The first 200 lines.
Apa kabar semuanya?
Tuan Carl Laemmle merasa akan sedikit kejam...
bila mempersembahkan film ini tanpa kata-kata peringatan.
Kami akan membeberkan cerita mengenai Frankenstein.
Seorang ilmuwan,
yang ingin menciptakan seorang manusia berdasarkan imajinasinya,
tanpa memperhitungkan Tuhan.
Ini salah satu kisah teraneh yang pernah diceritakan.
Film ini berkaitan dengan 2 misteri besar dunia:
kehidupan dan kematian.
Mungkin ini bisa menggetari hati kalian.
Atau mungkin mengageti kalian.
Bahkan bisa menakuti kalian.
Jadi jika kalian tak ingin urat syaraf kalian tegang,
sekaranglah kesempatan kalian untuk, er...
yah, kami sudah peringati kalian.
Diterjemahkan oleh AngelTouch
Amin.
Merunduk. merunduk, bodoh!
Sekarang!
Ayo!
Cepat, cepat.
Bulan sudah mulai terbit. Kita tak boleh kehilangan waktu.
Hati-hati!
Ayo.
Ini dia!
Dia hanya beristirahat. Menunggu kehidupan yang baru.
Ini dia.
Lihat, dia masih disini.
Naiklah dan potong talinya.
Tak mau!
Pergilah. Itu takkan melukaimu.
Ini pisaunya.
Awas!
Ini pisaunya.
Aku turun.
Apa ia baik-baik saja?
Lehernya patah.
Otaknya sudah tak berguna!
Kita harus temukan otak lain.
Tutuplah, saudara-saudara.
Kesimpulannya, saudara-saudara,
disini kita memiliki satu dari contoh otak manusia sempurna...
yang menarik minatku di kampus.
Dan ini, otak abnormal tipikal penjahat.
Amatilah, saudara-saudara, lilitan yang jarang-jarang di garis depan cuping ini,
jika dibandingkan dengan otak normal,
dan degenerasi yang jelas di tengah-tengah garis depan cuping ini.
Semua karakteristik busuk ini,
sebanding dengan riwayat orang mati ini,
orang yang memiliki kehidupan penuh dengan kebrutalan, kekerasan dan pembunuhan.
Botol-botol ini akan tetap disini untuk pengamatan lebih lanjut.
Terimakasih, saudara-saudara. pelajaran selesai.
Pak Victor Moritz.
Victor.
Aku senang kau datang.
Ada apa, Elizabeth?
Oh, Ada kabar dari Henry?
Ya. Setelah 4 bulan.
Baru saja datang.
Victor, kau harus menolongku.
Tentu saja aku akan menolongmu.
Aku takut.
Aku baca berkali-kali, tapi aku tetap...
tak mengerti kata-katanya.
Dengar.
"Kau harus percaya padaku, Elizabeth. Tunggulah."
"Karyaku harus kudahulukan. Aku mesti menyampingkan hal-hal lain, termasuk dirimu."
"Saat malam, angin berdengung di bukit."
"Tak ada seorangpun disini."
"Mata-mata yang penuh selidik takkan bisa melihat rahasiaku."
Apa maksudnya?
Apa kata-kata selanjutnya?
"Aku tinggal di menara terlantar dekat kota Goldstadt."
"Hanya ada asistenku disini yang membantu mengerjakan eksperimenku."
- Oh. Eksperimennya. - Ya, itulah yang membuatku takut.
Saat kami mengumumkan pertunangan kami, dia bilang padaku mengenai eksperimennya.
Dia bilang sudah hampir menemukan penemuan yang sangat hebat,
sampai dia ragu akan kewarasannya.
Ada tatapan aneh dalam matanya. Penuh misteri.
Kata-katanya membuatku takut.
Tentu saja aku tak pernah meragukannya. Tapi tetap, aku cemas padanya.
Dan sekarang surat ini.
Semua ketidakpastian ini tak boleh terus berlanjut. Aku harus mengetahuinya.
Victor, kau pernah bertemu dia?
Ya. Sekitar 3 minggu lalu.
Dia berjalan sendirian di dalam hutan.
Dia juga bilang padaku tentang kerjaannya.
Aku bertanya apa aku boleh mengunjungi laboratoriumnya?
Dia hanya menatapku dan berkata takkan mengizinkan seorangpun kesana.
- Sikapnya sangat aneh. - Oh, apa yang mesti kita lakukan?
- Seandainya dia sakit... - Tak usah cemas.
Aku akan menemui Dr. Waldman, Profesor di sekolah kedokteran Henry.
Mungkin dia bisa beritahu tentang semua ini.
Victor, kau sangat baik.
Kau tentu tahu aku akan melakukan apapun untukmu.
Harusnya aku tak bilang begitu. Aku tak bisa mencintaimu.
Aku harap kau bisa.
- Victor. - Maafkan aku.
Selamat malam, Victor. Dan terimakasih. Terimakasih.
Malam juga. Dan jangan khawatir. Janji?
Ya.
- Victor! - Ada apa?
- Aku ikut denganmu. - Jangan!
Aku harus ikut. Tunggulah sebentar.
