The first 200 lines.
SERIAL DOKUMENTER NETFLIX ORIGINAL
Aku bertemu Jonathan di sini.
Pertama kali dia datang saat kami datang ke Venesia.
Dia mengungkap tentang truk Kogi
di bulan kedua atau ketiga kami.
Dia tahu tentangmu secepat itu?
Dia tahu tentang kami secepat itu, tapi awalnya tak bisa menemui kami
karena kami terjual habis.
Dia pergi ke pemberhentian kami di Rosemead dan lainnya,
dan dia di ujung antrean,
lalu saat sampai depan, kami menutup jendela.
Dulu aku tak tahu.
Interaksi pertama kami, dia datang ke Venesia, saat itu tengah malam.
Dia datang ke jendela truk taco untuk ambil pesanannya.
Kami pun tos tinju. Aku bahkan tak menyebut namanya.
Itu momen "aku tahu siapa kau dan sebaliknya."
Lalu kami tos tinju. Sejak itu kami berteman.
Apa ulasan Jonathan Gold untuk Kogi?
Ulasan pertamanya untuk Kogi luar biasa.
Judulnya "The Justice League: Kogi Rolls into L.A."
"Saat makan taco Kogi, tak ada apa pun di kota ini yang seperti itu
yang membuatmu merasa mengikuti ritme Los Angeles,
seperti menggigit taco Kogi."
Dan itu sangat keren sekali.
Dia benar-benar memahaminya pada tingkat berbeda
selain sekadar makanan.
Dia tahu kami menceritakan kisah dan mewakili kota
dengan cara yang juga dia lakukan. Dia membantu banyak usaha kecil.
Ada usaha kecil, yang seluruh hidupnya berubah.
Seperti Jitlada, kau akan bertemu Jazz.
Itu hanya usaha keluarga kecil-kecilan
yang hanya bertahan.
Jonathan Gold menulis ulasan, tiba-tiba hidup mereka berubah.
Ya. Aku ingat satu hal pertama yang kau katakan padaku
saat kita mulai kerja sama di Chef adalah aku harus bicara dengan Jonathan Gold.
Karena ada kritikus di film.
Kukira dia seperti kritikus makanan,
seperti yang selalu kubayangkan. Seperti Ratatouille.
Ratatouille. "Ikuti keinginanku, atau kau mati, dipenggal."
Ternyata tidak, lalu… Ini sangat lucu, karena dia bilang padaku
dia suka mencari restoran kecil yang tak diketahui siapa pun,
jika makan di sana dan tak suka, dia tak menulis apa-apa.
Dia tak mau menyakiti restoran yang berjuang.
Dia lebih peduli menarik perhatian ke
hal indah yang terjadi dalam skala kecil.
Dia tahu akibat dari sorotannya.
- Kapan pertama bertemu Jonathan? - Aku cari tahu itu.
Masalahnya hubunganku dengan Jonathan itu menarik sekali.
Seakan aku sudah lama kenal Jonathan.
Aku mengenalnya setidaknya sejak pertengahan 1990-an.
Dia sering ada di acaramu.
Dia mulai di acara mingguan tahun 1998.
Jadi, bayangkan kau punya teman dan janji bertemu tiap minggu
untuk membahas subjek tertentu.
Ternyata itu anugerah.
Jadi, Jonathan Gold menghubungkan semuanya.
Ya, sayangnya Jonathan Gold meninggal
beberapa minggu lalu.
Dia sosok penting bagi kehidupan kami bertiga.
Kau tahu, pada tahap berbeda, tapi sama berdampak.
Aku bertemu Jonathan sepuluh tahun lalu
dan bertemu di truk Kogi Venesia tengah malam.
Lalu untukmu,
dia mengulas kalian sebelum kami, tahun 2007, Jitlada, 'kan?
Ya, tahun 2007 aku buka restoran bersama adikku, Chef Tui.
Tiga tahun pertama, tak ada yang tahu siapa kami.
Tiap hari sepi itu di restoran
orang mencicipi makanannya dan berkata, "Masakanmu enak sekali.
Kelak Jonathan Gold akan mencoba masakanmu."
Aku berkata, "Siapa itu Jonathan Gold?"
Aku tak pernah baca majalah. Aku tak tahu apa pun soal kritik makanan.
Tapi kata mereka Jonathan Gold datang, orang akan datang.
Lalu suatu hari Jonathan Gold masuk,
coba makanan kami. Aku jadi menangis di depan orang.
Usahamu berubah...
Dia menulis artikel dan bilang
itu restoran Thailand paling menarik di LA.
Jonathan Gold selalu menulis...
Aku sangat merindukannya.
Kau pernah buat pai?
Anggap saja "tidak".
- Dia buat roti sourdough. - Oh, ya?
- Ya. - Tapi itu beda.
- Aku membuat pai pikan. - Sungguh?
Pai pikan buatanku enak. Tapi aku takkan menantangmu seperti…
- Biar kuberi tahu... - Kering, kering, basah?
- Kering dan basah. - Lakukan saja.
GALETTE PERSIK
Jadi, yang di sini ini... Aku sudah punya tepung di dalamnya.
Sedikit gula.
Dan sedikit garam.
Campur hingga rata.
Sekarang mentega.
