Release info

키스 먼저 할까요?---Should We Kiss First? E39 NEXT
키스 먼저 할까요?---Should We Kiss First? E40 END NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Sampai bertemu di drama lainnya. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-04-25
Downloads: 7
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 166 lines.

"Episode 39"

Sesuatu yang tidak bisa dilihat bukan berarti tidak ada.

Ada banyak bintang gemerlap

di atas langit.

Dia datang kepadaku.

Satu kehidupan bertemu dengan kehidupan lain.

Kehidupannya datang ke kehidupanku.

"An Soon Jin"

Soon Jin.

"Saksi"

"Penggugat"

Selamat pagi.

Selamat pagi.

Hari ini hari ulang tahunnya.

Mungkin ini ulang tahunnya yang terakhir.

Kami hanya hidup untuk hari ini.

Selagi kami menerima kematiannya dan kehidupanku.

"Suatu hari di kehidupan si Pria dan si Wanita"

Aku menjalani hari ini.

Hari yang sangat biasa.

Dengan pria yang sangat istimewa.

"Selamat ulang tahun untuk pelanggan kami yang berharga, Pak Son Mu Han"

"Selamat ulang tahun, Pak Son Mu Han"

Ternyata hari ini.

"Selamat ulang tahun, Pak Son Mu Han!"

"Dari Optik Pureun"

Sejak kapan kamu peduli dengan hari ulang tahunku?

Sebentar lagi ulang tahunmu.

Ingin melakukan apa di hari itu?

Kita harus melakukan apa hari ini?

Mau makan malam dengan I Deun?

Aku sudah ada janji yoga dengan Mi Ra.

Kita tidak bisa makan malam.

Katanya yoga lebih baik dilakukan saat perut kosong.

- Yoga? - Benar.

- Saat perut kosong? - Ya.

Kata siapa aku mau?

Bilang dia kita tidak bisa ikut.

Kenapa kamu kesal?

Kamu tidak perlu ikut jika tidak mau.

Aku memutuskan belajar yoga karena dirimu.

Aku latihan yoga sendiri saja.

Ini pengumuman dari kantor keamanan.

Hari ini tanggal 24 April

hari pengasapan berkala di vila.

Hari ini tanggal 24.

Mu Han, kamu butuh sesuatu?

Terima kasih.

Aku?

Hari ini beli satu gratis satu.

Mereka sedang mengadakan diskon keluarga.

Ada apa?

Tidak apa-apa.

Wajahmu menyiratkan ada sesuatu.

Aku ingin tahu apa itu.

Aku akan mandi dahulu.

Ini hari ulang tahunnya yang ke-50.

Bagaimana bisa dia lupa?

Bukannya aku ingin ulang tahunku dirayakan.

Aku hanya ingin kami bertiga merayakannya selagi bisa.

Kamu kenal Son si Tuan Rumah?

Ya, pria itu.

Aku putus dengannya karena dia mudah marah.

Aku juga bertemu dengan pria lain bernama Son si Keajaiban.

Kamu sama sekali tidak polos seperti namamu.

Dasar mata keranjang.

Sebenarnya ada satu pria lagi

sebelum Son si Tuan Rumah. Namanya Son si Lotre.

Apa? Lotre?

Hadiah uangnya 20 juta dolar.

Aku menggosok kartunya dengan keras.

- Apa? - Ternyata palsu.

Semuanya bohong.

Boneka tinju, tanda pengenal, pesawat, dan pesawat kertas itu.

Semuanya karangan saja, bukan?

Aku tidak mengira.

Aku tidak percaya bisa gemetar saat menciummu.

Astaga, benarkah?

Aku gemetar karena kedinginan.

Bagaimana bisa kamu mencium pria yang tidak kamu sukai?

Kamu yang bilang, "Ayo ciuman,"

kepada wanita yang kamu tidak sukai.

Apa?

Kamu merayuku di bar

dan mengajakku ke Stasiun City Hall.

Lantas apa yang ingin kamu lakukan kepadanya?

Saat itu jantungku sama sekali tidak berdebar.

Tapi sekarang, begini saja membuat jantungku berdegup cepat.

Sekarang hatiku berdebar

hanya dengan melihatmu saja.

Jadi, ikutlah yoga denganku

malam ini.

Kopi, bukan menyalin.

Aku sedang belajar membuat kopi.

Berhentilah menjadi anak nakal. Kamu tidak masuk akal.

Apa maksudmu membuat kopi padahal kamu tidak bisa meminumnya?

Kamu sudah didaftarkan kuliah. Jadi, harus lulus SMA.

Aku tidak mau sekolah.

Aku tidak mau sekolah di sana.

Kenapa Ibu selalu berusaha mengendalikanku?

Ini kehidupanku.

Kehidupanmu?

Kehidupanmu milik Ibu sampai usiamu 20 tahun. Jadi, turuti Ibu.

Tidak, aku tidak mau sekolah.

Biar Ayah yang bicara.

Ini aku.

Aku tahu.

Bagaimana cuaca

di sana?

Cuaca di sini selalu bagus.

Kurasa kini kamu tertarik dengan cuaca.

Kurasa begitu.

Ada apa?

Ada yang ingin kamu katakan?

Suk Young.

Ya?

Aku ingin kamu bahagia.

Baiklah.

Kamu juga.

Ini. Nikmatilah. Jangan dibuang.

Zaman sekarang, tidak ada yang membawa bekal.

Tapi tetap akan kubawa karena Ayah sudah membuatkannya.

Tapi ini bau.

Astaga, memalukan.

Ini bekal edisi terbatas. Makanlah.

Makanan ini hampir ludes terjual.

Aku juga mau.

Bekal edisi terbatasmu.

Berhati-hatilah menyetirnya.

Berikan tanda sebelum mengganti jalur.

Jangan lupa lampu seinnya.

Jika tidak bisa parkir, minta tolong kepada seseorang.

Kamu akan baik-baik saja sendirian?

Kamu sama sekali tidak tidur semalaman.

Perlukah aku menukar kelas?

Kamu bisa dipecat.

Kita berdua tidak boleh menganggur. Salah satu harus bekerja.

Hasilkan uang yang banyak, Instruktur An Soon Jin.

Hubungi aku setiap jam.

Aku bukan jam alarm. Kenapa harus meneleponmu setiap jam?

Penganggur itu yang paling sibuk.

Kenapa kamu membuatku selalu terjaga?

Jangan lupa meneleponku tiap jam. Atau setidaknya kirim pesan.

Sudah cukup. Ayo pergi sekarang.

Kalian melakukan ini setiap pagi.

Selalu menghabiskan 30 menit untuk berpamitan.

Baiklah, ayo pergi.

- Sampai nanti. - Baiklah, sampai nanti.

- Sampai nanti, Ayah. - Ya.

Kamu baik-baik saja?

Keadaanku

baik-baik saja.

Kenapa tidak menjawab?

Aku juga ingin

keadaanku baik-baik saja.

"Keberangkatan"

Halo, Semua.

Selamat datang di Maskapai Ivy.

Senang kalian terbang bersama kami hari ini.

Pastikan kalian tersenyum saat mengatakan ini.

Pesawat kita Maskapai Ivy penerbangan 777

dan saat ini sedang menuju Bandara Charles de Gaulle, Paris.

Perkiraan waktu penerbangan 12 jam usai lepas landas.

Serta diperkirakan tiba pukul 11.10 waktu setempat.

Bersama dengan Kapten Son Mu Han, kami, para kru kabin,

akan melakukan yang terbaik dalam melayani Anda.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left