The first 163 lines.
Manisnya Cinta Pertama
Episode 21
Jika berani meninggalkanku sendirian,
maka habislah kau.
Maaf, aku terlambat.
Pakaianmu...
Tidak peduli seberapa banyak kekuranganku,
dia tetap bisa menemukan kelebihanku.
Pakaianmu....
sangat spesial.
Kau masih demam?
Sungguh aneh.
Begitu kau datang, aku langsung membaik.
Kenapa rumahmu begitu bersih?
Kemasukan pencuri?
Aku yang membersihkannya.
Hebat kan?
Lihatlah, penuh dengan debu,
tidak bersih.
Kau benar,
akan kuperbaiki lain kali.
Kenapa kau begitu baik hari ini?
Siapa kau?
Apakah kau suka aku yang seperti ini?
Apakah ada sesuatu yang hangus di dalam oven?
Aku pergi melihatnya.
Trik payah.
Zhuo Yifeng!
Kenapa?
Aku selalu menganggapmu sebagai teladanku.
Sungguh pintar.
Bagaimana?
Seharusnya digoreng sebentar lagi, ini terlalu mentah.
Kau benar,
akan kuperbaiki lain kali.
Saus ini enak,
tetapi sayurnya tidak segar.
Aku makan yang tidak segar.
Yang ini enak,
tetapi terlalu sedikit,
tidak nyata.
Jika kau suka,
aku akan membuatnya lebih banyak lain kali.
Kenapa kau memotongnya begitu besar?
Mulutku sekecil ini, apakah kau tidak tahu?
Gigitlah seberapa pun yang kau bisa.
Enak.
Su Muyun, kau jangan menakutiku.
Apa yang mau kau lakukan?
Ini
aku yang buat,
untukmu.
Bagaimana kau bisa membuatnya?
Selama kau suka,
semuanya akan menjadi mudah.
Terima kasih, aku sangat menyukainya.
Suka apa?
Aku?
Suara apa itu?
Bukan apa-apa,
kau tunggu sebentar.
Ada apa?
Bagaimana kalau aku masuk untuk melihatnya?
Jangan masuk,
tunggu sebentar,
nurut.
Baik.
Kenapa masih belum keluar?
Ada apa?
Apakah saluran airnya tersumbat?
Aku ingin memberimu hadiah.
Hadiah?
Kau sangat menyukainya.
Di mana? Cepat perlihatkan padaku.
Jangan kemari! Jangan kemari!
Dia tidak menggigit,
bukankah kau paling suka kadal?
Untukmu.
Kau...
jangan kemari, kalau tidak aku akan lompat!
Jangan marah.
Jika aku tahu bahwa kau yang membuat pertanyaan survei itu,
aku pasti tidak akan sembarangan menulis.
Tahu tidak, demi pertanyaan survei itu,
aku...
Aku suka dengan semua yang kau persiapkan ini.
Sungguh?
Cepat makan.
Aku serius, aku bersumpah atas lampu.
Baik, aku segera tiba.
Ada urusan mendadak di RS, aku pergi dulu.
Aku antar kau.
Tidak perlu, terima kasih untuk hari ini.
Kau...
Dokter, bagaimana bisa tidak terselamatkan? Dokter?
Bukankah hanya satu tulang ikan?
Istriku.
- Tolong selamatkan anakku. - Istriku.
Anak Anda tidak hanya demam,
tulang ikan itu merusak kerongkongannya
dan ditunda terlalu lama,
kami sudah berusaha sebisa mungkin.
Zhuo Yifeng,
di ruang ICU begitu sibuk,
tapi kau masih menangis di sini.
Maaf.
Maaf,
aku merasa diriku tidak berguna.
Jika tidak bisa menghadapi hidup dan mati secara rasional,
maka kau sama sekali tidak bisa menjadi dokter.
Apakah aku sungguh tidak berguna?
Kau sudah berusaha sebisa mungkin.
Jika aku diposisi kau, mungkin aku tidak sebaik kau.
Kemarin masih baik-baik saja,
aku juga berjanji padanya,
tunggu sampai dia sembuh,
aku akan membuatkan kue tar untuknya.
Feng,
apakah kau pernah berpikir
bahwa mungkin kau tidak cocok menjadi dokter?
Apakah tidak cocok?
Tetapi menjadi dokter
adalah impianku selama ini.
Bagaimana kabarmu belakangan ini?
Dilihat dari rekam medismu,
uji coba obat berjalan dengan lancar.
Semuanya baik-baik saja,
sudah merepotkanmu, Profesor Thomas.
Ada apa?
Tidak apa-apa.
Kalian mengobrol dulu, aku pergi bekerja.
Katakan saja padaku
apa yang membuatmu tidak bahagia,
mungkin saja aku bisa membantumu.
Jika aku bilang,
tujuan aku belajar kedokteran sangat sederhana,
yaitu hanya demi menolong Le Diyin,
apakah kau percaya?
Aku percaya.
Setelah dipikir-pikir sekarang,
mungkin ini hanya sebuah obsesiku saja.
Aku tidak pernah berpikir,
bahwa menjadi seorang dokter, selain harus menghadapi
masalah seputaran profesi,
masih harus menghadapi begitu banyak perpisahan karena kematian.
Selama masa magang ini,
aku sangat takut di setiap hari.
Aku...
Jangan memberi tekanan begitu besar pada diri sendiri.
Apakah Anda rasa aku cocok menjadi dokter?
Pertanyaan ini
seharusnya kau tanyakan pada dirimu sendiri.
Jangan menangis,
oke?
Kau bilang ingin makan bubur,
saat membelinya aku baru sadar,
ternyata aku tidak tahu
kau suka rasa apa.
Aku suka ini,
ingat.
Cobalah.
Aku memasaknya untuk waktu yang lama.
Telur pitannya sudah hancur semua.
No comments yet. Be the first to leave one.