The first 200 lines.
♥ Cinta Abadi Seindah Mimpi ♥
Qing Ti.
Nona Feng Jiu.
Kita tetap berteman
seperti sedia kala.
Baik,
Nona.
Bagaimana dengan kondisimu??
Lumayan baik.
Terima kasih, Nona.
Berkatmu saya dapat memiliki tubuh baru ini.
Dulu kamu telah menolong nyawaku, seharusnya
aku yang berterima kasih padamu.
Dewa Qing Ti.
Ya, Nona.
Kamu telah mendapat
gelar sebagai seorang Dewa
dan sudah memiliki kewajiban sebagai Dewa.
Kamu telah terbebas dari
karma masa lalu.
Semoga kelak kamu dapat mematuhi
peraturan dan kewajibanmu.
Baik.
Aku akan membersihkan segala bekas manusia dari dirimu.
Ini adalah Air Suci dari Kolam Sembilan Alam Langit,
ia mengandung ekstrak dari langit dan bumi,
hanya ada satu tetes setiap seratus tahun.
Ia sangat murni,
dapat membersihkanmu.
Dewa Qing Ti,
ritual pembersihanmu telah selesai.
Terima kasih, Nona Feng Jiu.
Kaisar mengundangmu
ke Aula Samping di sebelah Aula Qing Yun.
Dewa Qing Ti,
pergilah untuk penobatanmu sebagai Dewa.
Kelak tingkat kita telah sama,
mohon saling membantu.
Baik.
Musim semi yang baru dimulai,
meminum teh pahit sambil bersantai.
Ternyata teh ini tidak pahit.
Bertemu kembali
setelah begitu banyak tahun.
Bagaimana cara berakting seperti di cerita?
Seharusnya ada kalimat
"Lama tak berjumpa,"
"...bagaimana keadaanmu?"
Dari semua Dewa,
hanya kamu yang belum diangkat sebagai resmi.
Kamu menjadi Dewa bukan karena mempelajari kemampuan,
pasti tak bisa melakukan apapun.
Kalau begitu jalankan posisi
sebagai Kaisar penerus Istana Tai Chen.
Pekerjaanmu hanya
mengawasi para Dewa saja.
Jauh lebih mudah.
Chong Lin.
Baik.
Dewa Qing Ti, mari pergi ke Istana Tai Chen.
Tak ingin mengatakannya?
Aku lupa,
aku akan memberitahu saat aku ingat.
Sekarang Suku Iblis
hanya tersisa dirimu.
Menyedihkan sekali.
Saat kamu terkurung di Miao Yi Yuan,
kami para iblis lah yang telah
memimpin Suku Iblis selama tiga puluh ribu tahun.
Tak perlu sungkan.
Pandai bicara.
Orang yang selalu kalah.
Apa?
Aku dikalahkan Dong Hua
dan diserang Suku Langit,
semua karena dirimu.
Kamu seorang Ratu Iblis namun ditolak di manapun.
Sekarang Dong Hua telah memulihkan diri,
tak lama lagi ia akan menyegelmu lagi.
Daripada ikut terimbas saat kamu disegel,
lebih baik langsung menghabisimu sekarang.
Tak mungkin Dong Hua pulih secepat itu.
Suku Langit memiliki begitu banyak benda sakti,
luka sekecil itu tentu tak ada masalah.
Tak hanya kemampuannya yang kembali,
ia juga telah menutup Lembah Brahma.
Ia menutup Lembah Brahma?
Dulu aku tak sengaja masuk ke sana,
saat keluar kemampuanku bertambah kuat
dan baru tahu bahwa area Lembah Brahma
dapat membantu pemulihan kemampuan.
Sekarang di sana
hanya berisi aura busukmu setelah keluar dari Miao Yi Yuan.
Agar aura itu tidak bocor ke luar,
Dong Hua menutup Lembah Brahma.
Tak disangka ia pulih begitu cepat
karena bantuan dari Lembah Brahma.
Kamu pernah tak sengaja masuk ke sana,
apa masih ingat cara masuk ke dalamnya?
Tentu.
