Release info

드라마-스페셜-2020-KBS-Drama-Special-2020-E01-Modern-Girl-NEXT-VIU
드라마-스페셜-2020-KBS-Drama-Special-2020-E02-Crevasse-NEXT-VIU
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-11-17
Downloads: 17
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Acara ini diproduksi dengan dukungan"

"Dana Pengembangan Penyiaran dan Telekomunikasi MSIT"

Sudah selesai, Nona.

"Modern Girl"

Duduklah di sana.

Duduklah di sana.

Duduklah.

Nona, dia sudah datang.

Baiklah.

Duduklah di sana.

Ini yang harus kamu ketahui tentang majikanku.

Dia putri tunggal dari keluarga terpandang

yang selama beberapa generasi menjadi cendekiawan kerajaan.

Melalui perjodohan, dia menikahi pria terkaya

di Gyeongseong dan menjadi istri dari keluarga

yang menerima gelar Viscount. Dan...

Namaku Shin Jun Nyeo.

Aku...

Gu Shin Deuk.

Jadi, kenapa kamu ingin menemuiku?

Berhentilah merusak reputasi suamiku selagi aku masih meminta baik-baik.

Apa yang kulakukan?

Jarang sekali bertemu orang dengan prinsip yang sama

dan punya pendapat yang sama tentang banyak hal.

Jadi, aku hanya senang menghabiskan waktu bersamanya.

"Senang menghabiskan waktu bersamanya"?

Dia sudah menikah. Beraninya kamu

bersikap tidak sopan dan mendekati pria yang sudah menikah?

Kamu tidak malu untuk kepada orang tuamu?

Kalau begitu, kamu pasti malu kepada orang tuamu.

Kamu tidak berpendidikan, mengingat dunia yang kita tinggali.

Dan kamu tidak bisa melakukan apa pun sendirian.

Yang kamu lakukan hanya mengandalkan suamimu.

Pernahkah terpikir olehmu kalau ini menyedihkan?

"Menyedihkan"?

Beraninya kamu bicara seperti itu?

Kamu tidak tahu siapa dia!

Astaga. Perintahkan pelayanmu untuk berhenti menyerangku.

Astaga. Yeong Yi!

Yeong Yi. Astaga. Lepaskan dia. Gunakan kata-katamu.

Astaga. Lepaskan rambutku.

Apa yang kamu lakukan?

Kamu baik-baik saja?

Kamu tidak terlihat baik-baik saja. Lihat rambutmu.

Tunggu di sini.

Kamu begitu ingin mempermalukanku?

Aku hanya mencoba menyadarkannya.

Menurutmu kamu bisa berunding dengannya?

Astaga. Aku mengerti.

Kamu menggunakan kekerasan karena kemampuan linguistikmu kurang.

Dia tidak melakukannya. Aku pelakunya.

Renungkan dirimu sebelum kamu menyalahkan orang lain.

Tidakkah kamu malu memiliki istri bodoh yang tidak bisa

mengikuti perkembangan zaman jika menjadi aku?

Cukup. Ayo pergi.

Baiklah. Ayo.

Astaga.

Nona.

Sudah kubilang pelan-pelan.

- Hei. - Baiklah.

Ingat kata-kataku.

Aku akan membalas penghinaan hari ini.

Apa yang akan kamu lakukan?

Aku akan menjadi gadis modern terkeren di Gyeongseong dan merebutnya.

Aku juga tahu kamu tidak menyukai suamimu.

Keluargaku dan kehormatanku dipertaruhkan dalam pernikahan ini.

Karena sudah menikah dengannya, aku harus menjalankan tugasku.

Untuk itu, aku harus memikat hatinya lebih dahulu.

Bagaimana kamu akan menjadi gadis modern terkeren di Gyeongseong?

Begini...

- Astaga. Bakpaonya tampak lezat. - Halo.

- Kami mau bakpao. - Berapa banyak?

Dua. Tidak, beri kami tiga.

Tidak. Kami butuh empat. Kami berdua.

Baiklah.

- Nona. - Ya?

Tuan Viscount ingin kamu datang sekarang.

Apa?

Seharusnya kamu memberi tahu ayah lebih dahulu.

Kenapa kamu menangani masalah sendiri dan menderita?

Aku juga belajar banyak.

Ayah tahu kamu gadis pintar. Jadi, kamu akan berhati-hati lain kali.

Ayah.

Ayah tahu semuanya.

Aku

harus bersekolah.

Apa? Di mana?

Kalian harus menjaga kesucian, kepatuhan,

dan menjadi contoh kegigihan

untuk mengabdi sebagai fondasi

keluarga di Jepang,

negara yang penuh kebajikan dan paling beradab.

- Negara beradab... - Kita rakyat Joseon.

Beraninya dia menyuruh kita melayani negaranya sebagai fondasi?

Itu konyol.

