Release info

인간실격-Lost-E08-NEXT-iQIYI
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2021-09-26
Downloads: 20
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 198 lines.

[Semua tempat, tokoh, firma, dan peristiwa dalam tayangan ini hanyalah fiksi.]

[Woo-nam Aku tak bisa pulang malam ini.]

Ya.

Ini Min-ja.

Bong Min Ja.

Akhirnya aku minum-minum juga.

Karena aku sangat kesal dengan putraku.

aku kurang baik dalam membesarkannya.

Dia memperlakukanku lebih buruk daripada kotoran anjing.

Berengsek.

Astaga.

Kau merendah.

Jeong-su itu...

Dia tak ada duanya.

Bahkan hari ini...

Kau di rumah?

Ya, aku minum sendirian.

Aku minum sendirian.

Aku makan sendirian.

Kau tahu...

Awalnya aku menentangnya menikahi Bu-jeong.

Bu-jeong sangat baik kepadamu.

Senang sekali melihatnya.

[Kupikir jika Jeong-su tinggal bersamanya,]

dia tak akan kesepian.

Itu sebabnya aku merestuinya.

Aku sangat iri

akan hubunganmu dengan putrimu.

Demi kebaikan pasien,

lebih baik membuat pilihan sekarang.

[Prosesi peti mati Dikebumikan]

[Kamar mayat Persiapan pengiring jenazah]

Jawab teleponnya.

Dia pasti menelepon karena khawatir.

Bu, boleh aku pinjam ini?

Ya.

Terima kasih.

Kau tahu?

Sebelum meneleponmu,

aku menelepon ibuku.

Karena dia ibuku.

Kau tahu hal pertama yang dia katakan?

Bagaimana aku tahu?

Benar juga.

Kau tak akan menduga ucapannya.

Kenapa? Dia bilang apa?

"Bisa-bisanya suamimu

melakukan ini kepadaku di saat seperti ini?"

Karena ini hari ulang tahun ibuku.

Mengejutkan, bukan?

Tapi ucapan selanjutnya makin mengejutkan.

"Hei, Jalang."

"Kali ini kuatkan dirimu."

Kau tak tahu apa artinya, bukan?

Saat kau dirawat di rumah sakit, kau menandatangani perjanjian.

Perjanjian penolakan bantuan hidup dasar.

Saat serangan jantung seperti tadi terjadi,

itu artinya aku setuju untuk tak meminta dokter

menyelamatkannya.

Aku sudah menandatanganinya tiga kali.

Pertama, saat dia dirawat di rumah sakit.

Kedua, sekitar tahun lalu.

Dan hari ini.

Aku baru saja menandatanganinya.

Andai itu terjadi

selagi aku tak di sana,

maka

aku akan meminta mereka melakukan

yang tertulis di formulir.

Tapi dia ada di depan mataku.

Dia tepat di depanku.

Jadi, aku harus memohon kepada mereka untuk menyelamatkannya.

Bagi orang yang datang sesekali,

sepertinya dia hanya berbaring di ranjang dan tidur.

Tapi jika kau bertemu dengannya tiap hari,

jika kau bersamanya tiap hari,

tiap momen terasa berbeda.

Dia tersenyum saat ada yang lucu.

Dia menangis saat sedih.

Beberapa hari terakhir, dia banyak tersenyum.

Jadi, aku meminta mereka menyelamatkannya lagi.

Jeong-su.

Aku harus bilang apa kepada ibuku?

Pukul berapa ini?

Pukul 22.00 lebih, 'kan?

Ya.

Aku harus berada di set pukul 16.00.

Tapi aku tak bisa tidur di rumah.

Duduklah.

Apa semua orang sibuk di luar?

Tidak.

Semuanya berjalan santai.

Apa kau

memacari seseorang belakangan ini?

Aku?

Tidak.

Baiklah.

Kenapa?

Bukan apa-apa.

Kau punya aura yang berbeda.

Selain membayar lebih banyak pajak,

tak ada yang berubah dariku.

Kini komentarmu berbau uang.

Hati-hati.

Jika kau tiba-tiba menjadi kaya, orang-orang akan mulai membencimu.

Aku akan berhati-hati.

Omong-omong,

soal akun yang waktu itu...

Yang mengunggah artikel tentang

anak gelapku pada hari jadi pernikahanku yang kesepuluh.

Akun itu

telah menghilang.

Itu rupanya.

Ya.

Kau yang menghapusnya?

Ya.

Kau tak tahu siapa dia?

Aku hanya menghapusnya.

Jadi, aku tak tahu siapa dia.

Baiklah.

Aku tak bisa melaporkannya karena itu benar.

Apa kau orangnya?

Yang tahu soal itu

hanya kau, aku,

Pak Seo,

dan Penulis Lee.

Tidak mungkin Pak Seo.

Meskipun dia di luar kendali,

dia ayahnya.

Bukan aku.

Kalau begitu, berarti dia.

Aku penasaran apa yang akan diunggah besok pagi.

Mungkin ada unggahan yang mengatakan

Jeong A-ran punya anak di Kanada

yang tidak bertemu ibunya selama 20 tahun.

Itu tak masuk akal.

Aku bahkan takut mencari namaku.

Jadi, inilah "pelepas perisai".

Orang terdekatmu menusukmu dari belakang.

Jangan cari namamu di Google.

Kau hanya akan kesal.

Ada unggahan bagus juga.

Hanya saja, aku tak tahu mereka serius atau tidak.

Bagaimana bisa tak melihat?

Aku sangat penasaran.

Apa yang membuatmu penasaran?

Tentang pendapat orang tentangku.

Saat aku menemukan komentar buruk,

aku melihat akun temannya teman mereka dan mencari tahu.

Untuk melihat mereka siapa,

apa yang mereka makan, bagaimana mereka hidup...

Kenapa?

Ingin saja.

Aku hanya ingin tahu apa mereka lebih baik dariku.

Tapi mereka semua sama.

Mereka sama sepertiku.

Mungkin itu kebencian terhadap orang yang sejenis.

Kau tahu...

Ya?

Bagaimana jika memang ada unggahan?

Tentang apa?

Tentang Kanada.

Putraku?

Ya.

Kau akan mengakuinya?

Aku akan membunuh Penulis Lee.

Melalui dirimu.

Aku akan mengantarmu pulang.

Baiklah.

Terima kasih.

Kau bangun lebih awal dari dugaanku.

Kukira kau tidur nyenyak.

Jadi, aku keluar lebih dahulu.

Andai aku tahu...

Aku tak mau membicarakannya di sini.

Di sini?

Di atap?

Atau gedung tempat ayahmu tinggal?

Baiklah.

Aku paham maksudmu.

Menetapkan batasan adalah hal yang bagus.

Mau makan sesuatu?

Mau susu?

Susu...

Kau tak suka susu?

Tapi aku hanya punya susu.

Kita seharusnya mati bersama

jika kita kebetulan bertemu lain kali.

Tapi kita bertemu terlalu cepat.

Kita tak boleh mati saat minum susu.

Apa kau biasanya bicara segegabah itu?

Apa maksudmu?

Hal-hal seperti, "Mari mati bersama."

Tidak.

Sama sekali tidak.

Lalu kenapa bilang begitu?

Karena...

Entah kenapa aku mengatakan itu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left