The first 200 lines.
"Satu tahun yang lalu"
Ibu.
Ibu, Yi Young menghilang.
Ibu! Yi Young menghilang.
- Yi Young menghilang! - Apa?
Astaga. Hei.
Hei. Di mana dia?
Ayo naik kereta gantung besok pagi, Yi Young.
Tidak.
Aku tidak melakukannya.
Aku tidak membunuh.
Aku tidak membunuh.
Bukan aku.
Apa yang harus kulakukan?
Apa yang harus kulakukan?
Kamu ingat aku?
Haruskah aku mengganti pertanyaanku?
Apa kamu ingat
siapa yang kamu bunuh?
"I Wanna Hear Your Song"
"Hong Yi Young, Nomor Pendaftaran, 012074"
"Episode 5"
Hei.
Astaga, aku bisa bernapas lagi.
Dia terdengar baik-baik saja di telepon tadi pagi.
Aku sangat ketakutan saat melihatnya datang dalam keadaan pingsan.
Dia pasti membuatmu terkejut.
Dia hanya joging di pagi hari. Kamu pasti sangat takut.
- Maafkan aku. - Tidak apa-apa.
Dia bilang tidak mau,
tapi aku menyeretnya ke Gunung Nam.
Maaf soal ini.
Kamu pikir dia akan pergi denganmu jika tidak mau?
Aku yakin ada alasannya.
Jadi, kalian berdua anggota Shinyoung Philharmonic?
Apa yang kamu mainkan?
Piano.
Aku bermain piano.
Begitu rupanya. Piano.
Tunggu,
bukankah kamu yang pernah membantu Yi Young?
Ingat hari hujan saat dia pingsan?
Aku tidak akan bilang aku membantunya.
Mungkin karena rute kami sejalan atau semacamnya,
jadi, sesekali kami bertemu.
Begitukah?
Pantas sepupuku yang tidak tahu apa-apa bersikap berlebihan.
Astaga, bukan apa-apa.
Dia bilang dia terus bertemu dengan pria akhir-akhir ini.
Dia khawatir apakah pria itu penguntit.
"Penguntit"?
Tolong jangan tersinggung.
Dia memang unik seperti itu.
Dia mengkhawatirkan hal yang tidak berguna sejak kecil.
Tapi melihatmu secara langsung
membuatku lega.
Siapa namamu?
Yoon.
Jang Yoon.
Kamu bisa menjawabnya.
Jika kamu sibuk, silakan pergi.
Baiklah. Maafkan aku.
Permisi.
"Jang Yoon"?
Namanya terdengar tidak asing.
Barang-barangmu cukup rapi.
Penala piano datang.
Kartu nama ada di piano.
Ayo naik kereta gantung besok pagi, Yi Young.
Siapa kamu?
Entahlah.
Siapa aku?
- Jangan mendekat! - Kenapa kamu menangis?
Aku bisa tahu hanya jika kamu memberitahuku!
Entahlah.
Aku tidak ingat apa pun.
Tolong ampuni aku. Kumohon.
Tolong ampuni aku.
Haruskah aku mengganti pertanyaanku?
Apa kamu ingat
siapa yang kamu bunuh?
Sebelum festival musik,
aku pikir konser inaugurasi untuk Maestro Nam akan menyenangkan.
Aku datang untuk meminta masukan darimu.
Banyak penggemar dia yang memintanya.
Dan kita bisa lebih memerhatikan festival musik itu.
Bagaimana menurutmu?
Kedengarannya bagus.
Jangan mengkhawatirkan asosiasi pendukung.
Lanjutkan saja sesuai keinginanmu.
Terima kasih, Bu.
Aku akan mengabarimu setelah kami memutuskan lagunya.
Jangan berusaha berhemat.
Jangan membuatnya terlihat norak.
Kita juga harus menjaga reputasi yayasan kita.
Bagaimana keadaan Nam Ju Wan?
Bisakah kamu mengendalikannya?
Aku harus bekerja lebih keras.
Kamu harus menjaga keseimbangan yang baik untuknya.
Jika pria muda seperti dia terlalu menonjol,
orang-orang cenderung mengkritiknya.
Maksudku adalah audisi yang baru-baru ini dia adakan.
Dia bersikeras mengadakannya.
Kudengar orang yang dipecat melompat dari jembatan di Sungai Han.
Untungnya, tidak ada luka serius.
Kami berencana memberinya uang untuk menghiburnya.
Pastikan kamu membungkamnya agar para wartawan tidak tahu.
