"Sr."

"Sr."

Download Indonesian Subtitle

Release info

Sr 2022 1080p NF WEBRip DDP5 1 x264-SMURF
A Commentary by edoe
Retail Netflix

Tags

webrip
web
x264
BRip
1080
Published on: 2022-12-03
Downloads: 34
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kita harus bagaimana?

- Kita? - Ya.

Coba rekam ini.

Ambilan dekat atau mungkin dari sini ke atas.

- Ya? - Sudah kau rekam?

Ini pengambilan gambar luas.

Harus lebih dekat karena ada ambilan silih.

Ya, ini harus lebih dekat. Tambahkan sisipan itu sekarang.

- Beri tahu kalau sudah merekam. - Ayo mulai lagi.

Pertama, tak bergerak. Kau pun bilang, "Ini buruk."

- Ya. - Lalu mulai bergerak sedikit.

"Tunggu sebentar.

Mungkin ular itu tak penuh kebohongan."

- Ayah, boleh aku memutarnya? - Ya, lakukanlah.

Ini mungkin produksi bersama pertama kita.

Bagus.

Bagus!

Butuh sentuhanmu.

Ke mana berikutnya?

- Setelah ini? - Ya.

Kita bahkan belum melakukan separuh gagasannya.

Kita cuma bersenang-senang dan baru mulai.

Hati-hati di tangga.

- Astaga. - Bantu dia, Rogers.

- Kubantu. - Jangan sampai bintang kita jatuh.

Aku sangat tertarik melihat siapa ayahku saat ini

karena kita tak tahu kapan seseorang akan pergi.

Kami tak tahu sampai kapan kami bisa bersama.

Bagiku, dia selalu terasa seperti figur yang terlampau hebat.

Aku hanyalah anak Bob Downey untuk waktu yang lama.

Kesuksesan makin mendekatinya jika dia tak berhati-hati.

Dia pembuat film bawah tanah berbakat, Robert Downey.

Kau merasa terusik tampil di acara televisi komersial?

Tidak, jika filmya tak diputar dan gagal, aku tak bisa membuat film lagi.

Aku tahu begitu terjun ke bidang ini, itu akan lebih baik dari kerja kantoran.

- Kau seharusnya sekolah, 'kan? - Persetan.

Persetan dengan tempat ini.

Dan persetan kalian

yang mencoba memasukkanku ke tempat tak jelas ini.

Aku dibesarkan di keluarga yang biasa membuat film bawah tanah.

Terasa wajar tak berinteraksi dengan bentuk arus utama apa pun.

Apa film pertamamu? Salah satu proyek ayahmu?

- Ya. - Apa yang terjadi padamu?

Dia menjadi aktor dengan bayaran tertinggi di dunia.

- Dia memilih menjadi itu. - Ya. Ambil bagian Ayah.

Itu foto lamaku dengan Robert.

Si fotografer berkata,

"Bagaimana jika masing-masing memegang gergaji?"

Robert berkata, "Yang benar saja."

Kita tetap menyukai judul Sr., bukan?

Ya, Ayah suka, tapi bisa lebih bagus.

- Di mana Sr.? - Di belakang

Ayo jalan ke sana. Ayo.

Kalian akan melihat

keturunan dari keturunannya Sr.

Jangan melempar balon air ke kru Ayah.

Aku suka karena itu anaknya, dan ini putrinya.

Rekaman bagus.

Bagus. Ada pergerakan.

Tak ada yang duduk.

Hei, kau sudah menonton film Kakek?

Belum. Kenapa?

Filmnya keren. Mau menonton suatu saat?

- Mungkin. - Hanya mungkin.

Jika mau melempar balon air, kenai Ayah.

Itu bagus.

Avri, melambailah. Kami hanya butuh itu. Melambai.

Astaga.

Rambut Ayah harus dibasahi.

Astaga.

Jangan tembak Ayah lagi. Serius.

Jangan membasahi kameranya.

Hentikan. Sr.?

Cucu Ayah tak tahu batas.

Seperti tumbuh dengan ayahku. "Jangan membasahi kamera."

- Sudah terekam? - Sudah.

Belum ada rekaman yang bisa digunakan, kecuali aksi yang disuguhkan Exton.

- Boleh ganti baju sebentar? - Ya.

Terima kasih.

Ayah tunjukkan sesuatu sebelum mulai hal lain.

- Hanya aku? - Tidak, Rosemary dan kau.

Ini dia.

Robert punya ide membuat film dokumenter tentang ayahnya, sejarah,

dan kehidupan mereka.

Banyak orang mengenal Robert Downey Jr., tapi tak tahu Robert Downey Sr.

Dia ingin mengoreksi itu.

Kami mencari jalan membuat sesuatu yang kami harap akan menarik,

tak biasa,

dan bereksperimen dengan cara yang agak gila

untuk mencoba memahami ayahku.

Kau memahaminya sekarang?

Kurasa aku akan tahu lebih banyak saat selesai nanti.

Kau kembali, mungkin itulah titik awalnya,

ke Robert dan Rosemary di sofa, lalu kita mulai dari sana.

