The first 184 lines.
"Episode 32"
Kak.
Sa Jin Jin!
Astaga.
Kenapa
jantungku terasa hampir meledak?
Karena...
Apa?
Aku juga.
Kenapa Kakak tersenyum saat sarapan? Itu menjijikkan.
Makanlah./- Kakak aneh.
Kamu bisa makan lebih banyak.
Jin Jin.
Pindahlah ke lantai bawah.
Kenapa?
Kami akan menjual apartemenmu.
Kita tidak perlu menggunakan dua lantai ini.
Pengeluaran kita terlalu banyak.
Kita tidak perlu melakukan itu.
Bagaimana bisa dia tinggal di sini jika terbiasa punya tempat luas?
Jadwalnya tidak menentu dan dia butuh ruang.
Omonganmu tidak masuk akal.
Benar.
Ibu, ini lezat.
Kalau begitu, Ji Won, kamu yang tinggal bersama kami.
Makan dan tidurlah di mana aku bisa melihatmu.
Astaga.
Apa?
Apa?
Baiklah.
Kenapa kamu menyulitkan putra orang lain?
Aku akan membungkuk berterima kasih kepada Ji Won jika dia bersedia
menikahi putri kita.
Dia malang sekali.
Pertimbangkan kembali, ya?
Ya.
"Ya"?
Apa?
Maksudku tidak.
Apa maksudmu tidak?
Tadi kamu bilang ya.
Ya, kamu bilang ya. Aku juga mendengarnya.
Ada apa?
Aku salah bicara.
Itu tidak akan terjadi lagi.
Boleh aku tambah supnya?
Ada apa?/- Dia merasa lemah belakangan ini.
Dia butuh tonik.
Baik, ibu akan membelikannya.
Bersiap, action.
Melototlah seakan kalian berdua binatang liar! Ulangi.
Cut, ulangi lagi.
Bersiap, action.
Cut.
Buruk sekali.
Aku akan mencobanya lagi.
Ulangi.
Hari ini juga akan berakhir lama setelah matahari terbenam.
Bersiap, action.
Pedang, turunkan lima derajat.
Rebut pedangnya.
Bersiap.
Action!
Lakukan dengan unik. Bersiap. Action!
Cut. Ulangi.
Action.
Cut.
Ulangi.
Bersiap!
Mulai.
Kamu bisa membayarnya
dengan nyawamu.
Baik.
Baik.
Itu bagus.
Bagus!
Bagus.
Air?
Dia gila.
Dia benar-benar bersemangat.
Dia memaksamu tampil maksimal.
Bagus. Mari kita lanjutkan.
Ke sana.
Ayo.
Tidak ada yang bisa menyembuhkan patah hati.
Biarkan waktu menyembuhkannya.
Ayo makan panekuk.
Tidak mau.
Jika hendak memakannya, makanlah lebih cepat.
Itu tidak terlalu menggemukkan.
Astaga. Kenapa ini terjadi kepadaku? Astaga.
Ibu, aku tidak bisa melakukan ini lagi.
Kini omonganmu masuk akal. Makan menjadikan segalanya baik.
Astaga. Hei, mau ke mana kamu?
Makanlah sebelum pergi. Hei!
Reum.
Apa yang kamu lakukan?
Aku sedang berjalan-jalan.
Berjalan-jalan? Di sini?
Aku datang karena ada sesuatu yang ingin kukatakan.
Boleh aku jujur kepadamu?
Tentu saja.
Dalam hal cinta, pengemis tidak boleh terlalu memilih.
Aku datang karena merindukanmu.
Astaga, kamu bertindak sesukamu.
Maaf./- Tidak perlu meminta maaf.
Mulai sekarang, lakukanlah apa pun yang membuatmu bahagia.
Kenapa? Karena aku tidak berarti bagimu?
Tidak, kamu sangat spesial bagiku.
Aku senang karena kamu menjalani hidupmu sesukamu.
Itu yang membuatmu memesona.
Itu yang membuatku menyukaimu.
Aku memikirkan tentang kita selama kita berpisah.
Aku yang harus bekerja keras untuk kita.
Membantumu menjalani hidup sesukamu
dan membantumu tidak memikirkan
pendapat kakakku atau orang lain adalah tugasku.
Kamu bersungguh-sungguh?/- Ya, dengan segenap hatiku.
Kamu keras kepala.
Jadi, jangan pernah meninggalkanku lagi.
Kamu juga.
Aku akan menulis surat yang indah saat Natal.
Baik.
Kamu belum keramas?
Rambutku?/- Ya.
Aku tidak sempat. Aku patah hati karena perpisahan kita.
Keramas tidak ada kaitannya dengan perpisahan.
Tentu ada kaitannya.
Baiklah.
Jangan keramas. Jangan keramas seumur hidupmu.
Jangan keramas lagi./- Sungguh?
Ya, jangan./- Aku tidak akan keramas lagi.
Keramaslah sesekali.
Kamu cantik sekali.
"Tiga bulan kemudian"
Pengantin wanita pergi ke toilet.
Begitukah?
Pengantinku datang, Jo Mi Hyun!
Selamat./- Terima kasih.
Kalian berpacaran selama 3 bulan?/- Pekan depan hari ke-100 kami.
Ini sudah 35 tahun sejak pertemuan pertama kami.
35 tahun?
Seharusnya kamu menjadi putra kedelapan di keluargamu.
Aku hampir gila./- Kamu senang?
Ya, aku gugup!/- Aku juga senang.
Aku ingin sekali menikah.
Bukankah seharusnya kita keluar?/- Apa?
Kita tidak pernah berfoto bersama.
Mari perbesar foto ini. Aku akan menggantungnya di kantor kita.
Kenapa menggantung foto pernikahan di kantor?
Bukankah itu bagus? Kamu tampak sangat cantik hari ini.
Hong Hee, kamu pasti sedih karena dia sudah menikah.
Tidak. Itu tidak masuk akal.
Seharusnya kamu menunjukkan perasaanmu. Kamu terlambat.
Baik, semuanya. Diam.
Lihat ke kamera dan teriak, "Semangat, Chamjin."
Aku akan memotret kalian.
Semangat, Chamjin./- Semangat, Chamjin.
Kakak! Kudengar Kakak akan memimpin upacara pernikahan ini.
Aku senang Kakak meluangkan waktu. Aku tahu Kakak sibuk.
Kakak harus melakukannya.
Jin Jin tidak datang bersamamu?
Permisi.
Sutradara Kim.
Halo./- Aku hampir tidak mengenalimu.
Ada keperluan apa kemari? Ada kenalanmu yang menikah?
Tidak.
Aku punya janji temu.
Baiklah.
Sutradara Kim, aku boleh menanyakan sesuatu?
Apakah kamu anggota klub penggemar, Candy?
Kudengar kamu adalah Presdir klub legendaris
yang memberi pelajaran kepada Presdir Kim.
Benar.
Itu aku. Aku yang melakukan itu.
Itu luar biasa!
Dia selalu menatap dengan tajam,
tapi dia tampak seperti orang lain saat membicarakan Anthony.
Aku tidak pernah melihatnya tersenyum.
Kakakku membenci sutradara itu.
Mereka bertengkar setiap hari.
Hari ini aku melihat sisi baru dalam dirinya.
Aku yakin begitu.
Aku juga melihat sisi baru Mi Dal./- Kenapa kamu berkata begitu?
No comments yet. Be the first to leave one.