Release info

그냥 사랑하는 사이---Just Between Lovers---E 07 ---BY GOLDENETO
A Commentary by GoldenEto
Quality Manual Translations - 100% complete sub. Please support and Rate

Tags

other
Download Indonesian Subtitle Files for Mobile (2)
Choose the file for your episode
E07
JBL.E07.ass 72 KB
E07
JBL.E07.srt 55 KB
Download Indonesian Subtitle
Translate with Pro
Show all subtitles
Published on: 2018-01-02
Downloads: 32
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

= Just Between Lovers = =Brought to you by GoldenEto=

Sudah bangun ?

Kalau begitu, ayo pergi.

=DO NOT SELL / HARD SUB / RE-UPLOAD / RE-POST My SUBTITLE=

Episode 7

Aku bau minuman ?

Lalu kau kira tidak ? Pikirkan berapa banyak kau minum semalam.

Banyak sekali ?

Mengerikan ?

Aku membuatmu malu ?

Pasti karena ... kepalamu kecil ? / - Hmm ?

Kalau kepalamu kecil, maka daya ingatmu pasti lebih sedikit, begitu ?

Kenapa ?

Aku melakukan hal gila tadi malam ?

Itu bukan aku.

Aku punya banyak kepribadian dalam diriku, jadi tidak tahu siapa yang keluar tadi malam.

Pokoknya, itu bukan aku yang sekarang.

Tak apa.

Aku sungguh tidak apa-apa.

Tidak apa-apa bagaimana ? Kau terlihat nyaris ambruk.

Di dalam memorial itu ... ada nama adik ku.

Aku tahu.

Kau tahu ?

Hmm.

Bagaimana ?

Ha Yeon Soo. Itu bukan nama pasaran.

Ha Yeon Soo. Ha Moon Soo.

Masih ada 1 rumah lagi yang perlu kita kunjungi.

2 rumah.

Nomor 30, Lee Chul Woo.

Dia ayahku.

Ibu ...

Di sini, semua orang berkumpul bergembira bersama

Dengan minimnya tingkat kelahiran, jumlah bayi baru lahir semakin berkurang.

Balai Kota Doksan merayakan kelahiran pertama kembar dan kebahagiaan menjadi dua kali lipat.

Ibu ...

Aku berangkat kerja.

Ke sini.

Setidaknya keringkan dulu rambutmu.

Apa aku pernah cerita, apa yang kau ambil saat ulang tahu pertama ? [Pada ultah 1, beberapa barang di letakkan di depan bayi untuk dipilihnya. Masing2 barang memiliki arti tersendiri]

- Katamu stetoskop ? - Ya

Semua orang kegirangan, karena akan ada seorang dokter di keluarga.

Maafkan aku.

Kau lebih baik daripada seorang dokter.

Aku bisa hidup sampai sekarang karenamu.

Apa aku cerita benda apa yang diambil Yeon Soo ?

Mikropon .

Salah ?

Gulungan benang

Dia mengambil gulungan benang sutera. Tapi saat itu aku tidak puas dengan pilihannya.

Jadi ibu membimbingnya untuk mengambil mikropon agar dia jadi orang terkenal.

Seandainya aku biarkan dia memegang gulungan benang, apakah Yeon Soo masih hidup?

Ibu percaya hal seperti itu ? Kalau begitu harusnya sekarang aku seorang dokter !

Benar.

Pemanasnya sudah diperbaiki ? Apa masalahnya ?

Sudah digunakan 10 tahun. Banyak suku cadang yang rusak.

Tapi katanya bisa kita gunakkan beberapa tahun lagi jika suku cadangnya diganti.

Aku harap emosi dapat mereda setelah 10 tahun.

agar kita bisa menggantinya dengan yang baru, ibu ...

Ah, ya, ya, Pimpinan Proyek

Ya, aku mengerti.

Aish !

- Yaa, yaa ... kau pergi lihat. - Ke mana ?

