The first 200 lines.
Aa yume no naka de aetera yueru ka na
Nee kanashimi dake sora kara maichite
Sono koe ga kimi wo ima de mo kurushimete
Soba de te wo kasanetemo kono omoi wa koenai kedo
Futari me wo awasetara hontou no koto ienakute mo
Kimi no kotoba dare yori mo sekai wo terashiteru
Tonari de kimi wa sayonara aishiteru tte sou iu no
Sunai ninarenai
Watashi dake konna fuandaten no
Egaou ni narenai
Aimade wa koi shiteru tte sou iu no
Aa yume wa loose end
~Kekkai-Subs~ Mempersembahkan
Ah, apa di mimpiku, aku bisa mengatakannya?
Sinar kesedihan turun sendiri dari langit
Suara itu menyakitkanmu untuk hari ini
Perasaanku tak'kan pernah pudar saat meletakkan tanganku padamu
Ketika mata kita saling bertemu, aku masih belum bisa mengatakannya
Dibanding orang lain, kata-katamu bersinar terang di duniaku
Kamu mengatakan mencintaiku seperti mengatakan selamat tinggal
Aku tidak bisa jujur
Aku menjadi merasa gelisah
Aku tak bisa tersenyum
Ketika kamu baru saja mengatakan kamu mencintaiku
Ah, mimpi hilang dan berakhir
Penerjemah : Marcel Typesetter : Anto Yukimura Kara Effect : Anto Yukimura Encoder + Uplader : Anto Yukimura
I don't need for ever love
I can't believe for ever love
Nee
Tidak, tidak, bukan itu maksudku.
Ah, masih belum bisa melihatnya,
Aku ingin mengenggam tanganmu
Aku tidak selalu butuh cinta
Aku tidak selalu percaya cinta
sejak beberapa jam yang lalu
Aku mempunyai banyak perasaan terpendam yang ingin aku ungkapkan
Tapi kenapa? Kenapa kamu tidak bisa memberiku petunjuk?
Apakah kamu benar-benar jatuh cinta padaku?
Kamu bisa melewatkan obrolan manis ini
Cintaku ini tak'kan pernah hilang
Aku tak peduli dengan 5000 tahun ke depan
Hidupku tidak ada habisnya
Aku akan mati suatu hari nanti
Mengatakan kalau kamu mencintaiku selamanya,
tidak membuatku bahagia
Untuk saat ini fokuslah,
mencintaiku hingga kita mati
Bangun!
Bangun!
Apa? Ada apa?
Kecelakaan?
Banri...
Banri...
Banri! Banri!
Koko...
A-Ayo keluar dulu...
Ya.
Ayo, Banri.
Koko!
Wake Up Call
Chinami, ada apa?
Apa kau terluka?
A-Aku minta maaf.
Aku tidak apa-apa.
Aku hanya sedikit kaget.
Maaf.
Apa yang harus kulakukan?
Kaga-san, aku sungguh tidak apa.
Tapi... tapi...
Oh, iya.
Benar, aku tidak apa-apa.
Kita harus menghubungi polisi.
Halo?
Permisi... um...
Disini ada kecelakaan.
Apa kau yakin tidak ingin di derek?
Ya.
Bumper-nya sedikit tergores
Aw...
Kau ketiduran ketika mengemudi 'kan?
Aku bersyukur itu tidak terlalu serius.
Kau harus membayar biaya kerusakan pembatas jalan.
Juga, kami juga akan memanggil orang tua mu, karena kau masih seorang mahasiswa.
Berapa nomor mereka?
Bisa kami menghubungi mereka sekarang?
Ayah...
Oh...
Perban Oka-chan sudah dibuka?
Ya.
Dia juga datang ke pertemuan Klub Film.
Dia hanya khawatir karena tidak bisa menghubungi Koko.
Aku sudah menelpon dan mengirim pesan padanya, tapi...
Ibuku memberi tahu
Kalau keluarga Koko membatalkan perjalanan mereka ke Barcelona.
Yana-san, apa kau sibuk hari ini?
Halo.
Untuk apa itu?
Aku tidak tahan ketika bertemu seseorang dan mereka menatapku dengan suram.
Apa?!
Aku baru saja lembur.
Jangan membuat wajah seperti itu didepanku.
Ini berlebihan.
Kau menjadi dingin akhir-akhir ini.