Ini tidak akan menjadi heboh.
Kamu tidak tahu betapa cemburunya orang-orang di industri ini?
Kita harus menyelamatkan wajahnya
jika kita ingin memanfaatkannya untuk waktu yang lama.
Untuk apa dia membawa konduktor itu?
"Memanfaatkannya?
Rubah tua itu.
Ini aku.
Ayo bertemu. Aku sedang murung. Aku butuh minum.
Kukira kamu Nona Yoon.
Kamu selalu tahu aku ada di mana.
Aku hanya melihat monitor CCTV keamanan.
Jika masuk ke tempat seperti itu, orang tidak akan menyukaimu.
Karena itulah seharusnya kamu tidak mematikan ponselmu.
Aku merasa sesak.
Mari mencari udara segar.
Aku tidak tahu kamu ingin datang ke tempat seperti ini.
Kenapa? Apa tempat ini tidak cocok untukku?
Terkadang aku datang ke sini saat bosan berlatih.
Apa kamu tahu ada pelangi di sini?
Pelangi?
Jika beruntung, kamu akan melihatnya.
Tapi aku belum melihatnya tahun ini.
Aku punya pertanyaan.
Kamu selalu penuh pertanyaan. Apa itu?
Ini tentang Jang Yoon.
Kamu memilihnya, bukan?
Kenapa kamu tiba-tiba bertanya?
Bagaimana kamu membawanya?
Dia tidak mempelajari musik atau berpengalaman.
Dia bahkan tidak mengikuti audisi.
Kamu tahu semuanya, bukan?
Coba kuingat.
Kurasa aku mendengar dia bermain piano
dalam perjalanan menuju audisi.
Dia tidak memiliki teknik yang istimewa,
tapi aku tertarik kepadanya.
Dia menyentuh emosiku.
Kenapa bertanya soal itu?
Cara dia bermain piano
terdengar terlalu mirip dengan orang lain yang dahulu kukenal.
Kamu juga merasakannya, bukan?
Aku penasaran apakah itu alasanmu memilihnya.
Jangan membayangkan banyak hal.
Ada banyak orang dengan gaya yang sama.
Cukup dengan novelmu dan bangun. Jadwalku padat.
Tapi aku tidak yakin kamu tahu itu.
"Pak Buta Nada"
"Insomnia"
Dalam wawancara sebelumnya, kamu bilang kamu menjadi tertarik
dengan afasia pada anak-anak
karena sepupumu.
Bisakah kamu menceritakannya kepada kami?
Aku punya adik sepupu perempuan yang sudah seperti adik sendiri.
Pada usia lima tahun, dia kehilangan orang tuanya dalam kecelakaan mobil,
dan kami tinggal bersama sejak itu.
Karena trauma, dia tidak bisa bicara selama satu atau dua tahun.
Itu kali pertama aku menyadari penyakit itu.
Dan insiden itu memotivasiku untuk memilih jurusanku.
Kapan kamu paling kesulitan?
Kapan aku paling kesulitan?
Saat afasianya kambuh sekali lagi.
Tahun lalu, dia mengalami kecelakaan besar lagi.
Itu juga kecelakaan mobil.
Dia tidak bisa bicara selama sebulan.
Dia masih mengalami efek susulan,
jadi, dia tidak ingat kejadian itu.
Dia menderita insomnia dan mimpi buruk.
Sebagai seorang dokter, aku sangat sedih.
Astaga.
Kepalaku...
Kamu sudah sadar?
Soo Young?
Ini sangat lezat.
Apa kamu pengemis? Di mana sopan santunmu?
Ini pil sakit kepala untuk dua hari.
Memangnya aku anjing? Jangan menggangguku saat makan.
Apa kegiatanmu sekarang? Kamu tidak pernah joging.
Sudah kubilang. Aku diseret.
Jika tidak mau pergi, seharusnya kamu tolak, Bodoh.
Apa hubunganmu dengan Jang Yoon?
Jangan konyol.
Tidak ada.
Tidak mungkin. Kalian joging bersama.
Kamu bersikap berlebihan tentang dia sebagai penguntit.
Bisakah kamu sadar?
Berhentilah bersikap lemah.
Baiklah. Jangan khawatir.
Kenapa kamu meninggalkan ponselmu di kamar rumah sakit?
Ponselmu terus berdering, jadi, aku menjawabnya.
Latihanmu hari ini akan dimulai satu jam lebih awal.
- Apa? - Apa?
Apa maksudmu?
No comments yet. Be the first to leave one.