Release info

뷰티 인사이드ㅡㅡㅡThe Beauty InsideㅡㅡE03 Ayra
A Commentary by Writer_Ayra
Episode 03. Enjoy.

Tags

other
Download Indonesian Subtitle Files for Mobile (2)
Choose the file for your episode 03.ass 83 KB 03.srt 70 KB
Download Indonesian Subtitle
Translate with Pro
Show all subtitles
Published on: 2018-10-09
Downloads: 48
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kau tanya padaku apakah aku bisa memercayaimu.

Aku tidak yakin dapat meragukanmu.

Tapi, itu tidak masuk akal.

Benar, tidak masuk akal.

Alasan? Tak ada.

Tapi seperti itulah yang kurasakan.

Di mataku,

selalu dirimu.

Kau sudah melaluinya, jadi kau mengerti rasanya.

Teruslah berjalan,

dan percaya padaku.

- Tidak. - Ya, tidak.

- Kau salah paham. - Tentu, salah paham.

Maksudku, coba pikirkan. Mana mungkin wajah seseorang dapat berubah.

Apakah hal itu yang sedang kau bicarakan?

Apa kau tidak memeriksa internet?

Benar juga, ponselmu ada padaku.

Sudah kubilang, itu kesalahpahaman.

Ada rumor...

...kalau kita berkencan.

Kau gila, ya? Buat apa aku berkencan denganmu?

Hal itu tidak tepat dikatakan pada orang yang telah dua kali menyelamatkanmu.

Aku akui, itu bukan komentar yang pantas.

Bukan milikku.

- Benar milikmu. - Kubilang bukan.

Akan lebih baik kalau benar.

Kau ada tempat tujuan?

Para reporter akan berkumpul di sekitar rumahmu.

Ada.

Situasi macam apa ini?

Apa kau yang menjawab teleponnya?

"Dia sedang mandi."

Penelepon menjengkelkan itu?

Kita bicara nanti.

Hei! Hei! Sekarang--

Halo.

- Halo. - Senang bertemu kalian.

Oh.

Di rumahku sekarang sedang ada orang lain yang makan.

Ya.

Boleh aku tanya siapa kau?

Bagaimana para reporter tahu kalau itu aku?

Saya menjalankan bisnis kecil.

Tidak tahu.

Kurasa, salah satu stafmu mungkin membocorkan informasi.

Nada bicara macam apa itu?

Ibu, Anda dengar, 'kan?

Betapa menjengkelkannya dia.

Langsung ke intinya saja. Aku ada jadwal hari ini.

Kenapa kau harus melakukannya di rumahku?

Memang rumahku ini rumahmu apa?

Aku tidak ada tempat tujuan lain.

Apa maksudmu? Ada banyak sekali hotel.

Mana mungkin aku ke hotel bersamanya? Bahkan bersamamu saja tidak.

Buat apa aku ke hotel bersamamu?

Kenapa tidak?

Apa kau dengan sengaja membocorkan informasinya?

Kau sudah kehilangan akal, ya?

Apa untungnya buatku memiliki skandal kencan denganmu?

Skandal kencan muncul?

Ya, tadi pagi. Jangan khawatir.

Ibu, Anda tahu, 'kan?

Itu semua hanya rumor.

Para reporter pasti menemukan foto konyol lalu mengarang cerita.

Aku bahkan tidak perlu mencari tahu penyebabnya.

Hari itu.

Hari saat kau berubah.

Anda sangat pandai memasak, Bu.

Ikut aku!

Apa pun yang kalian lakukan, biarkan pintunya tetap terbuka.

Astaga, kau tidak dengar?

Dia bilang dia berubah. Sudah jelas itu tentang hubungan asmara.

Pasangan kekasih mana mungkin membiarkan pintunya terbuka.

Ibu, Ayah, hentikan pikiran kotor itu.

Baiklah.

- Mari anggap omong kosong itu benar. - Itu bukan omong kosong, itu fakta.

Tanya orang lain. Tidak akan ada yang memercayaimu.

Haruskah kutanya orang-orang untuk memastikan mereka memercayaiku atau tidak?

Bagaimana kau bisa menemukanku? Ada banyak orang di sana.

- Apakah itu penting sekarang? - Tentu saja.

Kau tidak bisa mengenali wajah.

Kau membahas itu lagi?

Yang mana?

Kutanya, yang mana aku?

Jika aku memberi tahu kau mana aku,

kau bisa memercayaiku?

Apa aku harus menjawab?

Kau pun tidak perlu menjawab.

Ini berbeda! Kau menghindar menjawab pertanyaan itu.

Ini.

Aku yakin itu sudah menjawab pertanyaannya.

Aku memberimu jawaban hari itu,

dan bahkan hari ini, aku memberimu jawabanku di lift.

Belum cukup untukmu?

Kau tidak mengenaliku saat pertama kali kita bertemu.

Apa aku harus tahu siapa dirimu?

Kenapa? Karena kau seorang bintang?

Dan juga, bukankah aku yang seharusnya menanyaimu?

Di kafe dan di gang.

Dan orang yang bertemu denganku di rumahmu hari itu.

Semuanya kau?

Berhentilah mengocehkan hal tidak masuk akal.