Mengapa Kaisar beraroma bak obat?
Bahkan menjadi sangat kurus.
Wajahnya juga sangat pucat.
Ia seperti sakit.
Waktunya tak tepat
jika ia sakit sekarang.
Mau minum teh?
Kamu tak perlu begitu berusaha untuk mencariku.
Aku hanya pergi berlatih di Alam Manusia.
Suatu hari,
kita akan bertemu di Alam Dewa lagi.
Sebenarnya tak perlu sampai
menutup Kolam Yao.
Jika tak begitu,
apa kamu akan keluar?
Aku hanya ingin bertemu denganmu lagi,
Xiao Bai.
Aku mempelajari kalimat ini dari Alam Manusia.
Daripada saling menderita, lebih baik saling melepaskan.
Menurutku ini benar.
Sudah bertahun-tahun,
apa kamu dan ia baik-baik saja?
Siapa?
Kamu masih belum berubah,
masih belum bisa memastikan
apa yang sebenarnya kamu inginkan.
Meski aku tak menyukainya,
namun karena kamu memilih untuk bersamanya
dan menetap di Suku Iblis,
aku juga tak berdaya.
Saat-saat yang paling menyakitkan telah kulalui,
kini aku baik-baik saja.
Kuharap kamu pun begitu.
Saat itu aku terlambat tiba,
maafkan aku.
Aku menyuruh Ji Heng untuk kembali ke sukunya
sebagai bantuan untuknya.
Apa karena setelah aku pergi,
kamu baru menyadari bahwa
aku lebih penting darinya?
Aku tidak pergi karena terpaksa,
kamu tak perlu begitu.
Tak ada yang lebih penting darimu.
Tak ada yang lebih penting darimu, Xiao Bai.
Saat itu aku menunggumu begitu lama,
namun kamu tak datang tepat waktu ke perjamuan.
Aku kira kamu kecelakaan
dan sangat panik.
Namun Ayahku berkata kamu...
Sebenarnya aku bukannya tak percaya dengan semua orang,
namun aku selalu menunggumu pulang
untuk menjelaskannya.
Apapun yang kamu katakan,
aku akan selalu percaya.
Jika saat itu kamu kembali
dan berkata bahwa tak ada orang yang lebih penting dariku,
aku pasti percaya.
Namun sekarang...
Xiao Bai...
Saat di Qing Qiu aku terus memikirkan
apa semua kata-katamu selama ini
adalah tulus atau hanya kebohongan semata?
Kemudian aku mengerti.
Saat menyukai seseorang, kata-katamu tentu tulus.
Saat sudah tak suka,
kata-kata tulus pun bisa berubah menjadi kebohongan.
Sebenarnya juga tak perlu
terobsesi dengan ini semua.
Aku tahu
bahwa dulu kamu juga menyukaiku dengan tulus.
Ternyata masalah jodoh
memang tak dapat dipaksakan.
Aku Pemimpin Qing Qiu,
aku terlalu lama memusingkan
masalah percintaan ini.
Jika dilihat,
sekarang kita masing-masing juga telah hidup dengan baik.
Kaisar,
lebih baik kita begini saja.
Kehidupanku tidak baik.
Apa karena Qing Qiu dan aku telah membuatmu terbebani?
Sebenarnya kamu tak perlu bertanggung jawab atas ini.
Bagaimana jika kita pergi ke Dewi Nuwa?
Aku takkan berpisah denganmu, Xiao Bai.
Sampai aku mati,
kamu tetaplah istriku.
Hari ini kamu...
Hari ini aku agak menakutkan, bukan?
Jangan takut.
Di Kediaman Cang Ling,
pondok yang kamu inginkan telah dibangun.
Pohon buah pun telah ditanam.
Burung-burung dari pegunungan,
aku telah menyuruh mereka untuk menari
di Paviliun pada setiap akhir bulan.
Kelak kamu boleh pergi ke sana kapanpun kamu mau.
Untuk sementara...
Kurangi minum air dingin,
jangan menendang selimut saat tidur.
Mengapa membicarakan ini denganku?
No comments yet. Be the first to leave one.