The first 200 lines.
Kim Do Han!
Episode 3
Sudah kubilang jangan sombong.
Apa maksud anda?
Lepaskan aku, dan bicaralah.
Aku sudah memperingatkanmu,
Tapi kau tetap berani mencuri pasienku?
Apa?
Kurasa ini kesalahpahaman.
Setelah kejadian itu, aku tak pernah...
Tutup mulutmu!
Aku sungguh tak mengerti apa yang anda bicarakan.
Siapa yang mencuri pasien anda?
Seorang dokter pria dari Departemen Bedah Anak.
Orang tua pasien yang mengatakannya padaku.
Jika dia salah seorang dari Departemen bedah anak, pastinya salah seorang dari kalian.
Aku yang melakukannya.
Kami bisa menyelamatkan bayi anda.
Bukan di Departemen HPB...
Tapi Departemen bedah anak bisa menyelamatkan bayi anda.
Dan kukatakan pada mereka,...
Bahwa Profesor Kim Do Han yang akan mengoperasinya.
Park Shi On, kau...
Kau sudah mengajarinya dengan baik.
Kau ingin aku percaya bahwa seorang dokter residen membuat keputusan sendiri?
Aku yang melakukannya.
Profesor Kim Do Han tidak...
Kim Do Han.
Apa tampaknya aku bisa deremehkan, seperti Kepala Departemenmu?
Apa departemen bedah anak menjadikan anak-anak sebagai lahan bisnis?
Sebagai dokter, kau berusaha menarik pelanggan?
Aku mengerti kenapa anda marah...
Tapi kami tak bisa terima penghinaan anda.
Diam, Cha Yoon Seo.
Jika kau tak ingin mendengar kata-kata seperti ini, maka bersikaplah profesional.
Kim Do Han,
Sebaiknya urus masalah ini.
Jika tidak, rumah sakit akan meminta pertanggungjawabanmu.
Anggap saja untuk kasus yang lalu, gejala Seung Woo dapat terlihat dengan jelas.
Atas dasar apa kau berkata kau bisa menyelamatkan bayi prematur ini?
Segera katakan padaku!
Karena departemen HPB tidak akan melakukan operasi, kita harus melakukannya.
Hanya itu alasanmu?
Ya.
Kau pikir itu masuk akal?
Permisi...
Kami ingin bertemu dengan Dokter Kim Do Han.
Mereka adalah orang tua bayi prematur itu.
Apa maksudnya anda tak bisa mengoperasinya?
Profesor Kim Jae Joon adalah salah satu dokter terbaik di negara ini.
Penilaianku kemungkinan besar takkan berbeda jauh dari beliau.
Tapi, dokter di luar berkata bahwa bayi kami bisa hidup.
Dia seorang dokter yang belum berpengalaman.
Karena dia melihat kalian begitu menderita, tampaknya dia membuat kesalahan.
Ini semua tanggung jawabku.
Aku minta maaf.
Anda keterlaluan.
Teganya anda menghancurkan harapan terakhir kami.
Apa yang telah kaulakukan sejak kau datang?
Dengar, jika kau tak bisa membantu kami, setidaknya jangan membuat masalah.
Aku tak peduli jika kau bertindak bodoh,
Tapi kenapa kau juga menyeret profesor dalam masalah?
Itu benar.
Aku juga berpikir bisa mati karena malu.
Jika ini terus berlangsung, tak satupun dari kita akan selamat.
Kenapa kau melakukannya?
Kau tak boleh melakukan itu pada kami!
Biarkan saja.
Mari kita pergi.
Apa yang kalian lakukan?
Bukankah kalian harus memeriksa pasien?
Baik.
Kau pasti sangat menderita.
Bertahanlah.
Bertahanlah sebentar lagi, bayiku.
Bagaimana sekarang?
Apa kita harus pindah ke rumah sakit lain?
Rumah sakit ini adalah yang terbaik di negara kita.
Kita bisa pindah ke mana lagi?
Setidaknya kita harus mencoba!
Apa jadinya bayi kita?
Begitu dia lahir...
Aku tak bisa memberinya ASI...
Kita bahkan tak bisa memeluknya sekalipun.
Aku bahkan tak pernah mengganti popoknya.
Tak pernah sekalipun...
Seharusnya kita pernah walau sekali saja.
Itu yang akan membuatku menjadi seorang ibu!
Relakanlah.
Aku sudah mengembalikan pasien anda.
Maaf karena sudah mengganggu anda.
Jika kejadian ini terulang lagi,
Apa yang akan kaulakukan?
Masalah ini takkan pernah terjadi lagi.
Biar kutanya satu hal.
Apa alasannya kau bertahan di Departemen bedah anak?
Apa karena Direktur?
Kurasa aku tak berhak menjawab pertanyaan itu.
Departemen Bedah Anak hanya bisa bertahan dengan dukungan alat bantu napas.
Jika kau berubah pikiran setelah alat itu dicabut...
Itu sudah terlambat.
Jika kau ingin kembali sekarang, aku bisa menjamin jabatan asisten profesor untukmu.
Aku permisi.
Selamat siang.
Park Shi On hanya memikirkan tentang menyembuhkan pasien.
Itu bukan berasal dari keputusan logis atau keyakinan.
Itu hanya respon mekanik yang tercipta melalui pelatihan.
