The first 200 lines.
Beri aku kekuatan dan keberanian untuk lakukan permintaan-Mu padaku.
Pada-Mu Bapa, Yesus. Tuhan di kayu salib.
Aku pelayan-Mu yang setia.
Entah kenapa Engkau memintaku.
Aku tak berhati murni.
Tapi akan kulakukan keinginan-Mu, Tuhan.
Akan kulakukan yang terbaik untuk menjaga anak-anak bangsa ini.
Aku ingin mereka tahu bahwa tindakan mereka salah.
Pada sore hari, 1 Oktober 1990, saudara kembarku, Thomas...
Memasuki Perpustakaan Umum Three Rivers Connecticut...
Dan berdoa agar pengorbanan yang akan dia lakukan diterima.
- Pak, aku harus memintamu diam. - Mengampuni yang bersalah pada kami.
- Ini perpustakaan. - Jangan masukkan kami ke pencobaan.
- Tapi lepaskan kami dari yang jahat. - Diamlah atau kau harus pergi.
Jika mata kananmu menyesatkan, cungkillah dan buanglah itu.
Jika tangan kananmu menyesatkan, penggallah dan buanglah itu.
Karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa.
Thomas dan aku menghabiskan beberapa jam bersama hari sebelumnya.
Hampir setiap hari Minggu kujemput dia dari pekerjaannya...
Di Institusi Settle Building.
Mentraktirnya makan siang, lalu mengantarnya kembali...
Ke panti tempat tinggalnya sebelum jam makan malam.
Sebuah batasan telah dibuat. Amerika Serikat telah...
Kau mau makan apa?
Kau mau apa, Kawan?
Perusahaan minyak. Amerika.
Kita hidup pada waktu pinjaman, Dominick.
Kita berkubang dalam keserakahan kita dan kegagalan spiritual kita.
Dan, kini saatnya membayar. Kita akan membayarnya.
Bukan maksudku mengubah topik, tapi bagaimana bisnis gerobak kopimu?
Bagaimana bisa kita membunuh orang demi minyak murah?
- Bagaimana kita membenarkan itu? - Bagaimana bisnismu?
Bagaimana kita akan mencegah pembalasan Tuhan...
Jika kita tak menghargai kehidupan manusia?
Entahlah, Kawan. Kau mau makan apa?
Sudah lihat menunya?
Kau tak bisa memuja Tuhan dan uang sekaligus, Kristin.
Amerika akan memuntahkan darahnya sendiri.
Boleh pesan... Aku pesan burger keju. Jangan pakai kentang, salad saja.
- Kau mau apa? - Satu hot dog.
Baiklah.
- Terima kasih. - Tentu.
Terima kasih.
Terima kasih. Kau saudara yang baik bagiku.
Karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa...
Daripada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka!
- Kau Dominick? - Ya, benar.
Dia menolak upaya untuk menyambungkan kembali tangannya.
Walau sejujurnya, aku kagum pada kegigihannya.
Besarnya rasa sakitnya seharusnya membatalkan misinya di tengah jalan.
Astaga.
Apa yang kau lakukan?
Pengorbanan.
Tolong tanda tangani ini.
- Tunggu, apa ini? - Formulir persetujuan.
Tidak.
Kami akan coba menyambungkannya dengan izinmu.
- Jangan, Dominick. Jangan. - Kita akan membiusnya...
Maka aku akan memotongnya kembali. Itu pengorbanan.
Aku tahu apa yang kulakukan. Dan aku melakukannya atas pilihanku sendiri.
- Kau akan kehilangan tanganmu! - Kami bisa kekang dia beberapa hari.
- Memberi sarafnya peluang tumbuh. - Kau bukan penyelamat.
Kau tak tahu apa itu penyelamat atau pun pengorbanan.
Dominick, ini tindakan religius.
Tindakan atas keinginanku sendiri.
- Tolong tanda tangani formulirnya. - Aku butuh kau membelaku kali ini.
- Aku memerlukanmu begitu. - Tolong tanda tangani formulirnya.
- Baiklah, aku butuh waktu. - Dominick, bela aku!
Aku harus melakukannya! Jangan!
- Thomas, saudaramu akan kembali. - Lepaskan aku! Tidak!
Bela aku! Dominick! Kumohon, bela aku!
- Aku jelas bilang padamu! Tidak! - Thomas, tenanglah. Tak apa.
Tidak! Ini pikiranku! Aku tahu apa yang kulakukan!
Dominick, bela aku!
- Dominick! Bela aku! - Saudaramu akan kembali.
- Baiklah, tak apa. - Dia akan kembali.
Dominick!
- Jangan. - Jangan?
- Jangan? - Apa kau mendengarkan dia?
- Terima kasih. - Aku dengar dia!
Itu tangannya. Itu keputusannya.
- Jangan. - Terima kasih.
- Sial. Jangan. - Baiklah.
Terima kasih, Dominick.
Jika Ibu ada di sini, dia akan berterima kasih.
Anak Kembar Tinggalkan Tahun Lama, Sambut Tahun Baru
Mereka berjingkrak dari awal dan pertengahan abad ke-20!
Kami masuk tajuk utama koran pada hari kami lahir.
Lahir pada 31 Desember 1949 dan 1 Januari 1950, berturut-turut.
Berjarak 6 menit dan dalam 2 tahun berbeda.
Kelahiran kami akan diabaikan oleh koran....
Jika kami bukan bayi Tahun Baru.
Di rumah kami, di Hollyhock Avenue no. 68...
Kami berjinjit dan berbisik pada siang hari.
