The first 172 lines.
BAKUMATSU ERA KYOTO
Tidak perlu khawatir.
Bagaimanapun juga, aku ini adalah Kapten Unit Pertama Shinsengumi, lho
Tapi paru-parumu sedang sakit sekarang, bukan?
Aku saja yang akan membunuhnya.
Kapten Unit Ketiga Shinsengumi, Hajime Saito
Aku datang...
Hitokiri Battosai.
KENSHIN • HIMURA BATTOSAI
TAHUN KE-11 MEIJI - PUSAT KOTA TOKYO
Hitokiri Battosai!
Akhirnya aku menemukanmu!
Pembunuhanmu berakhir malam ini! Persiapkan dirimu!
Oro?
Jangan pura-pura bodoh!
Tak ada orang lain yang akan berjalan-jalan sambil bawa pedang tengah malam begini,
sama sekali tidak mengindahkan Undang- Undang Penghapusan Pedang!
Aduh.
Kok mudah banget.
apa ini Hitokiri Battosai yang dirumorkan?
Rurouni.
Aku tidak lebih dari seorang pengembara,
seorang pendekar pedang yang sedang dalam perjalanan tanpa tujuan.
Aku baru saja tiba di kota ini.
tapi kau mengatakan, "bunuh-bunuh," aku tidak paham-
Lalu apa yang ada di pinggulmu?
Meskipun kau seorang pendekar pedang, kau tidak diperbolehkan membawa pedang!
Apa ini?
Sakabato?
- Pedang tumpul terbalik --
Bisakah kau membunuh seseorang dengan pedang ini?
Tidak bisa sih.
Terlebih, tidak ada bekas darah sama sekali pada bilah terbalik ini,
bahkan bau darah serta bilasan dari minyak.
Pedang ini seperti baru dibuat.
Kau benar-benar hanya seorang...
Rurouni biasa.
Tapi kenapa kau membawa pedang yang tidak berguna?
Polisi!
Kali ini, pasti!
Sepertinya ada sesuatu yang terjadi di kota ini.
Lemah!
Lemah, lemah, lemah!
Kalian semua terlalu lemah!
D-Dia terlalu kuat!
Kekuatan ini jangan-jangan...
Battosai yang dirumorkan!
Cukup sampai disitu, Battosai!
Cih, gawat-
Kau memang sangat ceroboh.
Rurouni.
Sebelah sini! Penjahatnya ada di sini!
Akulah Battosai!
Himura Battosai dari aliran Kamiya Kasshin-ryu,
orang mengenalku Hitokiri Battosai!
Tunggu!
Cok, apa yang kau lakukan? Turunkan aku!
Mengejar saat cedera bisa berakibat fatal.
Dia sudah mengklaim memiliki gaya pedang tertentu,
jadi jangan gegabah-
Kamiya Kasshin-ryu adalah aliran pedang kami!
Dia menggunakan nama kami untuk melakukan pembunuhan di persimpangan jalan!
Turunkan aku!
Aku akan pergi menangkapnya sekarang-
Kau tidak akan bisa mengejar ketertinggalan jika pergi sekarang.
Sebelum polisi ikut menyelidiki kita,
kita harus pergi dulu.
Turunkan aku!
KAMIYA KASSHIN-RYU
Kamiya Kasshin-ryu...
Guru yang menjabat, Kamiya Kaoru.
Muridnya...
Oro?
Kami adalah gaya pedang yang tidak terlalu dikenal.
dulu pernah memiliki sekitar sepuluh murid dan berlatih sangat keras.
Namun dua bulan yang lalu, orang itu tiba-tiba memulai pembunuhan di persimpangan jalan,
dan lihatlah keadaannya sekarang.
Semua murid pergi, karena takut dengan nama "Battosai,"
dan tidak ada seorang pun di kota ini yang ingin mendekati dojo kami.
Hitokiri Battosai, bahkan sampai sekarang di Era Meiji,
masih ditakuti oleh masyarakat.
kenapa dia mengklaim sebagai Kamiya Kasshin-ryu?
apa dia benar-benar Battosai? aku tidak terlalu tahu.
Tapi aku harus mengakhiri kekejamannya sesegera mungkin.
Oh, begitu.
Namun, lebih baik jika kau tidak berjalan-jalan di malam hari lagi.
Heh?
Pria itu jauh lebih kuat darimu, Nona Kaoru.
Apa?
Mampu mengakui ketika orang lain lebih kuat dari diri sendiri
adalah bagian seni merendahnya para sepuh.
Seharusnya sudah jelas bagaimana pertarunganmu berikutnya akan berakhir?
