Ironside

Ironside

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Ironside S01E02 SEMUA HDTV
A Commentary by GreenUp

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2013-10-28
Downloads: 36
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

1 SAMUEL 17:1-58

MALAIKAT MAUT MENDATANGIMU...

ANDA ADALAH KORBAN BERIKUTNYA.

Kita dapat kabar dari Kepolisian Manhattan.

Tersangkanya pria, tangan kanan, Kaukasia,

dan pakai arloji hitam.

Dua korban tewas, ketiga sedang kritis.

Dimana kita menjadi topik utama seluruh berita di Amerika.

Dibelakangku berderet Bar di Second Avenue.

Masih tetap ramai untuk Kamis malam

walau ada kecemasan perihal "App The Ripper."

Dinamai karena tabiatnya mengunggah video pembunuhan brutal yang direkam dari ponselnya.

Kepala Detektif terpaksa turun untuk pastikan jalan itu aman.

Ketiga punya pekerjaan berbeda.

Pengacara, dokter, Wall Street.

Kutipan Alkitab di video ini tentang Daud dan Goliat.

Pelakunya merujuk dirinya sebagai Daud, Si Pahlawan.

Motif pelaku ialah menyerang di awal bulan.

Korban ketiga diserang 2 hari lalu.

Berita 6:00 melaporkan korban ketiga bisa selamat.

Jadi, perkataannya "Aku tidak gagal." sudah gagal.

Menurutku ia akan beraksi lagi. Dan dengan cepat.

East Village.

Dua lokasi terakhir di pusat kota.-/ Ya, tapi yang pertama di Second Avenue dan 4th.

Unggahan masuk 20 menit setelah serangan dari server di area ini.

Serangan pertama dari hasrat. Lalu ia mulai berburu.

Sekarang ia marah pada diri sendiri.

Kembali ke hasrat.

Tidak!

Stop!

Permisi, permisi.

Jika ingin lihat, setidaknya jangan halangi aku, oke?

Maaf.-/ Baiklah. Cepat..

Bodoh! Bodoh! Pergilah!

Aku punya hutang? -- Maksudnya?

Kau melihatku seolah begitu. -- Hei, sob.

Kenapa ganggu pacarku?

Oh, hei, aku tak tahu ia punya pacar.

Maaf.-/ Bagus. Bawa kursi rodamu dari sini.

Ayolah, Brian. Kita pergi. -- Kau serius?

Kau bahkan tak bisa lihat wajahku.

Aku yakin sedang memandang otakmu.

Sob.

Kita impas?

Ya, kurasa begitu.

Jika berniat tukar pacar...

...telpon aku.-/ 10-34, mungkin tersangka.

Apa yang terjadi?

Hanya kekerasan biasa.

Ada senjata?-/ Dia punya tinju.

Kelihatannya ia memukul seperti Pacquiao.

Tidak!

Minggir, minggir, minggir!

Jangan halangi! Ayo!

Dia diiris?

Minggir!

Holly! Berdarah.

Dia akan syok. Virgil, Teddy, berpencar.

Cari toko yang pakai kamera pengawas. Cari siapa yang lihat.

Baiklah.

Kau, amankan TKP.

Aku ingin semuanya pergi! Tutup area ini!

Dia potong arteri besar. Tekan sekuat mungkin.

Atau ia mati kehabisan darah.

Hei, kawan, siapa namamu?

Steven.

Pelaku baru saja unggah video. 30 detik lalu.

Aku lihat 2 orang ini kabur dari TKP tepat disamping korban.

Cepat cari.-/ Segera!

Dengar, mencari wanita pirang, usia remaja,

celana panjang biru, hoodie abu-abu.

Pria bersamanya, usia 30-an.

Berjenggot, rambut gelap, terlihat menuju 1st.

Steven, Steven, lihat aku! Lihat aku.

Kita mulai kehabisan waktu.

Kau sekarat.

Katakan seperti apa tampangnya.

Tolong aku.

Yang bisa kulakukan ialah menangkap pelakunya.

Tapi katakan sesuatu... Tinggi, warna rambut, apa saja.

Tidak ketemu.

Ayolah, Steven.

Steven? Ayo, kawan.

Tetaplah bersamaku.

Negatif.

Temukan sesuatu?-/ Apa aku tersenyum?

Hanya 2 orang di New York yang lihat pelakunya.

Kubiarkan kabur.

Aku periksa di kantor. Tak ada yang kenal mereka.

Kusisir seluruh restoran, hasilnya nihil.

Tujuan mereka bukan makan.

Celana panjang, hoodie. Mereka sekedar lewat.

2 pasar Korea dan toko jus. Kamera pengawas tidak merekam mereka.

Apa itu?

Kartu bank. Dia baru dari ATM.

6 bank dalam radius 2 blok.

Biar kuminta rekamanannya.

Kau masih disini?

Aku tahu kau pernah lewati ini, bos. Hanya ingin pastikan kau baik-baik saja.

