Release info

HeartBeat S01E09 1080p AMZN WEB-DL DDP2 0 H 264-MARK
A Commentary by Luh_Fil
AMZN Version

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
Published on: 2023-07-29
Downloads: 21
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

HEARTBEAT

SELURUH TOKOH, NAMA, ORGANISASI, GRUP, PERISTIWA,

SERTA LATAR BERSIFAT FIKTIF, DAN ATURAN KESELAMATAN HEWAN DITAATI

Sudah kuperingatkan, bukan?

Berbahaya berada di perbatasan dua makhluk.

Kau kehabisan waktu.

Kau akan mulai mengalami gejala abnormal seperti hari ini.

Kau akan merasa makin buruk.

Maksudmu aku akan mati?

Namun...

aku belum menjadi manusia.

Maka sadarlah jika tidak mau mati!

Bukankah kau ingin merasakan cinta yang membuat jantungmu berdebar?

Bukankah kau ingin menepati janjimu kepada Hae-sun?

Maka, berusahalah hidup.

Bertekadlah seperti saat kau memutuskan tidur 100 tahun di peti mati hawthorn .

Kau harus

hidup.

Aku tidak boleh mati sebelum benar-benar menjalani hidup.

Apa pun caranya,

aku harus bertahan hidup.

Aku melihatnya sendiri.

Dia bukan manusia.

Kenapa dia lama sekali membagikan kue beras?

Aku yakin dia bermalas-malasan di suatu tempat.

Dia tidak pernah membantu.

Aku akan memberinya pelajaran.

Kenapa kau lama...

Kak Do-sik, katamu sedang sibuk. Kenapa kemari?

Bagaimanapun, ini hari pembukaanmu.

Aku terus memikirkannya.

Kau tidak perlu begini.

Terima kasih.

Di mana Pak Seon?

Dia keluar membagikan kue beras dan belum kembali.

In-hae, bisakah bicara di luar sebentar?

Sebenarnya ada apa, Kak Do-sik?

Aku tahu apa yang akan kukatakan ini

mungkin terdengar sangat aneh.

Ini tentang Pak Seon.

Ada apa dengan dia?

Pernahkah kau menyadari ada yang aneh dengannya?

Apa maksudmu?

Aku melihat keanehan pada hari kalian mengundangku

ke wastu ini.

Mustahil siapa pun bisa bergerak dengan kecepatan itu.

Itu menggangguku.

Apa kau tahu sesuatu?

Ayolah.

Mungkin kau berhalusinasi.

Kita semua minum cukup banyak hari itu.

Kurasa itu bukan sesuatu yang bisa ditertawakan.

Kak Do-sik.

Aku tahu Woo-hyeol bisa bersikap tidak biasa,

tetapi dia tidak seaneh yang kau pikirkan.

Aku bisa menjamin itu.

- In-hae. - Jangan khawatir.

Aku cukup mengenalnya dengan baik,

jadi, kau tidak perlu terlalu khawatir.

HEARTBEAT EPISODE 9

Kau cukup mengenalnya dengan baik?

Pernahkah terpikir bahwa kau mungkin tidak tahu segalanya?

Semua orang punya sisi yang ingin mereka sembunyikan.

Bukankah begitu?

Manusia mustahil melakukan ini.

Dia pasti vampir.

Kau bermalas-malasan di hari pertama bisnis kita?

Maafkan aku.

Apa ada masalah?

Kau tampak tidak sehat.

Tidak ada masalah.

Apa tidurmu nyenyak?

Tidak, aku berguling-guling.

Aku mudah terbangun.

Mungkin karena rumahnya sudah tua,

tetapi tangganya berderit

dan itu membuatku kesal.

Begitukah?

Omong-omong, kau punya salad?

Apa?

Sarapannya gratis, jadi, hanya ini yang kami punya.

Bukankah kau harus lebih memperhatikan tamu jangka panjangmu?

Aku tidak bisa makan itu setiap pagi.

Tentu.

Kau siapa?

Kau yang siapa?

Dia staf kami, Seon Woo-hyeol.

Kau melihat selebarannya kemarin, kan? Dia yang menulisnya.

Aku belum memperkenalkan kalian karena dia pergi kemarin.

Ini Nona Hwang So-i, tamu jangka panjang di Kamar 201.

Begitu, ya.

Kau tamu pertama Shaded Oasis.

Selamat datang.

Semoga kau menikmati waktumu di sini.

Kenapa cara bicaramu seperti itu?

Woo-hyeol.

Bisa kita bicara?

Ada apa?

