The first 200 lines.
Ibu, Ibu masih marah padaku karena Joon Young?
Kau itu ketemu sama dia susah cari waktunya. Memangnya dia presiden atau apa?
Awas kalau dia tidak tampan./ Jangan ngawur.
Jadi kapan kau kemari?
Kata Oppa, kami harus cepat kesana mengunjungi kalian.
Benarkah?
Baiklah, datang, ya, kalian.
Ya.
Dimananya Lisbon kautinggal?
Dekat Figueira Square.
Kau?
Aku tinggal dekat Katedral Lisbon.
Kau serius tinggal dekat Figueira Square?
Dia pelanggan?
Ya.
Dia tunanganku.
Halo./ Halo.
Dia tunanganku./ Halo.
Kalian berdua mirip.
Benarkah?
Apa kita benar-benar mirip?
Begitukah?
Kalian berdua serasi.
Selamat.
Terima kasih.
Kau harus datang ke pernikahan kami.
Tapi kami belum tetapkan tanggalnya.
Aku sangat senang hari ini.
Kami sudah lama menjalin hubungan...,
...tapi cuma Sang Hyun Oppa teman dia satu-satunya yang kukenal.
Sang Hyun?
Kau kenal Sang Hyun Oppa?
Ya.
Bagaimana kabar dia sekarang?
Dia sudah jadi ayah sekarang. Dia sangat sayang sama anaknya.
Kata orang, pernikahan bisa mengubah orang.
Sepertinya dia juga berubah.
Kalau pacar Unni?
Dia masih sama seperti saat pertama kali bertemu dengannya?
Kami bisa mengantarmu.
Aku bisa pulang sendiri.
Tapi kaubawa barang.
Senang bertemu denganmu hari ini.
Aku juga.
Aku pergi, ya.
Ayo./ Ya.
Sepertinya aku ada salah.
Tidak, kok. Kau 'kan tidak tahu.
Tetap saja, coba tadi aku tak tanya soal pacarnya...,
...pasti dia takkan cerita kalau dia sudah bercerai.
Tapi dia sangat keren.
Dia menceritakannya dengan percaya diri.
Dia bahkan bertukar nomor denganku.
Kalau aku, aku pasti takkan bisa cerita seperti itu.
Sepertinya Young Jae Unni pasti bisa sangat terkenal. Ya, 'kan?
Sepertinya.
Sungguh tipe ideal sekali.
Dia orang yang keren.
Se Eun.
Ya?
Bagaimana kalau kita tinggal di Lisbon setelah kita menikah?
Kenapa?
Karena...
...dulu kita senang disana.
Aku terserah saja, asal aku bersama kau.
Baiklah, aku tak peduli.
Yang penting, aku selalu sama kau.
Kau pasti lelah. Cepatlah masuk.
Kau juga. Hati-hati di jalan.
Selamat malam./ Ya.
Bukankah buatanku bagus?
Pelan-pelan. Nanti pangsitnya hancur.
Perhatikan,/ Bisa kita bicara sebentar?
Apa Ayah sudah dekat dengan menantu perempuannya?
Se Eun-lah yang sudah berusaha.
Dia pun datang kesini padahal si Joon Young tidak ada di sini.
Ibu saja merasa tak enak, dia kesini terus.
Ibu Mertua, aku mendukung Ibu.
Selesaikan apa yang kau buat.
Pangsitku jelek.
Tapi untungnya, Da In sangat cantik.
Duduklah./ Ya.
Baiklah.
Aku kehilangan harapan setelah melihat istriku buat pangsit...
...sebelum kami menikah.
Tapi kau belum pernah lihat foto Joon Young pas masih bayi, 'kan?
Ya, ini pertama kalinya./ Lihatlah.
Manis sekali./ Lihatlah yang ini juga.
Ini.
Dia dulu terang-terangan mengira...
...dia akan menjadi orang hebat nantinya.
Jadi dia menyusun setiap penghargaan yang dia terima.
Dia sangat teliti...,`
...jadi banyak yang bisa dilihat, dan juga cukup menyenangkan.
Nah.
Lihat-lihatlah./ Ya.
[Dia bertanggung jawab dan taat aturan, namun dia kurang berinteraksi sosial.]
[Dia baik dan santun, namun kurang dalam kerja sama tim.]
