Release info

Can We Get Married E01
Can We Get Married E02
Can We Get Married E03
A Commentary by DianaAlmera
Viki Version. Im just Upload, Next episode di tunggu.

Tags

other
Published on: 2019-02-21
Downloads: 8
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ada cerita dibalik setiap pernikahan.

Wanita dan pria yang berusia 28 tahun terlihat normal bagi orang lain,

bertemu 3 tahun yang lalu, melalui seorang teman.

Ini saatnya untuk membuat pilihan.

Semua perhitungan tentang pria ini sudah selesai.

Hanyalah waktu yang tersisa saat ini.

Aku memutuskan menikahi pria yang ada didepanku saat ini.

Bisakah kita menikah?

Baik... bagus bagus.

Lihat kemari... bagus.

Bagus!

Bagus!

Gambar ini terlihat murahan.

Apa hanya itu yang kau bisa?

Lakukan lagi.

- Bagaimana rasa pastanya? - Lezat.

- Apa ini pizza kesukaanmu? - Iya, terima kasih.

- Bagaimana hidangan pencuci mulutnya? - Lezat.

- Apa enak? - Kita baru saja mulai makan.

Rotinya kurang lama dipanggang. Tidak renyah.

Cara memanggangnya bisa jadi berbeda.

Tapi makanan penutup hari ini mantap loh. Tunggu saja, oke?

Ini dia, bagian terpenting hari ini!

Tidak kelihatan spesial sama sekali.

Kita pernah makan ini sebelumnya

dan es krimnya tidak kelihatan spesial sama sekali.

Kelihatannya kemampuanmu merendahkan orang sudah bawaan lahir.

Ki Joong... sepertinya akan lebih membantu jika kau pergi.

Baiklah, semoga beruntung.

Perhatikan es krimnya dulu Hae Yoon... meskipun tidak ada yang spesial.

- Apa dia marah? - Tidak apa.

Ada apa, Hae Yoon?

Hae Yoon! Hae Yoon!

Sepertinya dia tersedak cincin! 119...119 !!!

- 119... 119! - Minggir, aku pernah melihatnya di TV.

Minggir!

Kau baik-baik saja, Hae Yoon?

Episode 1 : Lamaran adalah mimpi para wanita.

Jadi kau sudah merencanakannya hari ini?

Ini rencana keduaku. Bagaimana jika aku mengacaukannya lagi?

Apa yang akan kau lakukan?

Apa lagi? Apa yang biasanya dilakukan di hotel?

Kau ingin tidur denganku?

Dengan semua yang telah aku tunjukkan, aku harap kau sudah memutuskan.

Kita lihat saja dulu kamarnya.

Aku ingin lihat seberapa besar kau memikirkanku.

Kau suka?

Iya.

Menikahlah denganku.

Bisakah kau berjanji? Kalau kau akan selalu jujur padaku?

Aku akan selalu jujur seperti seperti sejak pertama kali bertemu.

Ini lamaran yang sudah aku tunggu-tunggu.

Sederhana dan natural.

Aku mencintaimu.

Mari kita saling mencintai selamanya.

Ini lampu mahal.

Maaf. Aku akan menggantinya.

Kau pikir ini barang yang bisa dengan mudah kau beli?

Aku hanya harus mencari yang mirip.

Kalau begitu, cepat belikan. Aku ingin tahu apa kau mampu.

- Tapi kau bersihkan dulu. - Aku harus membersihkannya?

Lalu, apa aku yang harus membersihkannya?

Kau yang memecahkannya, jadi seharusnya kau lah.

Dasar rendahan...

Jangan bertingkah seperti gadis yang diluar sana.

Bertingkah lemah dan tak berdaya ... - Aku tahu kau tidak sama sekali begitu.

- Apa kau benar mencintaiku? - Kenapa cinta harus dibawa-bawa?

Ini cuma lampu.

