The first 200 lines.
(Film ini berdasarkan kejadian nyata)
(Tapi, beberapa kejadian direkayasa)
(dan film ini tidak ditujukan untuk rekayasa ulang)
Presiden Chun mengunjungi pusat kepolisian hari ini
untuk merayakan tahun baru
dan memberikan medali pada petugas menangkap mata-mata Korea Utara.
Presiden mengungkapkan keprihatinan terhadap
kebangkitan anti kekerasan
yang dihasut dari pemberontak radikal,
merusak demokrasi liberal negara dan
menekankan pentingnya
melindungi perintah sosial dan keamanan nasional.
Apa itu?
(Direktur Park Kepala Investigasi Anti-Komunis)
(Lahir di Korea Utara, bermigrasi ke Selatan)
Buka gerbangnya.
Tim medis ada di sini.
(Namyeong-dong Fasilitas Divisi Anti-Komunis)
Inspektur.
(Dr. Oh Yun-sang Dokter di Rumah Sakit Chung-ang)
Dia sudah mati.
Bangkitkan dia.
Berikan aku kardiotonik.
- Nyalakan mesin. - Baik, tuan.
Tuan, ada masalah di Namyeong-dong.
Direktur sedang dalam perjalanan.
Dia tidak bisa diresusitasi.
Pindahkan jasadnya.
- Pegang dia. - Maafkan aku.
Basmi komunis!
Ayolah.
Siapa yang memanggil dokter?
Aku, tuan.
Dia bukan orang pro-komunis, hanya saksi mata...
Tanpa melapor lebih dulu?
Kamu tahu kamu menyisakan saksi mata.
Apa yang akan kamu lakukan dengan ini?
Tidak perlu mempersoalkan satu mayat.
Makan siang saja.
Perhatian!
Basmi komunis!
Apa yang harus kita lakukan dengan tubuhnya?
Bakar.
Siap laksanakan, tuan.
Cepat.
Selamat datang.
Perhatian! Hormat!
Basmi komunis!
Selamat, Direktur.
Aku seharusnya datang ke pesta. Maaf aku melewatkannya.
(Direktur Jang Kepala Agen Intelejen)
Presiden ingin memberi ini sendiri padamu tapi...
Ini juga sudah merupakan kehormatan untukku.
Apa yang kamu dapat untukku?
(CINCIN MATA-MATA KIM JUNG-NAM)
Kim Jung-nam?
Dia adalah orang dibalik kegiatan komunis akhir-akhir ini
seperti panduan laporan, kerusuhan Incheon, dll.
Dia tidak punya pangkat atau gelar.
Dia menulis dekrit untuk 8,15 demokratisasi
diterbitkan oleh pemimpin oposisi, Kim Young-sam dan Kim Dae-jung.
Kamu ingin membawa mereka semua dalam satu paket?
Jika aku bisa membuktikan mereka adalah pendukung Kim Il-sung,
kita bisa menghabisi mereka yang
menantang pemulihan Presiden sekaligus.
Kamu pasti menjunjung tinggi reputasimu.
Ahli Blue House mungkin datang dan pergi tapi kamu terus kuat.
Pria ini harus ditangkap sebelum semester kuiah baru.
Tentu saja.
(Jaksa Choi Kantor Kejaksaan Area Seoul)
Tadi katanya jam lima?
Apa kamu main-main denganku?
Aku tidak ingat.
Aku bahkan tidak ingat makan siang apa.
Bagaimana aku bisa mengingatnya?
Lihat dirimu, memenuhi botol Soju dengan bensin...
- Itu bukan bensin. - Lalu apa?
Itu pengencer cat.
Jangan main-main denganku.
- Pesan antar makanan. - Di sana.
Dengan apa lagi aku harus menyebutnya?
Diam!
Bersenang-senang di luar sana? Hah?
Orang tuamu pasti sungguh bangga denganmu.
Dasar.
Aku selalu mengacau setiap berkata sesuatu.
Ah, tidak! Seharusnya kamu tidak makan itu.
Apa yang membuatmu ke sini di jam seperti ini?
Ikut kami. Aku akan mentraktirmu makan malam.
Ide bagus. Kita mau ke mana?
Apa kamu bisa menandatangani ini untuk kita?
Ini.
Tidak ada minuman gratis.
(Polisi Nasional Kasus Kematian Tidak Wajar)
Artikelmu jadi semakin jelek.
Ayolah, jaksa.
Park Jong-chul, Universitas Nasional Seoul.
Mati karena serangan jantung? Pria umur 22 tahun?
Harus dikremasi malam ini.
Aku akan pergi.
