The first 200 lines.
"Siapakah bintang tamu Mom's Diary kali ini?"
Sudah lama aku ingin berjumpa denganmu.
- Aku suka menonton acara makanmu. - Ya.
- Saat melihatmu makan, - Dia sangat lahap.
aku menjadi ingin makan walau kenyang.
- Semua terlihat lezat karenamu. - Dia membuatnya tampak lezat.
- Dibanding porsi makanmu, - Tapi
- perutmu tidak begitu besar. - jangan makan terlalu banyak.
- Kulitnya juga mulus. - Benar.
- Berapa beratmu? - Kamu bisa sakit.
Saat ini? Beratku 120 kg.
Astaga, aku terkejut.
Kamu sangat berbeda dilihat langsung.
Manis sekali.
- Terima kasih. - Wajahmu mungil.
Kamu memukau.
- Terima kasih. - Aku serius.
- Aku sering melihatnya di TV. - Joon Hyun adalah
Raja Acara Makan.
- Itu tidak benar. - Dia
- tidak memiliki saingan. - Benar.
Dia sering mengatakan hal menarik terkait makanan.
Ini salah satunya.
"Jangan mengunyah mi, minumlah."
"Raja Acara Makan berkata, 'Jangan mengunyah mi, minumlah'"
"Saat kamu berpikir bisa makan lagi, perutmu akan meregang."
Itu segelintir contohnya.
Itu masuk akal.
Kata orang, aku tidak boleh makan terlalu banyak atau bertambah berat.
Aku malu.
- Yang utama dari mi... - Ya.
Tentu saja mi harus dikunyah.
- Makanan harus selalu dikunyah. - Ya.
Tapi tidak masalah
menelan sedikit mi utuh.
Itu membuat makan mi lebih seru.
Tapi memang benar perut bisa meregang.
Omong-omong, ibu Soo Hong
juga pernah mengatakan sesuatu.
Dia mengatakannya dengan santainya.
Para penulis kami menawarinya jus.
Lalu dia berkata, "Cairan yang kuminum
hanya air dan alkohol."
"Ji In Sook, si Kuat Minum berkata, 'Aku hanya minum air dan alkohol'"
"Aku tidak minum cairan lain seperti jus atau kopi."
- "Aku hanya minum..." - Cairan yang bening.
- "Aku hanya suka cairan bening." - Astaga.
"Aku menganggap soju obat pencernaan."
- Itu mudah diminum. - Ya.
- Soju seperti air bagiku. - Ya.
Tapi tidak ada air yang seenak soju.
- Soju mirip air. - Segar dan dingin.
Itu sangat mudah diminum.
Putri kedua Joon Hyun lahir
- baru-baru ini. - Kini dia berusia 100 hari.
- Dia pasti manis sekali. - Kamu beruntung.
Ya. Entah harus bagaimana.
- Anak perempuan itu lucu sekali. - Dia lucu sekali.
- Dia pasti sangat manis. - Putriku dua.
Ada yang menarik. Tapi ini juga dialami orang lain.
Saat istrinya hamil, kebiasaan makannya berubah.
Awalnya aku tidak paham.
Dia luar biasa.
Mual yang dialami istriku tidak parah
saat mengandung kedua putri kami.
Ibu hamil biasanya banyak makan, bukan?
Walau istriku tidak lahap, aku...
Entah bagaimana kedengarannya bagi kalian,
tapi porsi makanku lebih besar daripada biasanya.
Itu wajar.
Makanku mulai banyak. Saat makan pun...
Itu karena si janin juga makan.
- Tapi aku makan banyak. - Maksudnya dia yang lahap.
Dia? Astaga, konyol sekali.
Saat makan, aku bertanya-tanya,
"Kenapa makanku banyak sekali?"
Walau sudah makan banyak, aku masih ingin tambah.
Istriku berkata,
"Kurasa ini karena aku hamil."
Saat dia mengidam, aku memesankan makanan itu.
Baiklah.
Maaf, tapi...
- Maaf. - Haruskah kami mendengarkan ini?
"Itu tidak masuk akal"
Terkadang, aku sampai mengidam makanan yang tidak kusukai.
Misalnya spageti. Tapi tiba-tiba aku mengidam.
Istriku bertanya, "Kamu mengidam pasta"?
Lalu kujawab, "Dari mana kamu tahu"?
"Dari mana kamu tahu?"