Kita hampir bercinta...

lalu lampunya jatuh dan pecah, kemudian kau marah.

jika kita hendak melakukan hal penting, maka lupakan lampunya.

Tapi kau lebih mementingkan lampu, makanya aku tanya kau cinta atau tidak.

Iya, kalau kita hanya kencan

tentu, aku pasti memilih bercinta dalam situasi ini.

Tapi ini sudah 5 tahun sejak kita berkencan.

Aku sudah berkali-kali mencintaimu, dan sekarang juga,

lampu ini yang lebih menggangguku.

Bercinta denganmu itu berbeda dengan mencintaimu.

Itu hanya keinginan fisik.

- Kalau begitu menikah saja. - Hah? Apa?

Kita sudah kencan selama 5 tahun

kalau tidak ada artinya bercinta, kalau begitu kita menikah saja.

Kenapa kau ungkit pernikahan disini? Aku sangat bingung.

Tadi ungkit tentang cinta

lalu sekarang ungkit pernikahan.

Kenapa kau bercanda disaat serius begini?

Sejak Jung Hoon cerita ingin melamar Hae Yoon, aku sudah iri.

Aku ingin merayakan hari jadi seperti yang dilakukan wanita-wanita lain

dan bisa bersandar pada kekasihku.

Makanya kau sudah berubah.

Saat pertama kali kita berkencan,

kau bilang tidak suka bergantung pada pria.

Aku salah konsep saat memilihnya.

Lalu, kenapa kau datang padaku kalau plin plan?

Kau pikir kau sehebat apa, sampai aku harus merencanakan semuanya hanya untuk mendekatimu?

Itu konsepku saat aku masih muda.

Berarti kau sudah tua sekarang?

Semakin kau banyak bicara, kau semakin tidak menarik. Kau tahu itu?

Untuk pertama kalinya... Aku bicara jujur padamu.

Sebenarnya, aku rapuh. Aku bukan wanita kuat.

Aku menyukaimu karena kau kuat.

Tapi aku baru sadar udah ditipu.

Wanita tua yang rapuh tak menarik untukku.

Seriusan... sampai menangis?

Sepertinya kita sudah diujung jalan.

Mari kita pikirkan lagi.

Apa menurutmu cincin ini cantik?

Anggap saja cantik.

Aku dengar lebih penting memilih cincin kawin yang melambangkan keabadian.

Aku pernah dengar itu sebelumnya.

Kau membeli cincin ini dengan Dong Bi, kan?

Aku payah sekali, kan? Itu karena pertama kalinya.

Dan siapa yang punya ide memasukkan cincin kedalam mangkuk es krim?

- Ki Joong... kan? - Haruskah aku mengulangnya?

Aku tidak suka kau dekat dengan Ki Joong.

Bagaimana kalian bisa ada dikeluarga yang sama? Kalian hanya berbagi gen yang sama.

Kapanpun aku memikirkannya, itu membuatku mempertimbangkanmu kembali.

Kau tahu itu tak benar kan.

Dia dari pihak ayahnya, dan aku dari pihak ibuku.

Itu alasannya benar. Karena kau dari pihak ibumu...

Aku yakin kau dan Ki Joong punya banyak kesamaan karena dia keponakan ibumu.

Sudah aku bilang, dia punya darah keluarga Gong yang mengalir di pembuluh darahnya.

Memangnya apa salahnya? Dia orang baik.

Orang baik yang tidur dengan wanita tanpa berniat menikahinya?

Kau terlalu kasar.

Dia cukup pilih-pilih orangnya.

Kalau Dong Bi tidak suka, dia bisa tinggalkan saja.

Ini alasannya kenapa aku tidak suka kau dekat dengan Ki Joong.

- Aku tidak ingin dia mempengaruhimu. - Memangnya aku anak kecil bisa dipengaruhi?

Aku tahu apa yang harus aku lakukan pada hidupku.

