Release info

강남 스캔들 Gangnam Scandal E02 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-11-28
Downloads: 16
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Aku menyayangimu, Adikku."

"Chae Young"

Ini membuatmu gila, bukan?

Bagiku ini lebih buruk. Apa yang akan kamu lakukan sekarang?

Aku harus bilang apa pada pelanggan yang akan segera berlibur?

Astaga.

Hei, Chae Young.

Apa kamu menaruh semua barang sponsor di dalam koper?

Kamu yakin memberiku koper yang benar?

Tentu saja. Kenapa?

Suruh dia datang ke sini dan makan.

Kamu harus datang ke sini dan...

Apa? Astaga, apa yang akan kita lakukan?

Kamu mau ke mana? Kamu belum selesai makan.

Aku harus bertemu So Yu.

Apa yang terjadi? Dia tidak pernah meninggalkan makanan di piringnya.

Benar. Dia tidak pernah melakukan itu.

Apa dia mencoba menyalahkanku untuk noda alas bedak

yang mengenai baju sponsor?

Sebaiknya kamu memihakku jika terjadi sesuatu, ya?

Tentu saja.

Makanlah.

Makan ini, dan makan makanan Chae Young juga.

Pastikan kamu memihakku, ya?

Ganti rugi tidak akan cukup.

Beliau adalah pelanggan VVIP kami.

Bisakah kamu mencoba mendapatkannya dari cabang lain?

Kamu ke toko kami karena tidak dapat menemukannya di tempat lain.

Aku sendiri yang memeluknya bahkan ketika naik di bus.

Astaga, aku membawanya ke sini begitu aku menerimanya.

Aku akan mencarinya.

Kamu mau ke mana? Bagaimana jika kamu tidak kembali?

Aku akan kembali. Itu karena aku punya firasat.

Aku lebih putus asa daripada kamu.

Ada gelang seharga 4.000 dolar dan mantel bulu 25.000 dolar.

- Baiklah, pergilah! - Baik.

Berhenti.

- Itu dia. Apa kamu melihat itu? - Ya.

Kamu melihat itu, bukan? Bisakah kamu menemukan dia?

Dalam film, mereka menemukan orang dengan sangat mudah.

Polisi mencari mereka karena mereka penjahat.

Bagi kami, dia seorang pencuri.

Kalau begitu laporkan ke polisi.

Itu akan lama.

- Dia tidak benar-benar mencurinya. - Tepat sekali.

Tunggu.

Bukan dia. Pria di sebelahnya mengambilnya.

Sepertinya dia kenalan Pak Hong.

Aku melihat mereka berjalan berdampingan dari sana.

"Se Hyun"

"Episode 2"

Apa yang kamu baca saat ada pemandangan indah di depanmu?

- Kamu harus menikmatinya. - Hei, ayolah.

Astaga.

"So Yu"

- Ayo jalan. - Jangan mengebut.

Hei.

"So Yu"

Ini seperti adegan dari komedi romantis.

Koper tokoh utama tanpa sengaja tertukar

- Nomor yang dituju tidak menjawab. - yang menyebabkan keributan.

Lalu mereka akhirnya jatuh cinta.

Astaga.

Aku harap dia cukup bodoh dan memiliki keluarga berantakan

yang hanya memiliki harta berlimpah untuk dibanggakan.

Aku bahkan tidak meminta sebanyak itu.

Aku berharap dia tidak miskin hingga menjual produk-produk itu.

Apa kamu sungguh berpikir dia adalah kenalan Se Hyun?

Mari kita berharap begitu.

"Memanggil Gedung 102, Unit 1505"

Halo, kami datang untuk bertemu Pak Hong.

Dia sedang tidak di tempat.

Bisakah kamu mengizinkan kami masuk?

Perusahaan mengirim kami untuk menjalankan tugas.

Pulau Jeju?

Tidak, tunggu. Kapan dia kembali?

Aku tidak tahu.

Jangan khawatir, Temanku.

Aku yakin dia akan meneleponmu.

Dan begitu dia meneleponmu, kamu dapat tanya nomor pria satunya

dan menukar kopernya.

Kita hanya perlu menemukannya malam ini.

- Hei, ini manajer. - Apa?

Ya, aku dalam perjalanan.

Aku hampir sampai, tapi macetnya parah sekali.

Apa mobilnya di luar?

Aku sudah menyuruhmu untuk menyiapkannya.

Cut. Ayo mulai lagi.

Ayo coba lagi.

Bisakah kamu mengatakan dialogmu dengan benar? Astaga.

Siap, kamera rekam,

dan mulai.

Apa mobilnya di luar?

- Sudah kubilang siapkan itu. - Se Hyun!

Cut. Siapa itu?

- Astaga. - Maafkan aku.

Maafkan aku.

Hei, So Yu. Aku baru saja memeriksa ponselku.