[Etika: Sangat Baik, Bahasa Korea: Sangat Baik]
[Matematika: Sangat Baik, Studi Sosial: Sangat Baik]
Kau ada janji penting hari ini?
Tidak ada.
Ambilkan ini, Ayah.
Penampilanku kok agak jelek.
Apa aku harus pakai bantalan bra, ya?
Bantalan bra, apaan.
Kaulah yang selalu bilang badan seksi...
...hanyalah manekin standar akibat dari kapitalisme.
Bisnis usahaku itu lebih terdepan dari kapitalisme.
Hei, padahal kau mau berangkat kerja, kenapa dandan segala?
Terus aku harus dandan habis kerja?
Kita sudah sampai, Ri Won.
Baik-baik, ya, di TK, Da In. Sampai nanti.
Dah..
Selamat bekerja, Ri Won.
Ri Won!
Ri Won, berkasmu ketinggalan. Ini.
Thank you./ Sunbaenim. Halo.
Hai.
Pergilah, habis itu jemput dia di TK tepat waktu.
Sampai jumpa.
Kau sudah makan?
Selamat bekerja, Ri Won.
Lancar kerjaannya.
Dia berbalik...
...dan merayu Ri Won.
Sialan.
Kau paham perasaan yang mencurigakan seperti itu?
Kenapa dia memilih pria itu?
Hei, kau dengar aku?
Ini bukan masalah temanmu.
Ini tentang keluargamu juga.
Memangnya Ri Won itu kau?
Tentu saja, dia tidak sepertiku.
Tapi bagaimana kalau bajingan itu seperti aku yang dulu?
Aku tahu tidak ada apa-apa di antara mereka...,
...tapi bukan berarti...
...tidak akan ada yang terjadi di antara mereka nantinya.
Hubungan mereka lima tahun lalu bisa saja bermula lagi.
Mungkin, mereka memendam perasaan mereka di hati mereka.
Maka aku tidak akan bisa mengakhirinya karena aku pun belum memulainya.
Kami saja tak menikah...,
...jadi mana mungkin kami bisa bercerai.
Bukankah kau harusnya jemput Da In?
Aku mau buka restoran sekarang.
Dasar chef jahat.
Kenapa dia tidak bersihkan dulu sebelum pergi?
Ini bukan alkohol.
Aku menjauhkan diri dari minum-minum hari ini. Ini jus buah delima.
Tapi dari penampilanmu, sepertinya kau harus bekerja.
Kau mau kerja di salonku?
Tidak.
Aku ingin santai-santai saja.
Ya.
Santailah sesukamu. Kumohon, bersantailah.
Kau boleh begitu.
Unni.
Aku bertemu Joon Young.
Ada apa?
Ya.
Dia akan menikah.
Aku merasa bersalah pada orang tuaku...,
...tapi aku juga merasa bersalah pada dia.
Yang lain pada bilang dia selingkuh sama cowok lain...
...tapi andai saja aku lulus ujian akpol setahun sebelumnya...
Ya.
Kau dan dia pasti sudah melalui banyak hal berat.
Pernikahan memang kenyataan.
Maaf. Aku mau cari udara segar dulu.
Baiklah.
Aku kasihan padanya...,
...tapi si wanita pasti bisa stres panjang...
...kalau dia menikahi pria naif yang tidak bisa melupakan cinta pertamanya.
Lebih baik menikahi playboy yang cinta pertamanya tidak bisa diketahui.
Cinta pertama sialan.
Sebaiknya itu tidak perlu dipikirkan.
Akan kusajikan pencuci mulutnya.
Selamat menikmati.
Terima kasih.
Oppa.
Kapan kau datang?
Aku mampir ke restoranmu, tapi kau tidak ada.
Kau pasti lelah, kau pulang saja.
Aku ingin bersamamu dan mengantarmu pulang nanti.
Biar kau bisa istirahat nanti di mobil.
Terima kasih.
Kau tidak kedinginan?
Tentu.
Aku juga harus minum.
Nikmatnya.
Halo./ Ya. Silahkan duduk.
Hasil pemeriksaanmu sudah keluar.
Ya.
Kau sendirian kemari?
Kau tak apa mendengar hasilnya secara langsung?
Ya.
Tapi memangnya hasilnya ada yang serius?
Pertama, lihatlah ini dulu.
Benjolan yang ada disini...
Kau baik-baik saja?
No comments yet. Be the first to leave one.