The first 200 lines.
Ya, pak. saya susun ulang lembar kontraknya termasuk kesepakatan baru..
-Lalu dimana lembarannya? -Saya fax revisinya sekarang.
Apa kau telah merubah semua yang aku minta?
Ya. termasuk kenaikan 4 persen dan tambahan 2 juta..
Tidak, tidak. Jika peningkatannya 4 persen maka kau harus tambahkan setidaknya 3 juta dolar.
Bukan itu yang saya maksud.
-Siapa yang bilang begitu? -Pengacara mereka.
Mereka semua bodoh! Aku tidak mengerti kesalahan total pada komunikasi ini.
Tidak apa-apa. saya hanya tidak mengetahuinya, pak.
Dengar, ini yang aku ingin kau kerjakan.
-Pak, bisa permisi sebentar?? -Okay.
-Terima kasih. Hi, Jody. -Tuan Harper ingin bertemu denganmu di ruanganya.
-Bagus. Tentu saja. -Masih ingin aku fax berkasnya?
Tidak perlu. Aku bahkan belum mengerjakannya. Seharusnya kau pulang saja.
-Kau yakin?? -Ini sudah larut malam.
Aku tak ingin orang tuamu khawatir. pulanglah.
-Okay. selamat natal, Angela. -Selamat natal, Jody.
Hi, Lorraine. baiklah aku akan datang kesana.
Aku akan menghubungimu kembali. Okay?
Sebentar lagi, aku janji. Okay.
Masih pada kesepakatan Morgan?
Ada yang bisa aku bantu, Jim?
Aku...
Aku tidak tahu bagaimana...
Angela, aku merasa tidak enak dengan kejadian kemarin.
Tidak apa-apa. Tak perlu khawatirkan hal itu, okay?
Tidak, ini tidak benar. Aku bertindak seperti bajingan.
Aku terlalu banyak minum... Kau tahu bagaimana pesta Natal itu..
Kami punya anak tahun kemarin...
Ini tahun yang sulit.
Aku yakin begitu
Aku hanya ingin memberitahumu aku benar-benar menyesal. Okay?
Permintaan maaf diterima.
Terima kasih. Selamat Natal, Angela.
Selamat Natal juga, Jim.
Kau menghubungiku dari kantor? Ku kira kau akan pulang dulu.
-Aku membawa barang bawaan. Jangan khawatir. Lekas ke sini, Angie
Astaga, aku melewatkan makan malam ini.
Apa kau bawa kostum Santa Claus? Aku harap kau tidak lupa.
Sudah ada dimobil.
Aku rasa Ayah lebih gembira dari anak-anak
Aku tak sabar untuk keluar dari sini dan berkumpul dengan kalian.
Jimmy, taruh kembali. Kita akan makan malam segera.
-Kau ingin Santa datang malam ini atau tidak? -Ibu, aku ingin Santa datang..
Kalau begitu bantu aku menata meja.
-Tolong jangan terlambat. -Tidak akan. Aku janji.
-Okay, sampai jumpa. -sampai jumpa.
Okay.
-Oh, Tuhan! -Astaga!
-Maaf, Angela... -Tidak apa-apa.
Aku baru mengunci lantai. Aku tidak tahu masih ada yang
lembur di malam Natal.
-Aku juga. -Maaf
Aku akan kembali nanti, oke?
Sebenarnya, jika kau tidak keberatan, aku akan mengunci kantorku.
-dan naik lift bersamamu. -Tentu saja.
Sebentar.
Apa kau bekerja sepanjang malam?
Ya, tapi mereka menutup gedungnya selama tiga hari ke depan.
-Selain itu, aku libur di Malam Tahun Baru -Itu bagus.
Aku harap bisa sampai rumah tepat waktu bersama anak-anak untuk buka hadiah.
-Bagaimana kabar mereka? -Baik
-Orang tuamu tidak tahan padaku. -Kau salah. Mereka menyayangimu.
-Jadi, kau mau kemana malam ini? -Ke rumah kakak ku di Jersey.
Aku pikir kau lebih seperti gadis elite di Upper East Side.
Gadis elite di wilayah Maine, sebenarnya. Aku dibesarkan di sebuah peternakan.
Sekarang, aku sulit mempercayainya
Hei, jangan biarkan pakaian mewah menipumu. Aku tetap sadar.
Itu yang kau bilang? Tetap sadar?
-Selamat malam, Karl. -Selamat Natal, Angela.
Selamat Natal juga. Sampai jumpa.
Aku janji, aku akan pergi sekarang
Aku tahu. Maaf, tapi aku di lift.
25 menit.
Aku tak bisa mendengar mu. Apa? Lorraine, kau terputus.
Hello?
Kau pasti bercanda.
Ayolah.
Oh, Astaga. Apa yang harus aku lakukan?
Aku keluar dari mobil itulah yang aku lakukan.
Oh, sial.
Hello?
Tuhan!
Rocky, apa yang kau lakukan? duduk.
Diam..
-Maaf. -Tidak apa-apa.
Dengar, kau bisa buka pintu menuju ruang lift?
Mobilku tidak menyala, dan aku harus ke lantai atas dan memanggil taksi.
Ya, bisa. Aku harus ambil kunciku.
Maaf. Dimana kunci itu? Aku baru saja berkeliling, jadi...
-Okay, bagus -Apa yang terjadi dengan mobilmu?
-Entahlah, aku tidak tahu. -Kau mungkin biarkan lampunya menyala
Aku rasa tidak. Aku biasanya mengerti dengan hal semacam itu.
