The first 200 lines.
Synchronizer Timing - By Yulia Chan [email protected]
Find Yourself
Episode 14
- Halo. - Halo.
Aku mengunjungi tokomu kemarin dan mengembalikan kalung.
Kau pasti Nona He.
Ya, benar.
Kalungnya belum dijual, bukan?
Maaf, Nona He.
Kalungnya sudah terjual.
Secepat itu?
Ada pelanggan yang meminta kami
untuk meneleponnya saat barangnya tersedia.
Jadi, dia datang saat sore dan membelinya.
Kapan kalung itu akan ada lagi?
Sulit dipastikan untuk desain ini.
Kalungnya habis di mana-mana.
Karena itu aku bertanya
apa kau butuh mempertimbangkannya.
Mungkin,
kau bisa datang ke toko kami
untuk melihat desain lain?
Tidak, aku mau yang itu.
Kalau begitu, berikan nomormu.
Saat kalungnya tersedia,
aku akan menghubungimu.
Apa kau setuju?
Baiklah. Hanya itu yang bisa kulakukan.
Kau yang disebut oleh Fanxing?
Teman dekat
yang berkenalan dari kencan buta?
Apa begitu cara He Fanxing mengenalkan aku?
Pantas saja Bu Wang dari lantai bawah bilang...
Dia kira kau dan Fanxing berpacaran!
Kalian...
Terima kasih.
Ye sudah punya orang yang dia suka.
Perjalananku masih panjang.
Dia tidak menyukaiku.
Di dalam hubungan,
kau tidak boleh memaksakan diri sampai saatnya tepat.
Contohnya, lihatlah Fanxing.
Dia cantik, bukan?
Tapi dia masih lajang sampai sekarang.
Dia bukan hanya cantik.
He Fanxing itu hebat.
Aku belum sempat bertemu kalian.
Tapi aku akhirnya mengerti
setelah bertemu kalian.
Alasan He Fanxing itu hebat
adalah karena genetiknya.
Ye ini bicaranya manis sekali.
Bu He.
Memanggilku Ye terdengar terlalu resmi.
Panggil saja aku Luming.
Luming?
Nama yang bagus sekali.
Luming, kau dan Fanxing
berusia sama.
Rumah kita juga dekat.
Lain kali, jika kau sempat,
silakan mampir.
Kami akan masak makanan enak untukmu.
Karena kau menawarkan,
aku akan sering makan di sini.
Kuharap aku tidak merepotkan.
Tidak sama sekali. Kami senang kau datang.
Itu benar.
Fanxing tidak pernah membawa
pria pulang untuk dikenalkan pada kami.
Itu karena dia tidak mau kau menjodohkan mereka.
Apa maksudmu?
Apa aku tidak boleh mengkhawatirkan anak-anak kita?
Luming.
Saat wanita mencapai usia tertentu,
dia suka melakukan dua hal.
Yang pertama adalah bergosip,
yang lainnya adalah jadi penjodoh.
Jika ada yang lajang, dia lebih gelisah daripada orang yang lajang itu.
Apa kau mengeluh tentang aku?
Kau sudah tua.
Ikuti saja perkataanku.
Bu He sangat lucu.
Ye.
- Maksudku, Luming. - Ya.
Begini,
kenapa kau tidak memberikan nomormu padaku?
Jika aku masak, aku akan menghubungimu.
Tentu.
Aku punya dua ponsel.
Yang satu untuk kerja, satu lagi untuk pribadi.
Aku akan memberikan keduanya.
Silakan hubungi aku kapan pun.
Baiklah.
Tolong simpan nomormu untukku.
Tidak masalah.
Ibu, aku pulang.
Kau pulang.
Kau...
Aku yakin, suatu hari,
saat Fanxing membawa pacarnya ke rumah,
kau akan menakutinya sampai kabur.
Apa maksudmu?
Dia membantumu
dan mengantarmu pulang.
Aku meminta Fanxing untuk mengantarnya.
Apa salahnya itu?
Ayolah.
Kita sudah lama menikah.
Apa kau pikir aku tidak tahu rencanamu?
Luming menyukai orang lain.
Dia dan Fanxing hanya teman dekat.
Itu bukan halangan.
Jika mereka bisa jadi teman dekat,
artinya mereka akrab dan suka satu sama lain.
Siapa tahu, setelah beberapa saat,
pertemanan
mungkin meningkat jadi cinta?
"Meningkat"?
Apakah pertemanan itu setingkat di bawah cinta bagimu?
Apa kau berusaha membuat kita bertengkar?
Pertemanan mereka
mungkin berubah jadi cinta.
Paham?
- Kau... - Sudahlah.
Aku tidak mau bertengkar.
Aku akan bertanya.
Apa kau akan setuju
jika Luming benar-benar menjadi
pacarnya Fanxing?
Luming itu...
lumayan.
Lumayan.
Hanya itu komentarnya.
Kenapa heboh?
Kau sering lihat Baylor.
Kau masih tidak mengenalinya?
Semua Golden Retriever terlihat sama.
Aku juga tidak akan mengenali Jimat Cinta jika dia bersama pudel lain.
Kau ini ayahnya.
Apa maksudmu
aku sengaja mendekati Pak He,
agar bisa menemukan rumahmu?
Bukankah itu teorimu?
"Ada agenda tersembunyi di balik semua kebetulan."
Katakan!
Dasar sialan, apa yang kau rencanakan?
Aku sangat berani
karena aku mau meluluhkan hatimu!
Maka, aku mengambil risiko!
Aktor sialan.
Aku hanya mengikutimu.
Karena kau tidak memberi ampun.
Kau tetap menggodaku tentang masa lalu.
Lupakan.
Kau mungkin akan menyanyi sekarang.
Hei.
Pak He bilang
kau belanja dengan kolega.
Kau berkencan, bukan?
Saat kau pulang, wajahmu berkata, "depresi!"
Ceritakanlah.
Apa kalian bertengkar?
Bukan berkencan, bukan bertengkar.
Aku hanya melakukan hal yang paling bodoh,
paling tidak dipercaya,
dan paling konyol di dunia.
Apa?
Aku mau tahu!
Ingin tahu sekali.
Aku mengembalikan kalung yang dia berikan padaku.
Lalu, aku mau membelinya kembali.
Tapi kalungnya sudah tidak ada.
Kenapa kau mengembalikannya?
Kau tidak suka?
Aku suka.
Tapi harganya terlalu mahal.
Terlalu mahal?
Jadi, kau mau...
Mengembalikan uangnya padanya.
He Fanxing!
- Apa! - Astaga!
Apa kau sudah gila?
Dia hanya magang.
Harga kalungnya lebih dari 4.000 yuan.
Gajinya bahkan tidak cukup untuk dirinya.
Menerima hadiah membuatku merasa tertekan!
Jadi, kau mau mengembalikan kalung dan uangnya.
Aku paham bagian itu.
Tapi kenapa mau membelinya lagi?
Aku memikirkan
cara bicara padanya saat aku mengembalikan uangnya.
Kemudian,
saat aku lihat wajahnya,
aku tidak bisa bilang apa pun.
Itu masuk akal.
Dia dengan senang hati membeli hadiah untuk pacarnya.
Siapa sangka kau akan mengembalikan kalungnya
dan mengembalikan uangnya?
Kau bahkan bilang,
No comments yet. Be the first to leave one.