Ada yang tewas dalam genggamanmu, jika kau merasa baik saja...

...kau sebaiknya berhenti.

Dengarkan.

Satu pengawas di tiap kantor polisi.

Tanpa niatan mengolok halaman FB Freddy Krueger,

Kita harus penjarakan psikopat ini secepatnya. -- Ya, ia bukan pelakunya.

Sudut kamera salah dan aku bisa lihat bercak darah di tubuhnya.

Dan kau terlihat senang. Jadi, apa yang kulewatkan?

3 serangan pertama adalah pemanasan.

Di tiap kasus, arteri femoral diiris secara melintang.

Tapi korban ke-4, diserang dari belakang.

Tim penyidik sudah dapatkan foto ATM.

Mereka terlihat disekitar studio bela diri dan toko peralatan bedah.

Mungkin pelakunya tukang daging atau poissonnier.

Seorang koki yang bertugas siapkan ikan.

Mereka punya keahlian mengiris secara tepat.

Kau tahu jawabanmu tidak masuk akal, 'kan? -- Tepat. Kenapa?

Mengiris arteri femoralis itu biasa saja.

Tapi arteri brachialis? Ayolah. Dia ingin pamer.

Berbaliklah.-/ Kenapa aku?

Karena kau tahu tentang poissonnier. Kemarilah.

Baiklah.

Serangan terakhir, pelaku berada di belakang.

Harusnya ia pilih leher.-/ Cara tercepat membunuh orang.

Kecuali itu tidak gampang.

Kena. Baiklah.

Seluruh korban diatas 6 kaki.

Pelakunya dibawah itu.

Jadi, dia cebol?

Kutipan Daud dan Goliat. Pelaku kita korban ejekan.

Ini soal Goliat yang senang mengejek.

Sekarang, korban pertama.

Di cincin almamaternya tertulis, "Facta, Non Verba."

Kelakuan. Bukan kata-kata.

Kampus Davis, 3 blok dari TKP pertama.

Korban pasti baru keluar dari sana.

Korban kedua. Dimana TKP-nya?

Jl. 5 East 66th.-/ Tepat di depan Klub Lotos.

Dan korban ke-3 diserang di 5th Avenue. Baru kelar belanja di Tiffany.

Pelaku menyerang orang yang suka pamer.

Ya tapi korban ke-4 sedang dililit hutang.

Kuliah dari uang pensiunan.

Dipilih secara acak.

Pelaku mendapat perhatian yang diiinginkan.

Putus asa menjaga namanya dan karena buru-buru,

dia menyerang orang yang terlihat seperti ketiga korban.

Pisaunya-- Pisau yang hasilkan irisan seperti ini unik.

Dan mahal.

Tanya toko pembuat pisau yang cocok dengan profil pelaku.

Bagus. Kelihatannya ada kemajuan.

Karena bos tidak suka dianggap tidak kompeten.

Sekalipun itu benar?

Ibuku selalu bilang aku mampu memilih pemenang.

Oh, kau pilih aku?

Jadi itu ceritanya? Oke.

Tidak ada foto keluarga?

Bahkan kucing atau anjing.

Hanya seragam football.

Itu seragam Rod Gilbert.

Dia pemain hoki.

Foto-foto ada diatas.

Boleh aku lihat?

Mungkin.

Tunjukkan fotomu dulu.

Oke.

Adikku Grace.

Katakan ini bukan tahun lalu. -- Tenanglah. Umurku 30.

Baiklah. 28.-/ Astaga.

Kami ada di konser Britney Spears.

Kau tahu, Baby One More Time.

Toxic.

Oops!... I did it again.

Oke, kurasa kau pria setipe dengan John Coltrane.

Ya.-/ Hei, apa aku membangunkanmu?

Ini jam 3 pagi. Bagaimana menurutmu?

Di tahun 2003, ada kasus orang hilang.

Gadis kecil hilang saat menuju sekolah agama.

Maksudmu yang sopir busnya dihajar Pistol Pete?

Benar, benar, benar. Pirang, mata biru.

Fotonya ada di semua berita.

Dia pakai T-shirt dengan foto Mandy Moore.

Hanya saja kau salah dan masih saja begitu.

Fotonya Christina Aguilera. Dua orang berbeda.

Aguilera.

Benar, benar.

Oke. Terimakasih, Gary.

Hei.

Apa?

Jangan lupakan J.D di kotak perkakas di garasi

Hei, Paman Gary.-/ Jangan sebut namaku.

Alkohol dan ganja?

Aku ingin senang-senang. Paman tahu rasanya.

Umurmu 14. Harusnya sedang bermain baseball.

Setidaknya versi Xbox-nya.

Ayo pergi.

Luar biasa.

Ibumu menangis selama 2 jam. -- Maaf, Ayah.

Hei.

Jangan kasar.

Baiklah.

Baiklah.

Ironside subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Ironside

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left