Bokutachi no Remake (Remake our Life!)

Bokutachi no Remake (Remake our Life!)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Bokutachi no Remake S01E02 Ani One Asia id
A Commentary by furosty
Ani-One Asia Retail

Tags

other
Published on: 2021-07-15
Downloads: 9
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 182 lines.

Tsurayuki, kenapa kau begini?

Maaf.

Aku lapar dan tak ada makanan.

Tapi, jangan makan makananku!

Aku sungguh minta maaf.

Bukankah sudah kugantikan dengan mi ini?

Punyamu ini rasa shoyu, sedangkan punyaku rasa tonkotsu.

Sepenuhnya berbeda.

Hampir sama.

Musim semi ini aku memasuki Universitas Seni.

Tinggal bersama dengan tiga teman kuliahku, dua pria dan dua wanita.

Awalnya kukira kehidupan bersama seperti impianku akan terwujud.

Aku mendengar semuanya.

Tsurayuki, kau salah sudah makan makanan orang tanpa izin.

Ini tindakan yang tak boleh dilakukan dalam kehidupan bersama.

Kalian kenapa? Kenapa diam saja?

Bukan begitu, Nanako. Pakaianmu...

Pakaian?

Tidak boleh lihat!

Aku lupa sedang berganti pakaian.

Tinjunya kuat sekali, kan?

Karena sebuah alasan, aku melakukan perjalanan ke dunia sepuluh tahun lalu dengan ingatanku.

"JANGAN MAKAN MAKANANKU" Ini disebut juga dengan "Time Leap".

Kehidupan kampus kedua kalinya dalam hidupku

dibuat pusing oleh mi instan dan payudara,

dihiasi dengan harapan dan kegelisahan.

Karya resmi akan segera dimulai.

Apa yang akan menunggu kami di depan sana?

Empat aspek ini sangat penting dalam pembuatan video.

Aku ingin kalian masing-masing bertanggung jawab atas satu aspek.

Buatlah tim kecil berisi empat orang.

Waktu video terbatas tiga menit, ini adalah sebuah keharusan.

Lalu ditampilkan agar semua orang dapat melihat hasil karya tim lain.

Apa harus diperlihatkan pada semuanya?

Kita harus melakukannya dengan baik.

Terakhir, tema video kali ini adalah...

Meski katanya tema kali ini adalah "waktu",

tapi terlalu luas hingga tidak tahu harus dimulai dari mana.

Iya.

Waktu video terbatas tiga menit, tidakkah terlalu sulit?

Untung anggota tim kita sudah ditentukan.

Karena tinggal di Rumah Kost Kitayama dan langsung menamai Tim Kitayama,

tidakkah terlalu sembarangan?

Tsurayuki menjadi sutradara, Shinoaki bertugas dalam tekniknya,

Nanako menjadi aktris dan aku produsernya.

Meski aku ingin menulis skenario,

tapi karena tidak minat pada seni pertunjukan, jadi kuserahkan kepada Kyoya.

Tak kusangka bisa bekerja di tempat yang sama.

Iya, karena alamat tempat tinggal kita sama

ekspresi manajer toko menjadi aneh.

Ekspresinya aneh?

Tidak apa-apa. Taruh yang itu di sini, berikan saja padaku.

Baik.

Nanako.

Kenapa kau masuk Universitas Seni? Ada yang ingin kau lakukan?

Tidak ada alasan khusus.

Jika harus memberi alasan, mungkin sudah bosan dengan Danau Biwa.

Danau luas itu?

Iya, jujur saja.

Sebenarnya sampai aku SD, kukira Danau Biwa itu lautan.

Bodoh, Danau Biwa sungguh sangat luas.

Setelah ke sana, kau akan mengira itu laut.

Intinya,

tempat yang tak ada apa-apa, hanya sebuah kota

yang memiliki toko dan kebutuhan hidup mendasar.

Jika tak keluar dari sana, mungkin aku tak akan pernah melihat laut seumur hidupku.

Melewati hari demi hari seperti itu, aku merasa sedikit ketakutan.

Ketika aku kembali tersadar, aku sudah ada di sini.

Meski agak sedikit memalukan, tapi aku kemari untuk mencari jati diri.

Aku bisa memahaminya sedikit.

Harap perhatikan, pintu akan tertutup.

Kau juga kemari untuk mencari jati diri?

Iya.

Kenapa?

Berikan padaku, ini diletakkan di rak atas.

Tunggu, Nanako.

Eh? Tersangkut di dalam?

Maaf, aku akan segera selesai.

Segera selesai?

Tidak apa-apa.

Tahan sebentar lagi.

Meski penampilanku muda, tapi mentalku sudah berusia 28 tahun.

