The first 200 lines.
The Love Lasts Two Minds
Episode 17
Yuan.
Kenapa pulang larut begini?
Kamu sengaja kan?
Aku tidak sengaja
terjatuh.
Waktu pulang agak lamban.
Terjatuh?
Tidak apa-apa kan?
Tidak apa-apa.
Hanya kaki terkilir.
Pulang oles sedikit obat minyak saja sudah bisa.
Kalau begitu kamu lebih hati-hati.
Tuan Putri, kamu cuci dulu dulu.
Yuan.
Kalau kamu sangat sakit,
tinggal dalam kantor pengadilan saja.
Tidak perlu temani aku investigasi ke Kediaman Pangeran He.
Aku tidak apa-apa.
Aku pulang istirahat sebentar saja sudah bisa.
Tuan Putri, Yuan Qingli memang sedikit aneh.
Melakukan begitu banyak hal,
tidak mengeluh sepatah kata pun.
Sama sekali tidak bisa mencari kesalahannya.
Kita harus bagaimana?
Kelihatannya,
dia memang benar hilang ingatan.
Sudahlah, sudahlah.
Aku tidak perhitungan dengannya lagi.
Asalkan dia tidak bertingkah menggoda di hadapanku,
kenapa aku harus terus mengingat dendam lama?
Menyusahkan orang lain,
juga menyusahkan diri sendiri.
Tuan Putri kita memang lapang dada.
Bantu aku awasi Zhao Yan.
Yuan Qingli tidak menaruh hati,
tidak berarti si bodoh itu tidak berminat.
Baik.
Geledah.
Baik.
Lapor Tuan Putri.
Menemukan rumput Shenghun dalam kamar Zuo Yanxi.
Berdasarkan
catatan pembukuan ini.
Terakhir kali rumah medis Shuxin
menggunakan rumput Shenghun untuk ramuan obat
adalah bulan 12 kalender lunar tahun kemarin.
Sekarang ini harusnya masih sisa 185 gram.
Apakah angka ini benar?
Di dalam kotak hanya ada 150 gram,
kurang 35 gram.
Zuo Yanzi.
Tuan Putri.
Zuo Yanxi.
Kabupaten Qinhe ini,
apakah hanya rumah medis Shuxin milikmu
memiliki rumput Shenghun ini?
Rumput Shenghun jarang terlihat.
Memang hanya rumah medis Shuxin yang punya beberapa.
Lalu rumput Shenghun yang kamu simpan berkurang 35 gram.
Bagaimana kamu menjelaskannya?
Aku juga tidak tahu kenapa berkurang 35 gram.
Tidak tahu?
Aku juga mendengar.
Meskipun kamu anak tiri Pangeran He,
tapi selalu menyimpan niat lain.
Semalam sebelum
kasus,
kamu bertengkar dengan Pangeran He.
Semalaman tidak dalam kamar.
Yanxi terhadap ayah tiri,
selamanya hanya ada niat berbakti,
tidak pernah ada pemikiran mencelakai.
Tidak pernah ada pemikiran mencelakai?
Apakah kamu anggap aku ini bodoh?
Kamu ada motif pembunuhan,
juga ada waktu untuk membunuh.
Bahkan di tempat kamu ini ditemukan barang bukti.
Kamu tidak menjelaskan sepatah kata pun.
Masih berharap ingin mengelabui masalah ini
di hadapan aku.
Kelihatannya kalau tidak menggunakan sedikit kekerasan,
kamu tidak akan mengaku.
Pengawal.
Berikan penyiksaan.
Tidak bisa Tuan Putri.
Hal ini harus lakukan rencana jangka panjang.
Beiyan.
Makan lah sedikit.
Tidak ingin makan.
Beiyan.
Kalau tidak makan, tubuhmu bisa sakit.
Arwah Pangeran He di langit
juga tidak akan tenang.
Arwah ayah di langit.
Sebelumnya aku tidak pernah berpikir
suatu hari aku juga bisa mendengar kata ini.
Kesehatan dia selalu baik.
Aku sudah terbiasa dengan cerewetnya dan pengawasannya.
Tidak terpikir suatu hari
dia mendadak pergi dariku.
Yang Yuan katakan betul.
