The first 200 lines.
Keluargaku, minggu ini, mau buat kimchi.
Keluargamu 'kan ada di Namhae.
Terus bagaimana aku bisa kesana?/ Itu bukan urusanku.
Nanti kukirim alamat sama kapan kau kesananya.
Kau sudah bangun.
Ya.
Itu punyaku.
Ini yang punyamu.
Ya.
Kau sudah mau berangkat?
Ya, tadi aku sudah janji sama Bok Nam, mau sarapan sama dia di kafe.
Oh.
Kontrak sewa kita...
Maksudnya, kontrak sewa dan pernikahan kita.
Aku akan selalu membawanya.
Soalnya ibumu tempo hari pernah memeriksa laciku.
Jadi aku mau simpan kontraknya di kafe, biar aman.
Ibuku tidak akan datang lagi.
Kami sudah bicara baik-baik, dan aku.../ Ya.
Apa yang kalian berdua bicarakan bukan urusanku.
Kita mana pernah tahu, jadi kau sebaiknya bawa kontrakmu ke tempat kerja juga.
Aneh nanti, kalau ada orang yang tahu soal kontrak kita.
Ya.
Kalau begitu, permisi.
Bagus, Yoon Ji Ho.
Sempurna.
Kau sama sekali tidak goyah.
Poker face.
Dia rupanya sangat marah padaku.
Ya, 'kan?
Kenapa kau masuk ke sana?
Ayo pergi.
Heol. Mereka pakai strategi negatif.
Mereka menerapkan kebalikan dari aplikasi kita.
Masalahnya, cara yang mereka pakai pun berhasil.
Aplikasi mereka membalap aplikasi kita di toko aplikasi, setelah rilis satu bulan.
Aplikasi ini...
...ada bagian tentang pekerjaan para orang tua dan pendapatan tahunan.
Aplikasi itu berhasil memikat pengguna yang konservatif.
Orang-orang yang berkencan yang bertujuan menikah...
...ingin memiliki hubungan yang tepat.
Tn. Nam, bagaimana pendapatmu tentang situasi darurat ini?
Konsep desain mereka memang...
...sangat bagus.
Jika mereka menaruh banner acara di bawah profil...,
...pasti hasilnya jauh lebih bagus lagi.
Tn. Nam.
Aku bukannya menanyakan pujianmu atas desain mereka.
Bisa tidak kau...
Bukankah sebaiknya kita mengubah konsep kita pada tahap ini?
Menurutku berisiko membagi pasar antara kencan dan pasar pernikahan.
Nama aplikasi kita saja sudah tak benar dari awal. "Berkencan Daripada Pernikahan"?
Sebenarnya siapa yang menamai aplikasi kita?
Padahal dia satu-satunya orang yang sudah menikah disini.
Baiklah, kalau begitu. Besok lagi kita rapat tentang konsep.
Pikir baik-baik apa kita harus tetap memakai konsep perkencanan...,
...atau jika kita harus mengganti konsep dengan pernikahan.
Besok kita harus membahasnya lagi.
Oke?/ Ya.
Kenapa kau tadi kesana?
Kau seharusnya cari alasan kalau kau tak bisa datang.
Bilang saja kalau kau sibuk.
Kukira kau itu bek yang hebat..
Ji Ho-ssi. Ini memang tak ada di kontrak kita...,
...tapi ini buat ganti rugi atas tenaga kerja tambahanmu malam ini.
Memangnya dia itu Won Bin apa? Buat apa dia ganti rugi segala?
Kenapa majikan rumahmu?
Kapan kau pegang itu?
Menurutku ini tak masalah.
Mungkin aku juga sebaiknya nanti buat kontrak nikah.
Kau 'kan punya rumah sama sepeda motor. Jadi buat apa?
Tapi itu sama sekali berbeda kalau ada orang lain di rumah.
Aku kesepian, sendirian di rumah.
Karena kau ada suami di rumah, jadi kau tidak akan kesepian.
Hei. Apa kau tahu kenapa suami itu dipanggil suami?
Karena mereka tidak akan menjadi milikmu.
Ada pepatah lama, "Berilah hidangan yang mudah dicerna buat putrimu..."
"...sambil memberi hidangan susah dicerna buat menantu perempuanmu."
Seorang menantu perempuan sama seperti anak perempuan?
Kalau seperti itu, harusnya dia tinggal mengadopsi anak perempuan saja.
Dasar.
Ada apa?
Noona.
Kau sudah seperti orang yang kukenal.
Siapa?/ Ahjumma tetangga sebelahku.
Apa?/ Ahjumma itu selalu...
...menjelekkan suaminya dengan memasang wajah sepertimu tadi.
Kenapa bisa sama raut wajahmu dengan dia?
Waktu pertama kali mulai bekerja, padahal kau sangat manis.
Tak kusangka aku bakal melihat ekspresi tadi di wajahmu.