Park Shi On yang kuamati selama dua hari adalah sebuah robot.
"Apapun yang terjadi harus menyembuhkan pasien."
Sebuah robot yang telah terprogram.
Apa kau masih belum paham juga?
Kenapa kau terus melihat pasien itu?
Jangan kita persulit pekerjaan kita.
Kau tak berpikir dengan akal sehat!
Walau sudah didrainase, kondisi bayi sama sekali tak membaik.
- Kita harus segera melakukan operasi. - Dia benar-benar bodoh.
Apa yang salah denganmu?
Apa yang kalian lakukan?
Apa kalian sedang memerasnya?
Apa harus kuberi kalian masing-masing 5 dolar?
Tidak, bukan begitu...
Bukankah kasus ini sudah diselesaikan oleh pimpinan?
Kasus ini sudah selesai.
Tapi apa dia tak boleh melihat?
Apa tak boleh melihat pasien manapun di NICU jika dia bukan pasienmu?
Beraninya kau mengganggunya.
Dia salah seorang juniorku.
Kalian mau mati?
Ikuti aku, Dr. Park Shi On.
Apa?
Kenapa tak kau katakan masalah itu padaku sebelumnya?
Jika kuberitahukan kepadamu, apa kau bisa mengurusnya?
Apa?
Jika keterampilanmu diragukan, setidaknya kau harus bisa mengatur orang-orangmu.
Kukatakan ini demi kepentinganmu.
Bagaimana jika kau kembali saja ke Rumah Sakit Cabang?
Dengan begitu, kau tak perlu menanggung hinaan dan mempermalukan kolegamu.
Bukankah itu bagus?
Park Shi On.
Apa arti seorang dokter bagimu?
Sumpah Hippokrates ke 3:
"Saya akan mengutamakan kesehatan dan nyawa pasien."
Dokter adalah seseorang yang mengutamakan kesehatan dan nyawa pasien.
Lalu, apa artinya seorang pasien bagimu?
Pasien adalah seseorang yang membutuhkan bantuan dokter.
Jika pasien butuh pertolongan, kita harus merawat mereka apapun yang terjadi.
Bagaimana kau bisa memiliki pemikiran seperti itu?
Direktur Choi Woo Seok memberitahuku tentang Hipokrates.
Selain apa yang dikatakan Direktur,
Apa kau punya pemikiran sendiri mengenai profesi seorang dokter?
Jika orang sakit butuh pertolongan, apapun yang terjadi...
Cukup.
Aku mengerti.
Semua keributan yang kau sebabkan dalam beberapa hari terakhir,
Kutanggapi secara positif.
Walau sulit dan membuatku sakit kepala, aku tetap saja menyukainya.
Rasanya seolah aku sedang melihat diriku di masa lalu,
Penuh dengan antusiasme seorang dokter, dan...
Aku juga merasa senang karena tampaknya...
...seorang junior yang sesuai untuk menjadi dokter telah datang.
Namun, setelah memikirkannya,
Tampaknya kau bekerja bukan atas kemauanmu sendiri.
Seorang dokter tanpa jiwa tak ada bedanya dengan robot di ruang operasi.
Kembangkan keyakinan dan pemikiranmu sendiri...
...sebelum kau merawat dan meyelamatkan pasien.
Paham?
Setelah kau menyebabkan masalah seperti itu, kau tak segera melaporkannya padaku?
Ini bukan hanya meremehkanku, tapi juga semua atasan dan juga rumah sakit.
Kalau begitu, apa diperbolehkan mengabaikan etika dasar?
Jika anda tak mengabaikan hal itu, anda mungkin takkan menggunakan obat sampah seperti Heta Vizen.
Karena ada janji, aku permisi.
Profesor Kim Do Han.
Baik,
Aku tahu kau tak menghormatiku.
Namun, setidaknya, di dalam rumah sakit,
Tak bisakah kau berpura-pura menghormatiku?
Seperti ini?
Kau, mulai saat ini, dengar baik-baik apa yang kukatakan.
Mulai hari ini, jika profesor Kim dan Park Shi On menyebabkan masalah, segera laporkan padaku!
Selain itu,
Lakukan apa saja yang kuperintahkan padamu.
Paham?
Kenapa?
Kau tak mau?
Tidak, bukan begitu.
Siapa yang mengangkatmu, yang dulu bukan siapa-siapa di bidang ini?
Pikirkan baik-baik.
Kupikir kalian mungkin sibuk, jadi aku langsung datang sendiri.
Jika anda ingin membicarakan pernikahan, aku akan membatalkan pesanan.
Karena kurasa aku akan kehilangan nafsu makan.
Chae Kyung.
Aku tak akan membicarakan itu. Tidak agar kau bisa makan.
Terima kasih.
Kalian berdua, pergilah ke Amerika.
Profesor Kim, pergilah ke Rumah Sakit Anak Boston sebagai program pertukaran dokter.
Chae Kyung, kau bukalah cabang Yayasan kita di sana.
Tapi, di departemen bedah anak, tak seorangpun yang bisa menjadi penggantiku.
Jangan khawatir. Direktur dan aku yang akan mengurus masalah itu.
Presdir Lee.
Aku bisa membaca jalan pikiran anda.
No comments yet. Be the first to leave one.