Ada apa? Apa ada masalah?

Pria yang bersamaku di bandara?

Apa kamu benar-benar mengenalnya?

Untunglah.

Halo?

So Yu. Hei, Eun So Yu.

Eun So Yu?

Halo?

Ada jas di kamarmu, jadi, ganti baju dan turunlah.

Hei, So Yu.

Aku akan memeriksa dan meneleponmu kembali.

Baik.

Apa begini rasanya bangkit dari kematian?

Astaga, syukurlah.

Dasar anak nakal. Apa kamu menangis?

Aku tidak menangis.

Syukurlah.

Seo Jun.

Seo Jun.

Astaga, itu enak sekali.

Seorang profesional melakukannya jauh lebih baik daripada aku.

Tapi Ayah selalu menyuruhku.

Tidak ada yang bisa mengalahkan kemampuanmu.

Rasanya baru kemarin kamu berteriak di pemandian umum

ingin menggosok punggung ayah dengan tangan kecilmu.

Kapan kamu tumbuh sebesar ini?

Aku pasti sudah gila.

Aku akhirnya menggosok punggung Ayah selama 30 tahun karena itu.

Kamu mulai ketika berusia empat tahun.

Jadi, baru 27 tahun.

Astaga, ini dia.

Astaga, apa Ayah sebahagia itu?

Ya.

Ayah bisa mati dengan damai sekarang.

Apa?

Berputarlah.

Baiklah.

Aku akan menggosok bagian pribadi Ayah juga.

Apa?

Dasar anak bandel.

- Kamu harus pergi sekarang. - Baik.

Pastikan kamu bertengkar dengannya ketika bertemu dia.

Kenapa aku harus bertengkar?

Aku hanya perlu menukar koper ini dengan miliknya.

Buatlah sesuatu untuk diributkan.

Kamu tahu

bagaimana orang mulai

saling suka saat mereka bertengkar?

Apa kamu saja yang pergi?

Pak Hong tidak akan senang melihatku.

Astaga, ini sudah menjadi cinta segitiga.

Cinta segitiga?

Kamu, pria yang membawa koper, dan Pak Hong.

Omong-omong, di mana kamu akan tidur?

Astaga, apa yang kamu bayangkan?

Tidak ada apa-apa antara aku dan Se Hyun.

Lalu bisakah kamu menjodohkanku dengannya?

Lihat? Kamu tidak dapat menjawab.

Sudahlah. Sebaiknya kamu pergi. Mereka akan mencarimu.

- Telepon aku. - Baik.

Kenapa kamu tidak pulang?

Ibu berbaring sepanjang hari. Dia bahkan belum makan apa pun.

Dia bilang dia mau mati saja.

Bisakah kamu sambungkan dia di telepon?

Ibu.

So Yu.

Bisakah Ibu berhenti menangis? Itu membuatku sedih.

Jika tidak makan seperti ini, kekebalan Ibu akan menurun.

Jika itu terjadi, obatnya tidak akan bekerja dengan baik.

Berarti Ibu harus menerima lebih banyak suntikan,

yang akan menghabiskan 5.000 dolar. Uang tidak tumbuh di pohon.

Ibu sudah bilang ibu tidak mau menerima perawatan.

Kanker Ibu kambuh,

tapi Ibu tidak ingin menjalani perawatan.

Berarti hanya ada satu cara.

Apa?

Haruskah aku meminta Ayah untuk datang ke pemakaman Ibu?

Apa? Pemakaman ibu?

Kenapa kamu memintanya datang ke pemakaman ibu?

Ibu pikir dia akan bersama wanita licik itu?

Ibu tidak ingin bertemu dengannya meski saat ibu masih hidup.

Jadi, kenapa kamu membuat ibu melihat dia ketika ibu mati?

Berarti ibu sebaiknya makan saja.

Dasar anak nakal.

Di saat seperti ini, kamu seperti ayahmu.

Jika Ibu tidak ingin mati lebih dahulu,

makanlah dan jalani perawatan.

Kamu sudah berhasil mengendalikan ibu, bukan?

Ibu tunggu sampai kamu pulang.

Aku tidak bisa pulang malam ini, jadi, ajaklah So Dam menginap.

Sampai jumpa.

"Sayangku"

Halo, Sayang. Ada apa?

Aku ingin makan roti lapis telur dari toserba.

Coba kulihat.

"Mo Tae Woong, yang kelelahan mengurus bayinya,

pergi ke toserba untuk makan."

Bagaimana menurutmu?

Kedengarannya biasa saja, bukan?

Sangat bagus. Ya, kedengarannya bagus.

Aku rasa kamu akan mendapatkan lebih banyak pengikut.

Kamu harus membelinya sekarang dan mengunggah foto.

Gangnam Scandal subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Gangnam Scandal

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left