The first 200 lines.
Original English Subs by lemons
Ketemu kau!
Ayo. Aku akan menunjukkan sesuatu padamu.
Sebentar.
- Apa yang kau lakukan di sini, Jun? - Jangan pergi bersama Jerry!
Pulanglah. Ibumu pasti sedang mencarimu.
Apa ini? Mengapa kita di sini?
Karena kita sendirian di sini.
Jerry?
Halo, Sandra!
- Tidak! - Tangkap dia!
Tapi ini sifatnya musiman.
Aku melakukannya hanya untuk Ibu.
Lagi pula, aku mungkin bisa membawanya ke Kanada tiga tahun lagi.
Dia tidak perlu bekerja lagi.
- Terima kasih, sayang. - Ditambah...
... dia akan lebih tenang setelah kami berada di sana.
Bagaimana denganmu?
Amiel?
Amiel?
- Ibu! Kau menakutinya! - Maafkan aku, Amiel.
- Aku tidak tahu. - Aw, dia terbang menjauh. Rommel pasti kecewa.
Aww, Ibu.
Aku minta maaf. Setidaknya kau masih punya satu lagi.
Tapi dia akan merasa kesepian.
Ayo kita tangkap yang lain lagi nanti, oke?
- Di sana! - Jangan ada yang bergerak.
- Amiel, jangan bergerak. - Aku tidak bergerak.
Tangkap dia, Rommel!
Banyak sekali di rambutmu.
Ibu, apakah bir rasanya enak?
Bir? Kau masih terlalu muda.
Tunggu sampai kau sudah dewasa, oke?
Jangan memikirkannya sekarang.
Tidak akan. Ayah mungkin marah jika aku bertanya padanya lagi.
Anak baik.
Ibu, bisakah Rommel dan aku memainkan piano Bibi Lola?
Tentu.
Biar aku lihat.
Wow. Amiel tampan sekali.
Dan ibunya Amiel sangat cantik.
Tunggu. Biarkan aku mengingat wajahmu jadi aku tidak akan melupakannya.
Aku menyayangimu, anakku.
Aku menyayangimu, bu.
Rommel, ayo kita latihan?
Game.
Latihan apa?
Kita masih akan ke sini bahkan jika aku tidak bisa melihat lagi, kan?
Aku harus mempelajari jalanku di sekitar rumah, kan?
Mulai berlatih sekarang.
Delapan langkah maju. Satu langkah ke kiri. Jalan.
Retinitis pigmentosa, Bibi.
Tidak ada obatnya. Ini penyakit keturunan.
Dia mendapatkannya dariku. Aku pembawa penyakitnya.
Ini salahku.
Apakah kau tahu mengapa kau diberi nama Amorosa?
Karena kau begitu penyayang.
Jangan menyalahkan diri sendiri. Itu bukan salahmu.
Kau seorang ibu yang baik. Lihatlah anak-anakmu.
Jadi, bagaimana menurutmu?
- Apakah kau menyukai renovasi yang kubuat? - Ya, aku suka, Bibi.
Aku membelinya dengan harga murah. Aku melihatnya di iklan.
Aku pikir ini akan menjadi bisnis yang bagus, kan?
Berbicara bisnis, bagaimana dengan bisnismu dan Lito?
Oh, Bibi.
Apa?
- Kami gagal. - Oh Tuhan.
Kami tidak bisa menyelamatkannya jadi kami menjualnya.
Aku bilang padanya adalah hal yang baik kami memliki uang di bank.
Jangan khawatir. Aku akan memberikan rumah ini untukmu.
Kau seperti hantu. Kau datang entah dari mana.
Apakah kau tamu?
Tuan, asisten tukang kebun tidak pernah diundang ke pesta.
Setelah kalian semua pergi...
... akulah yang harus membereskan kebun.
Kau menangkap dua ekor merpati?
Tentu saja. Kau boleh memilikinya.
- Kau yakin? Terima kasih. - Ya, ambillah.
Ngomong-ngomong, aku Rommel.
Amanda?
Rawatlah merpatinya, oke?
- Tentu saja. - Ayo kita pergi, Amanda.
Itu tuan Pedro, Pamanku.
Aku menanam bunga karena bunganya mati ketika dia menanamnya.
Tangannya terlalu panas karena dia seorang dukun.
Amanda, aku tidak tuli.
Kenapa kau mengarang cerita?
Aku mengatakan yang sebenarnya.
Aku akan membawa mereka, oke?
- Terima kasih. Aku akan merawat mereka. - Oke. Tentu.
Jangan khawatir. Aku akan menamakan satu burung dengan namamu.
Dan aku akan menamakan burung yang lain dengan namaku, Amanda.
Kau belum disunat, tetapi kau sudah punya pacar.
Hentikan, Amiel.
Ibu, kau terlihat sedih lagi. Tersenyumlah.
Kemarilah.
Rommel, kau ingat dengan janji kita?
Kita akan menjaga kakakmu.
Jangan berhenti. Jangan menyerah.
Ya, Ibu. Jangan berhenti. Jangan menyerah. Kita akan menjaga kakak.
Anakku, kau selalu memberiku kekuatan.
- Aku sangat menyayangimu. - Aku juga menyayangimu, bu.
Untuk ibu yang terbaik di seluruh dunia.
Wow! Lebih banyak makanan!
- Terima kasih! - Terima kasih!