Kebanggaan akan gaya pedang tidak cukup penting
mempertaruhkan nyawamu untuk melindunginya, padahal tidak.
Kamiya Kasshin-ryu...
... adalah gaya pedang yang diciptakan oleh ayahku di Era Meiji
setelah selamat dari gejolak Era Bakumatsu.
Ayahku tidak menyetujui pedang untuk pembunuh.
Dengan ambisi untuk pedang yang memberi kehidupan,
dia memberikan semua yang dia miliki selama sepuluh tahun.
Namun, beliau dikirim ke Perang Seinan
sebagai bagian dari pasukan Kepolisian Metropolitan,
dan di tempat yang sangat jauh dari cita-citanya, ia meninggalkan dunia ini.
Pria yang mengaku Hitokiri Battosai itu mempunyai aliran Kamiya Kasshin-ryu
telah menyebabkan lebih dari sepuluh orang cedera dan kematian.
Jurus pedang ayahku, Kamiya Kasshin-ryu,
mengidealkan pedang yang memberi kehidupan.
Tapi telah dinodai oleh seorang pembunuh!
Kau hanya seorang rurouni biasa!
tidak akan mengerti rasa frustasi yang kurasakan!
Namun, dengan lengan yang luka itu,
Kau tidak perlu berkeliling di malam hari dulu.
Sebaiknya kau tetap berada di sisi yang aman.
Terlebih, seseorang yang mencari pedang pemberi kehidupan
tidak dapat menjalani kehidupannya sendiri bukanlah sebuah lelucon belaka.
Selain itu, almarhum ayahmu tidak akan berharap gaya pedangnya
untuk dilindungi dengan mengorbankan nyawa putrinya, pasti itu yang diinginkannya.
Permisi.
Sekarang sudah selesai.
Terima kasih, Kihei.
Kaoru, kamu seharusnya tidak membuka diri pada orang seperti itu.
Rurouni tidak lebih dari sebuah kegagalan dalam hidup.
Ya.
Kamu terlalu baik dan tidak memikirkan kedepannya.
Aku tahu.
Aku tahu betul kok.
Rurouni Kenshin
Beberapa Hari Kemudian
Hei, jangan meronta!
Berperilaku baiklah!
Ara? Apa ada yang tertangkap?
Ororo...
Rurouni!
Apa yang dilakukan pria ini?
Seperti yang kau lihat, dia tidak mematuhi Undang-Undang Penghapusan Pedang!
Hmm? Jika tak salah, kau...
dari dojo Hitokiri Battosai-
Aku kasih tahu bahwa itu adalah tuduhan yang salah!
Apa-apaan kamu ini, mau melawan petugas?
Petugas kek, Satpol kek! Jangan berlagak!
- Apa? / Tenang-tenang. Tolong jangan emosi.
Mari kita selesaikan ini dengan damai.
Hei.
Untuk menghormati kakek itu, kami akan menoleransimu.
Kau tidak akan lolos di lain waktu.
Aku telah diselamatkan berkat anda.
Sama-sama.
Kau masih di kota ini?
apa kau memiliki sesuatu untuk dilakukan di sini?
Tidak, tidak juga.
Omong-omong, gimana kelanjutan kasus pembunuh di persimpangan jalan itu?
Ya. Aku punya petunjuk siapa pelakunya.
Ada satu ilmu pedang di kota sebelah yang mencurigakan.
Woh?
Tepatnya, itu adalah bekas dojo.
Saat ini, tempat itu menjadi tempat berkumpulnya para penjudi dan preman.
Dan rupanya seorang ahli pedang yang telah menjadi samurai mengambil alih kendali dua bulan yang lalu.
Pria itu dikatakan sangat besar, hampir dua meter tingginya.
Nah, terdengar mencurigakan?
Pembunuhan di jalanan juga dimulai sekitar dua bulan yang lalu.
Oleh pendekar pedang yang mahir yang tingginya kira-kira setinggi itu.
Orang besar seperti itu tidak umum!
Kaoru, aku harus menyiapkan makan malam, jadi aku akan pergi sekarang.
Oh, benar. mohon bantuannya ya.
Sampai jumpa.
Dan bagaimana hubunganmu dengan orang itu-
Kihei? Dia seperti seorang pelayan yang tinggal di rumahku.
Itu terjadi tepat setelah ayahku meninggal dunia.
Aku menemukannya tergeletak di jalan di depan dojo kami
dan merawatnya hingga sehat kembali.
Dia mengkhawatirkanku.
dan mengatakan bahwa aku harus menjual dojo lalu hidup dengan tenang.
No comments yet. Be the first to leave one.