The first 200 lines.
Subtitle bY VIU Resynced == ANANG KASWANDI ==
5 September 2019.
Kemarahan ini membuatku gila.
Kukira In Ho akan segera mati,
tapi dia sudah sembuh.
Dokter bilang ini keajaiban,
tapi aku ingin berteriak, "Ini bencana!"
12 Juni 2019.
Sul Young pindah ke rumah untuk merawat In Ho.
Entah bagaimana perasaannya.
In Ho berselingkuh dan punya anak dengan wanita lain.
Tapi dia tidak tahu Sul Young pernah hamil dan keguguran.
"Apa Sul Young sungguh memaafkan In Ho?"
Apa Sul Young sungguh memaafkan In Ho?
Apa ada wali yang bisa Anda hubungi?
Tidak.
Anda
keguguran.
Kurasa Anda tidak akan bisa punya anak lagi.
"Formulir Perceraian Kesepakatan Bersama"
"Yoo In Ho, Ji Sul Young"
"In Ho berselingkuh dan punya anak dengan wanita lain"
"Tapi dia tidak tahu Sul Young pernah hamil"
"dan keguguran"
"Apa Sul Young sungguh memaafkan In Ho?"
"Apa Sul Young sungguh memaafkan In Ho?"
Kamu mau ke mana? Tunggu.
Kamu mau membawa ini ke mana?
- Ini harus dihancurkan. - Apa?
Aku harus menghancurkan ini.
Astaga! Apa yang kamu lakukan?
Bit Na!
Apa yang kamu lakukan?
Apa yang terjadi?
Kamu sudah gila? Kamu tahu betapa mahalnya ini?
Astaga. Kamu...
Tunggu. Lukisan apa ini?
"Chip In"
Kenapa kamu menghancurkan lukisan itu? Kenapa?
"Episode Terakhir"
Entah apa yang kamu pikirkan belakangan ini.
Ibu sungguh tidak tahu.
Seberapa banyak yang Ibu tahu tentang Ayah?
Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan itu?
Kenapa Ibu mencintai orang seperti dia?
Dia tidak hanya munafik, tapi juga tidak manusiawi.
Dia bukan lagi ayahku.
Apa maksudmu?
Ada yang kamu tahu?
Dan lukisan yang baru saja kamu hancurkan...
Lagi pula, lukisan apa itu?
Kenapa ada di belakang lukisan kita?
Ini sangat meresahkan.
Lukisan apa itu? Kenapa Sul Young menangis?
Kamu mau ke mana?
Aku mau mencari udara segar.
Semalam ini?
Ibu akan ikut denganmu.
Aku akan ke taman. Silakan tidur lebih dahulu.
Astaga.
Aku sungguh tidak mengerti.
Aku akan melakukan perjalanan bisnis.
Berapa hari kali ini?
Tiga hari.
Kenapa kamu melakukan banyak perjalanan bisnis?
Kenapa?
Apa kamu akan memojokkanku seperti tempo hari
dan mencurigaiku selingkuh?
Aku tidak melihat gunanya hidup seperti ini.
Mari kita akhiri ini.
Kamu akan meninggalkanku saat aku sekarat?
Bukankah sudah kubilang?
Aku ingin mati di sisimu.
Kamu ingin mati di sisiku?
Menurutmu bagaimana situasinya
jika kita menjadi orang tua?
Sudah kubilang berkali-kali aku menginginkan anak.
Di saat seperti ini, aku membencimu karena menolak.
Jika kita punya anak...
Kenapa kamu memberikan itu kepadaku?
Kamu selalu membuatku kesal seperti ini.
Kamu pikir aku akan berterima kasih
dan meneteskan air mata jika kamu memberikannya kepadaku?
Atau kamu berharap aku akan terharu dan menyerahkan diri?
Bukan begitu.
Ada apa?
Kamu akan menggunakan itu untuk melawan dan menyiksaku
seperti ayahmu?
Seperti dia menyiksa Jeong Wook?
Kamu sama seperti dia.
Aku tidak akan menyerahkan diri.
Karena aku tahu itu alasanmu kemari,
aku menolak melakukan itu.
Tidak akan.
Silakan putuskan.
Entah Anda melakukannya atau tidak,
aku tidak peduli lagi.
