The first 200 lines.
Diterjemahna neng: NDASERUAG
-- Selamat Mendeleng ---
NOMOR DARURAT 122
Omneya. Omneya.
Kamu bisa mendengarku?
Apa kamu sudah selesai?
Belum.
Kamu tidak mendengarnya atau kamu pura-pura tuli?
Ini karena alat bantu dengarku.
Aku kurang jelas mendengar, tapi bisa mengerti.
Omneya.
Omneya.
Bisakah kamu mendengarku?
Apa aku harus selalu mengkhawatirkanmu?
Maaf.
Klien pada nunggu di luar.
Siap.
Bajingan Said itu meninggalkan toko dengan berantakan...
untuk membalasku karena dia kerja di shift-ku kemarin.
Tak kuberitahu dia yang terjadi.
Dia mungkin mengira aku akan minta belas kasihan dia.
Bagaimanapun, aku membersihkan toko dan merapikan semuanya,
tak mau memperpanjang masalah.
Dengarkan.
Aku akan mampir jam 3:00.
Ada hal penting yang ingin kukatakan padamu.
Jangan bodoh.
Aku tahu bagaimana kamu kalau kamu marah.
Tunggu aku.
Aku akan meneleponmu lagi, dah.
Selamat datang, Mas. / Halo.
Ini koleksi baru kami, dan baris ini sedang laris.
Apa ini harga diskon? / Belum, Mas.
Ini merek Amerika, 1.200 sebelum diskon, 600 setelahnya.
Diskon 50 persen, Mas.
Kami ada merek Italia seharga 750...
Tidak, terima kasih.
Itu sebelum diskon loh, Mas.
Kamu sedang apa?
Aku coba nyari sinyal agar bisa video call-an denganmu.
Aku membawakanmu sesuatu.
Kamu tidak memakan kuemu kemarin.
Aku tidak mau.
Bergembiralah, atau aku tampar kamu.
Ayolah, Omneya.
Cokelat.
Aku tahu, aku membawanya khusus untukmu.
Ayo cari tempat duduk.
Ayo cari tempat duduk.
Makan.
Aku sedang makan.
Omneya.
Kamu tahu situasiku sejak ayahku meninggal,
bagaimana ibuku dan aku berjuang untuk membiayai pernikahan saudariku.
Apa yang terjadi kemarin itu... / Ibumu kasar.
Jangan pedulikan apa yang dia katakan.
Kamu tahu ibuku sayang kamu.
Dia hanya... / Dia menganggapku cacat.
Kamu tidak cacat, kamu cantik.
Lihat aku, lupakan apa yang dia katakan.
Lagipula, ibumu juga salah.
Jika aku tahu itu jebakan,
aku takkan mengajak ibuku jika belum siap.
Aku tidak berbohong padamu.
Kamu tahu aku tak mampu membayar seluruh biaya pernikahan.
Kamu mengurus tagihan dan menuliskan semuanya.
Yang kupunya hanya 12.300, kan? Atau ada sesuatu yang aku tak tahu?
Benar.
Tapi aku punya ide.
Ide bagus.
Apa rencanamu?
Apa? Pergi kerja ke luar negeri dan meninggalkanku?
Apa, Nasr?
Ada teman yang akan menginvestasikan uangnya...
dalam suatu pekerjaan, lalu kita bisa menikah.
Jangan bilang itu Shiko.
Kamu mau pakai uang itu untuk membeli narkoba?
Kamu berjanji takkan berbuat begitu lagi.
Hanya itu cara agar kita bisa menikah dan memuaskan ibumu.
Tidak.
Aku mencintaimu, Omneya.
Aku takkan meninggalkanmu.
Tuhan akan menyertai kita dan semuanya akan berjalan baik.
Aku tahu aku berjanji padamu.
Aku takkan pernah mengingkari janji, tapi ini untuk yang terakhir kali.
Terakhir kali untuk menyelesaikan semua masalah kita.
Aku sudah sepakat dengan Shiko melakukan perjalanan besok untuk mengulur waktu.
Tetap tenangkan dam sabarkan ibumu sampai aku kembali.
Paham?
JANGAN BAHAYAKAN HIDUPMU UNTUKKU.
TIDAK APA-APA.
YANG KAMU LAKUKAN SALAH.
TIDAK APA-APA.
KAMU MEMBUATKU GILA DENGAN "TIDAK APA-APA."
APA KAMU MARAH PADAKU, NASR?
Omneya!
Kamu sudah gila?
Aku sudah mengetuk sedari tadi. Kamu mematikan alat itu.
Ini berdenging dan menggangguku.
Ya perbaiki dan berhenti bertingkah konyol.
Bisa mendengarku?
Ibu sengaja bersikap seperti itu kemarin untuk mengusir lelaki itu.
Untungnya itu tidak berhasil.
