Release info

I Need Romance S01E11-NF-WEBDL
A Commentary by Sh1Ft3R
𝐍𝐞𝐭𝐟𝐥𝐢𝐱 𝐑𝐞𝐥𝐞𝐚𝐬𝐞

Tags

webdl
web
WEBDL
Published on: 2022-08-07
Downloads: 16
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Mau kau berikan kepada siapa?

Wanita yang kucintai.

Selamat.

Untuk apa?

Kita sudah tinggal bersama selama 99 hari.

Ini.

Kau sudah makan?

Sudah.

Dengan siapa?

Aku makan dengan Kan.

Kan memintaku jadi pacarnya.

Tanpa bunga,

tanpa cincin,

bahkan tanpa "aku mencintaimu."

Kau yakin soal dia?

Aku pernah diberi bunga, cincin,

dan pengakuan cinta.

Aku pernah dapat semuanya.

Itu semua tidak membantu mempertahankan hubunganku.

Aku tidak percaya hal seperti itu lagi.

Tidak apa-apa.

Aku akan membelikanmu bunga.

Cincin juga.

Selain itu,

aku mencintaimu.

Aku bisa mengatakannya sepanjang waktu.

Aku mungkin tampak baik-baik saja,

tapi sebenarnya,

aku tidak baik-baik saja.

Aku ingin bertanya padamu

kenapa bukan aku.

Jubjang.

Bagaimana kau bisa menerima cinta seperti itu?

Hei.

Kenapa kau basah kuyup?

Kau berjalan di tengah hujan?

Kenapa dia tak mengantarmu?

Tadi hujan deras dan macet.

Aku tidak ingin dia datang jauh-jauh hanya untuk mengantarku.

Kalian berkencan.

Dia seharusnya mengantarmu pulang.

Ayolah.

Tak apa-apa. Aku tidak keberatan.

Seharusnya kau keberatan.

Apa jalanan macet sekali sampai dia tak bisa mengantarmu?

Jika mengantarku, dia akan terjebak di gang karena macet.

Aku tak ingin ikut campur,

tapi karena sudah kukatakan,

kapan kau mulai menyukainya?

Kita tak bisa perluas tim kita sekarang.

Atur saja sistem untuk mengatur pesanan.

Kau bisa tugaskan Rachanu.

Kau akan menjadikan dia ketua tim?

Ya.

Kau tampak cantik hari ini.

Aku suka saat-saat seperti itu,

saat dia tiba-tiba memujiku.

Aku mengerti sekarang.

Aku tidak menarik, bukan?

Aku terang-terangan memujimu

padahal seharusnya aku lebih halus.

Apa lagi yang kau suka darinya?

Sebenarnya seperti yang kau katakan.

Kita tidak perlu alasan untuk menyukai seseorang.

Biarkan hati kita yang memandu.

Aku tak mengatakannya agar kau menyukai orang lain.

Ini.

Jubjang.

Kau tampak cantik hari ini.

Kau suka itu, bukan?

Ada apa denganmu?

Priew.

Priew.

Priew.

Sudah berapa lama aku tidur?

Hei, kau baik-baik saja?

Kau tertidur?

Ya.

Kurasa tidurku cukup semalam,

tapi entah kenapa aku masih lelah.

Astaga.

Itu pasti karena bayinya.

Aku mulai mual di pagi hari.

Setiap aroma membuatku mual.

Apa yang akan kau lakukan?

Aku akan pertahankan.

Kuakui awalnya aku ragu.

Bayi ini tidak dibuat dengan cinta,

tapi kurasa

ayahnya tampak sangat tulus padaku.

Itulah yang mengubah pikiranku.

Aku ingin punya anak yang sebaik ayahnya.

Dia membelikanku ini.

Jika dia pria yang baik,

kenapa tak bicara dengannya?

Tidak.

Dia tidak ingin menikah.

Kami sudah membicarakannya saat kali pertama bertemu.