Kita akan melakukan hal yang sama, tapi di luar.

- "Sudah berapa lama menikah?" - Aku, ya?

- Ya. - Ya.

Sudah berapa lama kalian menikah?

1.500 tahun.

Kurasa kita harus bertukar tempat duduk.

Kau. Tempatkan dia di tengah.

Ya.

Sudah berapa lama menikah?

- 1.500 tahun. - Astaga.

- Sudah lebih bagus? - Di tengah dia melihat ke atas sana.

Ayah benar. Ulangi lagi. Rekaman ketiga, adegan pembuka.

Dia lebih suka membuat film bertemakan hal lain

daripada membuat film dokumenter tentangnya.

Jadi, jalan tengahnya adalah membiarkannya membuat versinya.

Sudah berapa lama menikah?

Juli ini 1.500 tahun.

- Astaga. - Ya.

- Hampir hari jadi kalian. - Terima kasih.

- Ayah tak keberatan. - Oke.

Omong-omong, itu gaya penyutradaraannya.

Aku bilang begini padanya, "Ayah,

film dokumenter resmi yang kami buat tentang Ayah

bisa menutup biaya film seni yang tengah Ayah buat."

Tampaknya dia menyetujuinya.

Sudah terekam? Bagus. Itu sepadan untuk sehari ini.

Itu lucu.

Menurutku semua gambar yang kita sukai harus masuk ke fail.

Kita tak pernah tahu. Bisa berakhir di tempat tak terduga.

Ingat pria yang mengatakan, "Satu gambar bernilai seribu kata"?

Cukup satu gambar bagus.

Sr. adalah salah satu orang terbaik

yang akan kalian temui untuk menjelaskan foto atau pemandangan jalanan.

Dengan gaya khas pria maskulin abad pertengahan,

biasanya, "Lihat bajingan ini."

Lihat grup ini.

Ada apa di sana?

Pertemuan AA.

"Ayo minum. Tak ada yang tahu."

Lihat ada apa di jendela itu.

Seharusnya ada orang di dalam yang menikahkan orang di luar.

Mungkin saja.

Ini sudutnya. Ini dulunya gedung apartemen. Ini tempatnya.

Entah apa pendapatmu, tapi mungkin

mulai di sana, dengar dialognya, lalu ke sini dan tunjukkan ini.

Oke.

116 University dulunya terdiri dari tiga loteng,

dan kami di loteng sebelum yang teratas, kedua dari atas.

Tak tersisa lagi.

Kau merasa sudah cukup dewasa? Kau sudah punya anak.

Tidak.

Tidak, mungkin itu masalahnya.

Entah apa pendapat Robert, tapi itu berbeda.

Kau membuat film saat di sini?

Ya.

"Film pendek Downey"?

Aku tak tahu apa itu.

Aku bisa menyingkirkan semua ini.

Aku berpikir untuk melihat-lihat filmku

dan memilih adegan yang pas dengan apa yang kau buat.

Itu lebih penting dari apa pun.

Ini menarik.

Mari mulai dengan ini.

Ini dia.

- Ibu menyayangimu, Walter. - Sampai jumpa.

Ibu menyayangimu melebihi apa pun di dunia ini.

Aku juga sayang Ibu.

Itu bagus.

- Kau yang menulis itu? - Ya.

Beginilah awalnya.

- Kariermu? - Semuanya.

SUTRADARA ROBERT DOWNEY SR.

Kau tahu, Walter,

kau bisa mendapatkan apa pun keinginanmu dalam hidup ini.

Satu-satunya yang kuinginkan

adalah Ibu.

Film Chafed Elbows menceritakan pria aneh

yang menikahi ibunya dan hidup dari bansos.

Ini sebuah penghormatan untuk Oidipus.

Ibuku tak menyukai Chafed Elbows.

Astaga.

Kubilang "Itu hanya film." Balasnya, "Ibu tak peduli.

Beraninya kau."

Kami bersenang-senang, mencari cara memfokuskan kamera.

Tak seorang pun mengira akan membuat film yang mendatangkan penonton.

Ibu tahu Ibu menikahi anak muda, tapi setidaknya ini anak Ibu.

Tiba-tiba karyaku diulas di New York Times.

Keesokan paginya, ada antrean di sudut

untuk karya yang dibuat dengan film 16 milimeter ini.

Apa inspirasi untuk membuat film ini?

Film ini unik. Berbeda.

Di mana lagi kau bisa membuat film, padahal kau belum pernah membuatnya?

Sebentar. Kau dengar itu?

Semuanya pas.

- Sirenenya? - Ya.

Oke. Apa orang-orang mencoba mengartikan film-filmmu?

Astaga. Semoga tidak.

Kalian keberatan kalau aku bergabung?

- Ayo, Sayang. - Benarkah?

Biar kulepas pakaianku.

Minggir, Jagoan. Biarkan aku masuk.

Kami tak tahu apa yang kami lakukan, tapi filmnya makin bagus

atau aneh.

SUTRADARA ROBERT DOWNEY SR.

Setelah Chafed Elbows,

Sr. dan Elsie, ibuku, selalu menulis.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left