Nanako, itu...

terima kasih.

Bukan apa-apa.

Ayo, cepat kita bereskan.

Berharap waktu membereskan semakin lama? Ini sudah tidak perlu dikatakan.

Cepat selesaikan.

Sinopsis dikumpulkan belakangan?

Iya, masih belum terpikirkan.

Hal kecil dalam hidup mungkin bisa dijadikan sumber inspirasi.

Harus selalu diperhatikan.

Baik.

Apa belakangan ini terjadi hal-hal menarik?

Belakangan ini?

Sepertinya sangat menarik, kan?

Sudah pasti...

Bukan apa-apa.

Saya permisi.

Harus segera ditentukan.

Aku pulang.

Shinoaki, hati-hati masuk angin.

Aku tidak bisa makan lagi.

Sudahlah, kau sudah makan banyak.

Pagi, Kyoya.

Aku bermimpi sangat indah.

Makan banyak kerang di Pulau Itoshima.

Maaf, sudah mengganggu mimpi indahmu.

Oh, iya. Shinoaki, kenapa kau masuk ke Universitas Seni?

Sejak kecil tidak ada hal yang aku kuasai.

Aku berpikir, sangat menyenangkan jika dapat menguasai satu bidang.

Karena itulah aku kemari.

Inikah alasanmu masuk Universitas Seni?

Iya, sejak kecil aku tidak terlalu pintar dalam pelajaran.

Naik bus juga sering melewatkan stasiun.

Aku tidak heran.

Tempat kami itu pinggiran kota, harus menunggu 30 menit jika terlewat.

Bahkan petugas stasiun pun mengingatku.

Kenapa?

Sepertinya aku sudah terpikirkan tema apa yang akan dibuat.

Aku ingin mengambil latar panggung stasiun.

Stasiun? Kenapa?

Semua orang sering ke stasiun, latar panggung juga mudah dipahami.

Jika harus bercerita dalam tiga menit, tempat inilah yang termudah.

Benar sekali.

Sering dikunjungi.

Semua orang sering menghabiskan waktu yang panjang di stasiun.

Jalannya waktu juga mudah digambarkan.

Jadi, kita manfaatkan hal ini

dan gambarkan kehidupan seorang gadis. Bagaimana menurut kalian?

Lalu gabungkan dengan satu hari time elapse. Tidakkah itu menarik?

Bagaimana?

Menarik. Kurasa ide ini bagus.

Aku juga setuju, aku penasaran bagaimana hasilnya setelah jadi film.

Bagaimana menurut Tsurayuki?

Bisa berikan aku 30 detik?

Ada apa?

Entah.

Apa ini?

Sinopsis yang kutulis berdasarkan ucapan Kyoya.

Kurasa kurang lebih begini.

Hebat sekali, sesuai dengan yang kupikirkan.

Tsurayuki sungguh hebat. Bisa menulisnya dalam waktu sesingkat ini.

Kerja yang bagus.

Lagi pula, aku tidak bisa memeri saran.

Aku harus membantu di sisi lain.

Kita putuskan seperti itu saja.

Tidak ada bantahan.

Iya.

Aku menantikan skenarionya...

Kyoya.

Boleh kemari sebentar?

Ada apa, Tsurayuki?

Apa ini?

Salah satu ide yang kutulis di catatan.

Ini?

Ide yang kutulis di catatan, sama persis dengan yang kau katakan.

Aku tidak melihat catatanmu.

Iya, aku tahu.

Catatan ini kuletakkan di koper terkunci, kau tidak akan bisa melihatnya.

Tapi, kau seperti bisa melihat apa yang kupikirkan dalam benakku

dan memberikan ide ini.

Seakan inspirasiku direbut orang.

Aku hanya bisa segera menuliskan skenarionya.

Ini...

Jujur saja, aku sangat terkejut.

Ngomong-ngomong, bagaimana aku terpikirkan ide ini?

Benar, aku pernah melihat kumpulan cerpen.

Cerpen yang bercerita tentang seorang gadis dengan latar tempatnya stasiun.

Aku mendapat inspirasi ini dari sana.

Tidak diragukan lagi, aku membaca karya itu di masa depan.

Apa ide itu kurebut Tsurayuki di masa depan?

Kyoya, apakah ini kebetulan?

Atau mungkin ada alasan khusus?

Kyoya, coba kau katakan.

Aku yang terlalu curiga.

Maaf, apa lagi kalau bukan kebetulan.

Ide semacam ini, bukan tidak mungkin kita punya pemikiran yang sama.

Benar.

Sebenarnya aku sangat bersyukur.

Kenapa?

Dalam menggambarkan aksi karakter dan peristiwa,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left