The first 200 lines.
"Home for Summer"
"Lee Young Eun, Yoon Sun Woo"
"Kim Sa Kwun, Lee Chae Young"
"Kim San Ho, Na Hye Mi"
"Kim Ye Ryung, Kim Hye Ok, Lee Han Wi"
"Kang Seok Woo, Moon Hee Kyeong"
"Song Min Jae"
"Home for Summer"
"Episode 14"
Sayang, kamu serius mengenai itu?
- Jika itu hanya untuk membantah... - Bukan itu alasannya.
Aku sudah memikirkannya sebelum memutuskan.
Kalau begitu, kamu sungguh ingin mengadopsi Yeo Reum?
Ya.
Ayo besarkan Yeo Reum dengan baik.
Kamu serius?
- Yeo Reum. - Bu Wang.
Keadaanmu baik-baik saja?
Yeo Reum, ini ayah angkatmu.
Sapalah dia.
Halo.
Aku Seo Yeo Reum.
Senang bertemu denganmu.
Ayo kita menjadi keluarga bahagia.
Lihat dirimu, Sang Won.
Itu terlihat lezat.
Kakak ingin mencobanya?
- Itu risotto? - Ya.
Hei, kakak tidak begitu suka boga bahari.
Minta Ayah mencicipinya.
Dia pergi bermain golf bersama teman-teman dan istri mereka.
Benar juga.
- Bagaimana Bibi Yong Soon? - Dia pergi ke bioskop dengan Paman.
Para orang tua di keluarga ini lebih sibuk daripada yang muda.
- Baiklah, kalau begitu. - Baguslah.
Ini.
Lebih enak daripada dugaan kakak. Aromanya tidak amis sama sekali.
- Benar? - Ya.
Asal tahu saja, doenjang memang menakjubkan.
Hei, bukalah kelas memasak daripada membuka restoran
agar kakak juga bisa belajar.
Kakak sangat berubah. Kakak ingin belajar memasak?
Kakak akan butuh berapa lama untuk bisa memasak seperti ini?
Adakah kursus intensif selama sebulan?
Kenapa? Kakak ingin memasak untuk seseorang dalam sebulan?
- Itu mustahil? - Ya, kurasa begitu.
Baiklah...
Kalau begitu, lupakan saja.
Kurasa Kakak memang ingin memasak untuk seseorang.
Tidak juga. Kakak hanya penasaran sesaat.
Santai saja!
Yeo Reum, bukankah ini terlihat enak?
Ya, apa Anda yang membuatnya?
Tidak, ini dimasak oleh seseorang,
tapi aku bisa membuat hidangan yang sama persis.
- Kamu mau kubuatkan? - Ya.
Baguslah. Kalau begitu, siang ini
kita akan makan risotto boga bahari dengan doenjang.
Kamu tidak keberatan?
Ya.
Baiklah. Masuklah.
Ini rumahmu sekarang.
Aku akan tinggal di sini bersama Anda?
Ya, dengan dia juga.
Kamu ingin melihat kamarmu?
Ayo.
- Bagaimana menurutmu? Bagus? - Ya.
Sudah kuduga, kamu akan menyukainya.
Aku bekerja sangat keras mendekorasi kamar ini.
Kamu sebaiknya ganti baju dahulu.
Ini dia. Bagaimana menurutmu?
Aku membelikan ini untukmu. Kamu menyukainya?
Ya.
- Di mana Yeo Reum? - Dia sedang mengganti baju.
Seorang diri?
Aku menawarkan bantuan, tapi katanya dia bisa seorang diri.
Itu mengesankan.
- Terima kasih, Sayang. - Kamu tidak perlu mengatakan itu.
Tapi aku masih khawatir
apakah kamu membuat keputusan emosional karena Ibu.
Kamu anggap aku ini apa?
Mustahil aku begitu. Ini keputusan yang penting bagi hidup kita.
Ayo kita besarkan Yeo Reum dengan baik.
Ayo kita lakukan itu.
Ini Ibu. Dia pasti menelepon karena penasaran.
Ya, Ibu.
Hai. Kamu sudah membawa anak itu pulang?
Kami baru saja pulang.
Kamu menjemputnya bersama Jun Ho?
Tentu saja.
Baguslah. Kapan kamu akan memperkenalkan anak itu kepada kami?
Biarkan Yeo Reum beradaptasi dengan kehidupan barunya dahulu.
Baiklah. Karena sudah mengadopsinya, besarkan dia dengan baik.
Ya, Ibu. Aku akan melakukannya.
Mereka sudah membawa anak itu pulang?
Ya.
Pada akhirnya, putrimu menciptakan sumber masalah.
Apa maksudmu "sumber masalah"?
Mereka bisa bohong itu anak sendiri jika dia bayi yang baru lahir.
Tapi anak itu enam tahun. Apakah itu mungkin?
Untuk apa mereka berbohong? Adopsi bukanlah dosa.
Sesuatu tidak disembunyikan hanya karena itu salah.
Orang-orang akan menyudutkan mereka
dengan mengatakan mereka membesarkan anak itu tanpa tahu orang tuanya.