Itu menarik sekali.
- Saat istrimu mengidam, - Itu luar biasa.
kamu ikut mengidam?
Ya. Aku tahu apa yang dia idamkan.
"Bagaimana cara makannya? Dicampur nasi?"
"Baiklah!"
"Acara makan solo"
Apakah kedua putrimu
memiliki keistimewaan?
Aku tidak ingin menyombong.
Putri pertamaku pendengarannya tajam.
Kami memainkan musik untuknya sejak sebelum dia lahir.
Usianya belum dua tahun, tapi nyanyiannya tidak sumbang.
Apa? Kamu yang bertanya.
- Bukan apa-apa. - Dia genius.
Dia Mozart.
Menurutku,
ada bayi lain yang juga mampu melakukannya.
Tapi bakat istimewanya itu hal lain.
"Putri Joon Hyun memiliki bakat istimewa?"
Usianya 20 bulan?
- Dia 22 bulan. - Benar.
Tapi dia sudah bisa makan sundaeguk.
- Benar. - Sungguh?
- Benarkah? - Kurasa itu tidak istimewa.
Itu istimewa.
- Bagaimana bisa anak 22 bulan... - Di usia 22 bulan,
- bagaimana bisa makan sundaeguk? - Itu...
- Astaga. - Bagaimana bisa?
Dia meneguknya.
Dia bisa meneguknya.
- Dia mirip denganmu. - Dan...
Saat kami membeli gomtang favorit kami
- dan memotongnya kecil-kecil, - Memotongnya.
dia suka.
Dia mencicipinya, lalu...
"Takjub"
Dia mencicipi lagi.
- Dia pikir rasanya lezat. - Dia menyukainya.
- Ya. Dia takjub. - Begitu.
Saat putraku masih kecil,
kami minum-minum anggur di rumah.
Tampaknya dia tertarik dengan anggur.
Dia membauinya
dan mencicipinya sedikit.
"Merengut"
Setelah itu, dia kembali lagi.
Dia ingin tambah.
Awalnya, dia merasa itu pahit.
Tapi ternyata dia menyukainya.
Anak-anak mirip ayahnya.
Bahkan saat masih bayi.
"Menantu Park adalah Takdirku"
Menantu Park adalah Takdirku.
Park?
Hanya ada satu Park di sini.
Putraku? Astaga.
"Itu putraku?"
"Suatu malam di sebuah apartemen di Gimpo"
"Soo Hong berada di kamar yang asing"
Kamar itu asing.
Itu bukan kamar Soo Hong, bukan?
- Bukan. - Itu
jelas kamar wanita.
"Kamar wanita?"
"Serba merah muda"
Kamarnya serba merah muda.
Itu seperti meja rias wanita.
- Itu seperti kamar wanita. - Ya.
Itu kamar wanita.
Bolehkah aku melihat-lihat sendiri?
Soo Hong, ayo makan.
- Suara itu... - Astaga.
Suaranya tidak asing.
Astaga.
"Suara ini"
- Soo Hong. - Ya.
"Siapa pemilik kamar ini?"
Kenapa kamu di sini sendirian?
Aku menunggumu menemaniku berkeliling.
"Komedian Kim Young Hee"
- Itu Kim Young Hee. - Apartemen Young Hee.
Benar.
Kenapa Soo Hong di sana?
- Soo Hong. - Baiklah.
- Ayo makan. - Kamu mirip ayahmu.
Dia kakekku.
Kakek?
Dia kakekku.
Kukira orang tuamu melahirkanmu di usia senja.
Astaga.
- Dia sangat tinggi. - Aku perlu melihat ini.
- Ini... - Young Hee.
- Siapa ini? - Ya.
Ya?
Young Hee.
- Ya? - Kenapa kalian berduaan di sana?
Kami...
Astaga.
"Seseorang memanggil Young Hee"
Jangan salah paham. Pintunya terbuka.
Aku belum pernah masuk ke kamar wanita.
Tolong jangan salah paham.
Kamu mengundangku.
Kenapa kamu masuk ke kamarnya?
Mirip kamar putri raja, ya?
"Kwok In Sook, ibu Young Hee, 63 tahun"
Dia ibu Young Hee.
Dia sungguh baik.
Dia sungguh...
Aku lebih dekat dengan ibu Young Hee daripada Young Hee.
No comments yet. Be the first to leave one.