Aura kegelapan mu sampai menembus dinding, dan itu membuatku kesal.
Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi selesaikanlah urusanmu.
Itu benaar-benar membuatku kesal.
Maaf.
Tapi, jika semuanya gagal, datanglah ke konser ku sekali lagi.
Aku akan membiarkanmu masuk gratis.
Banri.
Hey.
Maaf. Aku yang meminta kalian berkumpul, tapi aku yang telat.
Banri!
Oka-chan, bibir mu sudah sembuh.
Itu bagus.
Itu memang bukan luka yang parah.
Apa kau ada pekerjaan setelah ini?
Ya, nanti sore.
Maaf kalian jadi harus mengikuti jadwalku.
Tidak apa.
Kami juga tidak ada kerjaan.
Kami juga ingin tahu dimana kau bekerja.
Oh...
Kau sudah menemukan tempat tinggal?
Ya.
Tidak seperti rumah yang aku impikan.
Waktu yang memaksaku memilih dengan cepat.
Dan setelah membicarakannya, aku akan pindah bulan ini.
Aku juga sudah mengirim pesan ke Kaga-san tentang itu.
Dia tidak menjawab?
Tidak.
Begitu ya.
Banri, kau juga tidak bisa menghubungi nya?
Tidak.
Waktu itu orang tua ku pergi ke Tokyo.
dan tanpa sengaja, mereka bertemu dengan ayah Koko.
Sepertinya mereka membicarakan luka-ku.
Ayah Kaga-san juga datang ke tempat ku.
Dia membicarakan tentang asuransi, perbaikan mobil
dan lapran kecelakaan pada ayahku.
Bagaimanapun, dia sangat menyesal.
Kau sering mendengarnya 'kan.
Sesuatu seperti "Aku mengalami kecelakaan kecil waktu itu"
Atau apalah...
Tapi yang orang-orang katakan malah seperti situasi yang mematikan 'kan?
Sesuatu seperti itu terus berada dikepalaku!
Sebenarnya aku sedikit takut.
Satu gerakan yang salah, kita semua bisa mati.
Kaga-san pasti memikirkan banyak masalah.
Aku yakin dia juga merasa bersalah.
Apa yang harus kulakukan.
Itu benar-benar kesalahanku.
Aku tahu Kaga-san juga sama lelah seperti ku.
dan aku menyuruh nya menyetir.
Itu kesalahanku.
Hal itu menjadi buruk karena aku sedikit terluka.
Aku yang paling bersalah.
Aku duduk disampingnya.
Aku harus hati-hati dan terus bicara dengannya agar dia tidak tertidur.
Aku juga merasa bersalah.
Koko harusnya tidak menyetir.
Aku harusnya menghentikannya.
Berhentilah terlihat suram.
Bagaimanapun, aku bertanya pada semua orang
karena aku ingin tahu apa yang harus kita lakukan selanjutnya.
Aku benar-bernar tidak ingin bertengkar dengan Koko.
Aku juga tidak mau itu terjadi.
Tidak ada yang mau itu terjadi!
Tentu saja.
Jadi, pertama dan paling penting kita harus tahu apa yang sedang Koko lakukan.
Ya, tapi karena kita tidak bisa menghubunginya...
Disaat seperti ini, kita harus...
Yana-san, kau tahu dimana Koko tinggal 'kan?
Y-Ya.
Kau benar juga...
Haruskah kita pergi?
Ya!
Bukankah kau ada pekerjaan Oka-chan?
Oh, iya.
Sebenarnya, bukankah banri harusnya pergi sendiri?
Itu mungkin lebih mudah untuk Koko berbicara hanya denganmu.
Jadi ini tempat Koko dan Yana-san tumbuh?
Tada-kun?
Maaf mengganggu.
Masuklah.
Dia sangat mencintaiku.
Dia mengikutiku kemanapun.
Apa kau ada pekerjaan hari ini.
Hanya pagi hari.
Aku harusnya mengambil libur untuk perjalanan kami tapi aku membatalkannya.
Barcelona...
Ya.
Koko juga sepertinya tidak tertarik untuk pergi.
Koko!
Aku pergi.
Apa yang kau inginkan?
Pergilah!
Koko...
Tidak!
Aku minta maaf karena membahayakanmu waktu itu.
No comments yet. Be the first to leave one.