The first 200 lines.
Sebelumnya di
Space Brothers
Mutta sang kakak terkena sial.
Karena lahir di hari kemenangan, Hibito si adik menjadi moonwalker Jepang pertama.
Mutta sang kakak berusaha menjadi astronot,
dan menepati janjinya kepada Bibi Sharon untuk membuat teleskop di bulan.
Mutta berhasil pada babak pertama, tapi dia terus saja dapat masalah.
Saat ujian tertulis, nilainya paling rendah.
Alhasil, dia harus dapat instruktur terbang yang gila.
Tapi, Mutta sang kakak belum sadar kalau dia sedang mempelajari
apa yang dia butuhkan secara cepat.
Bibi Sharon didiagnosis menderita ALS.
Beberapa bulan lagi, dia takkan bisa memainkan piano.
Aku ingin jadi orang pertama yang dipilih ke bulan untuk membuat teleskop Bibi.
Dalam jalanku menuju luar angkasa,
saat ini aku sedang diajari cara menerbangkan pesawat jet T-38 oleh Paman Young.
Kalau murid yang sekarang ini kuajari berhasil jadi astronot,
aku akan pensiun.
Kau adalah murid terakhirku, Mutta.
Yeee!
Dan setelah kembali dari bulan,
Hibito pulang ke Jepang untuk mengajar dan mengadakan wawancara.
Aku juga mau menjenguk Bibi Sharon.
Ah, ya. Titip salam, ya.
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Jelas kalau semakin banyak yang kita masukkan dalam kantung
maka akan semakin berat kantung itu
Semakin keras aku berjuang, semakin dekat aku dengan tujuanku
Tapi sayangnya aku tak bisa secepat itu
Kutatap langit di malam hari, tapi tetap ku tak bisa tenang
Sampai-sampai detak jantung ini terdengar keras olehmu
Ayo kita pergi
Rasa laparku pun tahu lautan bintang ini tak terbatas
dalam planetarium mimpi dan kenyataan ini
Sekarang kuperbarui kanvas impianku
Dengan gemerlapnya alam semesta dan bumi yang biru
Rasa laparku pun tahu lautan bintang ini tak terbatas
dalam planetarium kebohongan dan kejujuran ini
Sekarang ku bicara memakai kanvas impianku
di orbit takdir ini
sambil berapi-api
#68 Dua Keyboard
#68 Dua Keyboard
Ah, maaf, maaf. Aku salah. Ulang lagi.
Tunggu dulu, Hibito.
Sepertinya gitarmu salah nada.
Hah? Masa?
Oke, Hibito. Kau yang benarkan nadanya.
Nah, ulang dari atas, ya.
Enak juga begini!
Mengantuk sekali.
Oh?
Kenapa? Aku kalah cepat?
Saat aku baca surat terakhir dari Bibi Sharon,
aku merasa dia akan kehilangan keceriaannya.
Aku yakin saat aku berhasil ke luar angkasa, Bibi Sharon akan senang sekali.
Tapi itu butuh waktu.
Saat ini, apa ada hal yang bisa kulakukan untuk Bibi Sharon?
Selanjutnya, silakan.
Baik! Giliranku!
Kirimannya besar juga, ya.
Ini mau dikirim ke Jepang?
Benar.
Tolong, ya.
Maaf lama, Apo.
Semoga ini membuat Bibi Sharon merasa lebih baikan.
Ayo, Apo.
Bagaimana ini?
Aku gugup sekali!
Yeee!
Ah, itu sama sekali tak mirip!
Hibito, sudah sampai, loh.
Eh? Sudah?
Perjalanannya panjang sekali.
Padahal aku tak pernah capek kalau jalan-jalan di bulan.
Hibito, tolong pakai ini.
Eh? Aku harus pakai itu?
Ya.
Tolong jangan dorong-dorong!
Dia akan segera datang!
Bu, Mr. Hibbit mau ke sini?
Benar! Dia Hibbit yang asli!
Kau tak mau?
Tapi, aku tak tahu kalau pulang harus pakai gaya begini.
Tolong.
Di Jepang, "Hibito Nanba" itu sama dengan Mr. Hibbit.
Lihat.
Merepotkan sekali.
Harusnya aku tak perlu loncat-loncat begitu.
Satu lagi, kita ingin kau mengucapkan "Yeee" itu lagi.
Ini perintah JAXA.
Hah?
Maksudnya?
Masyarakat dan media menantikan "Yeee" yang langsung darimu.
Tak mau. Aku sedang tak ingin melakukannya.
Lagi pula, rasanya tak bertanggung jawab kalau astronot bilang "Yeee" waktu pulang.
Tenang saja.
"Yeee"-mu di bulan itu lebih tak bertanggung jawab.
Te-Terserah kau mau omong apa, aku tetap tak mau!
Ah, itu dia.
Tampaknya Hibito Nanba sudah tiba.
Hibito!
Selamat datang!
Yeee!
Aku pulang!
Silakan lihat.
Moonwalker Jepang pertama, Hibito Nanba, sudah menjejakkan kakinya di tanah Jepang!
Selamat datang!
Sekilas Info: Astronot Nanba Hibito telah kembali!
Dan kaki yang telah menapak di bulan ini kini sedang melangkah di Bandara Narita!
Hibito memilih jas hitam kasual dan celana jeans.
Selamat datang, Hibito.
Selamat datang!
Aku pulang!
Sudah lama sekali.
Yang benar saja?
Apa kau ingat aku?
Selamat datang, Hibito!
Selamat datang, Nanba.
Anu, punya Tsurumi terus saja terlepas.
Jadi kami lem saja.
Sekarang, kita akan mulai jumpa persnya.
Kau pasti suka malam minggu, 'kan?
Ya, 'kan?
Tanggal 5, moonwalker Jepang pertama, astronot Hibito Nanba, menghadiri jumpa pers pertamanya.
Hibito Nanba
Astronot
Moonwalker Jepang pertama kembali
JAXA Cabang Tokyo
Dia memberikan arahan singkat pada Direktur Nasuda dan anggota JAXA lainnya akan misinya di bulan.
Moonwalker Jepang pertama kembali
JAXA Cabang Tokyo
Nasuda
Direktur
Selamat datang!
Astronot Hibito Nanba
Selamat datang, Astronot Hibito Nanba!
Ini hari kedua kepulangan Nanba.
Dia sedang mengikuti parade kotanya dan disambut oleh sorak pengunjung yang ramai.
Cerah sekali ya hari ini.
Orangnya juga banyak.
Aku tak tahu penduduk kota ini sebanyak ini.
Ah, Ayah! Coba lihat ke sana!
Lihat? Itu Sakurai dari 302!
Hah?
Sakurai!
Terima kasih untuk warabimochi yang kaubelikan!
Rasanya enak sekali!
Nanba!
Wah, Kuramochi!
Ayo karaokean lagi nanti, ya!
Aduh, Bu.
Hmm?
Kalau Ayah teriak "Nyanbo!" sekarang, apa mereka akan tertawa?
Ibu dan Ayah
Ibu dan Ayah
Mmm, bagaimana, ya?
Ibu dan Ayah
Ibu dan Ayah
Ibu dan Ayah
Nyanbo!
No comments yet. Be the first to leave one.