異世界でチート能力を手にした俺は、現実世界をも無双する ~レベルアップは人生を変えた~
The first 186 lines.
Selamat datang!
Apa kalian dapat sesuatu?
Kami berhasil menangkap ikan.
Dengarkan aku, Rin!
Yuya menangkap semua ikan ini dengan tangan kosong!
Dengan tangan kosong?
Wah.
Sama seperti saat olahraga dulu, kemampuan fisikmu sangat luar biasa.
Omong-omong,
apa yang terjadi pada Akira?
Pasti enak kalau jadi tanah.
Ah.
biarkan saja dia.
Jahat banget! Padahal kamu kayak kompeni!
Oh, kamu masih hidup, toh.
Awalnya masih baik-baik saja.
Kami berdua mengumpulkan jamur dan tumbuhan liar bersama.
Namun, ujung-ujungnya aku disuruh ambil tumbuhan di tebing,
disuruh makan jamur beracun,
dan disuruh mengalihkan perhatian beruang!
Beruang?
Tunggu, kamu makan jamur beracun?
Padahal Guru sudah melarang kita!
Jangan khawatirkan aku.
Ini tak seberapa bagiku demi melihat senyuman kalian.
Tidak, tidak, tidak!
Akira Ichinose
Status: Tidak ada kelainan
Sepertinya tubuhnya baik-baik saja.
Sebaiknya jangan terlalu gegabah.
Yu-Yuya!
Y-Ya?
Yuuya!
Baguslah.
Sepertinya Akira sudah ceria lagi.
Ini saatnya menunjukkan hasil kerja keras kami berdua.
Edukasi Luar Sekolah
I Got a Cheat Skill in Another World and Became Unrivaled in The Real World, Too
Banyak sekali.
Aku capek banget, tahu.
Ubi Liar
Ubi yang berharga sejak zaman kuno karena nutrisi dan khasiatnya yang memperkuat. Juga dikenal sebagai Raja Ubi.
Udo Gunung
Sayuran liar dengan aroma unik dan sedikit rasa pahit. Pucuk dan pucuk muda bisa dimakan.
Alpine Leek Kerabat abadi bawang. Bagian yang paling dekat dengan akar berbau seperti bawang putih, sedangkan bagian yang lebih dekat dengan daun berbau seperti kucai.
Bukannya aku yang lebih banyak kerja?
Kamu bicara apa, sih?
Aku kerja pakai otak, kan?
Jamur Sakuratake
Jamur yang mengandung racun yang sama dengan jamur amanita lalat. Dikatakan menyebabkan keracunan makanan jika dimakan.
Baiklah, aku buang yang berbahaya.
Akan tetapi,
ada truffle hitam dan ubi gunung juga, ya.
Kerjaanmu cuma tunjuk-tunjuk, kan?
Bangsawan Muda itu tak mungkin mengeluh.
Hei.
Siapa yang masak?
Untuk sekarang,
mari kita tunjukkan bahan makanan ini ke Guru.
Ya, tidak ada masalah.
Di mana Bu Sawada?
Kaori!
Yuya!
Bagaimana kemajuan kelompokmu?
Lumayan bagus.
Jika bukan aktivitas bertahan hidup, kurasa kita bisa lebih menikmatinya.
Kamu benar.
Namun, ini tetap menyenangkan, bukan?
Ya, kamu benar.
Kaori! Kami sudah selesai!
Baik, aku mengerti!
Sampai jumpa lagi, Yuya!
Ya, sampai jumpa lagi.
Rin dan Kaede juga!
Yuya!
Ternyata Ryo dan Shingo benar.
Apa-apaan tadi?
Kamu bisa akrab dengan Nona Kaori.
Aku sangat iri.
Aku juga ingin dekat dengan Putri Kaori!
Putri?
Kaori adalah putrinya kepala akademi, kan?
Selain itu, karena sosoknya yang anggun dan kepribadiannya yang baik,
ada beberapa orang yang memanggilnya "Putri".
Benar.
Oh? Dia memang luar biasa.
Sempurna.
Ini pertama kalinya ada kelompok yang mengumpulkan sebanyak ini,
ditambah kalian juga satu-satunya kelompok yang bahan makanannya aman semua.