Tinggallah di sini dan nikmati sisa malam ini.
Kamu butuh istirahat.
Tidak akan ada masalah dengan anak UNS yang mati itu, kan?
Tentu saja tidak. Sudah diatur.
(Otorisasi Kremasi Park Jong-chul)
Dia sudah mati kurang dari 8 jam.
Apa keluarga sudah melihat jasadnya?
Belum, kan?
Kita mendapat izin dari ayahnya di Kepolisian Busan.
Ayolah. Siapa yang setuju anak dari
USN dikremasi tanpa melihat jasadnya?
Siapa yang ingin kamu bohongi? Apa ini masuk akal?
Ini adalah masalah Anti-Komunis. Tanda tangani saja.
Jangan memerintah apa yang harus kulakukan.
Ambil kertasnya dan keluar.
Ayolah, beri kita keringanan.
Tanda tangani kertasnya dan keluar dari sini.
Semua biaya sudah dibayar.
Ini sungguh ceroboh sampai kamu membuatku malu.
Kamu perlu otopsi dan mencari penyebab sebelum dikremasi.
Itu adalah hukumnya.
Ya, kita tahu.
Tapi yang berkuasa ingin masalah ini selesai pagi besok.
Apa...
Kekuasaan apa?
Agen Intelejen? Blue House?
Hei.
Tolong bantu kita di sini.
Lakukan otopsi pagi hari, dikremasikan sore.
Semua sudah tidak enak sekarang.
Sampai jumpa.
Lagi pula krematorium sudah tutup sekarang.
Ini akan membuat ayah mertuamu ada di posisi yang sulit.
Aku tahu tapi...
Jangan buat ini sulit untuk semua orang.
Lakukan seperti perintah.
Ya tuan.
Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.
Apa yang membuatmu ke sini?
Aku rasa kamu ada jadwal makan malam.
Ini sulit dimakan saat ditelepon dari Blue House.
Ada apa denganmu?
Pemberontak Anti-Komunis berpikir mereka di atas jaksa.
Aku ingin memberi mereka pelajaran.
Siapa yang ingin kamu beri pelajaran?
Kamu pikir ini lucu?
Tanda tangani dokumennya, atau kita akan kesulitan.
Aku akan mengatasi ini dengan caraku, tuan.
Aku tidak peduli seberapa tinggi ayah mertuamu.
Jika aku mendapat telepon lagi, akan kutandatangani sendiri.
Apa itu jelas?
Aku akan menandatanganinya.
Aku pikir mungkin itu adalah telepon penting.
(Perintah pencegahan kremasi Park Jong-chul)
Kamu menyentuh tubuh itu
dan aku akan menyeretmu ke meja hukum.
Jaksa Choi!
Jaksa!
Jaksa! Jaksa!
Buka pintunya.
Buka!
Kenapa kamu sungguh lama?
(Jaksa Lee Kantor Kejaksaan Tertinggi)
Dasar lambat...
Aku sungguh sibuk akhir-akhir ini,
aku bahkan tidak punya waktu untuk mencuci tangan setelah buang air.
Kamu juga memang tidak pernah melakukannya.
Apa aku pantas menerima semua cinta dan perhatian darimu?
Ayolah, makan malam.
Apa istrimu masih membuat sup itu?
Aku tidak bisa pulang ke rumah.
Apa yang kamu lakukan kali ini?
Belum. Tapi aku akan memecahkan sesuatu jika aku pulang.
Siapa yang membuatmu kesal?
Orang menyebalkan dari divisi investigasi Anti-Komunis
berlagak seperti ada di atas kejaksaan.
Mereka pikir mereka berkuasa.
Tapi siapa yang berani melawan kekuasaan mereka?
Seharusnya aku menghabisi mereka dan mengundurkan diri.
Tidak akan bisa. Itu hanya akan menyakitimu sendiri.
Lalu, aku butuh bantuanmu.
Bantuan?
Ini.
Ayo! Ya!
Ah tidak!
Permainan yang bagus!
Permainan yang bagus.
Kerja bagus.
Terima kasih.
Astaga. Bolamu sungguh cepat.
Sepertinya tonik yang kamu minum membuat awet muda.
Kamu sekuat anak muda!
Kita tidak bisa menemukan Jaksa Choi.
Kita bahkan memeriksa motel di sekitar area.
Apa dia Komunis?
Aku tidak mengerti.
Sambungkan aku pada DA.
(7:30 a.m. 15 Jan, 1987 Kantor Kejaksaan Seoul)
Tuan, Jaksa Choi menghilang.
Sial!
No comments yet. Be the first to leave one.