Release info

Blue Spring From A Distance E04 210622-NEXT-iQIYI
At a Distance Spring is Green E04 210622-NEXT-iQIYI
A Commentary by RuoXi
Ep. 4 [iQIYI Ver.]. Synced for NEXT. Runtime > 01:02:40. Enjoy.... ;). Check out My IG @ruo_xi_ss for subtitles updates ^^. Note : video download link in txt file or check my telegram channel at https://bit.ly/telchan. Sorry if the sub doesn't sync well s

Tags

other
Published on: 2021-06-22
Downloads: 7
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 191 lines.

Manfaatkan aku.

Aku akan menjadi pacarmu.

Ini pacarku.

Dia cantik, bukan?

So-bin, benarkah itu?

Kudengar kalian bersahabat.

Aku kurang setuju pacarku punya sahabat pria.

Terlalu banyak sejarah di antara kami berdua.

Chan-ki, kenapa lama sekali?

Dia lagi?

Aku khawatir kita tidak akan bisa berteman.

Ayo. Kau tidak mau masuk?

Sebentar lagi.

Ini saranku sebagai mantan pacarmu.

Jika tidak memutuskan hubungan dengannya, kau tidak akan pernah punya pacar

atau menikahi seseorang.

Aku bisa hidup tanpa itu.

Ada yang bisa kubantu? Tanya saja.

Aku lebih baik kembali ke kamar asramaku.

Lalu menangis di balik selimut?

Tidak. Tapi...

Tapi apa?

Seharusnya kubawa ayam gorengnya.

Untukmu, maksudku.

Lupakan saja. Aku benci ayam goreng!

Terutama yang tadinya untuk orang lain.

Baiklah. Akan kubelikan yang lebih enak lain kali.

Aku akan menemanimu dan mengantarmu pulang.

- Tidak, jangan. - Aku melarangmu mengatakan itu.

Aku sudah membantumu, jadi, aku akan berbuat sesukaku.

Apa itu?

Bicara santai denganmu.

Padahal aku seniormu?

Kau menolak?

Begini...

Kau mentorku, lakukan saja sesukamu.

Muridmu harus patuh karena dia hanya mempermalukan dirinya hari ini.

Benar sekali, So-bin.

Jangan terlalu santai.

Tidak mau! Aku mau seperti ini!

Hei, Yeo Jun. Jun!

Cepatlah.

Tapi sulit dipercaya kau menelepon di waktu yang tepat.

Aku merasa cemas.

Serta menyesal.

Menyesal?

Aku memaksamu mengakui perasaanmu.

Berhenti mengatakan itu.

Kau tidak melakukan kesalahan.

Ditolak atau tidak,

seharusnya aku memilih hari lain.

Itu yang kusesali.

Kenapa?

Mantan kekasihnya yang tadi

tidak terlalu menyukaiku saat mereka masih berkencan.

Dia menyuruhku menjauh dari Chan-ki.

Jadi, aku berjanji kepadanya.

Bahwa aku tidak menyukai Chan-ki.

Bahwa...

Tidak ada apa pun di antara kami.

Mereka sepertinya kembali bersama.

Lilin-lilin yang kunyalakan.

Sial, ini memalukan.

Dia tahu aku berbohong.

Jangan menangis. Tidak akan kubiarkan lagi.

Ini Chan-ki.

Jangan jawab.

Kau melarang semuanya.

Bukankah aku berhak?

Sebagai pacarmu.

- Menolak panggilannya seperti itu... - Dia akan terkejut.

Itu sebabnya aku menolaknya.

Tapi kami masih berteman.

Seseorang yang memanfaatkan perasaanmu

dan yang selalu membuatmu menunggu tidak bisa disebut teman.

Mungkin hanya kau yang berpikir begitu.

- Apa? - Kenapa kau memedulikan seseorang

yang mengabaikan dan menyakitimu?

Kenapa membiarkan dia mengendalikanmu?

Itu...

Tentu saja.

Mungkin itu satu-satunya pilihanmu.

Tidak mudah

mencari orang yang bisa menyelamatkanmu.

akibat kurangnya kasih sayang.

Ucapanmu menusuk hati.

Sakit.

Aku sama kacaunya.

Bagaimana bisa? Apa cintamu juga bertepuk sebelah tangan?

Sudah kubilang jangan ikut campur.

Akan kuturuti saranmu, jadi, kau turutilah aku.