Kalau kau tahu

lalu kenapa kau meletakkan cincin kedalam es krim yang hampir membunuhku?

Kau selalu mengungkit hal yang sudah berlalu dan menyusahkanku.

Menyusahkanmu? Kapan aku menyusahkanmu?

Lupakan... hentikan ini. Kita bisa merusak hari bahagia ini.

Kau ingin menghentikannya setelah membuatku kesal?

Selalu saja seperti ini,

Kalau kau memulai sesuatu, selesaikanlah.

Kenapa setengah-setengah dan menusukku didepan?

Kapan aku menusuk didepan?

Kapan aku menyusahkanmu?

Sejujurnya, benar kau itu cukup kejam memperlakukanku.

Dan karena aku sangat mencintaimu, aku bisa terima dan menahannya.

Tapi... aku tidak suka jika harus dilakukan hari ini.

Aku bilang tidak suka kau dekat dengan Ki Joong.

Itu cuma pendapat.

Baiklah... aku tahu tidak akan menang melawan argumenmu.

Ini membuatku frustrasi karena harus menjalaninya selama sisa hidupku.

- Belum terlambat buatmu. - Apa?

Kau menyesal sudah melamarku tadi.

Sudah aku bilang, masih belum terlambat.

Bagaimana... bagaimana kau mengatakan itu. Kau pikir pernikahan itu lelucon?

Kau bilang aku membuatmu frustasi!

Aku cuma kesal saja, kau pikir aku serius mengatakannya?

Kata yang dilontarkan dengan kasar biasanya perasaanmu sebenarnya.

Aku menyadari bagaimana perasaanmu sekarang.

- Kau mau kemana? - Pulang kerumah.

- Bibi, aku ada didepan rumah. - Unie baru tidur. Jangan berisik.

- Apa kau bawa ikan keringnya? - Tentu saja.

Apa Hye Yoon tidak pulang malam ini?

Kau pasti sudah gila.

Kau minum alkohol, ya?

Melihatmu membuatku bertingkah seperti anak kecil.

Setelah dikecewakan cinta, tidak ada tempat yang bisa kutuju selain kau, bibi.

Kau dan aku, takdir apa ini.

Aku, tanpa pria diusiaku.

Kau, yang punya pacar tapi serasa tak punya.

Makanya, kita pesta sampai mati malam ini.

Apa yang kalian berdua lakukan? Apa?

Apa yang kau lakukan gelap-gelap begini?

Kau belum tidur?

Aku ingin ke kamar mandi jadi aku bangun.

Akhir-akhir ini, aku selalu bangun jam dua malam.

Kau harus ke rumah sakit.

- Tapi, kau. - Iya?

Kenapa kau ada dirumah kami?

Ada sesuatu yang harus aku katakan pada bibi.

Aku libur besok

dan aku merasa sedikit tidak enak, makanya aku memanggilnya kemari.

Bertingkahlah sesuai umurmu. Kau pikir kau masih muda?

Bergaul dengan gadis seusianya? Kau sebentar lagi umur 60.

Aku masih punya 10 tahun lagi sampai 60.

Jangan bicarakan umurku, membuatku kesal.

Dong Bi, ayo masuk.

Tapi tunggu.

Tapi tunggu.

Tunggu, Bukankah kau dengan

Hye Yoon?

Aku dapat telepon tadi, dia bilang akan bermalam ditempatmu?

Bukan aku sepertinya...

Bukan aku, tapi dia bilang ada acara demonstrasi dengan guru disekolah.

- Benarkah? - Iya.

Baiklah, masuk sana.

Kau ada dimana?

Apa maksudnya dimana? Aku dirumah Tong Bin.

Baiklah.

Perbaikilah kebiasaanmu yang mudah marah itu.

Kau duluan. Maka aku ikut juga.. - Aku tidak mudah marah tuh.

Kau memang tidak mudah marah, tapi kau menyebalkan. Dan tidak nurut

Dan tidak menurut.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left