Aku durhaka.
Semua salah aku.
Dua hari itu kebetulan aku menyukai seorang wanita.
Aku pun tinggal dua hari di sana.
Tidak disangka kamu mendapat masalah.
Kalau aku tinggal di vila,
mungkin saja tidak akan terjadi hal ini.
Bukan salah kamu.
Aku sendiri juga sama.
Seharian berkeliaran di tempat hiburan,
selalu tidak di rumah.
Beiyan.
Beiyan, gawat.
Ada apa?
Tuan Putri dan Zhao Yan, Tuan Zhao
sedang selidiki kasus di rumah medis Shuxin.
Menemukan rumput Shenghun dalam rumah medis
tidak cocok dengan pencatatan.
Tuan Putri yakin itu adalah perbuatan Zuo Yanxi.
Kemungkinan akan berikan siksaan pada Zuo Yanxi.
Keterlaluan.
Sungguh menganggap Kediaman Pangeran He tidak ada orang lagi?
Pangeran tua He.
Jangan salahkan aku tidak setia kawan.
Siapapun tidak ingin seperti ini.
Aku bakar lebih banyak uang kertas sembahyang untukmu.
Ini.
Kenapa aku tidak boleh berikan dia siksaan?
Zuo Yanxi adalah anak angkat Pangeran He.
Tidak bisa dibanding dengan orang lain.
Tidak bagus menggunakan siksaan.
Aku justru ingin melayaninya dengan siksaan.
Lihat dia bisa angkuh sampai kapan.
Tempat ini bukanlah kantor pengadilan,
tapi Kediaman Pangeran He.
Kalau Tuan Zuo bukan pelaku sesungguhnya,
Tuan Putri melakukan siksaan di sini
bukankah lebih membuat arwah Pangeran He tidak tenang?
Kamu siapa?
Hamba adalah Kepala Keamanan Kabupaten Qinhe, Jing Zhiwan.
Kamu juga warga Qinhe?
Jangan-jangan ada hubungan pribadi dengan Zuo Yanxi,
bermaksud melindungi dia?
Sepertinya bagaimana pun hamba menjelaskan,
bagi Tuan Putri
hanyalah pernyataan sepihak.
Kalau aku menanggung semua tuduhan ini,
Tuan Putri benar mengira
sudah bisa melapor pada Kaisar?
Kalau aku bisa temukan pelaku sesungguhnya,
kenapa tidak bisa melapor?
Pengawal.
Berikan siksaan.
Sebentar.
Siapa yang berani melakukan siksaan pada Zuo Yanxi?
Orang Kediaman Pangeran He aku,
bukan siapa saja bisa menyentuhnya.
Mu Beiyan.
Kamu...
Kamu berani menghadang aku selidiki kasus,
kamu tidak ingin hidup lagi?
Mau hidup atau tidak itu urusan aku.
Hari ini siapa yang berani menyentuh Zuo Yanxi.
Kecuali ada yang seperti perbuatan terhadap ayahku,
penggal aku dulu.
Kalau tidak
orang Kediaman Pangeran He,
tidak peduli siapa pun,
jangan harap menyentuh sedikitpun.
Kamu.
Ayo.
Beiyan.
Ayo.
Siapa yang tidak terima,
silakan mengadu aku di depan Kaisar.
Aku tidak percaya.
Aku membela saudaraku sendiri,
Kaisar akan memberiku hukuman.
Beiyan.
Terima kasih.
Terima kasih apa?
Aku tahu,
Kamu tidak akan mencelakai ayah.
Sebelumnya,
semua orang mengatakan aku yang bunuh Xiao Yu.
Bukankah kamu juga tidak percaya?
Kamu tidak tanya semalam aku ke mana?
Untuk apa tanya begitu banyak?
Kamu setiap hari sangat sibuk,
pasti ada urusan pribadimu sendiri.
Tapi pasti tidak ada kaitan dengan kematian ayah.
Kalau tidak bisa pertanggung jawabkan jejak keberadaan
berarti pelaku.
Hari itu aku mabuk semalaman.
Kalau ada yang tanyakan aku ke mana,
aku juga tidak bisa menjawab.
Bukankah lebih mungkin berikan aku
No comments yet. Be the first to leave one.