Katanya hari ini, kita harus memperketat pintu masuk. Seowon memerintahkan untuk menutup pemasukan semua barang pesanan kita.

Kenapa ? Tanpa bahan-bangunan bagaimana kita melanjutkan konstruksi ?

Aku juga ingin tanya itu ~

Yaa, kau pegawai kontrak dari Seowon.

Apa sih masalah bos mu itu ?

Apa mendadak mengubah pemasok tidak masalah ?

Padahal tanahnya begitu lembek, harusnya kita tanam jangkar lebih dulu.

Mana bisa langsung diberi semen ? Hmm?

Menurutmu kemana lagi larinya biaya jangkar itu ?

Pemasok dan pimpinan proyek pasti saling terkait.

Selama ini kita tidak punya masalah .

Kenapa dia pemilih sekali ?

Kau bilang tidak masalah selama tidak ada masalah sampai sekarang ?

Lalu kalau ada masalah ? Maka kau anggap itu kesialan dan melupakannya ?

Kenapa mereka melakukan pekerjaan busuk begitu ?!

Yaa bocah, memangnya itu perbuatanku ?

Dia pergi lagi seenaknya !

Waktu adalah emas !

Tidak tahu ? Di lokasi satu hari sama dengan uang.

Siapa kau bisa seenaknya mengubah pemasok ?

Ada rumor kalau Pimpinan Proyek menerima suap dari pemasok.

Pimpinan proyek ngotot tidak melakukan hal memalukan . Siapa penyebar gosip ini ?

Sekarang dia belum malu. Karena belum tertangkap basah.

Wah ...

Kita mendapatkan persediaan berkualitas rendah dengan harga yang sama. Anda tidak tahu ?

Bukankah biaya sangat penting buatmu, Direktur ?

Cara bicaramu sopan tapi isi omonganmu kurang ajar.

Pagi-pagi kau menyuruhku datang ke sini.

Kau pasti percaya diri.

Sudah mengamankan barang-barang ini ?

Ya.

Kalau begitu, ganti.

Gantinya, jika tenggat wwaktu konstruksi tidak tercapai, aku akan meminta ganti rugi pada Seowon.

CEO, wartawan sedang menunggu untuk wawancara.

Macam-macam saja kau.

Camkan perkataanku.

Setelah memperhatikan kantor anda, aku jadi penasaran bagaimana tempat tinggal CEO.

Bulan depan, kami punya liputan gaya hidup arsitektur muda.

Bisakah anda menunjukan rumah anda juga ?

Rumahku biasa saja. Tidak ada yang perlu aku tunjukan.

Sebelah sini.

Rumahnya pasti bagus sekali. Pasti levelnya sangat beda dengan rumah kita. Iya, kan ?

Ya, pasti sangat berbeda.

Enaknya. Siapapun yang akan pindah ke rumahnya.

Tidak, bisa saja aku yang pindah ke sana.

Caranya menatapmu, adalah tatapan pria pada wanita.

Kenapa dia berkata hal aneh begitu ?

- Aey serius ! - Ngapain tengik ini ?!

Yaa, apa-apaan kau brengsek ?

Kenapa menutup jalan ?!

Orang ini lucu sekali ! Tidak lihat truk mengantre ?!

- Cepat singkirkan ini ! - Singkirkan ini agar kita bisa segera bekerja!

Cepat minggir ! / - Cepat menyingkir !

Aah, aku bisa gila !

Yaa, kau tahu apa yang terjadi kalau konstruksinya berhenti ?!

Semua ini uang ! Uang !

Siapa kau ?! Cepat singkirkan !

Yaa, singkirkan ini dulu.

Kita tidak bisa menunggu terus di sini. Kami punya tugas lain juga.

Rencana Pembangunan Bio Town Memorial Park

Penanggung Jawab Taman Memorial Studio Arsitektur Seowon

Nomor 30, Lee Chul Woo. Dia ayahku

Korban jiwa runtuhnya Gedung Mall S beserta yang ditinggalkan.