Potong kira-kira satu sendok makan.
Begitu idenya?
Ini dibuat jadi bulat atau dibiarkan seperti itu?
Tidak, aku suka di antaranya seperti tepung jagung dan badam.
- Baiklah. - Aku suka campuran.
- Jadi, ukurannya beda. - Ya.
- Sangat kasar. - Ya.
Jadi, yang ingin kau lakukan adalah meratakan mentega.
Kadang saat menteganya beku, aku melakukan ini.
Baik.
Jadi, setelah rata, gosok menteganya di tepung.
- Waktunya singkat. Mentega jangan panas. - Jangan sampai terlalu hangat.
Tapi kita punya penemuan hebat.
- Namanya kulkas. - Bagus.
Aku juga punya.
Jika terlalu lembek,
taruh semua di mangkuk dan biarkan mengeras lagi.
- Apa Jonathan membuat pai? - Ya.
- Memang benar, bukan? - Itu sebabnya aku ingin melakukan ini.
Ibunya berasal dari Selatan.
Dia pembuat pai hebat
Dia menggunakan resep Joy of Cooking.
Katanya dia terbiasa membuatnya. Bahkan menjelang ajalnya
dia melakukan gerakan ini dengan tangannya.
- Walau tanpa pai? - Ya.
Dia terkenal menggoda Laurie, istrinya,
- dengan pai. - Sungguh?
Ya. Boleh minta air di kulkas?
Tentu.
Dua pertiga.
- Dingin agar tidak... - Dingin agar mentega tak tercampur.
Kenapa basah sekali?
Sudah sifatku berbuat salah.
Dapur ini sial sekali jika buat kue.
- Sungguh? - Kami harus buat beignet tiga kali
dengan dua bahan.
Jadi, ini yang harus dilakukan. Lakukan ini dengan lembut.
Tanpa jadi hangat.
Dorong ke depan sedikit.
Bagus.
Baik. Sekarang kumpulkan.
Jadi, kau membuat...
Ini adonan kasar.
Pastri adonan kasar.
- Tapi tak digiling? - Tidak.
Baiklah.
Berapa yang kau mau?
Sampai terasa menyatu.
- Kau mau berapa persik? - Jangan! Jangan lagi! Jangan!
Baiklah. Tak apa.
- Ini sempurna. - Ya, 'kan?
Mau berapa persik?
Gunakan semuanya.
Rebus persiknya, lalu guncang.
- Lalu dikupas? - Tarik kulitnya.
- Seperti tomat? - Ya.
- Lalu taruh es di mangkuk. - Baik.
Ini dia.
Seperti caraku buat tomat concassé atau harus dimasak sedikit?
Seperti tomat.
Potong jadi dua.
Lihat lapisannya.
Seperti roti lapis kalkun.
- Kurasa lebih mirip biskuit. - Baik.
- Sekarang diamkan. - Baik.
Jadi, kita bisa tutup atau masukkan... Kita gunakan ini saja.
- Ini kubuat kemarin. - Ditukar?
- Untuk jika gagal? - Harus didiamkan.
- Tak ada waktu untuk itu. - Jangan sampai...
Kita harus masak banyak makanan Thailand.
- Kembali ke kulkas. - Baik.
- Jadi, kau mau menggulungnya? - Ya.
Saat menggulung, jangan mulai dari bawah ke atas.
Mulai dari tengah, dan jangan sampai keluar.
Berhenti sebelum ujung.
Memang sangat sulit untuk tak mengelus adonan
- tapi kau harus coba. - Aku akan berusaha.
Kita buat gallete, bukan pai, 'kan?
Ya, dan itu leluconku dan Jonathan.
Yang mungkin tak dia anggap lucu.
Tapi tetap kutujukan padanya.
Dan itu karena kontes pai kami memang kontes pai, 'kan?
- Benar. Bukan kontes gallete. - Bukan.
Tapi satu tahun ada yang mengirim gallete pai pot ayam.
- Itu... - Ya.
Luar biasa.
Jonathan selalu jadi penentu pemenang. Dia wasitnya.
- Aku mengerti. - Jadi, 30 hakim lainnya
akan saling teriak.
- Jonathan akan turun tangan... - Dia jadi rabinya.
Ya, dia jadi rabinya. Betul.
Jonathan akan turun tangan dan membuat pernyataan.
- Sekarang masukkan ini ke pendingin. - Aku bisa melakukannya. Baiklah.
Kurasa ini cukup untuk dua.
- Kenapa buat satu jika bisa dua? - Ya.
Jadi, gallete ini, semua orang pikir "Ini seharusnya menang."
Jonathan berkata, "Ini bukan pai.
Ini bukan kontes gallete. Ini bukan kue tar...
Apa bedanya gallete dan pai? Tutupnya?
Benar. Sering kali gallete bebas dibentuk,
jadi, bisa dibuat secara kasar.
Sedangkan pai lebih formal. Sering kali dengan penutup di atasnya.
Tapi aku membantahnya.
- Hanya sekali itu aku membantahnya. - Gallete menang?
- Ya dan dia takkan pernah... - Benarkah?
membiarkan aku melupakannya.
Kau tahu soal itu? Orang Asia mengupas ke arah luar.
No comments yet. Be the first to leave one.