The first 181 lines.
=Manisnya Cerita Cinta=
Tidak ada orang yang tidak bisa saya cari.
Hilang tanpa kabar jika bukan putus jadi apa namanya?
Yang seharusnya mengatakan tidak bisa dihubungi terus itu saya deh.
Sebenarnya untuk apa menarik saya kemari?
Kita tidak putus.
(Episode 19: Musuh tidak beraksi, saya tidak beraksi. Musuh beraksi, saya beraksi duluan.)
Halo.
Kota Haicheng?
Dari awal saya memang sudah berencana untuk berlibur ke Kota Haicheng.
Siapa yang tahu ternyata Fakultas Kesenian Xiao Lu
juga akan ke sana untuk membuat sketsa.
Kebetulan sekali.
Apakah Zhou Xiao tidak memberitahumu
bahwa Xiao Lu akan pergi untuk membuat sketsa?
Hei.
Saya bersumpah, saya tidak pergi untuk mengikuti Xiao Lu.
Saya sudah memutuskan hal ini sejak sebulan yang lalu.
Pada saat itu saya telah membeli tiket untuk ke sana.
SMS bukti pembelian tiketnya juga ada.
Kalau tidak percaya, saya bisa memperlihatkannya padamu.
Apa?
SMS bukti pembelian tiketnya.
Bercanda kamu.
Untuk apa saya memperlihatkannya kepadamu?
Hei.
Apa pun alasan saya, apakah Xiao Lu
tetap akan merasa bahwa saya sedang mengikutinya?
Benar.
Bagaimana kalau begini saja...
Zhou,
kamu dan Zhou Xiao temani saya ke sana,
dengan begitu, Xiao Lu tidak akan mencurigai saya.
Tidak mau.
Kenapa?
Hei.
Apakah kamu tahu seberapa bahayanya
untuk seorang gadis membuat sketsa sendirian di luar kota?
Xiao Lu,
dia adalah teman sekamar Zhou Xiao,
kamu adalah pacar Zhou Xiao,
bukankah seharusnya kamu melakukan sesuatu?
Sama sekali tidak mencintai teman sendiri.
Saya benar-benar tidak mengerti kenapa Zhou Xiao bisa menyukaimu.
Halo.
Ayo kita temani Xiao Lu ke Kota Haicheng untuk membuat sketsa.
Kebetulan itu sejalan dengan rumah saya.
Sekarang saya akan pergi ke supermarket
untuk membeli beberapa makanan ringan yang dapat dimakan di perjalanan.
Saya akan menunggumu di supermarket sekolah.
Xie Yixing.
Ada apa?
Pergi ke Kota Haicheng.
Ke mana?
Katakan sekali lagi, saya tidak mendengarnya dengan jelas.
Ke mana?
Ke Kota Haicheng.
Bukankah tadi kamu bilang kalau kamu tidak ingin pergi?
Baiklah,
tidak masalah.
Saya akan segera menyewa mobil.
Hanya membutuhkan waktu dua jam untuk ke sana.
Untuk apa kamu membeli dua?
Satu lagi untuk Xiao Lu.
Oh iya.
Apakah kamu ingin makan jeli?
Makan. Makan. Makan. Beli saja.
Mau jeli yang mana?
Beli saja semuanya. Beli saja semuanya.
Oh.
Saya menyukainya.
Apa itu?
Xiao. Xiao, cepat angkat keranjang itu ke sini.
Kamu sudah datang.
Beli sebanyak ini,
apakah bisa habis?
Bisa.
Saya merasa diri saya sedang mengeluarkan cahaya.
Apa?
Lampu yang mencahayai kalian berdua.
Berikan kepada saya. Berikan kepada saya.
Saya akan membayarkan semua makanan ringanmu,
beli saja semua yang kamu mau.
Kamu yang mengatakannya, ya.
Saya mau makan itu.
Ambil. Ambil. Ambil.
Yang ini mau?
Mau.
Cai Yasi.
Cai Yasi?
Sebentar lagi akan libur,
untuk apa kamu membeli begitu banyak mi instan?
Justru karena libur.
Kebetulan sedang diskon, jadi saya membelinya untuk persediaan.
Bukankah kamu sangat kaya?
Kamu seharian...
Kamu tidak mengerti.
Uang Cai Yasi
harus digunakan untuk hal-hal yang penting.
Kamu belum pernah ke rumah dia.
Di dalam rumahnya,
sebuah flashdisk saja harganya mencapai ribuan yuan.
Belum lagi perlengkapan game-nya.
Kulit untuk game dia saja, yang paling mahal seharga ribuan yuan.
Bagaimana dengan kalian?
Kalian ke sini untuk membeli apa?
Kami berencana pergi ke Kota Haicheng untuk bermain.
Bagaimana kalau kamu juga pergi ke Kota Haicheng bersama kami?
Kamu mau pergi atau tidak?
Xiao Lu dan Xie Yixing juga pergi.
Setelah itu kita bertiga
juga bisa sekalian pulang ke rumah bersama-sama.
Kamu jangan bertanya lagi kepadanya.
Kegiatan yang harus mengeluarkan uang seperti itu,
dia pasti tidak akan pergi.
Saya ikut.
Bagus sekali.
Akhirnya saya tidak sendirian lagi menjadi obat nyamuk mereka.
Wah.
Ini mobil siapa?
Keren sekali.
Menurutmu, selain bintang atlet bulu tangkis seperti saya,
siapa lagi yang bisa mempersiapkannya?
Zhou,
tangkap ini.
Itu mobil kalian.
Naik ke mobil.
Ayo.
Ayo.
Kamu naik dulu ke mobil,
saya akan menaruh koper.
Baik.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Xie Yixing.
Koper saya.
Di sini sudah tidak ada tempat lagi,
kamu naik ke mobil yang satunya lagi saja.
Bagaimana?
Mobil ini keren, kan?
Lumayan.
Coba kamu lihat interiornya,
berkelas.
Cepat pakai sabuk pengaman.
Terima kasih.
Semua orang mengetahui apa yang diinginkan Xie Yixing.
Hei,
Zhao Fanzhou!
Kamu...
Belum membuka kuncinya.
Dasar anak kecil.
Ayo berangkat.
Berangkat!
Ayo berangkat!
Zhou Xiao,
pakai sabuk pengamanmu.
Oh, iya.
Menyenangkan sekali!
Kamu kemudikan mobilnya pelan-pelan.
Yang di belakang juga pakai sabuk pengamannya.
Fokus menyetir.
Saya sedang
melihat kaca spion sebelah sana.
Mau tidak mendengarkan lagu?
Saya sedang menunggu kamu mengucapkan kalimat ini.
Saya telah mempersiapkan banyak lagu.
Agar kamu merasakan
selera musik saya yang berkelas ini.
Baik.
Jadi, ini adalah
selera musikmu
yang berkelas itu?
Salah koneksi.
Yang mana yang benar?
Mulai.
Hei.
Ada apa?
Tidak apa-apa.
Wah.
Wah! Ada laut!
Hei!
No comments yet. Be the first to leave one.