30. Lee Chul Woo, Istri : Moon Jeong Eun.

Istri Moon Jeong Eun : Meninggal. Keluarga yang berduka : Putra sulung Lee Gang Doo dan seorang putri.

Istri Moon Jeong Eun : Meninggal. Keluarga yang berduka : Putra sulung Lee Gang Doo dan seorang putri.

Mengunggah

So Mi ssi, aku pulang duluan.

Eonni, bagaimana dengan peningkatan pembangunan?

Sudah kuunggah ke penyimpanan online.

Bima Sakti

- Di mana kau ? - Kau di mana ?

Di depan motelmu.

Tidak di dalam ?

Ya, tidak ...

Hmm ?

Tidak, sebentar lagi aku sampai.

Kau di mana ?

Sebentar lagi sampai, tunggu aku.

Ya ? / - Hmm.

Tunggu ya ?

Katanya sudah dekat, kenapa lama sekali ? Tidak apa-apa ?

Ya. Tak apa.

Kenapa ? Kenapa di sini ?

Sudah makan ?

Makan ? Ya.

Kau ?

Sudah.

Lalu kenapa tanya ?

Aku datang agar bisa makan denganmu kalau kau belum makan.

Katamu kau sudah makan.

Ya.

Aku tidak suka makanan manis.

Aiyoo, kau bocah ? Makan belepotan.

Tidak pergi ?

Adik ku adalah model iklan es krim itu.

Mild Dairy

Sungguh. Kalau kau lihat iklannya, pasti ingat.

Aku ingat kok.

Dia ... adikmu ?

Hmm.

Adikmu ... tidak mirip denganmu ?

Hmm?

Kalian berdua ... tidak mirip ya ?

Iya ! Dia jauh lebih cantik dariku !

Makanya aku benci sekali padanya.

Karena semua orang hanya suka padanya.

Jadi aku bersikap jahat padanya.

Harusnya aku lebih baik padanya dulu.

Dia pergi tanpa tahu aku sangat menyukainya.

Jika dia tumbuh sampai sekarang, pasti sudah menjadi bintang top.

Maka hidupku akan lebih mudah, bukan ? Hidup leha-leha berkat adikku.

Aah, sayang sekali !

Hmm, maka berkat dirimu ... aku bisa makan malam dan kencan dengan artis.

Pasti enak sekali.

Tidak benar. Mana mungkin kau mengencani artis ?

Yaa, hari itu.

Hari itu, harusnya aku nonton babak kualifikasi Bola Dunia dengan ayahku.

Jika aku mendukung tim Korea, kita pasti sudah mengalahkan Saudi Arabia 5-0

Lalu di Piala Dunia selanjutnya, aku akan menembakkan gol dengan bergaya.

Bintang piala dunia dan artis. Bukankah cocok sekali.

Ah, sayang sekali.

Benar, semuanya sangat disayangkan.

Omong-omong kau bermain bola ?

Sayang sekali. Sayang buatmu, begitu juga denganku.

Benar. Jika begitu aku akan berpacaran dengan bintang sepak bola.

Cih, mana bisa kau pacaran dengan bintang sepak bola ? Itu lain cerita.

Yaa, kita tak tahu misteri kehidupan.

Siapa yang tahu kalau ternyata saat besar adik ku semakin jelek dan aku semakin cantik ?

Yaa, kau sekarang sudah besar. Tapi kenapa cuma begini ?

Heeh, sayang sekali !

Benar, sayang sekali. Sayang ... aigoo.

Ini belum waktunya di publikasi, Direktur tahu betul itu.

Apa kusuruh publikasi ?

Cukup katakan padaku. Padaku saja.

Ayah masih hidup. Sedang apa kau ?

Yaa, apa ayah menjanjikan sesuatu padamu ? / - Oppa .

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left