Jangan pikirkan orang lain dan jangan menyudutkan mereka.
Astaga. Ini konyol.
Kamu seharusnya tahu mereka mengadopsinya berkat aku.
Ya ampun.
Ya ampun. Dia manis sekali.
Wanita kejam itu.
Beraninya dia berkata seperti itu?
Ada apa lagi sekarang?
Entahlah. Aku bahkan tidak ingin membicarakannya.
Kenapa kamu pulang cepat sekali?
Kamu kurang sehat?
Mungkin pemanas airnya rusak. Tidak ada air panas.
Kamu sudah memperbaiki pemanasnya?
Seseorang akan datang besok untuk memeriksanya.
Kamu tidak perlu menunggu sampai besok.
- Aku bisa memeriksanya sekarang. - Lupakan saja.
Baiklah.
Omong-omong, apa yang kamu lihat?
Benar juga. Aku sedang melihat foto Yeo Reum.
Makin aku melihatnya, dia makin terlihat menggemaskan.
- Kamu harus melihatnya juga. - Aku sudah melihat fotonya.
Jangan begitu. Lihatlah lagi.
Aku terus melihatnya dan kupikir dia mirip Geum Hui.
- Lihatlah - Kubilang aku sudah melihatnya.
Selain itu, apa gunanya? Semua orang tahu dia diadopsi.
Kenapa kamu marah-marah lagi?
Dia seharusnya mengadopsi bayi yang baru lahir. Entah kenapa
dia mengadopsi anak yang lebih tua. Astaga.
Kamu mulai lagi. Itu biasa di luar negeri.
Apakah kita tinggal di luar negeri?
Mungkinkah ini sudah kedaluwarsa?
Sayang.
Aku harus berbelanja bahan pangan. Bisakah kamu menjaga Yeo Reum?
- Menjaga Yeo Reum? - Ya.
Kurasa boga bahari di kulkas kedaluwarsa. Aku harus membelinya.
Kalau begitu, aku akan pergi bersamamu.
Kamu mau?
Ayo.
Maaf.
Astaga. Dokter Han.
Dokter Yoon, sedang apa kamu di sini?
- Kamu tinggal di sekitar sini? - Ya.
Aku pindah bulan lalu ke Apartemen Hana, Kompleks Tiga.
- Kamu juga tinggal di sekitar sini? - Ya, kami tinggal di Kompleks Dua.
Itu bagus.
Aku masih beradaptasi dengan lingkungan ini.
- Boleh kuminta nasihat? - Tentu saja.
Sayang, perkenalkan. Dari klinikku, ini Dokter Yoon Seon Gyeong.
Ini istriku.
- Halo. - Halo.
Ini putra kalian?
Dia sangat menggemaskan.
- Yeo Reum, beri salam. - Halo.
Hai, aku dokter. Aku bekerja di klinik yang sama dengan ayahmu.
- Jadi, namamu Yeo Reum? - Ya.
Aku Seo Yeo Reum.
Sepertinya kamu hanya makan makanan instan.
Sayang, bisakah kamu membuatkan makanan untuknya?
- Apa? - Tidak. Itu tidak perlu.
Istriku pandai memasak. Cobalah masakannya.
Tapi dia pasti sibuk mengasuh Yeo Reum.
Jika kamu tidak keberatan, akan kubuatkan makanan untukmu.
Tentu saja itu bagus.
- Tapi kamu yakin? - Tentu saja.
Dia suka berbagi dengan orang lain, jadi, jangan merasa terbebani.
Kalau begitu, aku akan menikmatinya. Terima kasih.
- Jawab teleponmu. Kami permisi. - Baiklah.
Halo? Ini aku, Sang Won.
Rumahmu?
Kenapa?
Baiklah.
Masuklah.
Yeo Reum, kemarilah.
Mulai sekarang, saat seseorang menanyakan namamu,
katakan Han Yeo Reum, bukan Seo Yeo Reum.
- Kamu mengerti? - Kenapa?
Karena kini aku ayahmu.
- Itu sulit dimengerti? - Ya.
Aku akan menjelaskan apa maksudnya...
Sayang, ayo kita lakukan pelan-pelan.
Kita tidak perlu terburu-buru.
- Yeo Reum, ayo cuci tanganmu. - Ya.
Kamu tahu kamu harus mencuci tangan saat masuk ke rumah, bukan?
- Ya. - Ayo.
Mana yang lebih enak?
Aku lebih menyukai yang ini.
- Benarkah? - Ya.
Yang satu lagi aroma doenjang-nya terlalu kuat.
Sesuai dugaanku, sebaiknya tetap pada resep awalku.
Tunggulah di ruang tamu. Aku akan membuatkanmu kopi.
Baiklah.
Seon Gyeong, kapan kamu datang?
Baru saja. Sang Won memintaku mencicipi masakannya.
Begitu rupanya.
- Kakak juga mau kopi? - Tidak. Kakak akan minum air putih.
- Ini untukmu. - Terima kasih.
No comments yet. Be the first to leave one.