Release info

MT13
A Commentary by P1rate_K1ng

Tags

other
Published on: 2024-04-08
Downloads: 69
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 160 lines.

II

Mushoku Tensei

Jobless Reincarnation

m 0 0 l -4476.25 0 l -4476.25 -20.125 l 0 -20.125 b 5 -19 7.875 -16 7.875 -10 b 7.875 -5.125 6 0 0 0

Hunter No Sekai

Now Watching

Mushoku Tensei S2

Episode #13

Hunter No Sekai

Now Watching

Kunjungi:

Met pagi, Guru.

Met, poagi, Tuan Besar.

Pagi juga, Zanoba, Julie.

Oh, Bos!

Pagi, nyan!

Pagi.

Kau kenapa, Bos?!

Tatapan mesum.

Birahi Bos akhirnya membara!

Pasti gara-gara pesonaku. Aku memang wanita pendosa.

Kalau jadi ceweknya bos, tiap hari bisa makan daging sepuasnya!

Rudeus, kau kenapa?

Apakah ada yang aneh?

Kelihatannya kau seperti penuh percaya diri begitu.

Aku punya pengumuman untuk kalian semua.

Detailnya tidak bisa kuceritakan,

tapi aku baru saja sembuh dari sebuah penyakit.

Bos ternyata habis sakit, nyan?

Apa itu alasanmu tidak memangsa kami?

Selamat atas kesembuhannya, Guru!

Padahal bisa saja konsultasi ke saya.

Begitu ternyata, pasti berat.

Pokoknya selamat atas kesembuhanmu.

Satu tahun sejak aku masuk akademi sihir.

Penyakit yang menggangguku pun sudah sembuh.

Bahkan Sylphy sampai memberikan hal berharganya untuk menolongku.

Akhirnya aku merasa kembali jadi manusia.

Bau birahinya makin kuat!

Ancaman untuk kesucian semua siswi di akademi, nyan!

Kalau didekati nanti bakal hamil!

Kasar sekali. Aku ini pria beradab.

Kalau Nanahoshi punya pacar, apa yang kau harapkan dari dia?

Tiba-tiba kenapa kau ini. Maksudmu kisah cinta?

Mirip-miriplah.

Begini, aku ingin segera pulang. Bisa serius dikit?

Kau ini selalu saja bahas yang aneh-aneh.

Kalau enggak banyak bicara, kerjamu bakal lebih efisien, lho.

Oh, apa Nanahoshi itu, tidak punya pengalaman cinta, ya?

Aku ini juga punya orang yang kusuka.

Walau aku berpisah saat bertengkar dengannya.

Kalau tidak salah Nanahoshi dipanggil ke sini saat sedang bertengkar.

Maafkan aku.

Kalau bisa minta maaf, buruan kerja sana.

Biasanya, orang yang kau suka akan merasa cukup dengan kau menemani di sampingnya.

Belakangan ini, aku secara berkala mengirim surat ke Paul.

Setelah penyakitku sembuh,

aku sebenarnya bisa saja lanjut mencari keluargaku,

tapi ada yang harus kulakukan sebelum itu.

Yakni melangsungkan pernikahan dengan Sylphy.

Seperti dia yang sudah menolongku,

sekarang giliranku melakukan apa yang Sylphy mau.

Dipikir-pikir lagi...

Menikah itu harus bagaimana?

Menikah, ya?

Iya, aku penasaran apa yang harus dilakukan saat menikah.

Benar juga. Yang pertama tentu saja rumah.

Benar.

Eh? Langsung rumah, nih?

Ya, jelas.

Bagaimana mau menikah kalau tidak punya rumah.

Oh, iya, Paul tinggal di Desa Buena setelah dia menikah.

Kalau calonnya dari keluarga berada dan sudah punya rumah, sih, tidak masalah.

Tapi kalau keduanya tidak punya,

yang menyiapkan rumah itu tugasnya cowok, kan?

Di dunia ini aturannya begitu, ya.

Dimengerti, pertama-tama harus punya rumah, ya.

Besok aku akan ke kota untuk melihat-lihat properti.