Kamu takkan menemukan orang yang lebih mencintaimu selain Nasr.
Begitukah? Kok bisa?
Kamu tidak lihat bagaimana dia memandangmu?
Sepertinya kamu telah membuatnya tersihir.
Dia belajar bahasa isyarat untukmu, kami saja tidak.
Dia akan membenciku. / Bodoh. Dia tergila-gila padamu.
Aku tahu.
Aku berhenti ber-transaksi untukmu, Omneya.
Tapi tidak ada cara lain.
Semuanya akan memakan waktu setengah hari.
Aku akan menyelesaikannya dan kita akan menikah. Tak ada yang tahu.
Aku mencintaimu.
Aku cinta bayi yang kamu kandung,
dan aku tak akan meninggalkanmu.
Tuhan tak akan meninggalkan kita.
Apa kalian sudah berbaikan? / Matikan lampunya.
Dia bilang apa padamu?
Bukan urusanmu.
Apa? Berikan ponselnya.
Berikan padaku! / Hentikan.
Dasar pelit!
Yang penting kamu sudah berbaikan.
JIKA KAMU NGOTOT, MAKA AKU AKAN IKUT.
KITA BERTIGA.
Baik.
Akan kuambil barangnya, mengirimkannya, dan kembali dengan membawa uang.
Ya, aku dapat alamatnya.
Jangan khawatir, Shiko.
Bagus, Shiko. Diberkatilah kamu.
Ada apa?
Bukankah aku sudah mengambil SIM dari Shiko?
Aku melihatmu mengambilnya.
Ya ampun...
Oh, ini dia.
Haruskah aku yang pegang?
Aku akan simpan di sini kalau-kalau ada pos pemeriksaan.
Kamu bawa surat nikah kita?
Baik.
Nasr, kamu baik-baik saja?
Shiko bilang dia merombak mobilnya dan tidak apa-apa.
Yakinlah semua akan berjalan baik.
Aku hanya menunggu sinyal agar bisa menemukan jalan masuk.
Assalamu'alaikum.
Walaikum salam
Mencari jalan raya?
Ya, pintu masuk.
Di ujung jalan, belok kiri, kamu akan melihat alun-alun dengan plang.
Apa kita lewat jalan raya ini saja?
Entahlah.
Ini jalan bagus.
Mereka akan membangun rumah sakit dan pompa bensin.
Diberkatilah kamu.
Jalan yang menyedihkan.
Tapi lebih pendek. GPS menunjukkan jalannya menghemat sekitar 20 menit.
Bagus.
Mari kita lihat apa yang orang ini dengarkan.
Anjir, Shiko punya selera.
Pamanku punya lagu ini tak ada yang lain.
Dia selalu memainkannya di taksinya.
Apa alat bantu dengarmu bunyi? / Sedikit.
Aku akan mematikannya.
Tidak, tidak apa-apa.
Aku tak akan mendengarkannya sendirian.
Tidak apa-apa, Nasr. / Oke.
Lihat! Cakepnya!
Dia melambai padamu, Nasr.
Ada seorang pria di jalan.
Bantu aku mengangkatnya.
terjemahane: ndaseruag
Maaf.
Selesaikan tes ini. / Ruang rontgen, cepat!
Ya, Dokter. / Bawa dia ke tempat tidur yang kosong.
Dokter Mohamed... / Ya?
Tidak ada waktu untuk bicara sekarang. Pergi periksa pasien itu.
Ayo, Ragaa. / Ya, Dokter.
Kamu baik-baik saja. Kenapa begitu cemas?
Istirahatlah sampai aku memeriksamu.
Siapa namamu?
Di mana Nasr?
Apa? / Di mana suamiku, Nasr?
Aku tuli.
Aku ingin alat bantu dengar.
Kamu menggunakan alat bantu dengar.
Tunggu disini. Aku akan segera kembali.
Siapa yang mengumpulkan barang-barang kecelakaan? / Tunggu sebentar, Dokter.
Seseorang jawab aku. Kamu sedang apa, Dokter?
Mempersiapkan obat untuk pasien empat.
Apa kamu memeriksa tekanan darahnya? / Segera.
Bawa itu dan ikuti aku. / Baik.
Kamu sedang apa di sini? Tunggu, tenanglah.
Aku akan berikan yang kamu butuhkan, sebentar.
Di mana barang-barang dari kecelakaan itu? Dr Nabil sedang mencarinya.
Dia akan membantumu. Pergi ke dia.
Tangani dia, Samar, dia tuli.
Masukkan ke dalam cairan infus, namun pastikan untuk memeriksa tekanan darahnya.
Dia membutuhkan alat bantu dengarnya. Urus itu, Muhammad.
Aku akan mengurusnya secara pribadi, Dokter.
No comments yet. Be the first to leave one.