Han Se Gye hari ini...

...sampai di sini.

Aku bertanya-tanya apa kira-kira maksudnya ini,

tapi itu menjelaskan segalanya.

Biar kutanya.

Kenapa kau membantuku?

Karena kau rekan bisnisku.

Aku...

Aku mengira...

...kau memiliki situasi yang sama sepertiku.

Setiap kali--

Tidak, bahkan sekali saja. Aku mengira kau membantuku atas dasar tersebut.

Sejujurnya kukatakan,

entah kau atau bukan, tidak masalah.

Kala itu, aku membantu tanpa mengetahui itu dirimu.

Media akan segera bungkam.

Aku akan membungkam mereka.

Jawablah saat aku meneleponmu.

Ya, Kakek.

- Aku hendak menelepon-- - "Halo, Kakek?"

Segera kemari kau!

Lihat dirimu,

bersikap seperti orang gila.

Dengan situasi seperti ini, kau harus menyerah atas posisi direktur eksekutifmu.

Kakek sungguh sedang sakit?

Kakek jelas tidak sekuat sebelumnya.

Berhentilah bercanda, berandal.

Aku menyuruh Sekretaris Kim kemari untuk bertemu denganku nanti.

Kenapa? Untuk merevisi wasiat Kakek?

Hal itu yang membuatku terhibur belakangan ini.

Satu hari, aku menulis namamu dalam wasiatku,

dan kemudian mengubahnya menjadi nama Sa Ra keesokan hari.

Kau bahkan tidak bisa mengontrol seorang model.

Aku tidak bisa menyerahkan perusahaanku pada seseorang sepertimu.

Kau sungguh mengencani model itu.

Terjadi sesuatu padaku.

Aku akan mengatasinya secepat mungkin.

Kau itu pecundang.

Mengencani model saja tidak bisa.

Ayah, lekas sembuh.

Ibu dari sini?

Ibumu bilang dia sibuk.

Putri yang jahat.

Jangan bicara buruk tentang putriku!

Ibuku tidak mau mengunjungi Kakek karena terus bicara...

...soal menghapus namaku dari ahli waris.

- Bagaimanapun, aku akan putranya Ibuku. - Diam kau!

Sana! Sana pergi dan lakukan pekerjaanmu,

kecuali kau ingin terjun dari tebing.

Jika kau memiliki satu celah saja,

kau akan jatuh bahkan sebelum kusingkirkan.

Aku mengerti. Kalau begitu, aku pergi.

Pastikan melakukan pemeriksaan dari kepala sampai kaki selagi sedang di sini.

Aku pergi.

Kau tidak mau menyapa adikmu?

- Aku tidak melihatmu. - Aku lihat kau melirikku.

- Jadi, kau punya pacar sekarang? - Iya, 'kan? Mendadak punya.

Sebenarnya, aku punya banyak.

Aku tidak membutuhkan kekasih yang kau ciptakan.

Aku tidak paham maksudmu.

Aku kecewa.

Pertarungan kita begitu melelahkan,

tapi aku tidak pernah menyangka kau akan menggunakan muslihat rendahan seperti itu.

Aku salah menilaimu.

Jangan bertindak kelewatan.

Semua ini berubah menjadi kegilaan sekarang.

Kau tulis atau tidak?

Kau sedang memberiku kesempatan?

Maksudku adalah aku hanya akan memaafkanmu kali ini saja.

Hanya karena pria yang dicintai oleh ibuku...

...adalah ayahmu.

Reporter Park, bagaimana bisa kau berkata begitu?

Hanya beginikah arti pertemanan kita?

Sudah tak terhitung berapa kali kita menghabiskan sup tulang sapi bersama.

Dia bilang mereka tidak ada hubungan apa pun.

Sungguh. Dia tidak pernah berbohong padaku, kau tahu.

- Ya, benar. - Benar, kami berkencan.

- Hei, hei, hentikan! - Han Se Gye mengencani Seo Do Jae.

Hei, kau sudah gila, ya?

Hei, sungguh? Kalian kencan?

Hei, bahkan meski kencan betulan, kita harus menyangkalnya.

Bagaimanapun caranya, kita harus menyangkalnya.

Kau menganggapku gila, ya? Aku tidak akan pernah mengencani bedebah sepertinya.

Aku mengatakan itu untuk menyulitkannya.

Skandal kencan dengan Seo Do Jae tidak akan berdampak banyak untukku.

Tapi untuk Seo Do Jae,

akan banyak sekali yang berubah.

- Aku gembira. - Astaga.

Otaknya pasti sedang melayang entah ke mana.

Omong kosong apa yang kau bicarakan?

Kau membuat hidupmu sendiri merana!

Auh, aku kehabisan kata-kata.

Auh, idiot ini! Apa yang harus kulakukan dengannya?

Apa lagi? Lebih baik aku diam sajalah.

Kalian, kalau aku sampai menjalani beberapa pemeriksaan,

kalian akan mengunjungiku, 'kan?

Omong kosong apa lagi ini?

Bukankah dia tadi mengancammu?

More Indonesian subtitles for The Beauty Inside (Byooti Insaideu / 뷰티 인사이드)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left