Tuan Frankenstein adalah pemuda yang sangat brilian, namun sangat plin-plan.
Aku cemas akan Henry. Mengapa dia meninggalkan kuliah?
Padahal kuliahnya bagus dan dia terlihat sangat senang dengan karyanya.
Kau tahu, penelitiannya tentang kontraksi kimia dan elektrobiologi...
jauh dari teori kami yang ada di universitas.
Tepatnya, penelitiannya mencakup tingkat lebih lanjut.
Mereka menjadi berbahaya.
Tuan Frankenstein telah banyak berubah.
Maksudmu berubah akibat kerjanya?
Ya. Kerjanya.
Ambisi gilanya menciptakan kehidupan.
Bagaimana bisa? Bagaimana?
Kumohon katakan semuanya, apapun itu.
Mayat yang kami gunakan sekarang, yang kita bedah untuk bahan kuliah,
Dia bilang belum cukup sempurna bagi eksperimennya.
Dia meminta kami memberinya mayat lain,
dan tak usah terlalu spesifik dimana dan bagaimana cara mendapatkannya.
Aku bilang padanya bahwa permintaannya tak masuk akal,
oleh sebab itu dia meninggalkan kuliah supaya bisa bekerja tanpa hambatan.
- Dan dia menemukannya di tempat lain. - Oh. Mayat-mayat binatang.
Memangnya kenapa dengan nyawa beberapa kelinci dan anjing?
Kau tak mengerti apa yang kumaksud.
Tuan Frankenstein hanya tertarik pada kehidupan manusia.
Merusaknya, lalu membuatnya kembali.
Itulah mimpi gilanya.
- Bisa kita pergi ke tempatnya? - Kau tak akan disambut dengan baik.
Bodo amat, aku harus menemuinya.
Dr. Waldman, anda dosennya Henry. Bersediakah anda ikut dengan kami?
Maaf, tapi tuan Frankenstein bukan lagi muridku.
Tapi dia respek padamu.
Maukah anda membantu kami membawanya pulang?
Baiklah, nona. Aku sudah peringati engkau.
Tapi jika kau memaksa, aku akan ikut.
- Fritz! - Halo.
- Sudah kau selesaikan sambungannya? - Ya, sudah.
Turunlah kalau begitu, dan bantu aku.
Banyak hal yang perlu kita kerjakan.
Awas!
Bodoh!
Jika badai ini terus berkembang seperti yang kuharapkan,
kau punya banyak hal yang perlu ditakutkan sebelum malam berakhir.
Cepat, perbaiki elektrodanya.
Badai ini akan sempurna.
Semua rahasia elektris dunia.
Dan saat ini kita siap. Hey, Fritz? Siap.
- Ada apa? - Lihat.
Oh.
Tak ada yang perlu ditakutkan. Lihat.
Tak berdarah, tak busuk.
Hanya sedikit jahitan.
Dan lihat. Ini sentuhan terakhirnya.
- Otak yang kau curi, Fritz. - Ya.
Pikirkanlah, otak dari orang mati...
menunggu untuk hidup lagi dalam tubuh yang kubuat sendiri.
Dengan tanganku sendiri.
Ayo kita uji terakhir kalinya. Putar tombolnya.
Bagus.
Dalam 15 menit, badai ini akan mencapai puncaknya.
Saat itu kita akan siap.
Apa itu?
- Ada seseorang diluar. - Shh! Diamlah.
Suruh mereka pergi!
Tak seorangpun boleh masuk.
Ini.
Siapapun itu, jangan biarkan mereka masuk.
Serahkan saja padaku.
Dari semua waktu kenapa harus sekarang seseorang datang!
Memangnya aku akan mengizinkan mereka masuk? Tak akan.
Akan kuberi mereka pelajaran, mengganggu di malam ini.
Masih banyak yang harus dilakukan.
Tunggu sebentar! Baiklah, baiklah!
Tunggu sebentar, aku datang.
- Ini Dr. Waldman, Fritz. - Kau tak bisa menemuinya. Pergi.
Oke, ketuklah! Kalian tak akan masuk.
- Henry! - Frankenstein!
- Henry! - Frankenstein!
Henry!
- Buka pintunya! - Biarkan kami masuk!
Siapa itu? Apa yang kalian mau? Pergilah kalian sekarang.
Ini aku, Elizabeth! Buka pintunya!
Henry! Henry!
- Apa mau kalian? - Buka pintunya!
- Biarkan kami masuk! - Kalian harus pergi.
Setidaknya berikan kami tempat berteduh.
- Kenapa kau mengunci pintunya? - Henry!
Elizabeth, tolonglah, tak bisakah kau pergi?
Tak bisakah kau percaya padaku malam ini saja?
Kau sakit. Ada apa?
Tak ada. Aku baik-baik saja.
Sungguh.
Kau tak lihat aku tak bisa diganggu?
Kau akan menghancurkan segalanya. Eksperimenku hampir selesai.
Tunggu sebentar. Aku mengerti.
Aku percaya padamu. Tapi aku tak bisa meninggalkanmu malam ini.
Kau harus pergi!
No comments yet. Be the first to leave one.