Orang-orang melakukannya sepanjang waktu. Ini naluriah. Kau berkendara di sini, ini gelap... Bisa saja terjadi.
Ini dia.
-Bagus. -Kau tahu, sebenarnya...
Aku memiliki charger untuk Aki di belakang, jadi jika kau butuh, kau bisa menggunakannya.
Terima kasih, tapi... Aku harus segera memanggil taksi. Aku sudah telat sepertinya.
Tidak, tidak. Mungkin itu akan memakan waktu lebih lama untuk mendapatkan taksi. Ini malam Natal.
Jadi... Aku tidak tahu. Terserah kamu. Apa pun yang kau inginkan.
-Berapa lama? -Hanya beberapa menit.
Sekarang situasi kota sangat indah, Gedung Opera sebagai latar belakang,
mari kita periksa suhu di 3 wilayah.
-Yang mana mobilmu?/ -Ada sebelah sana.
Okay.
Lembur, huh? Aku tahu bagaimana perasaanmu.
Ini mobil yang cukup handal, kan?
Iya seharusnya.
Baiklah. Positif...
Negatif.
-Baiklah, coba. Nyalakan -Okay.
Aneh.
Tunggu. Kau bisa nyalakan lampunya?
Aneh. Coba nyalakan lagi.
-Sial -Baiklah. Aku rasa matikan lagi lampunya.
Kau tahu?
Sudahlah. Kau sudah sangat menolong, tapi aku menyerah.
Maaf. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Aku pikir bisa melakukan sesuatu.
Kau sudah sangat baik. Bisa kau biarkan aku ke ruang lift sekarang?
Aku hanya mencoba membantu.
Aku tahu. Dan aku hargai itu. Terima kasih.
Hey, aku tahu kau kesal karena mobilmu tidak nyala, tapi...
Ini liburan. Saatnya untuk bersyukur.
Kau tahu? Kau benar
-Yeah? -Aku seharusnya bersyukur.
Aku, uh...
Aku telah menyiapkan sedikit makanan natal buatku sendiri.
Kau bisa bergabung denganku jika kau mau.
-Aku hanya bercanda.. -Oh, maaf. Aku lelah.
Tapi terima kasih atas bantuanmu.
Sama-sama. Mungkin lain kali?
Tentu.
Baik.
Ini dia. Kau yakin tidak mau aku panggilkan taksi?
-Tidak usah, aku punya nomornya di tasku. -Terserah kamu. Selamat Natal.
Selamat Natal
Karl?
Hi. Bisa kirimkan aku taksi ke 2370 Park Avenue?
Kau yakin? Tidak, tidak apa-apa. Aku akan tunggu. Terima kasih.
Lorraine, kau tak akan percaya apa yang terjadi. Tidak, mobilku tidak bisa nyala.
Mulailah tanpa aku, dan aku akan ke sana sejam lagi dan aku akan sampai pada mereka.
Baiklah. Sampai ketemu.
Hello? Oh, bagus. Terima kasih!
Okay. Okay.
Oh, ayolah.
Apa?
Ini tak mungkin terjadi. Ini lelucon? Tuhan, tidak, kau pasti becanda.
Karl? Dimana kamu? Apa ada orang di sini?
Ayo, ayo, ayo
Apa?
Sebentar, ya? Aku akan segera kembali. Sebentar.
Hello, bisa dengar aku?
Ada taksi yang menungguku. Bisa kau buka pintu depan, kumohon?
Hello?
Tidak... Tunggu!
Tidak! Sialan! Mengapa kau tinggalkan aku di sini?
Bangun! Taksinya baru saja pergi.
Hey! Aku di sini! Tunggu!
Bagus.
Tidak apa-apa.
Hello?
Berhentilah ketakutan.
Pergi ke kantor.
Hello?
Oh, keterlaluan!
Ho, ho, ho! Selamat Natal! Kau sudah jadi gadis kecil yang baik.
Tunggu. Tidak apa-apa. Kau baik-baik saja. Oke?
Okey?
Kau tidak terlihat baik. Kau baik-baik saja? Tenang saja. Tidak apa-apa.
-Apa yang terjadi padaku? Jam berapa sekarang? -Kau baru saja pingsan. Kau akan baik-baik.
Aku merasa tak enak. sepertinya aku mau muntah.
Aku akan ambilkan air.
Hati-hati! Kau akan melukai dirimu sendiri. Cobalah untuk tetap tenang.
Okay.
Tidak apa-apa. Ini. Okay?
Aku akan membantumu bangun, okay?
Iya, bagus.
Iya begitu. Tidak apa-apa
Baik. Cobalah untuk santai sementara aku akan bersihkan ini.
Okay.
Bersihkan ini. Okay.
Baik. Aku akan segera kembali.
Lapar? Aku punya kalkun
kentang rebus, buah cranberries, dan aku juga ada roti jagung.
Astaga. Aku minta maaf untuk semua ini. Aku hanya menggoda.
Aku tak bermaksud menakutimu.
Aku harap ini masih hangat.
Jika tidak, aku ada microwave.
Kau merasa lebih baikan?
Ada apa dengan pakaianku?
Seperti yang aku bilang, kau pingsan dan pakaianmu kotor...
Mungkin kau mau minum anggur.
Membantumu sedikit tenang, kau tahu?
Aku tak tahu apa yang kau lakukan, tapi lebih baik kau lepaskan aku.
Ini adalah anggur California.
Sonoma County. Dari situlah asalku.
Begitu indah di sana.
Kau berasal dari mana?
-Apa yang kau mau? -Aku ingin tahu dari mana kau berasal.
Aku berasal dari Readfield.
No comments yet. Be the first to leave one.