The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"It's My Life"
"Episode 47"
"Lembaga Pemasyarakatan Seoul"
Hai. Astaga. Kamu sudah menderita.
- Kamu pasti kedinginan. - Sayang.
Makanlah tahunya.
- Pasti terasa sangat sulit. - Kita pergi?
Astaga. Sudah berapa lama aku tidak mencium
aroma orang bebas?
Pertama, aku harus mengisi perutku.
Astaga.
Kamu terluka?
Apa yang terjadi?
Tidak ada apa-apa.
Saat sedang mencuci piring, tanganku licin.
Piring yang kupecahkan tampak mahal. Maaf kini jumlahnya menjadi ganjil.
Kita tidak membutuhkan piring jumlah genap.
Kamu yakin tidak mau pergi ke rumah sakit?
Aku tidak perlu pergi ke rumah sakit untuk luka kecil ini.
Sampai nanti.
- Kamu akan pergi ke rumah Pak Han? - Ya.
Kamu bilang mereka marah jika melihatmu.
Aku harus memohon maaf sampai dimaafkan.
"Panggilan masuk"
Halo.
Sun Ja?
Siapa ini?
Kamu bertanya siapa aku? Ini mengecewakan.
Kamu tidak mengenali suara suamimu?
Astaga.
Kamu masih memakai nomor yang sama.
Kamu selalu setia pada satu hal.
Kamu bahkan tidak mencari pria lain selain aku seumur hidupmu.
Ada apa, Bu Yang?
Siapa yang menelepon?
Salah sambung.
Sampai nanti. Astaga.
Ada apa dengannya?
- Nomornya mati. - Apa?
Tolong tinggalkan pesan setelah bunyi berikut.
Dia mematikan teleponnya?
Kamu pikir dengan begitu aku tidak bisa menemukanmu?
Kamu berada di genggaman tanganku.
Permisi, boleh aku pesan soju lagi?
Baiklah.
Apa? Dia menolak?
Apa sulitnya berdiri di panggung sebentar?
Katanya, dia tidak sanggup muncul di publik karena putrinya.
Bahkan jika orang tahu dia akan muncul di peragaan busana,
wartawan dan pengguna internet akan menyebarkan kabar itu.
Lalu kita harus bagaimana?
Kita harus mencoba meyakinkan dia sampai menerimanya.
Itu percuma saja.
Kamu bilang itu karena putrinya.
Jika Bu Han bersikeras, tim lain juga tidak akan berhasil.
Bukankah lebih baik kita fokus pada penjualan?
Meski begitu, kita tidak boleh menyerah tanpa mencoba.
Itulah Jeanne d'Arc.
Astaga. Bukan main.
Bagaimana dua orang dengan pola pikir sama bertemu? Astaga.
Seung Joo dan aku mungkin akan sering jauh dari kantor
untuk sementara karena Bu Han Mi Ra.
- Bu Lee, pikirkan temanya. - Baik, Pak.
Bu Kim dan Pak Koo, urus pesanan
- dan pengiriman pakaian kita. - Baiklah.
Lalu Pak Lee,
- periksa produknya dengan teliti. - Baiklah.
Ayo kita sukseskan.
Satu, dua, tiga.
- Kita pasti bisa! - Kita pasti bisa!
Ayolah, Pak Park.
Siapa lagi yang tahu bahwa Han Mi Ra kembali ke Korea?
Aku tahu itu. Namun,
aku tidak bisa memberitahumu, Bu Choi.
Aku sungguh ingin bertemu dengannya.
Aku yakin kamu juga bisa mendapatkan manfaat dari itu.
Tapi Mi Ra benar-benar telah meninggalkan industri ini.
Dia tidak akan berubah pikiran meski mendiang ibunya hidup lagi.
Kamu tidak mengenalku?
Akan kupastikan dia berdiri di peragaan busana.
Jika Han Mi Ra tampil di publik lagi,
kamu juga akan mendapatkan keuntungan.
Misalnya dengan mempekerjakan Seo Yoon Hwa atas nama agensimu
sebagai model untuk pakaian kami musim depan.
Kamu sungguh akan seperti ini?
Kamu serius?
Apakah aku pernah membuat janji kosong?
Sebenarnya, Mi Ra memintaku
melihat beberapa toko bunga dekat perkantoran ini.
- Toko bunga? - Ya.
Sepertinya dia ingin mengelola toko bunga.
Dia akan menemui pemilik toko bunga pukul 15.00 hari ini.
Kamu bisa menemuinya di sana.
Terima kasih, Pak Park.
Kirimi aku alamatnya lewat SMS.
Tolong rahasiakan ini, Bu Choi.
Selain itu, tolong beri Seo Yoon Hwa dukungan penuh.
Aku ingin menjadikannya Han Mi Ra selanjutnya.
Jangan khawatir. Kamu tidak bisa memercayaiku?
Apa pendapat pelanggan soal pakaian kita, Nona Jung?
Sampai pekan lalu, sebagian besar orang mengatakan bagus dan elegan.
