Release info

❤❤Mama Fairy and the Woodcutter E06
A Commentary by katy_belekeme
Episode 6... ❤Indihome ngadat gegara gempa❤

Tags

other
Published on: 2018-11-21
Downloads: 46
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Follow My IG

@

@k

@ka

Hati-hati, sel kulit matimu berhamburan.

Wah, maaf.

Gadis-gadis bodoh.

Apa kau tidak melihat seorang pria tampan diam-diam mengintip kalian...

di balik semak-semak di arah jam tujuh?

Jangan terlalu kentara.

Aku harus menikah,

jadi tetap tenang dan bantu aku.

Apa kau tidak akan kembali?

Aku telah memilih untuk menikah.

Aku menginginkan seorang suami.

Aneh sekali. Di mana baju bersayapku?

Wah, tempat pemandian ini akan tutup mulai besok.

Hari ini adalah kesempatan terakhirku.

Aku mandi dengan segenap kekuatanku,

tapi kenapa harus gaun Ok Nam yang hilang?

Apa kalian benar-benar tidak melihat pakaianku?

Ukuran dadamu terlalu besar untukku.

Ini sangat aneh. Kenapa hanya milikku yang hilang?

Apa kalian sungguh meninggalkanku?

Maaf, aku tidak ingin terlambat makan siang.

Pelan-pelan saja mencarinya.

Teman-teman.

Jika kau mau, aku dengan senang hati akan menawarkan jaketku.

Bisakah aku tanya namamu?

Namaku...

Bausae.

Itu adalah nama Dubhe yang pergi bertahun-tahun lalu.

Kenangan lama bisa memudar atau berubah,

tapi perasaan tetap ada untuk waktu yang lama dan menghampirimu setiap waktu.

Terlampat...

bagiku menyadari...

bahwa aku mencintai Dubhe sekian lamanya.

Dubhe.

Apa kau tidak ingat aku?

Kau menghilang, dan aku ditinggalkan sendirian di alam peri.

Setelah bertahun-tahun berlalu,

aku akhirnya menyadari perasaanku yang sebenarnya.

Maaf, tapi sepertinya kau salah mengiraku mirip sesorang.

Aku tidak mengenalmu.

Meskipun semuanya berubah...

dan banyak yang terlupakan,

ada sesuatu yang tidak pernah bisa kita lupakan.

Saat itu 699 tahun yang lalu,

kami merayakan pernikahan hanya dengan semangkuk air.

Dia meninggalkan rumah, berkata dia akan segera kembali,

tapi dia tidak pernah kembali.

Di mana dia menyimpan gaun bersayap Ibu?

Aku tidak bisa menemukannya.

Halo. Selamat pagi.

Selamat datang.

Halo.

Kau juga di sini, Geum.

Kopi apa yang ingin kalian pesan hari ini?

Aku pesan segelas Sarapan Burung Pipit.

Hei, kau datang terakhir.

Ahh.. Kalian belum memesan ya?

Kalau begitu berikan pesananku terakhir.

Kalian berdua ingin pesan apa?

Aku pesan yang sama seperti Geum.

Apa yang ingin kau pesan?

Aku juga sama.

Oke, tiga gelas Sarapan Burung Pipit.

Nona Peri.

Sebenarnya, kemarin...

Apa kita pernah mandi bersama sebelumnya?

Bercanda.

- Apa kau sudah gila? - Makanya aku bilang bercanda.

Bercandamu kelewatan.

Aku baik-baik saja, jadi jangan bertengkar.

Nona Peri.

Kau tahu, tentang telur besar di rumahmu...

Aku... Kemarin...

Bisa kutanya berapa umurmu?

- Aku? - Ya.

Berapa umurmu sebenarnya?

- Wah, kepalaku. - Ada apa?

- Apa kau baik-baik saja? - Bersandarlah padaku, profesor.

Tidak, tidak apa-apa.

Aku permisi dulu.

Hei, Profesor Jung.

Aku akan kembali lagi nanti.

Ada apa?

Bukan apa-apa. Tiba-tiba saja aku sakit kepala.

Seberapa sakitnya?

Apakah rasanya seperti dipukul atau ditekan?

Gambaran aneh terus bermunculan di kepalaku.

Kau benar.

Air di alam manusia memang bagus.

Aku ingin mandi di sini bersamamu setiap hari seperti hari ini.

Apa itu tadi?

Bisa kutanya berapa umurmu?

Kematian adalah kata lain untuk hidup.

Bunga-bunga ini lahir setelah kematian, jadi bagaimana bisa mereka tidak cantik?

Ya ampun, kepalaku.

Jangan bilang...

kau pura-pura.

"Apa kita pernah mandi bersama sebelumnya?"

