The first 200 lines.
Chang Imports Hilang Di Laut
CEO baru Robert Chang, putra almarhum pengusaha ternama,
Genap berusia 25 tahu seiring awan ketidakpastian mengelilinginya.
Beberapa Hari Sebelumnya
Hei!
Hei, apa kabar, koboi?
Apa aku terlihat seperti koboi?
Ya, dan tukang.
Kenapa kau di sini?
Ini toko pamanku.
Tentu saja.
Lelucon rasis, ya?
Hei, beritahu padaku kenapa kau begitu buruk bermain basket?
Permainanmu buruk.
Kau marah karena kau tak bisa menembak.
Dengar, aku tahu kau ingin jadi seperti Steph Curry,
Tapi kau hanya kari kambing.
Hei, aku butuh bantuanmu.
Oke.
Aku beri kau 10, kau beri aku 11.
Tidak, kawan, serius.
Aku tak punya uang lagi. Aku butuh makan.
- Aku sangat butuh ini. - Ada kamera.
Kau pikir pamanmu melihat kamera-kamera ini?
Ini hanya antara kita.
Entahlah, kawan.
Oke, dengar, jika kau bantu aku,
Berikutnya kita bertemu di lapangan, kita tanding satu lawan satu.
Oke, cepatlah.
Kau setuju atau tidak?
Dan kau tak harus bersikap lembut dengannya.
Dia diturunkan di lobi.
Tidak, itu takkan berhasil.
Kau bisa bawa dia ke atas sendiri.
Kau tahu? Aku akan minta asistenku Melissa mengurus itu.
Maksudku, seberapa sulit itu?
Pembayaran penuh secara tunai sebelum kerja.
Tidak mungkin. Itu takkan terjadi.
Siapa itu?
Itu pertemuan personal.
Kau memiliki laporan mingguan untukku?
Maafkan aku, Pak.
Tapi aku bisa antar itu ke rumahmu,
- Dalam perjalanan pulang nanti. - Tidak, tidak, tidak... Tak apa.
Itu tak begitu penting.
Saudaraku tak seharusnya memintamu membawa pekerjaan ke rumah kami.
Ayah kami takkan pernah mengizinkan itu.
Aku bisa transfer kau uangnya.
Aku bilang tunai.
Ini penculikan pura-pura untuk kejutan pesta ultah.
Ini bukan transaksi narkoba.
Semoga berhasil temukan orang lain.
Aku hanya melakukan sesuai yang diminta.
Aku hargai kekhawatiranmu.
Selamat malam.
Selamat malam, Pak.
Baiklah.
Setuju.
Orang ini tidak bercanda.
Dia tidak keluar dari karakternya.
Ini dokumen yang kau minta tadi.
Kenapa kau memakai itu setiap hari?
Apa, ini?
Ya, itu terlihat seperti buatan anak 5 tahun.
Ini dari seseorang istimewa.
Ini mengingatkanku pada rumah.
Ini berbeda dengan milikmu.
Ini? Ini sebenarnya jam favoritku.
Kau tak beritahu orang lain tentang kejutan, 'kan?
Tentu saja tidak.
Oke, bagus.
- Hei, ada apa? - Kau di rumah?
- Ya. - Kita bertemu satu jam lagi.
Apa yang kau inginkan?
- Apa kabar, jelek? - Jelek? Kau butuh cermin?
Bung, aku punya cermin untuk berhari-hari.
Dengar, kita bertemu satu jam lagi.
Baiklah. Tak perlu bicara lagi.
Point guard bintang Kampus Komunitas Queensborough...
...mengalami cedera lutut serius dari robek ACL.
Chad: Bertemu malam ini. Aku jemput kau pukul 19:45.
Kau selalu bersantai.
- Ya, lebih baik dari bekerja. - Terserahlah.
Hei, boleh aku ambil minuman?
Aku buru-buru ke sini.
Ya, kawan, tak masalah. Aku tahu kau bokek.
Aku mendapat kredit layanan komunitas untuk ini.
Bokek? Itu tak pernah terjadi.
Oke.
Astaga, sobat.
Bung...
Hei, lihatlah ini.
Jadi, gadis ini tak membalas pesanku selama 6 bulan.
- Ya? - Sama sekali tak ada kabar.
Tapi dia menyukai semua foto yang aku unggah.
Generasi kita tak punya harapan.
Sobat, Kobe Bryant terbaik sepanjang masa,
Alias "GOAT".