Jujur saja seperti ibumu!
Kamu bilang itu keputusanku,
tapi kamu dengan licik mengendalikanku.
Kamu mengingatkanku pada ayahmu dan itu membuatku jijik!
Pak Moon Jeong Wook meninggal beberapa jam lalu.
Apa?
Jeong Wook meninggal?
Kita hanya akan tahu penyebab kematiannya lewat autopsi.
Tapi kami menemukannya tewas di mobilnya sendiri,
dan kami juga menemukan ini.
Apa kalian menemukan
surat bunuh diri?
Surat bunuh diri?
Apa Pak Moon tampak berbeda setelah siaran langsung?
Aku...
Berapa banyak yang kalian rahasiakan dari kami?
"Ji Sul Young"
Tolong... Tolong aku...
"Sul Young berhasil menukar"
"surat buatan In Ho dengan surat buatannya"
Kamu monsternya.
Kamulah
monster sesungguhnya.
Jadi, Jeong Wook
sudah mati?
- Bu Park, ada apa? - Ya?
Semuanya hilang.
Apa?
Di mana lukisannya?
Aku bersumpah semalam ada di sini.
Kurasa kita dirampok.
"Dirampok"? Astaga.
Kurasa aku tahu
siapa pelakunya.
Apa tulisannya? "Jangan cary aku."
Dia mencuri semuanya?
Astaga, penipu itu.
Aku tahu dia akan buat masalah cepat atau lambat.
Ada masalah.
Pengacara Jin.
Kenapa Anda di sini sepagi ini?
Aku kehilangan surat wasiat itu.
Apa? Anda kehilangan wasiatnya?
Semalam, ada pencuri yang masuk ke ruanganku.
Dan dia hanya mencuri wasiatnya.
Kurasa aku tahu siapa pelakunya.
- Apa? - Dokko Chul!
Kamu di sini untuk melihat wajah putri penipu?
Dia sering menipu orang.
Aku terlalu terbiasa dengan itu untuk terluka.
Kamu benar.
Tidak pantas jika kita bersikap ramah.
Kita harus bersikap dingin terhadap satu sama lain
seperti saat pertama tiba di sini.
- Dan... - Apa lagi sekarang?
Maafkan aku
karena tidak memberitahumu.
Sudah kuduga kamu memercayaiku.
Aku takut kamu tidak akan memercayaiku lagi jika kuberi tahu.
Tentu saja tidak. Bagaimana bisa?
Kalau begitu, kurasa aku melakukan hal yang benar.
Maafkan aku.
Hanya kamu yang kupercaya.
Dan ini yang kamu berikan sebagai balasannya?
Jika sudah selesai bicara, pergilah.
Sulit bagiku untuk bercerita
tentang kasus penyerangan itu.
Kurasa aku juga ingin melupakan hal itu.
Aku sudah lama menyangkalnya
sampai mulai meyakininya.
Sampai dia membahasnya, aku juga sudah melupakannya.
Bukankah bodoh jika aku ingin menghapus sesuatu
yang kulakukan di masa lalu?
Aku juga bersalah karena melakukan itu.
Ini tentang ayahku.
Terkadang, aku ingin menyangkal fakta
bahwa ayahku seorang penipu.
Kami menggali area yang kamu ceritakan
dan menemukan jasad.
Bagaimana kamu tahu?
Ini lukisanku!
Ini lukisanku. Aku yang melukis ini!
Ayahmu dikubur di dekat pabrik.
Dilihat dari kerangkanya,
dia pasti sudah lama di sini.
Ayah tidak akan lama. Kamu tunggu di sini saja.
Boleh aku ikut dengan Ayah?
Tidak hari ini.
Jangan ke mana-mana dan tetaplah di sini.
Aku... Aku terlambat.
Aku terlambat datang.
Maafkan aku.
Ayah...
Kita sudah terlalu lama berada di dekat Dokko Chul
sampai lupa dia penipu.
Benar sekali.
Sekali penipu, tetap penipu.
Omong-omong, apa tidak ada cara untuk menerima warisan
tanpa surat wasiat?
Jika tidak ada wasiat,
Yoo Bit Na dan Yoo Hae Joon
bisa menerima masing-masing 50 persen.
"50 persen"?
No comments yet. Be the first to leave one.