Rudeus, kau mau menikah?

Ya, begitulah.

Sama siapa?

Anu, dengan orang yang sudah menyembuhkan penyakitku.

Begitu rupanya.

Kalau calonmu penganut Milis, bilang saja padaku.

Walau secara singkat, aku bisa memberi kalian pemberkatan.

Baik.

Walau bilang mau lihat-lihat properti,

tapi aku sama sekali tidak tahu harus beli rumah yang seperti apa.

Sylphy adalah pengawal tuan putri.

Sudah begitu mereka begitu dekat.

Berarti ada kemungkinan Putri Ariel datang berkunjung, ya?

Bakal masalah, donk, kalau rumahnya tidak layak.

Seharusnya aku datang dengan Sylphy.

Tidak, tidak, justru di sini harus menunjukkan kesiapanku.

Rumah yang luas, kamarnya banyak, lalu harganya murah...

Ini rumah yang lumayan bagus.

Untuk tinggal berdua, bukankah terlalu besar?

Ada alasannya rumah ini tidak begitu mahal.

Aku dengar rumah ini dikutuk, ya?

Katanya saat tengah malam suka muncul suara entah dari mana,

dan besoknya penghuni rumah ini sudah dibantai.

Apa tidak dilakukan pengusiran setan?

Serikat petualang tidak mau menerima karena ada korban jiwa,

lalu kabarnya serikat penyihir juga tidak mau.

Acuh banget deh.

Karena itu aku mengajak kalian berdua.

Kalau begitu Zanoba, Cliff, ayo kita masuk!

Kau ini, jangan langsung dirusak, donk!

Maaf, pintunya macet dan tidak mau terbuka.

Sekarang mau bagaimana, Guru?

Kita putari semua ruangan yang ada, mulai dari sisi kanan lantai satu.

Dimengerti.

K-Kayak sudah pengalaman saja kau ini.

Begini-begini aku petualang kelas A.

O-Oh, iya, benar juga.

Te-Terus aku harus apa?

Kalau ada musuh, tolong serang mereka dengan sihir serangan kelas menengah.

Ba-Baiklah.

Tidak ada apa-apa, ya.

Hari ini kita akan menginap di sini, kan?

Benar, tolong, ya.

Sebentar lagi matahari akan terbenam.

Katanya baru akan muncul saat tengah malah.

Kemungkinan ada suatu monster yang tinggal di rumah ini.

Karena ini di tengah kota, seharusnya bukan monster yang kuat.

Tapi jangan sampai lengah.

Aku khawatir dengan Julie.

Aku juga khawatir dengan Lize.

Aku sendiri juga khawatir dengan Sylphy.

Zanoba.

Ada apa?

Setelah perkara ini selesai, aku akan menikah.

Kalau begitu mari segera kita selesaikan dan rayakan dengan meriah di rumah ini.

Jangan lupa undang aku dan Lize saat perayaannya, ya.

Tentu saja.

Rudeus, bangun, aku dengar sesuatu!

Tolong bangunkan Zanoba.

Bagaimana?

Tidak ada yang terlihat di pandanganku.

Ayo kita telusuri.

Ba-Baiklah! / Saya mengerti.

Ayo kita cari dengan teliti mulai dari lantai atas.

O-Oke...

Sisanya tinggal ruang bawah tanah.

Ya.

Di situ bagaimana?

Tidak ada apa-apa.

Bagaimana?

Mari kembali dulu ke kamar barang-barang kita dan bersiap kalau ada serangan.

Ada yang bersuara, artinya musuh akan datang.

Atau kemungkinan mereka akan menunggu sampai kami tertidur.

Ada kemungkinan mereka masih bersembunyi, tolong tetap waspada.

Sepertinya aman-aman saja.

Berarti harus waspada diserang saat tidur, ya.

Guru!

Zanoba!

Saya adalah anak dewa.

Yang seperti ini tidak akan melukai saya.

Wahai Dewa kami yang memberkahi Bumi Pertiwi!

Mohon limpahkan hukuman ilahi pada mereka yang menentang akal budi!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left