Pengacara Jung.
Meskipun bisa,
hati nuraniku tak akan mengizinkannya.
Ini agak mengecewakan.
Tak mungkin Pimpinan begitu pelit.
Selamat menikmati makananmu. Aku akan pergi sekarang.
Baik. Aku tak akan mengantarmu keluar.
Pengacara Jung.
Kuharap kau tak bersalah dan jujur
sampai pikun.
Semoga berhasil.
Semoga harimu menyenangkan.
Properti Pimpinan Kang sangat besar.
Ya, propertinya memang besar,
tapi dia terlalu adil.
Adil? Sial.
Bagaimana bisa ini disebut adil?
Padahal aku melakukan banyak hal untuk membereskan kekacauannya.
Setidaknya Choi Doha tak mendapat terlalu banyak.
Kau khawatir dia akan mengubah surat wasiatnya.
PARK CHANGHO
Hei, Pak Park. Ada apa?
Kenapa aku harus menemuimu? Untuk membicarakan apa?
Benar juga, pemilu.
Uruslah sendiri. Kau pria yang pintar.
Kau memutus hubungan dengannya?
Lagi pula, Pimpinan sudah meninggal.
Kenapa repot-repot memegang layang-layang tanpa benang?
Aku harus melepaskannya.
Apa-apaan ini? Sial.
Hei.
Hei. Di mana kau belajar mengemudi, Berandal?
Sial. Kemarilah.
Hei.
Hei!
Mundur. Aku harus keluar, jadi, mundur!
Hei! Mundur.
Kubilang, mundur!
Hei.
Hei. Kau.
Apa kau buta?
Sungguh kelompok yang beragam.
Kalian tampak familier.
Hei. Tunggu di sini, mengerti?
Tunggu di sini, Berandal. Tunggu.
Tamat riwayat kalian. Tunggu di situ.
Apa-apaan ini? Sial.
Hei.
Hei.
Hei!
Sial. Rupanya ini ulahmu.
Lantai ini sangat licin.
Apa? Ada urusan denganku?
Lihat. Lihat itu? Kamera.
Ada banyak kamera.
Kau datang untuk menculikku?
Pimpinan Kang bukan meninggal karena henti jantung.
Benarkah?
Bagaimana ini?
Haruskah kubuka peti matinya dan bertanya kepadanya?
Kau pasti akan mendatangiku setelah pembacaan surat wasiat.
Jangan meminta bantuanku saat membutuhkannya.
Kau yang lebih dahulu merusak kepercayaan kita.
Tentu.
Itu tak akan pernah terjadi,
jadi, kita sebaiknya berpisah.
Membantuku? Jangan bercanda!
Aku sudah membaca surat wasiatnya, Bodoh!
Sial.
Aku dapat 36 persen dari NK Chemical!
Aku akan menjadi pemegang saham utama! Aku, Gong Jihoon!
Ya, Pak!
BIG MOUTH
GALERI WOOJEONG
MELUKIS DENGAN MUSIM SEMI
Kami sudah selesai. Ada masalah dengan kabelnya.
Begitu rupanya. Terima kasih.
Astaga. Kau mengagetkanku.
Hati-hati!
-Maaf. -Kau baik-baik saja?
Ya.
Hai.
Sepertinya kami yang pertama tiba.
-Di mana Jihoon? -Dia akan segera datang.
-Minumlah tehnya. -Baiklah.
Apa kau merenovasi ruangan ini?
Aku memperbaiki sesuatu.
Ayo duduk di sekitar sini.
Astaga.
Hai. Kau datang.-Tentu saja.
Hai.-Lama tak bertemu.
Astaga. Lihat siapa yang datang. Hei.
Hai.-Sudah lama tak bertemu.
Hei. Sepertinya suasana hatimu sedang baik.
Jantungku hampir meledak.
Aku merasa seperti membuka peti harta karun.
Pak Gong. Kau sudah membaca wasiatnya, bukan?
Bagian kalian lebih banyak dari yang seharusnya,
sedangkan bagianku kurang.
Apa maksudmu lebih banyak dari yang seharusnya?
Setelah selesai membagi aset,
kita harus menyingkirkan mereka.
Jika menggabungkan saham kita,
kita bisa menyingkirkan mereka tanpa bersusah payah.
Baiklah.
Sebagai pelaksana wasiat Pimpinan,
aku akan membacakan isi surat wasiatnya.
Aku perwakilan hukum Pimpinan Kang, Pengacara Kim Kisoo.
Pertama, aku akan mengumumkan bahwa surat wasiat ini sah
dan dapat dilaksanakan.
Tunggu.
Dia pengacaranya, bukan Pengacara Jung?
Pimpinan menulis surat wasiat baru sepekan sebelum dia meninggal.
Aku akan membacakannya.
"Aku, Kang Sunggeun, memberikan dan mewariskan asetku sebagai berikut.
Aku mewariskan sahamku di Woojae Construction, OC Group,
Yayasan Chilbong, dan Nine Semiconductors...
kepada Hyun Juhee."
Apa...
Apa?
"Aku mewariskan sahamku di anak perusahaan NK Chemical,
Galaxy Electronics, FT Industry, Gucheon Steel,
Royal Hydro, dan Big Bang C&C...
kepada Choi Doha."
Apa-apaan ini?
Coba kulihat.
Ada yang salah di sini.
Ini mustahil!
Apa ini mungkin?
Ayo pergi.
Tunggu.
Apa ini sungguhan?
Hei.
Apa yang kau lakukan pada surat wasiatnya?
Kau menuduhku mengubahnya?
Jika tidak, isi surat itu sama sekali tak masuk akal.
Jangan menodai keinginan tetua.
Berengsek!
-Apa rencanamu? -Hei, Choi Doha!
-Lepaskan aku! -Kemarilah, Berengsek!
-Hentikan. -Sayang!
Hei! Sayang!
Dasar berengsek!
-Hentikan! -Lepaskan aku!
Berengsek! Kembali ke sini!
-Hei. Kau sudah tahu, bukan? -Berengsek!
-Hentikan! -Lepaskan aku!
-Berengsek. -Biarkan sebentar lagi.
Kau sudah tahu, bukan?
Choi Doha mengambil semua anak perusahaan NK Chemical.
Prediksi Changho benar.
Dia membunuh Pimpinan Kang dan mengubah surat wasiatnya.
Aku senang melihat mereka bertengkar,
tapi Choi Doha jadi terlalu kuat. Dia setingkat dengan Pimpinan Kang.
No comments yet. Be the first to leave one.