Revolutionary Sisters

Revolutionary Sisters (오케이 광자매)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

오케이-광자매-Revolutionary-Sisters-E53-E54-NEXT-VIU
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2021-06-20
Downloads: 30
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Maria? Maria!

Nona Shin!

María?

Maria!

- 200 joule. - 200 joule.

200 joule, isi. Aman!

250 joule, isi. Aman!

Maria!

Maria...

Maria...

"Episode 27"

Ini enak.

Kopi yang disajikan di pasar adalah yang terbaik.

Bekerjalah sampai pengujung hari dan cari kegiatan lain

sebelum kamu bau ikan juga.

Ini bukan untukmu.

Aku mendaki gunung dengan tujuh botol soju,

jadi, aku bisa melakukan apa pun sekarang.

Jangan bicarakan itu sendiri.

Kamu lucu.

Aku selalu lucu.

Ini.

Bagaimana kelenjar prostatmu?

Kamu harus mengurusnya karena akan menikah.

Sama seperti kita bisa beli toilet baru,

akan bagus jika kita bisa mendapatkan tubuh baru juga.

Hidup puluhan tahun bertukar tubuh bukanlah ide yang kusukai.

Hidup dan mati dengan layak adalah yang terbaik bagi siapa pun.

- Ponsel kalian sudah mati, bukan? - Ya.

Harus diselesaikan dengan sempurna sebelum tenggat.

Jangan khawatir.

Bukankah aneh kita diminta bekerja hanya tiga hari sepekan?

Aku yakin mereka punya alasan.

Kamu masih bekerja sebagai penagih utang belakangan ini?

Kamu tahu orang bilang kamu memberi uang sambil duduk

dan menerima uang sambil berdiri.

Andai saja itu benar.

Saat butuh uang, mereka bersikap seperti akan memberi lever mereka,

tapi mereka mengabaikanmu saat waktunya membayar.

Begitulah egoisnya manusia.

Akan kutarik apa pun yang terjadi. Lihat siapa yang tertawa terakhir.

Sepertinya kamu gila uang, sama sepertiku.

Aku harus membiayai pernikahanku

dan aku ingin melakukan hal baik untuk putra keduaku.

Aku tahu sedikit industri musik,

dan kamu butuh uang untuk sukses.

Akhir-akhir ini tidak terlihat seperti itu.

Dia pasti sudah sukses lebih awal andai aku sedikit mendukungnya.

Aku menyesal tidak melakukannya.

Bagaimana kalau aku saja yang mendukungmu?

Aku merasa bersalah atas tindakanku di masa lalu.

Astaga.

- "Baiklah". - Ye Seul!

Audisinya sudah diumumkan.

Mereka bilang itu akan sengit,

jadi, kamu harus bekerja keras.

Baik, aku akan berusaha maksimal.

Semangat, Ye Seul.

- Semangat! - Semangat!

Mari panggil penasihat tepercaya kita, Gwang Sik.

Tidak, jangan. Tidak sampai aku lolos babak penyisihan.

Kita bisa memintanya membuatkanmu sesuatu yang lezat.

Mari kita beri tahu dia setelah aku lolos babak pertama.

Itu akan membuatnya melihat kehebatanku.

Baiklah.

"Rumah Duka"

Ibu.

Astaga.

Rumah ini terasa begitu kosong.

Maria, kamu pergi ke mana?

Bagaimana bisa kamu meninggalkan putramu yang masih kecil?

María.

Bagaimana kita bisa membesarkan Berkat tanpa seorang ibu?

Malangnya nasibmu.

Ibu merasa kasihan kepada yang pergi

dan putra mungil yang ditinggalkan.

Maria, astaga.

Ini sup pollock kering.

Berhentilah minum dan kendalikan dirimu.

Bisakah kamu berhenti minum?

- Berikan itu. - Ada apa denganmu?

Hanya itu keberuntunganmu.

Kamu tidak beruntung memiliki istri yang baik.

Apa yang membuatmu sedih?

Apa kamu menyayanginya?

Hubunganmu bahkan tidak baik dengannya.

Kamu harus mengendalikan dirimu. Kamu tidak boleh seperti ini.

Apa yang akan kamu lakukan dengan Berkat?

Aku tidak melakukan apa pun untuknya.

Itu liburan pertama kami bersama.

Aku belum pernah melihatnya sebahagia itu.

Itu sungguh membuatku sedih.

Jika tahu dia pergi secepat ini, aku akan bersikap lebih baik.

Seharusnya aku memperlakukannya lebih baik dan memanggil namanya.

Seharusnya aku memanggilnya Maria.

Aku selalu memanggilnya Nona Shin.

Kenapa aku seperti itu?

Siapa yang tahu?

Kamu hanya bersikap tidak masuk akal.