Semua warga Kekaisaran Jepang

harus berusaha untuk menjadi

bagian masyarakat yang bermanfaat dan sopan.

Kamu sudah menikah?

Siapa yang kamu nikahi?

- Menantu dari Viscount? - Menantu dari Viscount?

Sudah kuduga. Kamu memang terlihat berkelas.

Kudengar dia mendapatkan banyak uang setelah mengkhianati negaranya.

Bagaimana denganmu, Yeong Yi? Kamu adiknya?

Apa kamu kerabatnya?

Tidak. Aku melayaninya.

Apa? Kamu pelayannya?

Mereka punya payung renda baru di Toko Gyeongseong.

- Kamu mau melihatnya? - Toko Gyeongseong?

Ya.

Semua gadis modern di Gyeongseong tahu toko itu.

Kamu belum pernah ke sana?

- Gadis modern pergi ke sana? - Ya.

Mereka punya jam tangan emas dan bubuk min putih.

Mereka punya segalanya.

- Ayo cepat. - Apa?

Nona, bagaimana dengan toko sepatu itu?

Mampirlah ke toko itu dan temui aku di rumah.

Tapi sepatu itu ada hak tingginya.

Kamu juga ingin mencobanya?

- Bagaimana rasanya? - Rasanya seperti melayang.

Apa gunanya? Itu hanya khayalan.

Kamu tidak mampu membelinya?

Aku baru membeli sepatu baru.

Sayang sekali.

Sepasang sepatu hak tinggi berteriak,

"Inilah gadis modern."

- Ini dia. - Ini dia. Orang akan menggila.

- Ayo. - Sayang sekali.

Indah sekali.

Lepaskan aku! Apa yang kamu lakukan?

Apakah dia ikut bermain?

Sakit sekali. Lepaskan aku.

"Jongno 4-ga"

- Apa itu? - Rampasan perang.

- Apa? - Kamu sudah membacanya?

Astaga, itu hebat.

"Zaman kemunafikan."

"Pemerintah yang menindas rakyatnya

dengan memperindah modernisme."

Bukankah itu tajuk utama yang bagus untuk edisi pertama?

Tepat sekali.

Tapi kamu sudah punya pekerjaan.

Bisakah kamu menyuruh orang menulis artikel, mengikat koran,

dan mendistribusikannya sendiri?

Jika terlalu sulit, aku akan mencari asisten.

Aku penasaran apakah ada orang yang gesit dan berani.

Aku melihatnya dalam perjalanan ke sini.

Siapa?

Siapa kamu?

Nona.

- Bagaimana penampilanku? - Kamu tampak seperti gadis modern.

- Bukankah begitu? - Ya.

Apa itu?

Para gadis itu terus mengatakan kalau itu tampak cocok untukku.

Bagaimana dengan sepatuku? Kamu membawanya?

Masalahnya, sesuatu terjadi di perjalanan.

Aku kehilangan sepatu itu.

Bagus.

Apa?

Aku tahu harus mengenakan apa dengan pakaian ini.

Nona.

- Aku baik-baik saja. - Baiklah.

Apa ini hari istimewa?

Ini adalah hari saat aku bisa bertemu kesayanganku.

Kesayanganmu?

Saatnya kelas dimulai. Silakan duduk.

Apa yang kamu lakukan?

Duduklah.

Lepaskan aku!

Aku punya permintaan untuk kalian sebelum kita memulai kelas.

Gunakan bahasa kita dengan bijak.

Gunakan itu untuk menyampaikan pemikiran

dan perasaan kepada orang lain.

Jangan menggunakannya untuk menipu, memanipulasi,

atau menindas seseorang.

Sebaiknya kamu tidak mempelajarinya jika itu yang akan kamu lakukan.

Sekarang pikirkan apakah kamu memenuhi syarat untuk belajar.

Aku senang memutuskan untuk bersekolah.

Aku setuju.

Hari ini sungguh membuka mata.

Aku merasakan hal yang sama.

- Baru kali ini kulihat pria... - Baru kali ini kulihat pria...

Kamu di sini.

Beri tahu aku. Bagaimana sekolahmu?

Aku berusaha keras menjadi orang yang pantas bagimu.

Kamu tidak bisa selalu mendapatkan keinginanmu dengan berusaha keras.

Jika tidak, semua kuil Buddha, gereja,

dan bar di pasar tidak akan ada.

Beberapa hal memang mustahil.

Apa?

Jangan membuang tenaga

dan terima saja takdirmu.

"Kakak lelaki, Penguasa, Ski, Adik lelaki, Menteri"

"Kakak lelaki, Penguasa, Ski, Adik lelaki, Menteri"

Sungguh tidak berpendidikan.

Bukan kamu, Nona. Maksudku suamimu.

Dia mahasiswa Universitas Kekaisaran Keijo.

Lalu kenapa?

Tiap kata yang keluar dari mulutnya menjijikkan.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left