Contohnya?

Jangan jawab teleponnya

sampai dia meminta maaf.

Bahkan jika kau menjawab,

jangan mau menemuinya.

Tidak tanpa izinku.

Bagaimana jika aku berpapasan dengannya?

Bersikaplah seperti Nam Soo-hyun.

Itu tidak mudah dilakukan.

Ulangi ucapanku.

"Ada urusan apa denganku?"

"Bisakah kau pergi?"

"Kenapa kau tertawa?"

Cara bicaramu sangat mirip dengannya.

"Bisakah kau pergi?"

"Cara bicaraku mirip dia?"

- "Bukankah seperti ini?" - "Apa aku terdengar mirip?"

Begitu caramu mengatakannya!

Terdengar lebih mirip Soo-hyun.

Soo-hyun...

Totalnya 2.800 won.

Ini.

Soo-hyun.

Soo-hyun, lama tidak berjumpa.

Park Hyung-min?

Senang bertemu denganmu seperti ini.

Kita pernah dekat saat tahun pertama kuliah.

Benarkah? Aku tidak ingat.

Sudah lama tidak bertemu. Aku permisi, ya. Ada urusan.

Kau tertarik bekerja paruh waktu?

Pekerjaan paruh waktu?

Kau sudah pernah melakukan berbagai pekerjaan paruh waktu

dan memiliki skor TOEIC tinggi.

Benarkah

Anda menyediakan kamar dan makanan juga?

Tentu saja. Bisakah kau mulai bekerja besok?

Ya.

Aku tidak sabar bekerja.

Omong-omong, bagaimana kau bisa mengenal CEO?

CEO?

Ini dia.

- Tunggu sebentar. - Di sana.

[ Sedang Ada Pembangunan, Dilarang Mengebut ]

- Panjangnya 250. - Bisa tarik sisi itu?

Nona, kau tak boleh masuk!

[ Sedang Ada Pembangunan, Dilarang Mengebut ]

Young-ran.

Katakan. Kenapa kau menolak pekerjaan itu?

Pekerjaan itu bagus.

Persis seperti yang kau cari.

Bagaimana kau bisa tahu?

- Apa? - Pekerjaan seperti itu tidak pernah ada.

Kudengar

seseorang meminta CEO membuka lowongan.

Pantas saja. Aku bahkan mendapat jatah kamar dan makan,

pekerjaan itu mudah dan bayarannya terlalu besar.

Selain itu,

seseorang yang tidak terlalu kukenal menawariku pekerjaan itu.

Kalau dipikir-pikir,

dia menyukaimu sejak tahun pertama kuliah.

Lalu kenapa?

Teman bisa memanfaatkan pengaruhnya.

Karena kau temanku.

Karena aku, kau berutang kepadanya.

Bagaimana kau akan membalasnya?

Young-ran,

aku benci berutang kepada orang lain.

Aku benci menjadi masalah bagi orang lain.

Aku tidak tahu cara membalas budi.

Aku juga tidak punya kemampuan atau waktu.

Aku hanya...

Aku hanya ingin kau beristirahat.

Kurasa kau sering mengatakan itu

tanpa mengetahui seperti apa rasanya ingin mati.

[ mengumpulkan materi dan memeriksa semuanya? ]

Mungkin aku harus bolos hari ini.

Aku hanya terlambat sepuluh menit.

[ Tepat waktu adalah langkah pertama menghadapi ujian. ]

Kurasa aku tersesat.

Aku di dekat air mancur, jadi, temui aku di sini.

Sampai jumpa!

Tukang mengomel.

Aku bahkan bolos latihan

untuk menemui dia di sela-sela kelasnya.

Dia akan lama, bukan?

Mari kita melihat-lihat.

Dia yang di sana.

Sungguh? Tidak lagi.

Memutihkan rambut merusak akar rambut dan kulit kepala.

Memang itu akar rambut atau kulit kepalamu?

- Urus urusanmu sendiri. - Aku tahu dari pengalaman.

Soo-kyung,

kau pasti berpikir aku kolot.

Aku sama sekali tidak begitu.

Lalu kau apa?

Aku hanya ingin membahas kehidupan dengan para mahasiswa

sambil makan.

Ada banyak hal yang sudah kualami sampai ingin kuceritakan kepada mereka.

Itu yang membuatmu menjadi kolot.

Di luar panas sekali.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left