Sebaiknya aku tidak menikah sajalah.
Aplikasi kita ini saja sudah salah dari awal.
"Kencan Daripada Pernikahan" saja kedengarannya sudah salah.
Terlalu pesimis namanya.
Apa kubilang.
Kita sudah pernah membahas ini.
Makanya, sekarang kita harus...
...ganti konsep kita untuk mendukung pernikahan.
Betul itu.
Kita harus menggantinya.
Semuanya, perhatian.
Ada orang yang meminta hari libur dalam keadaan genting ini.
Bisa kalian tebak, siapa orangnya?/ Bukan aku.
"Permintaan satu hari libur. Divisi: desain".
"Nama: Nam Se Hee".
Orangnya Tn. Nam.
Aku ada urusan penting, dan harus diselesaikan pada hari kerja.
Pekerja kantoran macam apa yang punya urusan lain pada hari kerja?
Aku harus buat kimchi.
Kimchi?
Kimchi? Kimchi itu apa?
Apa itu program baru?
Apa maksudmu...
...kau membuat kimchi buat musim dingin?
Ya, betul.
Memang kau mau buat kimchi dimana...
...sampai minta libur?/ Namhae. Kampung istriku.
Bukan, kampung mertuaku. Disanalah, aku mau buat kimchi.
Lagipula aku belum ambil cuti tahun ini.
Kumohon, percepat urusan cuti ini.
Sebaiknya nama aplikasi kita tetap sama saja.
Ya./ Nama sekarang 'kan sudah bagus.
Betul.
Pernikahan memang menakutkan seperti itu.
Kimchi?
Manajer Yang pakai aplikasi ini juga? "Kencan Daripada Pernikahan"?
Tidak, pacarku bekerja di perusahaan ini...,
...jadi aku cuma mengunduhnya saja.
Sungguh?
Manajer, banyak sekali like -nya.
Bukan apa-apa. Ini cuma buat seru-seruan saja.
Benar juga, Manajer 'kan sebentar lagi mau menikah.
Tanggalnya sudah ditetapkan?
Apa?
Kami masih membahasnya.
Kalian sudah periksa pemesanan makan siang?
Sudah.
Halo?
Ya, Bu.
Ya, ya. Sudah sampai di Seoul?
Apa?
Sudah disini?
Aku keluar sekarang. Ya.
Ibu harusnya makan malam bersama Ho Rang dan aku.
Aku tak bisa, aku harus buat makan malam suamiku.
Waktuku masih ada sebelum busku datang...,
...jadi aku datang kesini mau menemui menantuku, bukannya putriku.
Menantu?
Aku sudah lihat cincin itu, dan batu cincinnya cukup besar.
Bukannya itu terlalu mahal?
Tidak, paling tidak itu yang bisa kulakukan buat si Rang.
Ya.
Aku bilang begini, karena dia putriku...,
...tapi zaman sekarang, mana ada perempuan seperti dia.
Begitu kalian menikah, dia akan menjadi ibu rumah tangga yang baik.
Dari kecil, dia sudah belajar dariku.
Aku tahu itu.
Kalau begitu...
Kapan kalian berencana menikahnya?
Bagaimana pendapat orang tuamu?
Begini, Bu...
...aku belum sempat memberi tahu orang tuaku.
Kau harus cepat-cepat beritahu mereka.
Tidak baik menunda-nunda.
Sampai kapan kau akan membiarkan Rang hidup...
...di tempat kecil sama Soo Ji?
Ya, benar.
Kau masih tinggal di rumah atap itu?
Ya, aku masih tinggal di sana.
Apa ada air hangat disana?
Ventilasi udaranya bagus?
Tentu saja.
Rang, apa maksudmu?
Mana bisa kita menikah dua tahun kemudian?
Kenapa tidak bisa? Selama ini 'kan kita sudah menabung.
Pilih layanan yang Anda inginkan.
Kita 'kan sudah menghemat 500 ribu sebulan selama dua tahun.
Berarti 1 juta selama 24 bulan.
Sebentar.../ Silakan ambil buku rekening Anda.
Berarti banyak uang yang sudah terkumpul.
Dimana aku melepasnya?
Apa aku memang tidak memakainya dari rumah?
Ya, Ass. Park.
Ass. Woo, kenapa belum datang juga? Makananmu sudah datang.
Ya, aku kesana.
Pakai jaket saja, kalau begitu.
Enak sekali.
Makan yang banyak.
Aku sampai keringatan.
Panasnya.
Asisten Woo, kau tak kepanasan?
Buka saja jaketnya.
Tak apa.
Asisten Woo, maaf.
Maaf./ Ada yang luka?
Aku tak sengaja. Ini, ada tisu basah.
Di sini, aku akan menghapusnya.
Maaf, aku tak sengaja.
Lihat.
Apa kubilang.
No comments yet. Be the first to leave one.