Dia memiliki lima cincin.
Dia memiliki poin terbanyak kedua...
...didalam sejarah pertandingan NBA, 81 poin.
- Dia peraih medali emas... - Sebentar... Enam cincin, oke?
Beberapa kali pemain bertahan terbaik tahunan.
GOAT sebenarnya.
Michael Jordan... Apa yang kau bicarakan?
- Opinimu bahkan tidak sah. - Kenapa opiniku tidak sah?
Kau fans Knicks!
Tak apa.
- Selalu ada musim berikutnya. - Terserahlah.
Kita ada pekerjaan Selasa depan.
Kita menculik CEO untuk pesta kejutan ulang tahun.
Tidak. Kau pasti bercanda.
Tunggu, bisa aku jadi badut?
Pertama kita amankan dia. Lalu kita incar brankasnya.
Kenapa kau tak cukup katakan itu dari awal?
Tunggu dulu. Siapa yang kita culik?
Targetnya adalah Robert Chang.
Saudaranya, William, menyewa kita.
Robert Chang? Kenapa itu terdengar tak asing?
Chang Imports.
Aku tahu keluarga itu memiliki bank.
Aku membutuhkan ini.
Hanya ini saja untukku.
Apa?
Tapi kau tak pernah tertangkap.
Dan aku pikir kita melakukan semua ini bersama-sama.
Kelihatannya lebih sedikit dari biasanya.
Entahlah. Hanya ada sisa empat telur.
Kau membaca ulasan kita yang menawan?
Ini serius, oke?
Aku mendapat banyak tekanan.
Berusaha mengusahakan semuanya.
Aku yakin itu.
Apa rencanamu untuk hari besarmu?
Aku rasa tidak ada.
Ayolah.
Ini ultahmu ke-25.
Aku tak begitu peduli soal itu.
Oke.
Aku akan mengunjungi ayah hari ini. Kau mau ikut?
Ayolah. Ini ulang tahunnya.
Lupakanlah. Ini sudah berapa lama?
Itu tidak penting.
Kau beruntung dia tak memintamu bergabung militer juga.
Aku ingin bergabung militer.
Perang tetap bersamamu selamanya.
Jangan berikan itu padaku.
Kau waktu itu cukup umur untuk berkata tidak.
Ayah tak memaksamu melakukan apa-apa.
Kau takkan bertahan.
Ya?
Kau mau menguji teori itu?
Kau sudah dewasa.
Aku takkan menghentikanmu.
Tentu saja tidak.
Kau terlalu sibuk untuk melarikan diri.
Ada apa dengan James?
Apa maksudmu?
Aku memintamu mengurus situasinya.
Maksudmu memecat dia?
Aku memintamu mengurus itu.
Bukankah kau bosnya?
Apa maksudnya itu?
Itu artinya berhenti pecundang, Robert.
- Keluar dari kantorku. - Tak bisa dipercaya.
Hei! Itu mobilku!
Terima kasih.
Bicara padaku. Bilang padaku apa yang ingin kudengar.
Semuanya siap?
Aku temui kau pukul 19:00.
Begitu romantis.
Selamat ulang tahun, Ayah.
Ini aku sendiri lagi.
Tapi...
Aku akan mengajaknya ke sini suatu hari, janji.
Aku janji.
Sumpah, jika kau bisa lihat semua yang terjadi saat ini, Ayah,
Kau akan mengamuk.
Baiklah, aku akan mengatakannya,
Ada seorang gadis.
Dia tak membalas pesanku selama 6 bulan.
Ya, 6 bulan. Tapi bukan itu bagian gilanya.
Bagian gilanya, bagian yang tak bisa aku pahami,
Yaitu setiap aku unggah foto ke media sosial,
Dia menyukainya.
Halo. Aku kemari untuk bertemu Tn. Robert Chang.
Maaf. Dia tidak menerima pertemuan lagi hari ini.
- Bilang padanya Isaac yang datang. - Aku benar-benar minta maaf, Pak.
Tn. Chang tak lagi bisa menemui orang lain.
Oke. Tidak masalah.
Pak, tolong berhenti.
Ada orang menuju kantormu.
Aku berusaha hentikan dia.
Apa kabar, pria besar?
Hei.
Tak apa, Melissa. Dia pamanku.
Maaf, Tn. Chang. Aku tidak tahu.
Tak apa. Terima kasih.
Silakan duduk.
Apa yang kau lakukan di sini?
No comments yet. Be the first to leave one.