Tapi pekan ini, kita mendapat banyak ulasan seperti,
"Ini nyaman untuk dipakai. Ini seperti pakaian boneka."
"Ini terlalu mahal. Rendanya mudah rusak."
Makin banyak permintaan perbaikan yang kita dapatkan.
Tingkat pengembaliannya juga meningkat.
Pastikan pelanggan mendapatkan layanan perbaikan yang memuaskan.
Semua pengembalian dana harus diberikan
dalam bentuk voucer belanja agar pembelian ulang meningkat.
- Baik. - Baik.
Sepertinya kalian sedang rapat.
Rapatnya sudah selesai, Ibu.
Aku akan bertemu Han Mi Ra sore ini.
Nona Jung, bisa kamu ikut denganku?
Ya, Bu.
Sayangnya dia tidak bisa pergi.
Dia sedang mengerjakan laporan survei pelanggan.
Maaf karena kamu harus sibuk bekerja setelah wafatnya ayahmu.
Kalau begitu, Nona Seo, kamu bisa ikut denganku?
Apa? Aku?
Ikutlah dengannya, Nona Seo.
Tunggu. Bisakah aku saja yang ikut?
Han Mi Ra mengenalmu.
Begitu melihatmu, dia akan tahu apa yang akan kita katakan.
Aku hanya bertanya. Semoga berhasil.
Kami semua memercayaimu. Mengerti?
Baiklah.
- Ayo pergi, Nona Seo. - Baiklah.
Nona Yoo.
Astaga. Kamu tidak perlu melakukan ini.
Ini bukan untukmu.
Kenapa kamu terlalu percaya diri?
- Mau kuberikan kepada Bu Choi? - Ya.
Bidadariku sangat stres belakangan ini.
Jadi, tolong berikan ini kepadanya saat dia membutuhkannya.
Bahkan lebih baik jika kamu bisa memberitahunya
bahwa aku membelikan ini untuknya.
Baiklah.
Jika kamu melihat pil di ruangannya, ambil itu.
Hal buruk mungkin terjadi jika dia memiliki pil itu.
Kenapa?
Ada alasannya. Kamu tidak perlu tahu.
Kamu mengagetkanku. Sedang apa kamu?
Hai. Ini satu untuk Bu Choi.
Satunya lagi untukmu, Nona Yoo.
Astaga. Anda baik sekali seperti biasanya.
Terima kasih untuk ini, Pak Jang.
Dasar berengsek. Astaga.
- Selamat datang. - Selamat datang.
- Hai, Seon Gyu. - Kakak.
Kakak tadi bilang akan makan siang bersama Man Seok.
Sudah. Man Seok kembali ke kantornya.
Dia sibuk.
Halo.
Buatkan jus semangka untuknya dan potong itu dari gajiku.
Aku akan memberimu jusnya gratis.
Bahkan kamu juga bertanggung jawab atas kegugurannya.
Aku tidak melakukan apa pun.
Kenapa kamu bersikap seperti ini?
Baiklah. Buatkan saja jus semangkanya.
Baiklah.
Kamu benar-benar menguasainya.
Tentu saja. Aku meningkatkan penjualan kafe ini.
Kakak tahu betapa ramahnya aku.
Pelanggan mengira aku pemiliknya dan dia pekerja paruh waktunya.
Alangkah bagusnya jika kamu mengelola kafe seperti ini.
Berapa yang kamu butuhkan untuk membuka kafe seperti ini?
Kenapa? Kakak akan membiayainya?
Jangan bilang begitu. Kakak tidak punya uang.
Man Seok yang pelit itu hanya memberiku uang untuk makanan.
Astaga. Kakak membuatku sedih.
Aku memperkenalkan Kakak kepadanya agar Kakak bisa hidup mewah.
Tapi Kakak selalu di rumah menyiapkan makanan.
Silakan.
Mengenai kejadian waktu itu,
aku juga merasa sangat kesal.
Semoga kamu segera sembuh.
Kamu tahu aku kehilangan Penyelamat karena temanmu, Ahn Nam Jin, bukan?
Dia memfitnah Seon Gyu sebagai pencuri.
Aku kehilangan Penyelamat...
Kakakku menangis lagi karena kamu.
Aku sungguh minta maaf.
- Kakak. - Ya?
Aku sedang berpikir...
Soal apa?
Kakak tidak mau meminta ganti rugi dari wanita itu?
- Ganti rugi? - Kakak keguguran karena dia.
Dia tidak bisa menerima maaf hanya dengan makanan.
Ganti rugi... Kamu memikirkan soal uang?
Kamu pasti sudah gila.
Ibu macam apa yang meminta uang atas anaknya yang keguguran?
Jangan bodoh.
Penyelamat sudah tiada.
Kakak sebaiknya mendapatkan uang.
Kakak pasti merasa hampa sekarang. Belilah pakaian dan tas baru.
Benar juga. Kakak juga bisa membeli mantel bulu.
Itu bisa menjadi cara untuk menghibur Kakak.
Kamu ada benarnya.
No comments yet. Be the first to leave one.