Apa terjadi sesuatu kemarin?

Tidak.

Kalau begitu, apa kau tidak enak badan?

Kau tidak demam.

Benar juga, kau mustahil demam.

Apa terjadi sesuatu saat kau membagikan kue beras?

- Tidak. - Lantas, kenapa wajahmu murung?

Apa maksudmu?

Wajah murung apa?

Aku bisa melihatnya.

Kau pikir aku tidak tahu?

Aku mengawasi setiap tindakanmu dan setiap ekspresimu.

Bukankah itu

menguntit?

Jangan konyol.

Aku hanya bilang bahwa aku mencemaskanmu.

Jadi, beri tahu aku kalau ada masalah, ya?

Aku harus tahu.

Aku bosmu,

dan kau...

pegawaiku.

Jadi, ini hubungan majikan dan pelayan?

Sebut saja hubungan atasan dan pegawai.

Kau bekerja untukku.

Pokoknya, kita harus menegosiasikan syaratnya.

PEMBAGIAN TANGGUNG JAWAB

LAYANAN PELANGGAN, PERSIAPAN SARAPAN, PEMBERSIHAN KAMAR, PEMBERSIHAN,

PENGELOLAAN PERSEDIAAN, PENCUCIAN SEPRAI, PENDAURAN ULANG, PEMBERESAN RANJANG

Kita harus membagi tugas dengan jelas.

Membagi tugas?

Kita harus mempertegas tanggung jawab agar kau tidak bermalas-malasan lagi.

Bermalas-malasan?

Aku tidak pernah bermalas-malasan.

Jika kau menghilang saat jam kerja, itu namanya bermalas-malasan.

Aku akan mengurus layanan pelanggan

dan persiapan sarapan, jadi, jangan cemaskan itu.

Lalu, tersisa pembersihan kamar tidur, kamar mandi,

ruang tamu, dan dapur,

pengelolaan persediaan, pencucian seprai, dan pendauran ulang.

Itu saja.

Bagaimana membaginya?

Aku akan mengurus pembersihan kamar

dan pendauran ulang.

Serahkan itu kepadaku.

Kau tahu aku cukup pandai bersih-bersih.

Kulihat kau berpengalaman.

Kau juga harus bertanggung jawab atas pengelolaan persediaan.

Aku akan membersihkan ruang tamu, dapur, dan kamar mandi.

Kita bisa mencuci dan mengganti seprai bersama.

Sepakat?

Sepakat.

Kita bagi keuntungannya 50-50.

Itu akan dikurangi dari utangmu.

Tunggu, 50-50...

Baiklah.

Negosiasi ditutup dengan jabat tangan.

Namun, 50-50...

Tanganmu masih dingin.

Aku yang paling sering menangani para tamu,

jadi, berhati-hatilah agar identitasmu tidak terungkap.

Aku tahu kau tidak berbahaya,

tetapi orang lain mungkin tak berpikir sepertiku.

Kau mengerti?

Ya.

Aku tidak tahu

kau begitu peduli padaku.

Aku merasa terhormat.

Hampir lupa.

Aku punya pertanyaan.

Ada apa?

Begini...

Jika kita bekerja begini setiap hari,

kapan kita beristirahat?

Kita butuh beberapa hari libur

agar kau bisa berkencan dengan Kak Do-sik.

Kencan apa?

Untuk apa aku begitu dengannya?

Hubungan kami tidak begitu.

Kenapa tidak?

Kenapa...

Kenapa hubungan kalian tidak begitu?

Kukira semua berjalan lancar.

Prioritasku itu wisma tamu, bukan hubunganku dengannya.

Mana bisa istirahat saat kita menginvestasikan banyak uang untuk ini?

Kita akan bekerja setiap hari untuk saat ini.

- Apa? - Kalau begitu, aku pergi.

Apa...

Apa hubungannya tidak lancar?

Apa ini?

Tidak boleh!

Apa-apaan ini? Kalian tidak boleh begini!

Hentikan!

Apa yang kalian lakukan?

Pak, mengelola bisnis di sini ilegal. Apa kau tidak tahu?

Tetap saja, kenapa merobohkannya tanpa memberitahuku?

Kami berhak. Itu hukumnya.

Pasal 61, Ayat 1, UU Jalan. Izin Menempati dan Menggunakan Jalan.

Kau ingin aku lanjutkan?

Aku tidak tahu. Tolong maafkan kali ini saja.

Aku harus mencari nafkah.

Apa maksudmu tidak tahu? Lihat berapa peringatan yang kau terima?

Dasar pembohong.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left