Setidaknya kamu harus memanggil namanya sekarang.

María.

Maria...

Meskipun berduka atas kematiannya,

kita harus melanjutkan hidup.

Kamu tidak bisa mabuk seperti ini saat punya putra.

Kamu seharusnya bersikap baik kepadanya sejak awal.

Harus ibu akui kamu selalu selangkah di belakang.

Terlepas dari semuanya, aku kasihan kepadanya.

Dia bahkan memberiku seorang putra sebelum pergi.

Tapi aku membiarkannya makan samgyetang sendirian.

Aku bahkan tidak memberinya hadiah di hari ulang tahunnya.

Aku sangat tidak pengertian.

Ibu juga kasihan kepadanya.

Saat dia mau memeluk Berkat sebelum pergi, ibu membiarkannya pergi.

Jika tahu itu kali terakhirnya, ibu akan biarkan dia menggendongnya.

Agar dia tidak menyesal.

Seharusnya ibu menyuruhnya menjaga kesehatannya.

Tapi jangan terlalu sedih.

Berkat kamu,

dia punya anak dan menikmati hidupnya bersama keluarganya.

Jika bukan karenamu, dia tidak punya suami pengacara.

Dia menelepon ibu malam itu.

Dia menelepon Ibu?

Apa katanya?

Ibu, apa Berkat tidak mencariku?

Aku senang mendengarnya.

Ibu, aku sangat bahagia hari ini.

Aku tidak akan menyesal jika mati sekarang.

Aku akan menurunkan berat badan dan menjadi lebih sehat

agar memiliki anak kedua dan hidup bahagia.

Ibu, terima kasih banyak.

Dia bilang tidak akan menyesal jika mati?

Ya.

Jadi, berhentilah mengasihaninya

dan hiduplah semaksimal mungkin demi Berkat.

Dia bilang tidak akan menyesal?

Seharusnya ibu tidak mengatakan itu.

Kamu bersikap konyol lagi.

Maria!

- Kakak mau pergi sekarang? - Ya.

Kakak agak gugup.

Riasan kakak sedang jelek,

dan wajah kakak berkerut.

Berbaliklah.

Apa itu?

Ini yang kupakai. Bagus memakai ini secara teratur.

Kamu benar. Ini sempurna.

Biar kakak simpan.

Kakak selalu melakukan itu dan tidak pernah membelikanku.

- Sekarang? - Ya.

Bibi harus bertemu dengannya sebelum pernikahan kami.

Bagaimana penampilan bibi?

Menawan.

Bibi merasa gugup.

Bibi ingin berada di pihak putranya dan bersikap baik kepadanya.

Akhirnya bibi punya putra di usia tua bibi.

Bibi rasa bibi beruntung, bukan?

Tentu.

Kalau begitu, sampai jumpa.

Tapi aku ingin bertemu dengannya sekali saja.

Aku ingin bertanya kepadanya

kenapa dia melakukan hal itu.

"Nomor satu"

- Halo? - Aku sakit parah sekarang.

Aku ingin kamu segera datang.

Tunggu. Aku akan segera ke sana.

Ada apa? Kenapa?

Kamu tidak boleh berada di sini. Kamu harus ke dokter.

Aku sakit kepala. Aku pusing dan ingin muntah.

Naiklah ke punggungku.

Kurasa aku akan segera sembuh.

Kurasa banyak yang harus kucemaskan.

Naik saja ke punggungku. Aku akan membawamu ke dokter.

Tidak separah itu.

Belikan saja aku obat. Kurasa aku mengalami gangguan pencernaan akut.

Kamu tidak punya rencana hari ini?

Benar juga. Aku akan menelepon.

Maafkan aku. Ada hal mendesak, jadi, aku tidak bisa datang.

Dia bilang tidak bisa datang. Dia ada urusan mendesak.

Maafkan aku.

Aku akan menemuinya lain kali.

Aku merasa gugup, tapi aku harus melakukannya lagi.

Kenapa kamu merasa gugup padahal dia seperti putramu?

Aku ingin dia baik melihatku.

Kalau begitu, ayo pergi.

Mari berkencan.

Kamu sudah berpakaian rapi. Aku tidak bisa membiarkanmu pulang.

"Ibu, 13 panggilan tidak terjawab"

Ini aku.

Entah kenapa dia terus menangis.

Dia terus menangis tanpa makan.

Dan kita kehabisan makanan.

Dia sakit perut. Apa yang harus kita lakukan?

Baiklah. Aku akan segera ke sana.

Bagaimana kondisi Berkat?

Diam. Dia baru saja tertidur.

Ibu hampir tidak bisa menidurkannya.

Ibu tidak bisa membesarkannya tanpa ibunya.

Anak yang malang ini

terus menangis mencari ibunya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left