Dia tak perlu tahu soal ini.

Tapi kau akan punya…

Aku sudah memikirkannya.

Dukunganmu sudah cukup.

Aku merinding.

Permisi, Bos.

- Mari bekerja. - Ya. Aku tak akan malas.

Mau bekerja di rumahku malam ini?

Bra mana yang kupakai pagi ini?

Baik.

Kenapa kau tidak membawa laptopmu?

Ini kali pertamamu melakukan presentasi besar.

Aku ingin kau mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Ini akan memengaruhi masa depanmu.

Baiklah.

Pertama,

aku ingin kau membicarakan inspirasi untuk Celeb Shop.

Setelah itu,

kau bisa memberi detail lagi

soal visi strategis tim.

Ada apa?

Aku belum makan malam.

Kalau begitu, kau ingin makan?

Jangan bilang

kau pikir ini kencan.

Haruskah kita jadikan kencan?

Aku akan mengajakmu makan di luar

dan kita akan minum.

Jangan marah.

Ayolah, Kan. Hentikan.

- Aku lapar. - Kau lapar?

Berhentilah merajuk dan kita akan beli makanan.

- Tidak. - Aku akan memasak untukmu.

- Tambahkan sesuatu di sini. - Baik.

Aku ingin kau mengatakan ini.

"Kesalahanku

memberiku pelajaran

untuk maju

dengan pengalaman."

Aku ingin kau mengatakan ini.

"Kesalahanku

memberiku pelajaran

untuk maju

dengan pengalaman."

- Ya. - Ya.

- Baik. - Baiklah.

Aku merasa kami sudah lama menjadi senior dan junior.

Jadi, kami perlu waktu untuk menjadi pasangan.

Mari masukkan rencanamu di sini.

Terima kasih banyak sudah membantu presentasiku.

Sama-sama.

Aku sungguh minta maaf

tidak mengajakmu berkencan.

Tidak apa-apa.

Kita bisa berkencan nanti.

Presentasinya beberapa hari lagi.

Kenapa Kan tak melepas tanganku?

Apa dia akan menciumku?

Aku suka momen sebelum ciuman pertama terjadi.

Aku bisa merasakan jantungku berdebar,

bertanya-tanya apa dia akan menciumku.

Lalu tiba-tiba, dia mendekat

dan mendekat.

Kemudian…

Astaga. Itu perasaan terbaik.

Tapi jika dia tak mencium,

akan sangat mengecewakan.

- Benar. - Sangat mengecewakan?

Kenapa pria harus bertindak lebih dahulu?

Wanita juga bisa memulai.

Wanita tidak boleh memulai ciuman pertama.

Benar. Tidak apa-apa untuk ciuman kedua atau ketiga.

Benar.

Maksudku, wanita bisa bertindak

hanya untuk memberi pria sedikit petunjuk,

agar mereka tahu.

Tapi ada keuntungan menjadi wanita berusia 30-an.

Wanita seusia kami tahu beberapa gerakan menggoda.

Contohnya, kami menyebut ini menggoda ciuman.

Condongkan wajah kita ke wajahnya.

Begitu bibir bersentuhan, segera mundur.

Berikan senyuman polos.

Tidak ada pria yang bisa berhenti di sana.

Dia akan mencium kita saat itu.

Kau pasti lelah.

Selamat malam.

Baik.

Selamat malam.

Sampai jumpa.

Kenapa Kan tak menciumku?

Jika dia tak mencium di kencan pertama,

dia mungkin pria sejati.

Jika tak ada ciuman di kencan kedua

- berarti dia pengecut. - Ya.

Jika tak ada ciuman di kencan ketiga,

kita bisa berasumsi dia gay.

Ya.

Hei, kenapa kau menatapku?

Aku tak peduli berapa kali kencan.

Jika waktunya tepat,

aku akan menciumnya.

Sempurna. Itulah maksudku.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left