Dan menjadi bebas setiap malam, pada pukul 19.30...
Saat ayah tiri kami, Ray, pergi bekerja.
Thomas, turunkan sikumu dari meja.
- Ray. - Urus urusanmu sendiri, Suzie Q.
Jangan manjakan anak ini. Paham?
Dia baik saja.
Makan saja makan malammu, Sayang.
Aku tak mau lihat air mata.
Masukkan lagi air matamu.
Makan makan malammu.
Aku benci dia, Ibu.
Kau marah padanya, Dominick.
- Anak-anak tak benci ayah mereka. - Dia bukan ayahku.
Dominick, dia ayahmu.
Dia ayahmu.
Dia sayang padamu dan saudaramu, dan menyediakan makanan di meja itu.
Apa ayah kandungku hidup? Apa dia meninggal?
Katakan saja padaku.
- Siapa dia, Ibu? - Tidurlah, ya?
Jangan nakal.
- Baiklah. - Apa yang kau lakukan? Ayo...
Apa kau mau ke kamar mandi?
- Tidak. - Apa yang kau lakukan?
- Aku mau keluar. - Dominick.
Seumur hidupku, kubayangkan skenario di mana ayahku akhirnya...
Mengungkapkan dirinya padaku.
Ibu akan memberimu 10 menit lagi, lalu Ibu ingin kau masuk, ya?
Kubayangkan para ayah koboi, para ayah pilot...
Yang melakukan pendaratan darurat di Hollyhock Avenue.
Melompat keluar dari pesawat mereka dan menyelamatkan kami dari Ray.
Pengacau yang menikahi ibuku dan menaruh dirinya di rumah kami.
Tapi siapa pun ayahku, ibuku merahasiakannya.
Ibu hanya membiarkannya.
Menguburnya.
Menguburnya di dalam dirinya seumur hidupnya.
Jadi, kami semua pun menguburnya.
Lalu pada Agustus 1986...
Tiga tahun sebelum Thomas memasuki perpustakaan itu...
Ibu merasakan gumpalan di payudara kirinya.
Payudaranya diambil.
Sepekan kemudian, dia dikabari bahwa kankernya telah menyebar.
Dengan keberuntungan dan perawatan agresif, ahli onkologis bilang...
Dia mungkin bisa hidup 6-9 bulan lagi.
Apa maksudmu 6-9 bulan lagi?
Ayah tiriku, saudaraku, dan aku berjuang sendiri-sendiri...
Dengan perasaan kami tentang penyakit dan rasa sakit Ibu.
Hukuman matinya.
Masing-masing dari kami berusaha dalam cara kami sendiri...
Untuk menebus kesalahan padanya.
Thomas menghabiskan berjam-jam menyusun, menempel, dan memernis...
Sesuatu yang dia sebut "kolase campur aduk".
Ayah tiriku memutuskan dia akan perbaiki buku klipingnya yang rusak.
Proyekku untuk ibuku adalah yang paling ambisius.
Aku akan merenovasi dapur era 1950-an miliknya.
Aku ingin menunjukkan padanya bahwa aku paling menyayangi dia.
Hei, Ibu.
Atau bahwa hanya aku yang memahami kutukan keluarga...
Aku merenovasi dapur untuk Ibu.
Yang memberi dia suami pemarah.
Dan, putra pengidap skizofrenia.
Lalu memberinya kanker.
Ibu, ada tulisan di tembok. Tampaknya tulisan Kakek.
Ya, itu tulisan Papa.
Ibu? Ada apa?
Tak ada apa-apa. Lakukan saja kegiatanmu.
Apa? Ibu tak mau dapur baru?
Dengan semua yang sedang terjadi, itu berlebihan.
Dominick, jika mau beri Ibu sesuatu, berikan saja sesuatu yang kecil.
Jangan kesal, Sayang.
Kemarilah. Ibu mau tunjukkan sesuatu padamu.
Ibu hanya menunggu waktu yang tepat untuk memberikannya padamu.
Kenapa Ibu harus sakit?
- Apa yang Ibu bawa? - Ini untukmu.
- Ibu. - Bukalah.
Kuncinya Ibu tempel di kotak ini.
Supaya kau tak menghilangkannya.
Ibu manis sekali.
Apa ini?
Ibu.
Ibu, apa ini?
Ini Bahasa Italia.
Ini kisah ayahku, kisah hidupnya.
Apa Ibu sudah membacanya?
Ibu sudah lupa Bahasa Italia.
Kulihat namanya di sana, tapi apa sisanya?
Itu tertulis, "Sejarah Domenico Onofrio Tempesta."
"Pria Hebat dari Awal Sederhana."
Dia punya pandangan baik tentang dirinya, ya?
Andai aku bisa bertemu dengannya.
Apa dia pernah bertemu ayah kami?
Ibu kurang merasa sehat. Kurasa Ibu harus berbaring.
Bu, kenapa kita tak bisa membahas ini?
- Bisa bantu Ibu naik? - Setelah semua hal...
Ini dia, Bu.
Berbaring dan istirahatlah.
Aku sayang Ibu.
Ya, masuklah.
Apa kau Nedra Frank?
Ya, aku Nedra.
Aku meneleponmu. Aku Dominick Birdsey.
Aku menelepon tentang manuskrip kakekku.
- Aku butuh terjemahannya. - Menarik.
Ini milik kakekku.
Sudah lama aku tak lihat kertas ini.
Baiklah. Tampaknya ini Bahasa Italia standar dan...
Bercampur dengan Bahasa Sisilia pedesaan.
No comments yet. Be the first to leave one.