Bonusku sudah di depan mata.
Namun, kalian tak boleh lengah.
Masakan kalian juga akan dinilai.
Omong-omong, siapa yang bisa masak?
Tenjo, berjuanglah!
Semuanya tergantung padamu!
Terutama bonusku!
Setidaknya, bisakah Anda sembunyikan niat terselubung itu?
Sip!
Nah, sudah siap!
Selamat makan!
Wah, rasa miras di gunung memang terasa lebih nikmat!
Apa itu?
Kami boleh mencicipinya?
Ya, silakan.
Jadi, bagaimana rasanya?
Maaf, bisa kasih tanggapan?
Enak!
Yuya, ini sangat enak!
Benarkah? Senang mendengarnya.
Ini sudah lebih dari enak!
Kami selalu menyantap makanan buatan koki kelas atas setiap hari.
Meski begitu, makanannya masih bisa terasa senikmat ini?
Sebenarnya kamu ini siapa, sih?
Saya bingung harus jawab apa.
Ini terasa baru.
Karena selalu makan sendiri, aku tak pernah memikirkan rasanya,
tapi saat mereka memuji dan menyantap masakanku,
aku jadi merasa senang.
Kenyang banget!
Puas banget!
Senang melihat kalian puas.
Saking enaknya, aku jadi kebanyakan makan.
Hei, Tenjo.
Benar.
Bagaimana kalau kita menikah?
Eh?
Apa?
Jujur saja, aku cuma orang ceroboh yang tak bisa masak atau mencuci.
Aku juga cuma bersenang-senang dan meneliti saat masih kuliah.
Karena itu, aku masih lajang sampai setua ini.
Bukankah ini sudah kebangetan?
Karena itu, Tenjo,
walau hasil kegiatan ini akan menentukan bonusku,
tak kusangka ada orang yang bisa memasak selezat ini.
Tak ada aset masa depan yang lebih menjanjikan darimu!
Nikahi aku dan rawatlah aku!
Apa yang Ibu bicarakan?
Seorang guru tak boleh macam-macam sama murid!
Aku tahu Ibu sedang bermasalah karena tak punya pacar seumuran,
tapi bersikaplah seperti orang dewasa bijak!
Lagi pula, memangnya guru seperti itu cocok dengan orang seperti Tenjo?
Ibu kebanyakan mimpi!
Bu Sawada!
Mengincar Yuya itu tidak bagus!
Alasannya ada banyak,
tapi itu tetap tidak bagus!
Apa tidak bagus karena aku manusia gagal?
Aku takkan minta secepat mungkin,
tapi aku akan setia menunggumu.
Tolong kendalikan diri Ibu!
Orang dewasa gagal tak boleh merenggut masa depan anak muda!
Itu benar!
Aku juga bisa menangis jika disudutkan ramai-ramai.
Ma-Maaf, Bu Sawada,
tawaran menikah itu terlalu mendadak bagi saya.
Apalagi, kita adalah murid dan guru.
Namun, Bu Sawada adalah guru yang luar biasa.
Jadi...
Tenjo!
Kamu memang sangat baik!
Aku sangat senang!
Apa yang Ibu lakukan?
Tolong lepaskan Yuya!
Ternyata seseorang bisa begitu merepotkan kalau sudah terlalu lama melajang.
Apa kamu juga senang, Tenjo?
Begitu, ya.
Bi-Bikin kepingin.
Hei, tolong bantu aku, Rin!
Bu Guru, Yuya terlihat tersiksa!
Yuya?
Bu Sawada!
Bagaimana, Yuya? Kamu bisa melihat surga?
Aku melihatnya.
Melihat sungai pembatas akhirat.
Aku pulang, Night.
Kamu tidak nakal, kan?
Namun, aku masih harus pergi lagi, sih.
Baiklah.
Makan dulu, yuk!
Enak?
Aku suka membuat orang bahagia.
Jadi, saat aku melihat Kaede, Night, dan teman-teman menikmati masakanku,
aku merasa sangat senang.
Aku pergi dulu karena harus mandi di sana, Night.
Pemandian
Pria
No comments yet. Be the first to leave one.