Kau pura-pura sakit kepala...

- karena malu? - Ayolah.

Profesor Jung, apa kau yakin baik-baik saja?

Bukankah kau bilang ada janji pagi ini?

Oh, benar. Aku kira aku harus cepat.

Hubungi aku jika sesuatu terjadi.

Bajingan itu juga membuatku pusing.

Melihatnya membuatku pusing.

Kau juga harus pergi. Apa kau tidak punya janji?

Aku perlu tahu apa yang terjadi. Aku dokter pribadimu.

Bisakah aku bermimpi...

dengan mata terbuka selagi masih siang?

Mimpi seperti apa?

Kenangan tentang seseorang yang datang dan pergi.

Kenangan?

Itu berarti kau mengalaminya.

Apa aku benar-benar mengalaminya?

Apa itu? Katakan padaku.

Jika aku bilang, kau akan menganggapku gila.

Apa aku benar-benar menjadi gila?

Berkencanlah.

Bicara apa kau tiba-tiba?

- Itu adalah resepku. - Tapi itu tidak masuk akal.

Aku memperhatikanmu selama lebih dari 10 tahun,

dan kusimpulkan bahwa kau sangat kekurangan oksitosin.

Kau pikir aku seorang wanita hamil yang akan melahirkan?

Kenapa aku perlu oksitosin?

Kau tidak pernah menjalin hubungan selama bertahun-tahun,

dan stres itu bisa membawa gangguan mental.

Maksudku, tidak ada alasan eksternal khusus,

tapi kau menunjukkan gejala depresi dan obsesi.

Berkencan dengan seseorang...

benar-benar dapat menghilangkan semua gejala tersebut.

Kau yakin dengan gelarmu?

Kalau dipikir-pikir itu, kurasa aku tidak pernah melihatnya.

Aku akan menjadi teman kencanmu.

Begini saja.

Tembak gadis yang kau suka.

Dasar.

Lupakan saja. Aku lebih suka memilih disuntikan hormon...

daripada harus melakukan hal norak seperti itu.

Aku pergi mengajar dulu.

Aku telah menunggu lebih dari 10 tahun.

Aku tidak akan melepaskannya pada seseorang yang baru dia kenal sebulan yang lalu.

Aku akan berkencan. Minggir.

Apakah kita pernah mandi bersama sebelumnya?

Apakah ingatannya kembali?

Bisa pesan kopi?

Nona Cho.

Pipimu...

membuatku ingin makan irisan tomat dengan gula.

Apakah sesuatu terjadi sampai-sampai keu tersipu malu begitu?

Aku pikir ingatannya kembali satu per satu.

Dia ke sini pagi ini...

dan bertanya apakah kita pernah mandi bersama.

Kau mandi dengan seorang pria?

Kau memiliki pola pikir yang kebarat-baratan.

Ya?

Apakah Heungseon Daewongun tahu tentang ini?

Tapi sekarang kalau dipikirkan,

aku tidak pernah mandi dengan suamiku.

Lalu apa yang dipikirkan Profesor Jung...

saat dia mengatakan hal yang sangat mengejutkan begitu?

Mungkin tentang tempat kami pertama kali bertemu...

dalam hidup ini yaitu Air Terjun Peri.

Kopi apa yang kau inginkan?

Hari ini aku ingin Keindahan Sinar Bulan.

Oke.

Dan ini.

Gajimu.

Apa? Kau tidak perlu membayar upahku.

Kau memberi kami rumah dan makanan.

Bukan itu saja.

Aku meminjamkan Jeom Soon pakaian dan sepatuku.

Aku yakin aku adalah majikan paling dermawan di dunia.

Aku tahu.

Tapi kau sudah membuat kopi yang enak, jadi ini adalah bagianmu.

- Meski begitu... - Peri Seon.

Mulai sekarang, jika sesuatu terjadi, temui aku segera.

Kalau-kalau terjadi sesuatu.

Aku akan segera pergi.

Nona Peri, aku kembali.

Aku senang kau datang.

Apakah Profesor Jung baik-baik saja?

Ya. Dia sedikit sakit kepala. Dia baik-baik saja sekarang.

Itu bagus untuk didengar.

Tadi kau bilang ingin Sarapan Burung Pipit kan?

Kopinya nanti saja.

Jadi, Nona Peri...

Aku memecahkan telur besar di rumahmu.

Nona Peri, jadi...

Apakah ini sesuatu yang sulit untuk dibicarakan?

Yah...

Nona Cho membayar upahku, tapi aku tidak butuh uang.

Apa kau menginginkannya?

Apa? Tidak.

Lagipula, aku tidak butuh uang.

Aku juga tidak membutuhkannya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left