Anak-anakku.
Amiel, sekolah yang ingin kau masuki ini terlalu jauh.
Jadi tidak bisa dimasuki.
Ibu, aku bisa tinggal di sana selama aku belajar?
Apakah kau gila? Siapa yang bilang padamu aku akan membiarkanmu sendirian?
Jika kau benar-benar ingin belajar di sini...
Kita akan tinggal saja di rumah singgah milik Bibi Lola.
Letaknya dekat dengan sekolah.
Ayolah, Rosa. Biarkan mereka. Mereka sudah besar sekarang.
Kau mengubah mereka menjadi anak mama.
Apa kau tidak bisa melihat kondisi Amiel? Kau tahu kalau dia buta.
Amiel, yang ini, kan?
Amiel, anakku. Kau kembali.
Kakak, kau mau rosario biru, kan?
Ini, aku membuat ini untukmu.
Ini spesial.
Rumah untuk orang buta?
Mengapa tidak kau bilang padaku kalau ini adalah rumah untuk orang buta?
Kalian pikir aku ini ibu macam apa?
Ibu, Aku tidak pernah mengatakan kau bukan ibu yang baik...
... tapi aku ingin tinggal di sini.
Seharusnya kau bekerja dan mendapatkan uang, tapi kau tidak bisa melakukannya karena...
Jangan gunakan masalah pekerjaanku sebagai alasan.
Ibu, penglihatanku sudah hilang.
Akan lebih mahal jika kau mempekerjakan seseorang untuk menjagaku.
Dan Ayah diterima bekerja di Abu Dhabi, kan?
Rommel ada di sini untukmu.
- Kakak, tidak apa-apa. - Rommel, kau sebentar lagi akan lulus.
Bukankah lebih praktis begini?
- Tidak perlu biaya... - Nak, aku bisa melakukan sesuatu tentang itu.
Kau tidak harus tinggal di sini.
Aku tidak mau menjadi beban lagi.
Kau tidak akan pernah menjadi beban bagi kami.
Mereka bukan lagi anak kecil
Dan apa salahnya jika mereka ingin membantu kita secara finansial?
Aku yang akan menjadi orang yang menyelamatkan keluarga kita.
Aku tidak akan membiarkan anak-anakku berkorban untuk usahamu yang gagal...
- Ibu, Ayah, hentikan. - Kau bicara seolah aku ini ayah yg tak berguna.
Nah, siapa yang kecanduan judi dan minum?
Ini bukan kesalahan anak-anakku kalau kita kehilangan seluruh tabungan kita...
... dan pasti bukan aku yang membuat kita terjerat hutang.
Ibu, tolong hentikan.
Amiel mendapat kebutaannya dari sebelah keluargamu.
Apa yang terjadi?
Kau mengalami kecelakaan, Nyonya.
- Lito! Lito! Lito! Lito! - Orang yang mengemudi terlempar keluar.
- Duduklah. - Tolong! Cepat!
Mobil vannya akan terjatuh.
Nyonya, kau terluka.
- Duduk saja. - Anak-anakku.
- Aku harus menolong mereka. - Nyonya, tetaplah di sini.
Amiel! Rommel!
Nyonya, siapa yang harus kami selamatkan terlebih dahulu?
- Siapa yang kami selamatkan terlebih dahulu? - Apa maksudmu?
- Tolong selamatkan kedua anakku. - Kau harus memilih.
Mobilnya akan jatuh kapan saja.
Jangan memaksaku memilih. Aku tidak bisa.
Nyonya, siapa yang kami selamatkan?
Yang memakai kaca mata atau yang satunya lagi?
Tolong, Nyonya. Tetaplah di sini.
Kau bisa terluka semakin parah...
- ... jika kau tidak berhenti. - Yang memakai kacamata.
Yang memakai kaca mata? Dimana dia?
Di mana yang memakai kacamata? Dimana?
Amiel! Amiel!
Amiel.
Ibu?
Sudah larut malam, di mana adikmu?
Dia baru saja keluar. Dia akan kembali.
Rommel. Keren.
Rommel. Aku ingin kau menemui beberapa orang, bung.
Teman-temanku dari selatan.
Ya, tentu. Kirim saja SMS di mana.
Game?
Bro, ini tidak apa-apa, mereka juga pemasok.
Sinyal bahaya ibu, bung.
Sialan! Aku sudah bilang padamu dia tahu tempat ini.
Maaf, bro.
Rommel. Rommel. Ayo. Ayo pulang.
Ibu, mengapa kau ke sini? Pulanglah.
Aku akan segera pulang. Aku tidak ingin kau menjemputku.
Nyonya, aku yang akan menjaga Rommel.
Dia saudaraku. Kami baik-baik saja. Janji.
Rudolf, lihat dirimu.
Dan kau bilang padaku kau akan menjaga anakku?
Aku tahu leluconmu. Hentikan saja.
- Rommel, ayo pergi. Kita pulang. - Ibu, tolonglah.
Oke.
Baiklah, ayo pergi!
Rommel.
Bye, Rommel. Hati-hati.
Kau tahu, jika kau berada di sekolah, aku tidak akan melakukan itu.
Tahun ajaran berikutnya...
- ... kau harus sekolah lagi. - Ibu!
Jika kau menjemputku lagi, aku tidak akan memaafkanmu.
No comments yet. Be the first to leave one.